Tampilkan postingan dengan label Anis - Kampung aquarium. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anis - Kampung aquarium. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 April 2018

Bicara keadilan di Kampung Akuarium, Anies diteriaki '2019 Ganti Presiden'


Sabtu, 14 April 2018 16:17 Reporter : Merdeka
Anies di Kampung Akuarium. ©2018 Merdeka.com
Merdeka.com - Warga Kampung Akuarium Jakarta Utara memberi dukungan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk maju sebagai calon presiden dalam Pemilihan Presiden 2019. Hal tersebut disuarakan oleh sejumlah warga saat Anies tengah berpidato dalam peringatan dua tahun penggusuran paksa Kampung Akuarium.
"Kebijakan itu harus menyandarkan pada konstitusi. Nomor satu konstitusi dan konstitusi, kami dan orang-orang (Pemprov DKI) yang menomorsatukan dua kata, keadilan sosial," kata Anies saat berpidato di hadapan warga Kampung Akuarium Jakarta Utara, Sabtu (14/4/2018).
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menegaskan Pemprov DKI di bawah kepemimpinannya akan melaksanakan keadilan sosial.
"Seluruh aparat Pemprov harus paham bahwa di Jakarta, kata kuncinya adalah keadilan sosial. Kalau tidak mau pegang kata kunci itu, tak usah menjadi bagian dari Gubernur sekarang," ucapnya.
Para warga pun menyambut pernyataan Anies itu dengan tepuk tangan. Kemudian, seorang warga meneriakkan dukungannya untuk Anies maju sebagai capres.
"2019 ganti presiden!" teriak seorang warga.
Mendengar teriakan warga itu, Anies pun sempat menghentikan pidatonya. Saat ditanya usai acara, dia pun enggan menanggapinya.
"Tanggapan saya, kita bereskan (Kampung) Akuarium dulu," jelas Anies.
Reporter: Lizsa Egeham
Sumber: Liputan6.com [rzk]

Tenda Warga yang Bertahan di Kampung Akuarium

Sabtu 14 April 2018, 17:31 WIB
Denita Matondang - detikNews
Tenda Warga yang Bertahan di Kampung Akuarium Tenda di Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakut, Sabtu (14/4/2018) Foto: Denita Matondang-detikcom
Jakarta - Dua tenda besar masih bertahan di Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara. Tenda itu masih dihuni belasan kepala keluarga (KK).
"Ada 16 KK. Iya, warga sini. Kami sudah lama tinggal di sini," ujar warga, Upi Yunita yang tinggal di tenda di Kampung Akuarium, Sabtu (14/4/2018).
Di dalam tenda berwarna hijau, dibuat sekat-sekat pemisah dengan kayu. Tampak berbagai macam peralatan rumah tangga. Ada kompor, penanak nasi, kipas, dan kasur. Ada juga sejumlah pakaian yang tampak digantungkan di tenda.
Pada sisi belakang tenda, terdapat kamar mandi kecil tanpa WC. Kamar mandi di situ, berukuran 1x2 meter.
Upi menyebut 16 KK yang tinggal di tenda masuk dalam pendataan korban penggusuran. Tapi Upi mengaku tak tahu mengapa dirinya belum bisa tinggal di shelter.
"Kenapa tidak ada keadilan yang di tenda. Kami semua yang di sini sudah terdata kok, " ujarnya.
Sementara itu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang datang ke Kampung Akuarium menyebut harus dilakukan pengecekan terkait warga yang tinggal dalam tenda, bukan shelter.
"Semuanya (warga) sudah ada (shelter). bantu dicek aja statusnya. Itu dicek aja apakah statusnya warga sini atau bukan dari rumah susun atau bukan. Bisa cek. Saya ikut persoalan ini sampai detail tiap progres. Termasuk saya sampaikan tadi ada dia ntara warga juga belum ketemu kesepakatan. diselesaikannya baik baik," kata Anies memberikan tanggapan soal masih ada warga yang tinggal di tenda.
Tenda di Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakut, Sabtu (14/4/2018)Tenda di Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakut, Sabtu (14/4/2018) Foto: Denita Matondang-detikcom
Sementara itu soal shelter yang dibangun untuk warga, Anies menyebut masih banyak yang harus dilengkapi. Selain itu Anies juga mengaku akan mempertimbangkan konsep rumah usulan warga. Warga sebelumnya memberikan maket hunian kepada Anies.
"Tadi warga sudah membuat. Warga membuat usulan ada pihak maketnya dibuat dua lantai. Nanti kami lihat mana yang paling sesuai bisa mengakomodasi semua kebutuhan yang ada di sini," ujarnya.
Tenda di Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakut, Sabtu (14/4/2018)Tenda di Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakut, Sabtu (14/4/2018) Foto: Denita Matondang-detikcom
(fdn/fdn)

Menangis, Warga Serahkan Maket Kampung Akuarium ke Anies

Sabtu 14 April 2018, 12:49 WIB
Denita Matondang - detikNews
Menangis, Warga Serahkan Maket Kampung Akuarium ke Anies Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakut, Sabtu (14/4/2018). (Denita Matondang/detikcom)
Jakarta - Perwakilan warga Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara, menyerahkan maket rumah 2 lantai kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Warga berharap pembangunan di Kampung Akuarium dilakukan berdasarkan maket tersebut.

Maket diserahkan kepada Anies oleh perwakilan warga bernama Dharma Diani dalam acara peringatan 2 tahun penggusuran Kampung Akuarium, Sabtu (14/4/2018).

Sebelum menyerahkan maket, Diani sambil menangis menceritakan penggusuran dua tahun lalu. Baginya, penggusuran itu adalah mimpi buruk bagi warga.

"Dua tahun lalu kami tergusur dan itu adalah mimpi buruk. Bertahan, berproses, itu bagaikan mimpi tiada akhir. Tapi, setelah kami menemukan titik ini, ada mimpi baru harapan kami. Semoga ini bisa terwujud, kami berikan kepada pemimpin yang mempunyai hati dan keberpihakan kepada kami. Semoga Bapak bisa mewujudkan mimpi kami semua. Ini mimpi kami, Pak," ujar Diani.

Kepada warga, Anies berjanji membuktikan komitmennya untuk memberikan keadilan bagi warga. Anies pun menerima maket itu.

"Saya terima ini sebagai mandat, sebagai amanat. Insyaallah kami akan melaksanakan dan tunaikan dan beri kami kesempatan dan membuktikan bahwa negara ini masih tetap berkomitmen menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh warga ini," sambungnya.
(fdn/fdn)

Anies Bicara Keadilan, Warga Kampung Akuarium Teriak Ganti Presiden

Sabtu 14 April 2018, 13:29 WIB
Denita Matondang - detikNews
Anies Bicara Keadilan, Warga Kampung Akuarium Teriak Ganti Presiden Anies di Kampung Akuarium (Denita Matondang/detikcom)
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan pidato dalam peringatan 2 tahun penggusuran di Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara. Ia menyampaikan soal pemerintah yang seharusnya memperhatikan keadilan sosial bagi warganya.

"Ini pelajaran bagi Republik Indonesia dan ini pelajaran bagi kemanusiaan sedunia. Bahwa apa yang terjadi di Kampung Akuarium tidak boleh terulang di mana pun di bumi pertiwi ini. Kebijakan itu harus menyandarkan pada konstitusi. Nomor satu konstitusi dan konstitusi, kami dan orang-orang (Pemprov DKI) yang menomorsatukan dua kata, keadilan sosial," kata Anies dalam sambutannya di lokasi penggusuran, Sabtu (14/4/2018).

Anies turut menyinggung soal kebijakan pemerintah yang seharusnya memperhatikan perasaan dan kebutuhan warga. Anies menegaskan Pemprov DKI di bawah kepemimpinannya akan melaksanakan keadilan sosial dalam seluruh kebijakannya.

"Tetapi peristiwa itu tidak boleh dilupakan, dan ini adalah pesan yang saya dan kami semua di Pemprov harus pegang. Seluruh aparat Pemprov harus paham bahwa di Jakarta kata kuncinya adalah keadilan sosial. Kalau tidak mau pegang kata kunci itu, tak usah menjadi bagian dari gubernur sekarang," ucap Anies.

Pernyataan itu pun disambut tepuk tangan warga Kampung Akuarium yang hadir. Sambil bertepuk tangan seorang warga pun berteriak soal ganti presiden.

"2019 ganti presiden," teriak salah satu pria yang disambut gelak tawa warga yang hadir.

Pidato Anies pun sempat terhenti saat teriakan tersebut terdengar. Seusai acara, Anies enggan menanggapi soal teriakan ganti presiden tersebut.

"Tanggapan saya, kita bereskan (Kampung) Akuarium dulu," kata Anies.(haf/haf)