Jumat, 24 Mar 2017 07:45
Oktavianus Wou Pone
(JAWA POS PHOTO)
Berita Terkait
JawaPos.com -
Sampai Selasa lalu (21/3), sebenarnya belum ada kontak resmi dari
manajemen Persebaya kepada Oktavianus Wou Pone. Tapi, dengan berani
penyerang 27 tahun itu menolak tawaran dari PSPS Pekanbaru yang datang
lebih dulu.
Padahal, yang menghubungkan dia dengan PSPS adalah Indra Sjafri.
Indra menyaksikan sendiri kemampuan Okta -sapaan akrab Oktavianus Wou
Pone- saat blusukan ke Nusa Tenggara Timur dalam rangka mencari pemain
untuk tim nasional U-19 yang dia tangani.
Namun, Okta teguh dengan keputusannya karena sudah mendengar
ketertarikan Persebaya kepada dirinya. ''Saya percaya (tawaran dari
Persebaya) itu akan terjadi," katanya kepada Jawa Pos yang turut
menjemputnya di Bandara Juanda kemarin (23/3).
Benar saja. Rabu lalu (22/3) Okta dikontak perwakilan manajemen Green
Force -julukan Persebaya- dan akhirnya mendarat di Surabaya kemarin.
Penyerang yang menghabiskan karir sejak masa junior di PSN Ngada itu
akan mulai ikut berlatih bersama skuad Persebaya hari ini dengan status
seleksi.
''Kami sudah melihat kemampuannya selama di Jogjakarta (Dirgantara Cup). Dan, kami juga menilai dia memiliki sesuatu yang bisa berguna bagi tim ini,'' kata pelatih Persebaya Iwan Setiawan.
Okta tipe striker yang rajin mencari dan berani membawa bola. Di Dirgantara Cup, dia mengoleksi tiga gol selama fase grup. Salah satu golnya dia ceploskan ke gawang Persebaya yang dikawal Dimas Galih pada laga pertama fase grup (28/2).
Okta juga merupakan bagian dari skuad PSN yang jadi runner-up Liga Nusantara 2016 setelah dikalahkan Perseden Denpasar di final. Okta juga menjabat kapten selama memperkuat tim oranye-oranye tersebut.
Di Persebaya, Okta akan bersaing dengan Bijahil Chalwa yang juga berstatus seleksi. ''Demi bisa memperkuat Persebaya, saya siap bersaing secara sehat,'' katanya.
Chalwa juga tak kalah siap. ''Persaingan sudah biasa di sepak bola. Semoga kami bisa memberikan yang terbaik bagi Persebaya,'' kata Chalwa. (io/c17/ttg)
''Kami sudah melihat kemampuannya selama di Jogjakarta (Dirgantara Cup). Dan, kami juga menilai dia memiliki sesuatu yang bisa berguna bagi tim ini,'' kata pelatih Persebaya Iwan Setiawan.
Okta tipe striker yang rajin mencari dan berani membawa bola. Di Dirgantara Cup, dia mengoleksi tiga gol selama fase grup. Salah satu golnya dia ceploskan ke gawang Persebaya yang dikawal Dimas Galih pada laga pertama fase grup (28/2).
Okta juga merupakan bagian dari skuad PSN yang jadi runner-up Liga Nusantara 2016 setelah dikalahkan Perseden Denpasar di final. Okta juga menjabat kapten selama memperkuat tim oranye-oranye tersebut.
Di Persebaya, Okta akan bersaing dengan Bijahil Chalwa yang juga berstatus seleksi. ''Demi bisa memperkuat Persebaya, saya siap bersaing secara sehat,'' katanya.
Chalwa juga tak kalah siap. ''Persaingan sudah biasa di sepak bola. Semoga kami bisa memberikan yang terbaik bagi Persebaya,'' kata Chalwa. (io/c17/ttg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar