Gelar Kanjeng Raden Haryo diterima oleh Hercules dari Panembahan Tedjowulan saat menjadi Paku Buwana XIII dan bertahta di Keraton Sasana Purnama Badran. Saat ini Keraton tersebut sudah membubarkan diri dan menyatu dengan Keraton Kasunanan Surakarta. Di Keraton tersebut Tedjowulan menjabat sebagai patih.
Bekas juru bicara Keraton Badran, Kanjeng Raden Harya Bambang Pradotonagoro, mengatakan Keraton akan membahas masalah gelar tersebut terkait status hukum Hercules. Hercules saat ini ditahan polisi bersama puluhan anak buahnya.
"Akan dibahas langsung oleh Paku Buwana XIII dengan Panembahan Tedjowulan," kata Harya Bambang. Pembahasan tersebut tidak akan dilakukan dalam waktu dekat. Pasalnya, banyak masalah internal Keraton lain yang lebih mendesak untuk dibicarakan.
Hanya saja, Harya Bambang mengatakan, selama ini Keraton tidak pernah mencabut gelar kebangsawanan yang telah diberikan. "Mereka juga tidak akan membicarakan masalah pencabutan," katanya.
Namun, dia menolak menjelaskan apa yang akan dibahas oleh raja dan patihnya itu.
Hercules menerima gelar tersebut sebenarnya sejak lama. Hanya saja, pengukuhannya baru bisa terlaksana pada 5 Juni 2012. Hercules mengikuti prosesi pemberian gelar dengan menggunakan pakaian adat Jawa lengkap. Tedjowulan mengaku telah lama mengenal Hercules dengan baik saat berada di Timor Timur.
AHMAD RAFIQ
Gerindra Siapkan Bantuan Hukum untuk Hercules
Penulis : Sabrina Asril | Sabtu, 9 Maret 2013 |
KOMPAS/LASTI KURNIA
Herkules (baju kuning) ditangkap bersama 45 anak buah Herkules
di kawasan Apartemen dan Ruko di kawasan Jalan Lapangan Bola,
Srengseng, Jakarta, JUmat (8/3/2013). Selain 45 orang tersebut dan
Herkules, juga ditangkap dan 5 orang anak buahnya di lokasi yang lain.
Penangkapan dilakukan setelah terjadi bentrok dan penyerangan dari
kelompok Herkules kepada polisi di kawasan tersebut.
"Saya sudah tanya ke teman-teman Hercules, katanya sudah ada pengacara yang akan bantu. Tapi dari Gerindra, kami juga siapkan," ujar Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani usai diskusi di Cikini, Jakarta, Sabtu (9/3/2013).
Hercules dan Gerindra memiliki hubungan cukup dekat. Hercules diketahui memiliki kedekatan khusus dengan mantan Danjen Kopassus Letnan Jenderal (Purn) Prabowo Subianto yang kini menjadi Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra.
Beberapa kali, Hercules bahkan membantu kegiatan politik Gerindra salah satunya di Pilkada DKI Jakarta yang ketika itu mengusung pasangan Jokowi-Basuki. Hercules juga kerap menyatakan bahwa GRIB, ormas pimpinannya, siap memenangkan Prabowo dalam Pilpres 2014 mendatang.
Muzani mengatakan, Gerindra hingga kini tidak melihat adanya alasan yang jelas dari aparat kepolisian tentang penangkapan Hercules. Ia pun tak mau berandai-andai jika nantinya Hercules dijebloskan ke bui.
"Saya tidak mau kalau-kalau, yang jelas dari Gerindra memang siapkan bantuan hukum. Jangankan Hercules, orang terkena hukum juga kami bantu. Kami dukung kalau ada yang melanggar dan perlu ditindak asalkan alasannya tidak mengada-ada," tukas anggota Komisi I DPR ini.
Seperti diberitakan, Hercules Rozario Marcal dan 50 orang pengikutnya ditangkap Polres Metro Jakarta Barat bersama dengan Polda Metro Jaya. Hercules dan kawan-kawan ditangkap pada Jumat (8/3/2013) karena dianggap telah mengancam warga.
Hercules bahkan sempat membubarkan apel petugas Polres Metro Jakarta Barat di kompleks pertokoan di Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat, Jumat (8/3/2013) sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu, petugas kepolisian melakukan apel di lokasi dekat ruko milik PT Tjakra Multi Strategi lantaran adanya laporan tentang aksi pemerasan disertai premanisme oleh kelompok Hercules.
Beberapa anggota Hercules kemudian melempar kaca-kaca ruko milik perusahaan itu. Sekitar 30 menit kemudian, kelompok Hercules datang kembali membawa senjata tajam.
Bantuan dari Polda Metro Jaya kemudian datang menyisir dan mengamankan Hercules dan 50 teman-temannya. Mereka digelandang ke Mapolda Metro Jaya.
Editor :
Ana Shofiana Syatiri
HERCULES, PREMAN TANAH ABANG,
Tapi setiap kali nama Hercules disebut,
yang terbayang adalah kengerian. Banyak sudah cerita tentang sepak
terjang Hercules dan kelompoknya. Sebut saja kasus penyerbuan Harian
Indopos gara-gara Hercules merasa pemberitaan di suratkabar itu
merugikan dia. Juga tentang pendudukan tanah di beberapa kawasan Jakarta
yang menyebabkan terjadi bentrokan antar-preman.
Belum lagi sejumlah tawuran antar-geng
yang merenggut korban jiwa atau luka-luka. Sejak pertengahan 80-an
kelompok Hercules malang melintang di kawasan perdagangan Tanah Abang.
Tak heran jika bagi warga Jakarta dan sekitarnya, nama Hercules identik
dengan Tanah Abang.
Meski tubuhnya kecil, nyali pemuda kelahiran Timtim (kini Timor
Leste) 45 tahun lalu ini diakui sangat besar. Dalam tawuran
antar-kelompok Hercules sering memimpin langsung. Pernah suatu kali dia
dijebak dan dibacok 16 bacokan hingga harus masuk ICU, tapi ternyata tak
kunjung tewas. Bahkan suatu ketika, dalam suatu perkelahian, sebuah
peluru menembus matanya hingga ke bagian belakang kepala tapi tak juga
membuat nyawa pemuda berambut keriting ini tamat. Ada isu dia memang
punya ilmu kebal yang diperolehnya dari seorang pendekar di Badui Dalam.Ternyata, di balik sosok yang menyeramkan ini, ada sisi lain yang belum banyak diketahui orang. Dalam banyak peristiwa kebakaran, ternyata Hercules menyumbang berton-ton beras kepada para korban. Termasuk buku-buku tulis dan buku pelajaran bagi anak-anak korban kebakaran. Begitu juga ketika terjadi bencana tsunami di beberapa wilayah, Hercules memberi sumbangan beras dan pakaian. Soal beras, memang tidak menjadi soal baginya karena Hercules memiliki tujuh hektar sawah di daerah Indramayu, Jawa Barat. Bahkan juga bantuan bahan bangunan dan semen untuk pembangunan masjid-masjid. Sisi lain yang menarik dari Hercules adalah kepeduliannya pada pendidikan. “Saya memang tidak tamat SMA. Tapi saya menyadari pendidikan itu penting,” ujar ayah tiga anak ini.
Maka jangan kaget jika Hercules menyekolahkan ketiga anaknya di sebuah sekolah internasional yang relatif uang sekolahnya mahal. Bukan Cuma itu, ketika Lembaga Pendidikan Kesekretarisan Saint Mary menghadapi masalah, Hercules ikut andil menyelesaikannya, termasuk menyuntikan modal agar lembaga pendidikan itu bisa terus berjalan dan berkembang.
Hercules pun aktif duduk sebagai salah satu pimpinan di situ.
Walau bertahun-tahun mengembara di negeri
orang, tapi sosok Hercules tetap berpegang teguh pada nilai-nilai
budaya Timor Leste. Hal ini terlihat jelas saat sejumlah armada Koran
ini bertandang ke kediamannya yang terletak daerah Kebun Jeruk, Jakarta,
pada medio Juni 2004. Kedatangan armada STL yang dikomandoi Godinho
Barros, yang tidak lain adalah saudara sepupu Hercules diterima dengan
penuh kekeluargaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar