Tampilkan postingan dengan label Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 November 2017

Demokrat Bicara soal Kans Koalisi dengan PDIP Duetkan Jokowi-AHY

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Demokrat Bicara soal Kans Koalisi dengan PDIP Duetkan Jokowi-AHY Jokowi dan Agus Harimurti Yudhoyono (Ray Jordan/detikcom)
Jakarta - Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) jadi kandidat terkuat kedua setelah Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo untuk mendampingi Joko Widodo di Pilpres 2019. Partai Demokrat menyebut elektabilitas AHY saat ini masih rendah.

"Pertama, tentu kita terima kasih kepada rakyat yang memberikan respons yang bagus terhadap pribadi Agus. Tetapi kan masih rendah begitu, ya," ujar Waketum PD Syarief Hasan di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (28/11/2017).

"Kita harapkan bisa lebih tinggi lagi. Ya, kita lihat perkembangan ke depan bagaimana," lanjutnya.

Syarief lalu bicara peluang AHY menjadi cawapres Jokowi pada 2019. Dia juga mengungkapkan kemungkinan Demokrat berkoalisi dengan PDIP apabila Jokowi-AHY jadi diduetkan.

"Segala kemungkinan bisa terjadi. Politik ini kan dinamis sekali. Kita lihat saja nanti. Tidak ada yang bisa memprediksi secara pasti apa yang akan terjadi pada 2019," tutur Syarief.

"Karena pertama, UU Pemilu kan juga masih di-JR (judical review) di MK. Jadi segala kemungkinan bisa terjadi, apalagi kalau nanti ternyata MK meloloskan JR itu, ini kan semakin dinamis. Semakin dinamis untuk 2019 nanti," tambah anggota Komisi I DPR itu.

Poltracking Indonesia melakukan survei kandidat wakil presiden untuk Joko Widodo pada Pilpres 2019. Hasilnya, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dianggap sebagai figur yang pantas mendampingi Jokowi. Setelah Gatot, nama AHY jadi nomor dua.

"Dalam simulasi tujuh nama kandidat wakil presiden untuk Jokowi, tingkat elektabilitas tertinggi Gatot Nurmantyo 16,4 persen. Selanjutnya diikuti Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 16,0 persen, potensi meningkatkan elektablilitas masih besar," kata Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda.
(gbr/elz)

Selasa, 28 November 2017

Jadi Cawapres Favorit Jokowi, AHY: Saya Tak Pikirkan Survei

Reporter: Ahmad Faiz Ibnu Sani
Editor: Iqbal Muhtarom
Senin, 27 November 2017 15:38 WIBJadi Cawapres Favorit Jokowi, AHY: Saya Tak Pikirkan Survei
Presiden Joko Widodo bersalaman dengan Agus Harimurti Yudhoyono saat menggelar open house di Istana Negara, Jakarta, 25 Juni 2017. TEMPO/Istman
TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute, Agus Harimurti Yudhoyono mengatakan tak memikirkan hasil sejumlah survei yang menyebut dirinya menjadi calon wakil presiden favorit mendampingi Presiden Jokowi pada Pemilihan Presiden Pilpres 2019 mendatang.
–– ADVERTISEMENT ––
Agus yang kini mulai lebih dikenal dengan inisial AHY itu mengatakan berbagai kegiatan dan kuliah umum yang ia isi di berbagai kampus tak bertujuan untuk mengerek popularitas dan elektabilitas. “Saya ingin berproses sebaik-baiknya tanpa harus memikirkan survei,” kata Agus di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 27 November 2011.

 Menurut AHY, apa yang ia lakukan hanya ingin berkontribusi bagi masyarakat luas. “Seperti hari ini saya diundang menjadi salah satu pembicara seminar kepemudaan, mudah-mudahan keberadaan saya di masyarakat dapat menyiapkan saya dalam tujuan yang baik,” tuturnya.
Gagal dalam putaran pertama Pemilihan Gubernur DKI Jakarta, Nama AHY justru kian diperbincangkan dalam ranah politik nasional. Namanya masuk dalam sejumlah survei tentang pemilihan presiden 2019.
Survei terakhir yang dilakukan oleh lembaga Poltracking Indonesia menunjukkan nama AHY bersaing ketat dengan Panglima TNI Gatot Nurmantyo menjadi calon wakil presiden pendamping Jokowi.  AHY hanya berselisih tipis dengan Gatot yang memperoleh 16,4 persen, adapun AHY 16 persen.

AHY mengaku belum mengetahui tentang hasil survei Poltracking tersebut. Saat disinggung apakah hasil survei itu menjadi modal bagi dirinya untuk menambah kepercayaan dirinya jelang Pilpres 2019, AHY hanya berujar “saya termasuk orang yang selalu percaya diri, dalam arti positif tentunya,” ujarnya.
Ia menuturkan dirinya saat ini ingin terus melengkapi diri agar bisa memahami kompleksitas Indonesia dengan lebih baik. “Saya anggap itu semakin membekali saya untuk terus berkontribusi dengan baik,” katanya.