Tampilkan postingan dengan label Sperma. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sperma. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 September 2017

Kualitas Sperma 1 dari 6 Pria Buruk

shutterstock

Kompas.com — Jika seluruh pria di dunia kehilangan kemampuan untuk memproduksi sel sperma, umat manusia bakal mengalami bahaya kepunahan. Hal tersebut mungkin saja terjadi karena dalam 20 tahun terakhir kualitas sperma terus menurun.

Sebuah studi terbaru menunjukkan, paparan sejumlah faktor sejak bayi masih dalam kandungan dan juga dalam tahun pertama kehidupan akan berdampak jangka panjang terhadap produksi spermanya di usia dewasa. Hal tersebut juga menyebabkan penurunan kesuburan.

Kesimpulan tersebut dihasilkan dari studi cohort yang diikuti selama 20 tahun. Para responden adalah 2.900 wanita yang hamil pada periode tahun 1989 dan 1991.

Bagian dari studi tersebut adalah uji testikel 423 pria berusia 20-22 tahun yang lahir dari para responden. Mereka diuji volume testikelnya, kualitas air mani, dan produksi hormon. Komposisi tubuh juga diukur untuk mengetahui distribusi lemak.

Para peneliti menemukan, 1 dari 6 pria memiliki kualitas sperma di bawah standar normal yang ditetapkan WHO. Sekitar 18,9 persen persen pria memiliki sperma di bawah ambang batas, yakni 39 juta total sperma. Selain itu 17,5 persen pria juga memiliki jumlah sperma permilitemer di bawah ambang batas, yakni 15 juta sperma.

Bukan hanya itu, 26,4 persen pria juga memiliki sperma yang tidak mencapai standar normal WHO untuk kriteria tampilannya.

Ada banyak faktor yang bisa menjelaskan mengapa begitu banyak pria yang memiliki sel sperma berkualitas rendah. Pria yang ketika masih janin tergolong kecil di kandungan ibunya cenderung memiliki sperma dengan kualitas rendah di usia dewasa.

Pria dewasa yang memiliki sperma berkualitas baik adalah mereka yang ketika bayi tumbuh dengan baik dalam rahim ibunya.

Bayi dan anak-anak yang terpapar asap rokok juga beresiko memiliki kualitas sperma buruk.

"Pesan utama dari studi ini adalah untuk memiliki fungsi testis yang baik dan sperma berkualitas ketika dewasa, dimulai dari pertumbuhan yang baik sejak dalam kandungan, usia anak-anak, sampai remaja," kata Roger Hart, dari University of Western Australia, yang melakukan riset ini.

Pertumbuhan yang baik berarti sejak bayi berat badannya normal, tidak kurang dan tidak berlebih, di usia dewasa tidak merokok dan mengonsumsi obat terlarang.

Hasil studi yang dilakukan Hart tersebut mungkin dapat menjelaskan temuan-temuan lain yang menyebutkan pria yang kurang subur karena testisnya tidak bisa menghasilkan sel sperma berisiko lebih tinggi menderita kanker.
Penulis: Lusia Kus Anna
Editor : Lusia Kus Anna
Sumber: Medical Daily,

11 Langkah Memperbaiki Kualitas Sperma

Shutterstock Ilustrasi

KOMPAS.com - Kualitas kesuburan seorang pria turut menentukan harapan dan peluang memiliki keturunan. Kesuburan seorang lelaki ditentukan oleh berbagai faktor, di antaranya adalah kualitas sperma.
Menurut pakar Andrologi dan Seksologi, Prof Dr Wimpie Pangkahila, SpAnd, FAAC, untuk dapat membuahi sel telur, diperlukan kualitas sperma yang baik. Jumlah yang cukup banyak bukan satu-satunya jaminan karena tak jarang sperma yang ada lemah, bahkan mandul.
Sperma yang normal, menurut Wimpie, secara kasat mata dapat dinilai dari beberapa hal. "Warna kelabu pucat, aroma khas (seperti bunga akasia), volume sekitar 2-4 ml. Ketika baru dikeluarkan tampak gumpalan, yang dalam waktu beberapa menit akan mencair," ujarnya dalam sebuah jawaban konsultasi di kanal Kompas Health .
Namun untuk mengetahui kualitas dan kuantitasnya, apakah normal atau tidak, diperlukan pemeriksaan di bawah mikroskop. "Dari situ dapat disimpulkan, apakah kesuburan normal atau tidak normal," tambahnya.
Untuk memperbaiki kualitas kesuburan, seorang pria biasanya dianjurkan minum obat tertentu atau menjalani terapi-terapi khusus yang disarankan dokter.

Akan tetapi, ada juga beberapa cara alami yang dapat dicoba untuk memperbesar peluang mendapatkan seorang anak. Beberapa langkah ini dapat membantu memperbaiki kualitas kesuburan :

1. Redakan stres Anda.
Walaupun dokter belum tahu mengapa stres yang berlebihan dapat mengurangi hitungan sperma, mempraktikkan teknik-teknik meredakan stres seperti biofeedback atau relaksasi otot progresif bisa ada gunanya. Usahakan gairah Anda memuncak. Pria yang sangat terangsang ketika sedang bersanggama memancarkan semen lebih banyak dan menghasilkan sperma lebih kuat. Usahakan agar percumbuan atau foreplay Anda berlangsung sekurangnya 20 menit.

2. Tambah asupan vitamin C Anda.
Kekurangan vitamin C bisa menyebabkan sperma menggumpal, dan kasus ini mencapai 16 persen di antara semua pria yang mandul. Dan beberapa studi telah menunjukkan bahwa suplemen vitamin C setiap hari ternyata meningkatkan kesuburan di kalangan pria perokok. Vitamin C adalah antioksidan yang membuat membran-membran sel menjadi stabil dan ini bermanfaat baik bagi sperma. Buah-buahan seperti jeruk, mangga, semangka, strawberi dan sayuran seperti brokoli, tomat, dan kecambah adalah makanan yang kaya dengan vitamin C.

3. Atur jadwal.
Hindari hubungan intim selama dua hingga lima hari sebelum pasangan Anda menurut dugaan akan mengalami ovulasi. Ini akan meningkatkan hitungan sperma, dan persentase sperma sehat yang akan Anda pancarkan bisa lebih tinggi.

4. Jangan berolahraga berlebihan.
Orang yang berolahraga secara berlebihan bisa mengurangi hitungan sperma mereka karena suhu yang meningkat di sekitar testis selama kegiatan yang sangat mengerahkan tenaga. Dalam sebuah studi di AS, para peneliti menemukan bahwa para pelari yang berlatih lebih dari 90 kilometer per minggu mempunyai hitungan sperma lebih rendah dan sel-sel sperma kurang matang daripada pria berlari kurang dari 50 kilometer per minggu. Namun, latihan aerobik yang takarannya sedang seperti berjalan cepat atau berenang, tiga kali seminggu, masing-masing selama 20 menit, tidak akan mempengaruhi produksi sperma

5. Pakai celana bokser.
Walaupun mungkin tidak seefektif yang diyakini oleh sebagian orang, mengganti celana dalam ketat dengan celana bokser atau celana kolor mungkin dapat menaikkan hitungan sperma Anda, pasalnya testis Anda akan lebih sejuk.

6. Turunkan berat beberapa kilogram.
Apabila Anda kelebihan berat badan, menurunkan berat beberapa kilogram mungkin meningkatkan kesuburan Anda. Apabila Anda kelebihan berat badan, jaringan lemak dapat membungkus testis Anda, menaikkan temperatur disitu dan membunuh sperma di dalamnya

7. Turunkan suhu mandi sauna.
Duduk di kamar mandi sauna atau bak air hangat, atau mandi air hangat biasa pada suhu lebih dari peratur tubuh untuk periode yang terlalu lama dapat menurunkan produksi sperma . Jangan menghabiskan waktu lebih dari 15 menit sehari di bak air hangat atau sauna, dan Uahakan agar suhunya tidak lebih dari 36,5 derajat celcius.

8. Cermati antibiotika yang Anda minum.
Walaupun antibiotika bcgitu berperan dalam kemandulan, ada beberapa jenis yang bukti mempengaruhi mutu sperma dengan menurunkan hitungan sperma dan kelincahan gerak sperma, atau kemampuan "berenang" sperma. Yang tergolong kelompok ini adalah nitrofuran, contohnya nitrofurazone, dan macrolides, misalnya eritromisin.

9. Simpan pelumas Anda.
Jeli atau bahan pelumas lain mungkin  hubungan intim lebih lancar, tetapi bahan ini dapat mengurangi kelincahan sperma, belum lagi kalau mengandung spermisida.

10. Berhenti merokok.
Jika Anda merokok, peluang Anda untuk menjadi  seorang ayah terbang bersama asap rokok.  Merokok tampaknya mempunyai kaitan dengan lamban dan rendahnya hitungan-sperma dan selain itu, penelitian menemukan bahwa keguguran meningkat 64 persen apabila kedua pasangan merokok atau bahkan meskipun hanya sang pria yang merokok. Batasi minum alkohol. Alkohol berlebihan dapat menurunkan hitungan sperma.

11. Hindari nakoba.
Pemakaian mariyuana dan obat-obat terlarang lain selama jangka panjang berakibat menurunnya hitungan sperma dan tidak normalnya pola perkembangan sperma.
Penulis: Asep Candra
Editor : Asep Candra