Tampilkan postingan dengan label Egy Maulana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Egy Maulana. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 Desember 2017

Egy Maulana Kepergok Santap Shabu Bareng Putri Umi Pipik

| editor : 
Egy Maulana Vikri, Adiba Khanza Az-Zahra, Umi Pipik,
Egy Maulana Vikri (10) kepergok sedang menikmati makanan ala Jepang, Shabu, bersama putri Umi Pipik, Adiba Khanza Az-Zahra. (Dia Kawengian/Jawa Pos)

JawaPos.com - Striker muda Timnas Indonesia, Egy Maulana Vikri, kepergok sedang menikmati makanan ala Jepang, Shabu, bersama putri Umi Pipik, Adiba Khanza Az-Zahra. Hal itu diungkap akun gosip @lambe_turah, melalui unggahan video pada Rabu (13/12).
Dalam video berdurasi 18 detik tersebut, tampak jelas wajah semringah Egy yang duduk di sebelah Adiba. Keduanya sesekali tertawa lepas saat disorot kamera. Sayang, tak jelas apa percakapan yang ada di video tersebut.
"Cieeee cieeee Dede adiba n babang egi maulana (pemain bola) Lagi makan shabu bersama keluarga yees? . Bang minceu mau tanya Itu umi nya juga ikut yess bang?. Ugghhh kaya minceu dulu pacaran Di angkremin calon mertua," tulis @lambe_turah dalam keterangan video.
Egy Maulana Vikri, Adiba Khanza Az-Zahra, Umi Pipik,
Video unggahan akun gosip @lambe_turah, saat Egy Maulana Vikri asyik santap shabu bersama putri Umi Pipik, Adiba Khanza Az-Zahra. (Instagram @lambe_turah)
Di dalam video itu, Egy dan Adiba sepertinya tidak cuma makan berdua. Di belakang mereka, tampak perempuan yang menggunakan cadar berwarna hitam, yang diduga adalah Umi Pipik. Lalu ada juga beberapa orang lain, termasuk yang merekam video tersebut.
Hingga Minggu (17/12) pagi WIB, unggahan itu sudah ditonton sekitar 1.219.443 orang dan dikomentari 1.613 kali. Beberapa cewek merasa kecewa karena menganggap Egy sudah berpacaran dengan Adiba. Sebut saja akun @shiaca1198, yang menulis komentar: "hancur hatikuuuuu". Senada dengan @ikaikuk_: "Patah hati aku cinta
(ira/JPC)

Kamis, 19 Oktober 2017

Ketenaran Egy Maulana Bikin Iri Pemain Timnas Indonesia U-19?

Liputan6.com,
Liputan6.com, Jakarta - Popularitas Timnas Indonesia U-19 melambung sejak penampilan gemilang mereka kala bermain di Piala AFF U-18 di Myanmar beberapa waktu lalu. Meski hanya mampu meraih perunggu, namun salah satu gelandang Timnas Indonesia U-19, Egy Maulana Vikri dinobatkan menjadi top scorer dalam ajang dua tahunan tersebut.
Karena penampilannya, banyak pihak yang menobatkan Egy Maulana sebagai pemain terbaik di Timnas Indonesia U-19. Tidak hanya itu, pemberitaan tentang Egy pun porsinya selalu lebih banyak dibanding dengan rekan setimnya yang lain.

Hal inipun menjadi kekhawatiran akan timbulnya rasa iri dari punggawa Timnas Indonesia U-19 yang lain. Ditemui setelah pertandingan uji coba melawan Thailand, bek sayap Timnas Indonesia U-19, Rifad Marasabessy memberikan pendapatnya soal ketenaran rekan setimnya itu.
"Gak masalah, itu udah rejekinya dia berarti. Semua orang kan rejekinya beda-beda," ucap Rifad seusai pertanding, Minggu (08/10/2017).
Tidak hanya Rifad yang memberikan komentarnya, Indra Sajfri selaku pelatih juga ikut mengomentari tentang banyaknya pemberitaan terkait anak asuhnya itu.
"Saya suka aja pemain dipuja-puji. Tapi jangan hanya satu. Karena tadi kontribusi dari semua pemain kan gak cuma Egy," ujar Indra Sajfri yang sudah membesut Timnas Indonesia U-19 untuk kedua kalinya dalam konferensi pers, Minggu (08/10/2017).
"Semua pemain saya pikir sama saja. Tidak ada yang lebih spesial dan tidak ada pula yang lebih unggul." (Nabila Muniva)

Selasa, 10 Oktober 2017

Kenalin Nih Egy Maulana Vikri, Cristiano Ronaldo-nya Indonesia

via juara.netTada~ Inilah Egy Maulana Vikri. (Sumber: Juara.net)
Charisma Rahmat Pamungkas Charisma Rahmat Pamungkas
Genmuda – Biarpun tersingkir Turnamen Toulon 2017, kompetisi sepakbola U-19 antar negara yang terselenggara di Perancis, Indonesia masih punya prestasi. Kebanggaan itu datang dari Egy Maulana Vikri si nomor punggung 10 yang dapet penghargaan Jour Revelation Trophee.
Penghargaan itu diberikan kepada pemain terbaik setiap musim kompetisi. Pada musim lalu, cuma pemain tim yang lolos semi final yang dilirik untuk peroleh piala itu. Berhubung cowok kelahiran Medan, 7 Juli 2000, itu main keren, panitia sepakat ngasih piala itu ke doi meski Indonesia gagal lolos grup C.
Waktu masih muda, Cristiano Ronaldo juga pernah memperoleh penghargaan yang sama. Zinedine Zidane yang kini jadi pelatih Ronaldo di Real Madrid juga pernah ngerasain gelimang piala pemain terbaik Turnamen Toulon itu. Semoga aja Egy juga jadi pemain tangguh kayak dua nama besar itu.
Melihat dari perjalanan kariernya, Jour Revelation bukan piala pertama si mantan striker timnas U-16 itu. Cowok yang suka salting kalo ditanya soal pacar itu juga pernah dinobatkan sebagai pemain terbaik di beberapa kompetisi sepakbola bergengsi.

Lolos U-19 meski usianya masih di bawah rata-ratavia goal.comCengiran orang yang lolos U-19 meski umurnya di bawah rata-rata. (Sumber: goal.com).

Waktu seleksi U-19, Egy merupakan pemain yang usianya masih di bawah rata-rata. “Pastinya para pemain yang ikut seleksi lebih tua dari saya satu tahun. Dan, tentu lebihbagus bermainnya. Saya bersedia kerja ekstra agar terpilih coach Indra Sjafri,” kata Egy seperti dikutip Goal.com, Maret 2017.

Pemain terbaik di U-18 menurut Juara.net

Waktu masih berlaga di timnas U-18, Egy disebut sebagai pemain yang paling menonjol menurut juara.net. Salah satu media olahraga itu ngasih pujian tinggi buat Egy setelah menonton aksinya di Liga Kompas Gamedia, Soeratin Cup, Gothia Cup, dan TC perdana Indonesia U-18 di Lapangan Atang Sutresna, Maret lalu.

Top scorer Piala Soeratin 2016 – Persab Brebesvia tribunnews.comEgy Maulana Vikri (merah) abis ngegocek pemain Persib Bandung di Piala Soeratin 2016. (Sumber: Istimewa).

Pada Piala Soeratin U-17 2016, Egy ngebabat 22 gol sepanjang kompetisi. Timnya pada saat itu, Persab Brebes juga berhasil mengangkat piala setelah mengalahkan Askot Balikpapan dengan skor 4-1 di final turnamen bola di bawah 18 tahun yang juga dikenal dengan nama Liga Indofood itu.

Top scorer Gothia Cup 2016 – Tim ASIOP Apacintivia indosport.comCiyee. Pemain terbaik di dunia. Ciyee. (Sumber: indosport.com).

Sebelum menginjakkan kaki di Soeratin Cup, Egy juga peroleh penghargaan pemain terbaik setelah mencetak 28 gol sepanjang Gothia Cup 2016. Bukan cuma itu, tim ASIOP Apacinti yang dibelanya juga sukses mengangkat trofi, jadi yang terbaik di antara 1600 klub dari 80 negara peserta.

Kapten timnas U-16

via republika.co.id
(ki-ka) Indra Sjafri berfoto sama Egy masa bocah. (Sumber: republika.co.id).
Waktu masih belajar di Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Ragunan, bakat doi yang muncul sejak masih main bola plastik itu mulai cemerlang. Buktinya, doi ditunjuk sebagai kapten Timnas U-16 di antara anak-anak berbakat lainnya.
Wah, Abang Egy emang udah jago nih dari dulu. Semoga makin jago setiap harinya hingga akhirnya masuk Timnas senior dan ngebawa Indonesia juarai AFF, AFC, dan lolos ke Piala Dunia, ya. Semangat, Bang! (sds)

EKSKLUSIF: Awal Mula Egy Maulana Mengenal Dunia Sepakbola hingga Bertemu Indra Sjafri

Ramdani Bur, Jurnalis · Selasa 26 September 2017, 10:20 WIB

https: img-z.okeinfo.net content 2017 09 26 51 1783062 eksklusif-awal-mula-egy-maulana-mengenal-dunia-sepakbola-hingga-bertemu-indra-sjafri-ijZyPYBr3R.jpg 
NAMA Egy Maulana Vikri sedang hangat diperbincangkan pencinta sepakbola dunia, bahkan Asia. Hal itu berkat performa apik pesepakbola 17 tahun saat tampil di Piala AFF U-18 2017 bareng Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-19 yang bergulir di Myanmar pada 4 -17 September.
Permainan apik Garuda Nusantara –julukan Timnas Indonesia U-19– hingga finis di posisi tiga tak lepas dari kinerja pesepakbola asal Medan itu. Di akhir turnamen, Egy “Messi” bahkan keluar sebagai top skor dengan koleksi delapan gol.

Namun, sebelum menginjak level seperti saat ini, Egy membutuhkan usaha keras. Ia memulai karier sepakbolanya di Medan dan tampil di banyak turnamen kelompok umur. Kualitas olah bolanya pun terkenal seantero Medan.

(Foto: Heru Haryono/Okezone)
Selain sang ayah yakni Syaripudin, Subagja Suhian bisa dibilang salah satu sosok yang menemukan bakat Egy kecil. Subagja yang akhirnya merekomendasikan Egy ke pelatih Timnas Indonesia U-19 saat ini, Indra Sjafri, untuk melihat skill olah bola sang anak didik pada 2012.
Tidak sampai di situ, Subagja juga yang meyakinkan kedua orangtua Egy untuk melepas sang anak ke Jakarta. Pada kelas 2 sekolah menengah pertama (SMP), Egy pun dibawa Subagja dari Medan ke Jakarta untuk menjalani seleksi di Pusat Pembinaan dan Latihan olahraga Pelajar (PPLP) Ragunan, hingga akhirnya lolos dan kini membela Timnas Indonesia U-19.
1. Coba Ceritakan Awal Mula Egy Bermain Sepakbola?
Memang dari kecil sudah main bola. Dari baru bisa jalan, sudah diajarin ayah nendang-nendang bola. Setelah agak besar, saya tidak ikut Sekolah Sepakbola (SSB). Saya ikut tim yang dihuni ayah namanya Asam Kumbang. Mulai kelas 1 sekolah dasar, saya baru masuk SSB Taman Setiabudi Indah (Tasbih). Mulai dari itu saya ikut pertandingan.

Jadi saya ikut dua tim saat itu. Setiap Selasa, Kamis dan Minggu latihan di SSB Tasbih. Kemudian Senin, Rabu dan Sabtu latihan di Asam Kumbang. Setiap hari saya latihan. Jadi setelah pulang sekolah, kemudian mengaji sampai jam 3 sore dan selanjutnya saya latihan sepakbola.

(Foto: Heru Haryono/Okezone)
2. Selain orangtua, siapa yang paling berperan dalam karier sepakbola Egy?
Pak Subagja. Ia yang mempertemukan saya dengan coach Indra Sjafri. Coach Indra memang sudah mendengar nama saya, namun tidak tahu tepatnya saya berada di mana. Selain itu, pak Bagja juga yang membawa saya ke Jakarta hingga akhirnya masuk ke Diklat Ragunan dan seleksi Tim Nasional Indonesia.
Pak Bagja juga berhasil meyakinkan kedua orangtua saya. Sebelumnya, ayah saya banyak ditipu soal orang yang ingin mengorbitkan saya. Namun, Pak Bagja benar-benar berhasil meyakinkan kedua orangtua saya untuk melepas saya dari Medan ke Jakarta.
3. Bisa Diceritakan awal mula Egy bertemu coach Indra Sjafri pada 2012?
Saya pertama kali bertemu di grassroots (turnamen SSB lokal). Kemudian Pak Bagja merekomendasikan saya ke coach Indra. Saat itu coach Indra melihat saya bermain di salah satu turnamen yang agak jauh dari Medan. Saat itu ia datang bersama coach Nur dan Djarot. Namun, saya hanya foto bersama coach Indra.

(Foto: Heru Haryono/Okezone)
4. Sosok Indra Sjafri buat Egy seperti apa?
Di dalam lapangan, coach Indra orang yang sangat tegas, penyemangat bagi pemain-pemain semua. Ia merupakan pelatih yang sangat taktikal dan sangat paham dengan permainan tim lawan. Di luar lapangan ia juga sangat dekat dengan pemain. Bisa dibilang ia merupakan ayah bagi para pemain.
(mrh)