VIVA.co.id - Dua klub raksasa Indonesia, Arema
Cronus dan Persebaya Surabaya terancam tak bisa mengikuti kompetisi ISL
2015. Kedua klub asal Jawa Timur ini tidak lolos verifikasi yang
dilakukan oleh Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI).
Ketua
BOPI Mayjen (Purn) Muhammad Noor Aman mengatakan, semua tim harus
memenuhi kelengkapan berdasarkan lima aspek. Antara lain, aspek
legalitas, keuangan, pelaku olahraga profesional, pembinaan usia muda,
dan kegiatan sosial.
“Kami hanya memberikan rekomendasi kepada
tim yang sudah terverifikasi. Kepada tim yang belum terverifikasi tidak
akan bisa mengikuti kompetisi,” ujar Noor Aman.
Arema dan
Persebaya dianggap tak memenuhi dua poin awal dalam lima aspek tersebut.
BOPI menilai, keduanya memiliki permasalahan keuangan (penunggakan gaji
pemain, dan penunggakan pajak) serta dualisme kepemimpinan.
Arema
sebenarnya sudah mengantongi rekomendasi dari AFC untuk mengikuti ISL
2015. Namun, menurut BOPI, Arema hanya mengantongi rekomendasi AFC untuk
kelayakan mengikuti pertandingan, dan bukan kepada lima aspek tersebut.
BOPI
juga mengatakan tak akan berhenti melakukan pengawasan selama kompetisi
berlangsung, dalam hal ini verifikasi faktual kepada klub-klub yang
masih belum melunasi pajaknya. BOPI memberikan tenggang waktu hingga
putaran pertama ISL berakhir.
Jika sampai tenggang waktu yang
ditentukan klub tersebut tak juga melakukan pelunasan pajak, BOPI akan
mencabut rekomendasi sehingga tak bisa mengikuti putaran kedua.
“Kepada
klub yang belum menyelesaikan pembayaran pajak antara lain, Mitra
Kukar, Persela Lamongan, Gresik United, Pelita Bandung Raya, dan Perseru
Serui harus segera melengkapinya paling lambat akhir putaran pertama.
Jika tidak, rekomendasi akan kami cabut,” tutur Noor Aman. (art)
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2015 akan dihelat pada 20 atau 21 Februari antara juara bertahan Persib Bandung menghadapi runner-up Persipura Jayapura di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Bandung.
PT Liga Indonesia selaku operator ISL bakal menggelar launching di
Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (14/2/2015)
malam ini. Untuk memeriahkan acara, PT LI mengundang penyanyi pop
kondang tanah air, Raisa Andriana.
Pemilihan penyanyi Raisa pada launching yang bertemakan ISLove serta
bertepatan dengan Hari Valentine atau Hari Kasih Sayang itu bukan tanpa
alasan. Lirik lagu penyanyi berusia 24 tahun yang berkaitan erat dengan
percintaan dinilai tepat untuk mengisi malam peresmian ISL musim ini.
"Kenapa Raisa di launching ISL? Karena Raisa loves ISL, dan ISL loves
Raisa. Selain itu pengumuman stasiun TV mana aja yang akan menyiarkan
ISL, parade jersey yang dikenakan kapten tiap klub dan model," kata Joko
Driyono seperti dilansir pada laman LigaIndonesia, Sabtu (14/2/2015.
Acara launching sendiri bakal dimulai tepat pada pukul 19.00 WIB.
Sebelum digelar launching, PT LI juga akan mengadakan jumpa pers pada
pukul 17.00 WIB bertempat di Kantor PSSI, Senayan, Jakarta.
Ini Jadwal Pembuka ISL 2015
Jumat, 13 Februari 2015 | 21:35 WIB
Dok.Google Logo Indonesia Super League (ISL).
JAKARTA, KOMPAS.com - LIGA Indonesia akhirnya memajukan kick off
kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2015. Laga pembuka Persib
Bandung versus Persipura Jayapura di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung
yang awalnya tanggal 21 Februari, dimajukan sehari menjadi tanggal 20
Februari 2015.
CEO LIGA, Joko Driyono mengatakan kick off ini dimajukan terkait permohonan dari Persipura. Mutiara Hitam sendiri mengirimkan surat ke LIGA karena keberatan bila kick off
tanggal 21 Februari karena pada 24 Februari akan tampil di penyisihan
Grup E AFC Cup. Waktu skuad Mutiara Hitam terbilang singkat, apalagi
partai pada 24 Februari digelar di kandang Warriors FC.
"LIGA akhirnya setuju untuk memajukan kick off ISL menjadi tanggal 20 Februari. Selain itu biar ada keleluasaan atas hasil Persib di play off ACL beberapa waktu lalu," kata Joko.
"Waktu kick off
masih belum pasti antara sore atau malam hari. BV Sport selaku pemegang
hak komersialisasi LIGA ingin malam hari. Selain itu jadwal ISL 2015
secara keseluruhan telah kita kirim ke seluruh klub," tambah pria yang
juga Sekjen PSSI ini.
ISL 2015 sendiri akan diikuti 18 tim
terbaik di Indonesia yakni Sriwijaya FC, Semen Padang, Mitra Kukar,
Barito Putera, Pusamania Borneo FC, Persiba Balikpapan, PSM Makassar,
Perseru Serui, Persiram Raja Ampat, Persipura Jayapura, Bali United
Pusam, Persija Jakarta, Pelita Bandung Raya, Persib Bandung, Gresik
United, Persebaya Surabaya, Arema Indonesia, dan Persela Lamongan.
Peluncuran ISL 2015 dan Pengumuman Pemegang Hak Siar Dilakukan Pada Hari Kasih Sayang
Selasa, 3 Februari 2015 00:35 WIB
Kompas.com/Ferril Dennys
Joko Driyono.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Deodatus S Pradipto TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kompetisi Indonesia Super League (ISL)
2015 akan diluncurkan pada 14 Februari 2015 mendatang. Pada kesempatan
yang juga dikenal sebagai hari kasih sayang tersebut, PT Liga Indonesia,
selaku operator, sekaligus mengumumkan stasiun televisi yang
mendapatkan hak siar ISL 2015.
Menurut CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono, pihaknya dan BV Sports, sedang melakukan kalkulasi terkait kemungkinan pergeseran jadwal pertandingan ISL.
BV Sports merupakan pemegang hak komersial ISL. Kedua belah pihak
juga belum menentukan stasiun televisi yang berhak menyiarkan ISL 2015.
“Insya Allah pada 14 Februari nanti baru bisa diumumkan
siapa pemegang hak siar ISL 2015. Mengapa tanggal 14? Karena tanggal itu
jatuh sehari setelah batas ketentuan klub melunasi tunggakan gaji
mereka musim lalu,” jelas Joko, Senin (2/2/2015).
ISL 2015 akan dibuka dengan pertandingan antara Persib Bandung melawan Persipura Jayapura.
Laga akan digelar di Stadion Si Jalak Harupat pada 21 Februari
mendatang. Persib berstatus juara bertahan, sedangkan Persipura
runner-up musim lalu.
Babak final Inter Island Cup (IIC) 2014
mempertemukan juara Indonesia Super League (ISL) 2014, Persib Bandung,
menghadapi Arema Cronous.
Liputan6.com, Palembang - Babak final Inter Island Cup
(IIC) 2014 mempertemukan juara Indonesia Super League (ISL) 2014, Persib
Bandung, menghadapi Arema Cronous.
Setelah sempat mengalami
penundaan selama setahun, babak Final Inter Island Cup 2014 akhirnya
digelar pada Minggu (1/2/2014) WIB, di Stadion Gelora Bumi Sriwijaya
Jakabaring, Palembang.
Dari segi amunisi, Persib menyimpan hampir
90% mayoritas kekuatanya di musim lalu, dengan hanya memulangkan putra
daerah Dias Angga Putra, Yandi Sofyan dan Dedi Kusnandar. Sementara
Arema cukup banyak berbenah di berbagai sektor.
Singo Edan
mendatangkan pengatur serangan baru yakni Sengbah Kennedy sebagai
pengganti Gustavo Lopez, dan juga mengangkut eks skipper Persija,
Fabiano Beltrame sebagai palang pintu pertahanan. Kedua tim dipastikan
menurukan squad terbaiknya. Gesekan antar bintang sepak bola Tanah Air
akan tersaji di laga nanti.
Seperti dilansir Labbola, Persib
memiliki keunggulan satu laga, karena bermain di partai puncak. Maung
Bandung juga lebih produktif dengan menyarangkan total 16 gol, di mana
dua diantaranya datang dari gol bunuh diri lawan. Sementara Arema yang
dikalahkan Persib di laga semifinal, mengoleksi 15 gol. Kedua tim
sama-sama harus memungut bola dari gawangnya sendiri sebanyak 10 kali.
Di
babak 8 besar musim lalu, agresivitas lini serang Persib bisa dibilang
lebih efektif jika dilihat dari rataan jumlah tendangan ke arah gawang
dan akurasi tembakan. Persib mencatat 6,4 tembakan ke arah gawang per
pertandingan dengan akurasi 41 persen, sedangkan rekor Arema adalah 5,4
dengan akurasi 38 persen. Dalam hal rataan konversi tembakan ke arah
gawang menjadi gol, statistik kedua tim sama-sama di sekitar angka 25-30
persen. Dapat dikatakan satu dari empat tendangan akurat kedua tim
berhasil menjadi gol
Kekuatan utama Persib dalam menjuarai liga musim lalu adalah kualitas
sertangan mereka dari sisi sayap. Dengan catatan 6,4 dribble sukses dan
7,25 umpan silang sukses per pertandingan, khususnya dengan
mengandalkan kombinasi M. Ridwan dan Supardi di sisi kanan.
Selain
itu, dalam situasi tertentu Makan Konate atau Firman Utina akan
bergerak melebar sebagai Wide Playmaker, untuk kemudian mengirimkan
umpan matang ke kotak penalti. Pergerakan Firman dan Konate juga dapat
membuka ruang bagi para pemain sayap untuk merangsek masuk ke jantung
pertahanan lawan.
Sedangkan Arema praktis hanya mengandalkan
aliran bola dari lini tengah yang dilepaskan Gustavo Lopez dan Ahmad
Bustomi yang memang lebih banyak melepaskan passing sukses dibandingkan
pemain Persib, yaitu 364 passing sukses.
Di sektor pertahanan,
meskipun masih sering hilang konsentrasi, lini pertahanan Persib tampil
membaik pada musim lalu, terutama karena Ahmad Jufriyanto mampu tampil
disiplin ketika Vladimir Vujovic naik membantu serangan. Selain itu,
lini pertahanan Persib juga selalu tampil trengginas dalam mematahkan
serangan lawan, dengan catatan 18 tackle sukses per pertandingan selama
Babak 8 Besar hingga partai final.
Pertemuan terakhir kedua tim
di semifinal LSI 2014 berakhir dengan kemenangan Persib dengan skor 3-1.
Satu gol Arema yang dilesakan oleh Beto Goncalves dibalas 3 gol oleh
Persib, yang masing-masing dicetak oleh Vladimir Vujovic, Atep, dan
Makan Konate. Akan tetapi dengan perombakan skuad dan tambahan wajah
wajah baru di kedua tim, pertandingan Final IIC 2014 bisa jadi
menghasilkan cerita yang berbeda.