Tampilkan postingan dengan label Rivalitas Gus Ipul Vs Khofifah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rivalitas Gus Ipul Vs Khofifah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 Januari 2018

Rabu Sore, Gerindra Deklarasi Dukung Gus Ipul di Pilkada Jatim

Rakhmat Nur Hakim
Bakal calon Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf (Gus Ipul) di Kantor DPP PKB, Jakarta, Jumat (5/1/2018)
Bakal calon Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf (Gus Ipul) di Kantor DPP PKB, Jakarta, Jumat (5/1/2018)(Kompas.com/YOGA SUKMANA)
JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra Nizar Zahro menyatakan, partainya memutuskan mengusung Saifullah Yusuf atau Gus Ipul di Pilkada Jawa Timur 2018.
Rencananya, deklarasi akan dilaksanakan di kediaman Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu (10/1/2018) sore.
"Ya, benar. Sesuai apa yang disampaikan Ketua DPD Gerindra Jatim bahwa kami mendukung Gus Ipul di Pilgub Jatim," kata Nizar saat dihubungi, Rabu (10/1/2018).

Nizar mengatakan, awalnya Gerindra memang hendak membentuk poros baru bersama PAN dan PKS untuk memunculkan calon gubernur selain Gus Ipul dan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa.
Namun dalam perjalanannya, poros tersebut gagal memunculkan sosok baru yang siap bertarung dengan Gus Ipul dan Khofifah.

PKS justru lebih dulu merapat ke Gus Ipul, sedangkan PAN berlabuh ke Khofifah.
Karena itu, ia menuturkan, poros baru tersebut tidak memungkinkan untuk diteruskan sehingga Gerindra, PAN, dan PKS bersepakat untuk menentukan pilihan masing-masing di Pilkada Jawa Timur.
Hal senada disampaikan Wakil Sekjen Gerindra Andre Rosiade. Ia mengatakan Gerindra merasa lebih dekat dengan Gus Ipul karena itu memilih mengusungnya di Pilkada Jawa Timur.

"Nanti Gus Ipul setelah diumumkan akan mendaftar ke KPUD Jatim. Ketua Gerindra Jatim Pak Supri akan mendampingi nanti pas pendaftaran," kata Andre saat dihubungi terpisah.
Adapun PDI-P memutuskan Puti Guntur Soekarno sebagai cawagub pendamping Gus Ipul.
Puti menggantikan Bupati Banyuwangi Azwar Anas yang sebelumnya memutuskan mundur.
Namun, tak menutup kemungkinan nama lain yang tiba-tiba muncul.(Kompas TV)

PenulisRakhmat Nur Hakim
EditorSandro Gatra

Rabu, 10 Januari 2018

Siapa Pendamping Gus Ipul di Pilkada Jatim Pilihan PDIP?

Putu Merta Surya Putra
Liputan6.com, Jakarta - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) terus menggodok nama yang akan mendampingi Saifullah Yusuf atau Gus Ipul di Jawa Timur. PDIP sudah mempersiapkan 3 nama, yaitu Wasekjen PDIP Ahmad Basarah, Bupati Ngawi Budi Sulistiono dan Sekretaris DPD PDIP Jatim Sri Untari.
"Nama inilah yang dinilai mampu hadir sebagai pasangan Gus Ipul," ucap Hasto di kediaman Ketum PDIP Megawati Sukarnoputri, Teuku Umar, Jakarta, Selasa 9 Januari 2018.

Hasto pun mengaku nama Puti Sukarno tak masuk dalam daftar calon wakil gubernur Jawa Timur pilihan PDIP. Sehingga, Puti tak diundang di kediaman Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Namun, sempat terlihat mobil Toyota Alphard B 266 PGS dengan stiker Bung Karno di kaca belakang, masuk ke kediaman Megawati sekitar Pukul 17.00 WIB. Kemudian meninggalkan kediaman sekitar 19.30 WIB, sesaat setelah Hasto menjumpai awak media. Diduga itu mobil Puti.
"Enggak ada, enggak ada. Sahabat-sahabat ibu saja untuk `persiapan ulang tahun Ibu (Megawati). Kita membahas terkait persiapan Ibu pada tanggal 23 Januari," jelas Hasto.

Diumumkan Hari Ini

PDIP batal mengumumkan pengganti Abdullah Azwar Anas sebagai cawagub Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di Pilgub Jatim, kemarin. Mengikuti tradisi Presiden Jokowi, pengumuman akan dilakukan besok pada Rabu 10 Januari 2018.
"Kami pastikan bukan hari ini, ya besok. Ya kita ikuti tradisi Pak Presiden mengumumkan Rabu. Kan bagus," ujar Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di Kantor DPP PDIP, Selasa (9/1/2017).
Seperti diketahui, Jokowi memang memiliki kebiasaan mengumumkan sesuatu tentang isu strategis pada Rabu. Misalnya, saat mengumumkan reshuffle kabinet pada 2015 dan 2016.
Dia memastikan pengumuman cawagub Gus Ipul di hari Rabu tidak akan terlambat, karena hari terakhir pendaftaran pada Rabu pukul 00.00 WIB atau tengah malam di Komisi Pemilihan Umum Jatim .
Hasto mengatakan, PDIP sangat hati-hati dalam mengumumkan pendamping Gus Ipul. Sehinggga, tidak terburu-buru dalam memutuskan. Partai berlambang banteng itu ingin betul-betul mencari pemimpin yang berdedikasi untuk rakyat dan negara, tak semata-mata untuk kekuasaan saja.
"Jadi betul-betul mempresentasikan bangsa dan negara, bukan pemburu kekuasaan," kata dia.

Gerindra Merapat ke Gus Ipul, Poros Tengah Pilkada Jatim Bubar

Kontributor Surabaya, Achmad Faizal
Kompas.com - 10/01/2018, 09:33 WIB
Bakal calon gubernur Jatim, Saifullah Yusuf (Gus Ipul)
Bakal calon gubernur Jatim, Saifullah Yusuf (Gus Ipul)(KOMPAS.com/Achmad Faizal)
SURABAYA, KOMPAS.com - Partai Gerindra memastikan dukungan untuk Saifullah Yusuf atau Gus Ipul di Pemilihan Kepala Daerah Jawa Timur 2018.
Dukungan tersebut akan ditunjukkan oleh pengurus partai dengan ikut mengantar Gus Ipul mendaftar di kantor Komisi Pemilihan Umum Jatim, Rabu (10/1/2018) sekitar pukul 19.00 WIB.
"Kita nanti ikut yang mengantar yang mendaftar malam hari. Kami mendukung Gus Ipul," kata Ketua DPD Partai Gerindra Jatim Soepriyatno, Rabu (10/1/2018) pagi.
Penegasan Soepriyatno itu sekaligus memastikan bahwa koalisi poros tengah yang berisi Partai Gerindra, PAN, dan PKS di Pilkada Jatim benar-benar bubar.
PKS telah lebih dulu bergeser mendukung Gus Ipul. Adapun PAN memilih mendukung pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elistyanto Dardak, yang akan mendaftar ke KPU pada Rabu siang.
Dengan demikian, seluruh partai di Jatim mengerucutkan dukungan pada dua calon gubernur di Pilkada Jatim 2018.
Gus Ipul didukung PKB (20 kursi), PDI-P (19 kursi), PKS (6 kursi), dan Gerindra (13 kursi) dengan total kekuatan kursi parlemen 58 kursi.
Adapun Khofifah disokong oleh Partai Demokrat (13 kursi), Golkar (11 kursi), Nasdem (4 kursi), PPP (5 kursi), Hanura (2 kursi), dan PAN (7 kursi) dengan total kekuatan kursi parlemen sebanyak 42 kursi.

Selasa, 03 Oktober 2017

Pendukung Jokowi Akan Terbelah Dalam Pilkada Jawa Timur Jika Khofifah dan Gus Ipul Bertarung

Pendukung Jokowi Akan Terbelah Dalam Pilkada Jawa Timur Jika Khofifah dan Gus Ipul Bertarung
Tribunnews.com/Syahrizal Sidik
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa. 
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Makin menguatnya dukungan Partai Politik kepada Khofifah Indar Parawansa menjadi Calon Gubernur Jawa Timur, akan menjadi dilema bagi para pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Menurut Pengamat Politik dari Universitas Indonesia (UI), Boni Hargens, calon penantang Khofiah di Pilkada Jatim, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) yang akan didukung PDI Perjuangan yang juga pro pemerintah.

"Pertarungan ini juga menjadi dilema bagi para pendukung Jokowi karena Ipul didukung PDI Perjuangan yang pro pemerintah. Sedangkan Khofifah didukung Golkar yang juga partai pemerintah," ujar Boni Hargens kepada Tribunnews.com, Selasa (2/10/2017).
Hal ini disampaikan untuk menanggapi keputusan DPP Partai Golkar mendukung Khofifah di Pilgub Jawa Timur 2018.
Selain itu, kata Boni Hargens, kalau Khofifah maju, ini juga akan menjadi dilema besar bagi kaum Nahdiyin.
Karena Gus Ipul juga cukup intens berkomunikasi dengan basis NU di Jawa Timur.
"Ketika Khofifah sibuk jadi Menteri, Gus Ipul justru makin menyatu dengan umat basis NU," jelas Boni Hargens.

Super Big Match Gus Ipul vs Khofifah di PIlkada Jatim

Gus Ipul Tak Menyangka Golkar akan Memilih Mengusung Orang Lain
Dokumentasi Tribunnews.com
Saifullah Yusuf dan Khofifah Indar Parawansa dicalonkan sebagai gubernur di Pilkada Jawa Timur oleh ratusan kiai yang tergabung dalam Forum Komunikasi Kiai Kampung Jawa Timur (FK3JT) di sebuah rumah makan di Surabaya, Selasa (28/3/2017). 

Potensi Duel Gus Ipul vs Khofifah, Akar Rumput NU Diprediksi Terbelah

Budi Hartadi - detikNews
Potensi Duel Gus Ipul vs Khofifah, Akar Rumput NU Diprediksi Terbelah Foto: Agung Pambudhy
Surabaya - Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Timur (Jatim) 2018 tak lepas dari nama Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Khofifah Indar Parawansa. Dua tokoh Nahdlatul Ulama itu mendominasi pusaran isu sekitar Pilgub Jatim 2018.

Lantas bagaimana dengan kandidat lain seperti Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, dan Bupati Banyuwangi Abdulah Azwar Anas? Apakah kedua kepala daerah dengan segudang prestasi baik nasional maupun internasional ini tidak layak maju Pilgub Jawa Timur?

Merujuk hasil survei beberapa lembaga riset seperti Poltracking, Indikator, Charta Politika dan SSC (Surabaya Survey Center), memang selalu menempatkan, Gus Ipul, Risma, Khofifah, dan Anas di posisi empat besar sebagai kandidat kuat. Namun persoalannya, dalam berbagai kesempatan secara tegas Risma sudah menyatakan kalau dia tidak akan maju di Pilgub Jawa Timur. Dia juga tidak mendaftar di penjaringan partainya, yaitu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Begitu juga dengan Anas. Meski ikut penjaringan via PDIP, dari hasil survei, sejauh ini Anas hanya potensial maju sebagai wakil gubernur. Alhasil, nama Risma dan Anaspun mulai menjauh dari bursa bakal calon gubernur (Cagub). Sehingga menyisakan Gus Ipul dan Khofifah yang santer disebut-sebut sebagai calon kuat dan siap head to head di Pilgub Jawa Timur 2018.

Kecenderungan rivalitas yang makin menguat antara Gus Ipul dan Khofifah inilah yang oleh banyak kalangan dikhawatirkan akan membuat Pilgub Jatim menjadi seperti Pilgub Jakarta, riuh dengan pertentangan dan polarisasi.

Menurut Mochtar W Oetomo, Direktur SSC, polarisasi dua kutub yang berlawanan mengandung risiko besar melahirkan konflik horizontal di antara pendukung seperti yang terjadi di Jakarta.

"Di Jatim memang kecil kemungkinan terjadi polarisasi politik yang dibumbui isu SARA seperti di Pilgub Jakarta. Tapi dengan rivalitas yang semakin menguat antara Gus Ipul dan Khofifah, jika tidak terkelola dan terkendali dengan baik, bisa saja polarisasi itu justru muncul di akar rumput NU, sebagai basis utama kedua kandidat. Konflik antarsaudara kerapkali justru malah lebih keras dan sulit sembuhnya," jelas Mochtar yang juga pengajar di Universitas Trunojoyo Madura, Jumat (4/8/2017).

Gus IpulGus Ipul. Foto: Rahma Lillahi Sativa

Sebagaimana dirilis beberapa waktu lalu, hasil survei SSC periode Juni 2017 mengungkap bahwa sebagian besar publik Jatim merasa tidak nyaman dan tidak suka jika polarisasi politik seperti yang terjadi pada Pilgub DKI Jakarta terjadi dalam Pilgub Jatim. Sebagian besar masyarakat Jatim menganggap polarisasi demikian hanya akan menciptakan sesuasana permusuhan dan merusak kebersamaan di wilayah Jatim.

Hasil survei SSC menunjukkan bahwa warga Jatim pemilih yang merasa tidak nyaman dengan polarisasi politik ala Pilgub DKI Jakarta sebanyak 83,40%. Sementara yang mengatakan biasa saja sebanyak 4,20%. Dan yang menyatakan nyaman hanya 2,80%. Adapun alasan warga Jawa Timur tidak merasa nyaman karena 1. bisa menciptakan suasana saling permusuhan 45.60%. 2. bisa merusak persatuan dan kebersamaan 38.20%, 3. membuat saling tidak percaya 10.80%, dan 4. membuat rakyat jadi korban kebohongan 5,40%

Data ini mengonfirmasi konflik di Jakarta membuat warga Jawa Timur merasa gerah dan tidak nyaman dengan polarisasi konflik serta menginginkan situasi kondusif . Pesan ini harus bisa ditangkap oleh para kandidat dan penyelenggara pemilu di Jatim.

"Pilgub Jakarta jelas menjadi pembelajaran untuk masyarakat Jatim. Adanya polarisasi konflik tidak membuat suasana menjadi baik dan juga sesuai dengan apa yang selama ini dikehendaki masyarakat Jatim yang rukun damai dan harmonis. Bisa dipahami kalau sebagian besar masyarakat Jatim menolak dan tidak nyaman jika Pilgub Jatim sampai seperti Pilgub Jakarta. Kita harap ada kesadaran kolektif hingga bisa meminimalisir ketegangan dan rivalitas dua kutub berlawanan antara Gus Ipul dan Khofifah yang mungkin saja makin menguat," jelas Mochtar.
(bdh/tor)