Tampilkan postingan dengan label JK- Anies Sandi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label JK- Anies Sandi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Juni 2017

Buka Puasa Bersama KAHMI, JK Sindir Anies Baswedan

Putu Merta Surya Putra
Liputan6.com, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla hari ini buka puasa bersama Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Indonesia (KAHMI). Acara tersebut berlangsung di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.
Pria yang akrab disapa JK itu sempat menyindir soal rutinitas tahunan ini. Dia mengarah kepada Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan, yang notabene juga bagian dari KAHMI.

JK sempat mengutarakan jika tahun depan bukan hanya dilakukan di Istana Wapres, tapi bisa di Balai Kota Jakarta, yang memang bersebelahan.
"Kita selalu bersyukur bahwa kita selalu bisa berkumpul bersama, baik yang senior maupun junior. Mudah-mudahan tahun depan acaranya tidak hanya di sini, tapi di sebelah sana juga," ucap JK yang langsung mendapat tepuk tangan hadirin, Selasa (12/6/2017).
Meski tak menyebut langsung nama Anies, JK terus mengisyaratkan pesan itu kepada sosok mantan Menteri Pendidikan itu.
"Untuk pertama kalinya, teman kita di sebelah (Balai Kota Jakarta)," dia menyindir.
Dalam kesempatan ini, JK menyoroti bagaimana dunia Islam sekarang ini telah mengalami kemunduran. Umat Muslim saling membunuh, saling memerangi, seperti terjadi di Timur Tengah.
"Saling berperang satu sama lain, saling membunuh satu sama lain, saling mengembargo satu sama lain, saling mengebom satu sama lain. Kita bersyukur alhamdulillah di sini tidak. Jadi masih tetap menjaga. Tapi tanpa dijaga itu juga kita mengalami kesulitan," ujar JK.

Sabtu, 13 Mei 2017

JK: Saya Tak Intervensi Pencalonan Anies, Hanya Bicara ke Prabowo

Ada JK di Balik AniesKamis 04 Mei 2017, 12:45 WIB,Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
JK: Saya Tak Intervensi Pencalonan Anies, Hanya Bicara ke Prabowo Wapres Jusuf Kalla (Lamhot Aritonang/detikcom)
FOKUS BERITA: 
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menanggapi pernyataan Zulkifli Hasan yang menyebutnya memiliki andil atas terpilihnya Anies Baswedan sebagai calon Gubernur DKI Jakarta. JK menegaskan tidak melakukan intervensi atas pilihan Ketum Gerindra Prabowo Subianto saat itu.

"Kalau orang berbicara, memangnya intervensi? Masak saya tidak bisa bicara? Kalau saya bicara sama Anda, intervensi nggak? Nggak, kan? Kalau orang berbicara kan boleh saja. Apa salahnya? Semua teman saya," kata JK di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (4/5/2017).
Dia mengatakan pembicaraannya dengan Prabowo dilakukan saat dirinya melakukan kunjungan kerja di luar negeri. JK menyebut tidak ada yang salah dalam pembicaraan itu.

"Saya kan ke luar negeri waktu itu. Tentu berbicaralah, apa salahnya? Kita bicara dengan pimpinan partai agar semuanya hasilnya baik, negara aman, maju, dan damai. Coba sekarang, damai, kan?" tegas JK.

Sekali lagi, JK menjelaskan bahwa arti kata intervensi adalah memaksakan sebuah keputusan. Dalam pencalonan Anies, dirinya hanya melakukan pembicaraan dengan Prabowo.

"Bukan (intervensi). Kalau intervensi, saya memaksakan keputusan saya. Tidak. Yang mengambil keputusan kan ketua partai, saya hanya berbicara. apa salah?" ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Zulkifli Hasan blak-blakan tentang peran JK saat partai-partai sedang menentukan cagub-cawagub DKI penantang Ahok-Djarot. Dia menyebut awalnya tidak ada partai yang mau mengusung Anies, namun telepon JK mengubah kondisi itu.

Zulkifli menceritakan Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono sempat menawarkan Agus, dan Ketum Gerindra Prabowo Subianto menyanggupi tawaran SBY, asalkan Sandiaga diusung sebagai calon gubernur. Sandiaga sempat menemui Zulkifli dan menyatakan kesediaannya maju sebagai cawagub. Tapi ia menginginkan SBY bertemu dengan Prabowo terlebih dahulu.

"Nah, saya tahu, kalau Pak Prabowo dan Pak SBY ketemu, mesti ada jaminan 5 tahun selesai. Kira-kira itu pak isinya. Sehingga tak jadi ketemu. Sudah putus AHY. Di sini ya sudah Sandi sama Mardani. Jam 12 malam sampai jam 1 pagi itu ada intervensinya Pak JK. Saya kan suka terus terang. Pak JK boleh nggak-ngaku, saya dengar kok teleponnya. Pak JK-lah yang meyakinkan sehingga berubahlah," kata Zulkifli sebelum membuka Sosialisasi 4 Pilar di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (2/5). (imk/erd)

Jumat, 12 Mei 2017

Orang JK, yang Dipecat Jokowi, Malah Pimpin Tim Sinkronisasi Anies Sandi

Orang JK, yang Dipecat Jokowi, Malah Pimpin Tim Sinkronisasi Anies Sandi
istimewa
Aksa Mahmud, Anies Baswedan, Erwin Aksa dan Jusuf Kalla 
TRIBUN-MEDAN.com - Mantan Menteri ESDM Sudirman Said dipilih menjadi ketua tim sinkronisasi Anies Baswedan-Sandiaga Uno yang telah dibentuk sejak Selasa (9/5/2017) malam.
Terpilihnya Sudirman disebut Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Sandiaga Uno karena rekam jejaknya di bidang transparansi dan reformasi birokrasi yang sudah teruji.

"Pak Sudirman punya komitmen yang sangat jelas di bidang trasnsparansi dan di reformasi birokrasi dia berpengalaman sebagai birokrat dan menteri," kata Sandiaga di Hotel Pullman Jakarta, Rabu (10/5/2017).
Menurut Sandi, Sudirman Said adalah sosok dengan kompetensi three in one karena pernah menjadi akademisi, Direktur Utama BUMN Pindad, dan memiliki pengalaman bagus jadi Menteri ESDM.
"Dia juga punya latar belakangnya akuntansi, jadi ini paket sangat lengkap dan kapabel serta profesional karena sangat memiliki passion dan semangat untuk memastikan semua dalam 5-6 bulan sebelum kami dilantik nanti," ucap Sandiaga.
sudirman jk makan soto
sudirman jk makan soto (Hussain Abdullah/Jubir Wapres JK)
Saat menjabat Menteri ESDM, Sudirman menjadi kubu JK dalam konflik opini dengan Menko Maritim dan Kelautan saat itu Rizal Ramli. Keduanya bentrok soal masa depan Freeport dan Blok Masela.
Setelah dipecat Jokowi, Sudirman Said dan mantan Menteri Agraria dan Tata Ruang Fery Mursyidan Baldan terlihat berada di Istana Wakil Presiden, Jumat (27/1/2017).