Tampilkan postingan dengan label Jodha Akbar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jodha Akbar. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 April 2015

Pangeran Salim Maafkan Jodha

Syarifudin Tertangkap, Pangeran Salim Maafkan JodhaPangeran Salim di Jodha Akbar Antv (Youtube) 

Pangeran Salim di Jodha Akbar Antv (Youtube)
Jodha Akbar Antv episode 390-391 malam ini berkisah tentang Pangeran Salim yang akhirnya mau memaafkan ibunya.

Solopos.com, SOLO – Serial Bollywood Jodha Akbar Antv, Rabu (22/4/2015) malam ini, berlanjut dengan Jalal berbincang santai dengan Maan Singh di istana. Tiba-tiba Jalal terkena lemparan bola oleh para pangeran kecil yang sedang main bola.
Jalal di Jodha Akbar Antv terlihat marah, ia bertanya siapa yang sengaja melemparkan bola kepadanya? Pangeran Salim mengakui dirinya tak sengaja melempar bola itu. Jalal mengajarkan para pangeran melepar bola agar tepat sasaran. Setelah mengajari para pangeran, Jalal memanggil Pangeran Salim untuk berbincang dengannya.
Raja Jalal mengatakan kepada Pangeran Salim bahwa dirinya sangat istimewa karena nantinya ia akan menjadi seorang raja. Setelah berbincang dengan Salim, Jalal menemui Jodha di kamarnya. Jalal mengajak Jodha pergi ke hutan bersamanya.
Jodha menyetujui ajakan Jalal, ia menemui Salim untuk berpamitan. Hamida dan Rukaiya meyakinkan Jodha Salim akan baik-baik saja di istana. Raja dan Jodha pergi ke hutan ditemani oleh para pengawal. Saat perjalanan di hutan, Syarifuddin menyelinap untuk menemui Jodha. Syarifudin berambisi ingin memiliki Jodha dan membunuh Jalal.
Di tenda, Zakira sibuk merias Jodha. Zakira mengatakan Jodha sangat cantik malam ini. Jalal menemui Jodha di tenda, suasana menjadi sangat romantis. Jodha berbaring di tempat tidur bersama Jalal. Ia jadi teringat bagaimana awal mereka bertemu.
Tiba-tiba terjadi keributan di luar. Jalal meminta Maan Singh menyelesaikan permasalahan yang ada di luar. Keributan terus terjadi, Jalal pun harus turun tangan. Jodha yang saat itu sendirian di tenda dimanfaatkan oleh Syarifuddin untuk membawa Jodha. Jodha terkejut melihat Syarifuddin dan berteriak.
Jalal mendengar teriakan Jodha langsung kembali ke tenda. Syarifudin pun lari. Jodha mengatakan Syarifudin telah mendatanginya. Jalal meminta prajurit mengejar Syarifudin. Maan Sighn berhasil menangka Syarifudin dan membawanya ke istana. Syarifuddin meminta maaf kepada Bakshi Bano, tapi Bakshi tak mau memaafkannya.
Jodha menemui Pangeran Salim. Untuk kesekian kalinya Pangeran Salim tak mau melihat ibunya. Ia masih marah dengan Jodha. Jodha meminta maaf atas segala kesalahannya kepada Salim, Jodha memeluk anaknya. Pangeran Salim membalas pelukan Jodha. Semua orang terharu melihat kebersamaan mereka.

Rabu, 11 Maret 2015

Fakta Anak-Anak Jalal dan Jodha yang Kontroversial

Catatan Sejarah: Fakta Anak-Anak Jalal dan Jodha yang Kontroversial

Jalal dan Jodha di serial Jodha Akbar (Indiaopines.com) 
Jalal dan Jodha di serial Jodha Akbar (Indiaopines.com)
Solopos.com, SOLO — Serial Jodha Akbar Antv  menampilkan problematika cinta Jalal-Jodha yang kontroversial. Kini Jodha mengandung anak pertama Jalal. Lalu, siapa saja anak-anak yang akan lahir dari rahim Jodha?
Dalam serial Jodha Akbar Antv, Jodha diceritakan dalam masa mengandung anak pertamanya. Berdasarkan catatan sejarah India yang Solopos.com himpun dari pelbagai sumber, Jumat (6/3/2015), Jodha melahirkan tiga anak dari hubungannya dengan Jalal.
Tiga anak Jodha dan Jalal tersebut adalah Nuruddin Mohammad Salim, Shahzada Murad Mirza, dan Shahzada Sultan Daniyal Mirza.
Nuruddin Mohammad Salim lebih dikenal sebagai  Jahangir, sementara Shahzada Murad Mirza, akrab disapa Murad, dan Shahzada Sultan Daniyal Mirza, dipanggil dengan nama Daniyal.
Jahangir
Jahangir adalah anak pertama Raja Akbar dalam kerajaan Mughal. Ia lahir pada 30 Agustus 1569 dan meninggal pada 7 November 1627. Ia merupakan raja keempat yang memimpin Kerajaan Mughal, menggantikan Raja Akbar, sejak 1605 hingga 1627.Jahangir dikenal menuruni sifat ayahnya, Raja Akbar, maka tidak heran, ia yang menggantikan kepemimpinan Akbar. Sebagaimana ayahnya, Jahangir memiliki jiwa seni yang baik.Hasil gambar untuk anak jodha akbar
Di antara saudaranya, kematian Jahangir paling terhormat, karena ia meninggal dalam perjalanan pulang dari Kashmir. Tercatat dalam sejarah, Jahangir meninggal di dekat Sarai Saadabad pada 1627. Awalnya, Jahangir dimakamkan di Baghsar Fort, Kashmir. Kemudian jasadnya dipindahkan ke Shahdara Bagh, tepatnya di pinggiran Lahore, Punjab. Makam Jahangir ini kemudian menjadi daya tarik wisatawan.
Murad
Murad yang bernama lengkap Shahzada Murad Mirza, adalah adik Jahangir. Ia lahir di rumah pemimpin muslim bernama Shaikh Salim Chisti, pada 7 juni 1570. Pada 1581, Murad berada di bawah didikan guru besar geografi yang berkunjung di Mughal, bernama Anthony Monserrate.
Tercatat dalam sejarah India, Murad sempat memberontak ayahnya, Raja Akbar, secara terbuka. Dari ketiga putra Raja Akbar dan Jodha, Murad adalah putra kerajaan yang menentang ayahnya dan memiliki sifat kurang terpuji.
Salah satu keserakahan Murad adalah ia ingin naik takhta sebagai raja Mughal, menggantikan Raja Akbar, karena ia merasa pintar dan mampu menjadi raja.
Perseteruan Murad dengan Raja Akbar tercatat dalam buku biografi Akbar, Akbarnama. Murad tercatat selalu membuat kegaduhan dan memicu pertengkaran.
Pada 1598, Akbar mengadili Murad karena kesalahan Murad, namun Murad tidak mengacuhkan peringatan ayahnya tersebut. Namun tidak lama setelah menghindari perintah Raja Akbar, ia ditemukan tewas di Jalnapur, Deccan, pada 12 Mei 1599. Tercatat dalam sejarah India, Murad tewas karena kecanduan minuman keras. Jasadnya dimakamkan di Makam Kaisar Humayun, di Delhi.
Daniyal
Shahzada Sultan Daniyal Mirza, lahir pada 11 September 1572 dan meninggal pada 8 April 1604. Dalam catatan sejarah India, Daniyal dikenal sebagai sosok yang menyenangkan, ramah, dan sopan.
Meski terkenal sebagai sosok yang ramah dan sopan, Daniyal juga seorang pemabuk. Berbeda dengan Murad, ia tidak terlalu mengedepankan posisinya di Kerajaan.
Tercatat dalam sejarah India, jiwa sastra Daniyal semasa hidup sangat besar. Terbukti, ia kerap menulis sajak-sajak dengan pilihan kata yang baik dalam bahasa penduduk asli Hindustan.
Semasa hidup, Daniyal pencinta binatang gajah dan kuda. Ia selalu merawat binatangnya dengan sangat baik. Sayang, Daniyal ditemukan tewas dalam keadaan mabuk berat, di usia 31 tahun, di Burhanpur. Dalam sejarah India, tidak disebutkan tempat pemakaman Daniyal.