Tampilkan postingan dengan label Teror. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teror. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Mei 2018

Anak Bomber Polrestabes Surabaya yang Selamat Tak Disabuki Bom

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Anak Bomber Polrestabes Surabaya yang Selamat Tak Disabuki Bom CCTV ledakan bom di Polrestabes Surabaya (Foto: dok. istimewa)Surabaya - Anak perempuan bomber Polrestabes Surabaya berhasil selamat dari ledakan. Dia sempat berjalan tergopoh-gopoh setelah orang tuanya meledakkan diri. Anak tersebut selamat karena tidak disabuki bom.

"Anak perempuan itu tidak ada (disabuki) bom. Kalau ada (bom), Kasat Narkoba saya sudah mati," ujar Kapolda Jatim Irjen Machfud, Irjen Machfud Arifin, dalam jumpa pers di Markas Polda Jawa Timur, Jl Frontage Ahmad Yani, Surabaya, Selasa (15/5/2018).

Saat kejadian, anak perempuan tersebut langsung dibopong oleh Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya AKBP Roni Faisal Saiful Faton. Roni memang mengamati lokasi bom meledak. Saat itu seorang anak perempuan terlihat bergerak-gerak di dekat motor depan. Dia dalam keadaan antara tertindih dan tersangkut di salah satu bagian motor.

Ada tangisan dan teriakan minta tolong dari anak perempuan itu. Namun polisi lain tak berani mendekat karena mungkin takut masih ada bom di lokasi. Polisi lain hanya berteriak kepada anak itu agar berdiri.

Saat anak itu berdiri, belum ada yang peduli kepadanya untuk beberapa saat. Tanpa berpikir panjang, Roni, yang ada di dekat lokasi, langsung berlari dan menggendongnya."Saat saya gendong, dia berhenti menangis. Dia nggak ngomong apa-apa," kata Roni.
(nkn/fjp)

Senin, 12 Desember 2016

Istana Diincar Teroris, Ini Kata Presiden Jokowi

Minggu, 11 Desember 2016 | 18:29 WIB
Istana Diincar Teroris, Ini Kata Presiden Jokowi  
Polisi berjaga dnegan senjata lengkap di dekat toko milik terduga teroris Nur Solihin di Sukoharjo, Jawa Tengah, 11 Desember 2016. Nur merupakan jaringan bom panci yang ditangkap di Bekasi. TEMPO/Ahmad Rafiq
TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo tak heran perihal rencana empat teroris Bekasi yang hendak melakukan teror bom di depan Istana Kepresidenan. Menurut dia, teroris tak memiliki preferensi khusus dalam melakukan atau memilih tempat teror.

"Saya lihat teroris itu tidak memilih-milih tempat. Semuanya pernah," ujar Presiden Joko Widodo saat dicegat di Kantor Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor seusai perayaan Maulid Nabi Muhammad, Ahad, 11 Desember 2016.

Jokowi mengatakan bahwa hampir semua bentuk ruang publik sudah pernah diserang teroris. Ia berkata, jalan sudah pernah diserang teroris, seperti insiden bom Sarinah yang terjadi Januari lalu. Hotel pun sudah pernah menjadi target juga, kata Presiden Joko Widodo, seperti insiden Bom J.W. Marriott pada 2008.

"Gereja pernah, masjid pernah, hotel pernah, jalan pernah, kedutaan pernah, apa pun itu," ujar Presiden Joko Widodo.

Karena hampir semua tempat sekarang bisa diincar teroris, Presiden Joko Widodo mengatakan pemerintah dan masyarakat harus makin waspada akan ancaman terorisme. Ia pun meminta aparat penegak hukum dan masyarakat bekerja sama membasmi dan mencegah terorisme.

Menurut dia, tanpa dukungan masyarakat, akan mustahil bagi penegak hukum memberantas terorisme di Indonesia. Karena itu, Presiden Joko Widodo meminta masyarakat jangan ragu melaporkan aktivitas-aktivitas yang dicurigai akan berujung pada aksi teror.

"Terorisme masih ada, bergerak di antara kita. Saya minta masyarakat aktif. Jangan ada ruang sekecil apa pun untuk terorisme di Indonesia," ujarnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pada Sabtu lalu, Densus 88 Antiteror berhasil menangkap empat warga Bekasi yang dikabarkan akan melakukan serangan bom bunuh diri di depan Istana Kepresidenan pada Ahad ini saat proses pergantian jaga Istana Kepresidenan. Keempat orang yang telah dinyatakan sebagai tersangka itu berinisial MNS, S, AS, dan DYN.

Adapun bom yang akan mereka gunakan, menurut Kepolisian, berjenis high explosive. Hal itu karena berat bom mencapai 3 kilogram dan memiliki jangkauan pengaruh ledak hingga 300 meter dari pusat ledakan.

ISTMAN M.P.