KOTAK PERSON : Sugianto email: sugianto.gik256@gmail.com,phone:0813-1343-0785, whatsapp 0813-1343-0785
Rabu, 25 Juli 2018
Ini Daftar Artis-artis yang akan Bertarung di Pemilu Legislatif 2019
tribunjateng/dok
Ini Daftar Artis-artis yang akan Bertarung di Pemilu Legislatif 2019
TRIBUNJATENG.COM - Bukan hanya di sepakbola,
sejumlah politikus berpindah partai politik sebagai kendaraan untuk
kompetisi Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019.
Tak hanya itu, sejumlah parpol juga merekrut 'pemain baru' untuk ajang politik lima tahunan tersebut.
Hal itu tergambarkan saat sejumlah parpol mendaftarkan nama-nama
bakal caleg Pemilu 2019 di gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta,
Selasa (17/7).
Sebut
saja Yusuf Supendi, pendiri Partai Keadilan, cikal bakal Partai
Keadilan Sejahtera (PKS), yang hijrah ke PDIP. Partai besutan Megawati
Soekarnoputri itu juga kader dari kalangan artis untuk didaftarkan
sebagai caleg di KPU, mulai dari diva pop ternama Krisdayanti, mantan
vokalis band Radja, Ian Kasela, Jeffry Waworuntu, Harvey Malaiholo,
aktris Kirana Larasati, artis kawakan Chicha Koeswoyo, penyanyi Iis
Sugiarto, hingga Angel Karamoy. Angel Karamoy diabadikan usai mengisi acara sebuah program
televisi di kawasan Taman Mini Indonesia (TMII), Jakarta Timur, Sabtu
(16/1/2016) malam. (KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENG PANGERANG)
Partai Nasdem juga merekrut sejumlah artis ternama untuk dimajukan
sebagai caleg untuk Pileg 2019, baik artis yang sudah terlebih dahulu
berkecimpung di dunia politik maupun artis yang baru menjadi kader
parpol.
Artis yang maju, antara lain Nafa Urbach di Nasdem, Dina Lorenza di
Demokrat, dan Giring Nidji di Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Nafa Urbach (Tribunnews.com)
Pendatang baru lainnya yang ikut meramaikan gelaran Pileg 2019 adalah
tokoh Kalijodo, Daeng Aziz. Dia akan maju sebagai caleg melalui partai
besutan Prabowo Subianto, Gerindra.
Selanjutnya, politikus yang berpindah parpol untuk kendaraan politik
Pileg 2019 adalah anggota DPR sekaligus mantan Sekretaris Jenderal
Partai Hanura, Sarifuddin Sudding, bersama rekan separtainya, Rufinus
Hutauruk dan Dossy Iskandar, pindah ke Partai Nasdem.
Ketua DPP PDIP, Andreas Hugo Perreira menilai, adalah hal yang lumrah
apabila seorang politikus pindah ke partai lain untuk mencalonkan diri
sebagai caleg. Kata dia, seluruh partai membuka seluruh kemungkinan
adanya kader partai lain yang hijrah. Terlebih, politisi tersebut sudah
memiliki elektabilitas dan basis massa di dapil pilihannya. Penyanyi Krisdayanti atau KD (TRIBUN JAKARTA/JEPRIMA)
"Saya rasa ini hal yang biasa apabila para politisi pindah partai.
Semua kan memiliki hak untuk dipilih dan memilih," ujar Perreira saat
ditemui di Kantor KPU.
Menurutnya, politisi melakukan hal itu semata ingin mencari kendaraan
politik yang lebih baik dibanding sebelumnya. Terpenting, tidak ada
pemaksaan dan polemik yang terjadi di internal partai politik ketika
masuk orang baru.
Ketua DPP Hanura, Sutrisno Iwantono menegaskan, tidak akan banyak
permasalahan yang akan timbul ketika banyak politisi dari partainya
pindah ke partai lain. Namun, partainya lebih memilih mengusung
nama-nama baru untuk pesta demokrasi perebuatan hati pemilih itu.
Menurutnya, pengusungan nama baru akan berimbas positif kepada partai
pengusung.
Ketua Badan Pemenangan Pemilu Nasdem, Effendi Choirie mengatakan,
mereka yang bergerak di dunia hiburan sudah memiliki modal popularitas
yang baik. Namun, belum tentu dapat memiliki elektabilitas yang baik. (Tribun Network/ryo/coz)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar