Medical Marketing – PT. Indocare Citrapasific
Perjuangan melawan kanker memang dikenal sebagai perjuangan yang
berat, namun dengan keikhlasan, ketenangan, dan optimisme pasti semua
beban itu dapat terobati satu per satu. Salah satu hal yang sering kali
menguras tenaga dan optimisme para pejuang kanker adalah pengobatan
kemoterapi.
Kemoterapi merupakan sebuah tindakan pengobatan kanker dengan
menggunakan senyawa toksik yang di masukkan kedalam tubuh baik melalui
suntikan atau pun oral. Senyawa toksik dalam kemoterapi memiliki sifat
membunuh sel yang berkembang. Itulah sebabnya kemoterapi tidak memiliki
kemampuan untuk membedakan sel kanker dan sel sehat. Dengan kematian sel
sehat maka pasien akan mengalami beberapa efek samping seperti
kerontokan rambut, rasa nyeri, mual, muntah, perubahan pada kulit hingga
kehilangan nafsu makan.
Tips menekan efek samping kemoterapi sangat beragam, bisa juga disesuaikan dengan gejala yang dirasakan pasien. Berikut beberapa diantaranya:
1. Rasa Lelah Berlebih
Ketika
tubuh merasa lelah dan letih setelah kemoterapi ada baiknya Anda mulai
untuk mengelola pola dan kualitas tidur Anda. Akan lebih baik jika Anda
masih bisa untuk sedikit berjalan santai karena itu bagus untuk memacu
energi tubuh, atau jika memang Anda hanya memiliki tenaga yang sangat
sedikit usahakan untuk bed-rest atau melakukan hal-hal yang Anda anggap
penting saja.
2. Mual dan Muntah
Rasa
mual sering melanda para pasien kanker, solusinya konsumsilah minuman
yang dapat memberikan rasa rileks misalnya teh jahe. Disarankan juga
untuk mengonsumsi makanan sedikit-sedikit namun sering serta mengurangi
konsumsi makanan yang manis, makanan yang digoreng dan berlemak karena
dapat memicu mual.
3. Perubahaan Rasa pada Lidah
Organ
lidah merupakan salah satu organ yang paling terpengaruh oleh efek
samping kemoterapi. Pada beberapa kasus pasien kanker dapat mengalami
perubahan rasa terhadap makanannya. Salah satunya, sensasi rasa besi
saat mengonsumsi makanan. Jika hal ini terjadi cobalah makan dengan alat
makan plastik.
4. Kerontokan Rambut
Rambut
rontok adalah efek samping yang paling umum terjadi bagi para pasien
kemoterapi. Masalah ini cenderung memberikan masalah mental bagi
penderitanya karena penampilannya yang berubah drastis, terutama kaum
hawa. Pada masalah ini solusi yang biasa ditawarkan adalah menutupi
kekurangannya yakni bisa menggunakan wig, scarf atau turban sehingga
penampilannya tetap optimal. Penutup kepala bagi para pasien kemoterapi
tidak hanya untuk menjaga penampilan, karena nyatanya pasien kanker juga
membutuhkan pelindung terhadap bahaya sinar UV dari teriknya matahari.
5. Perubahan Abnormal pada Kulit
Kulit
pasien kemoterapi akan mengalami perubahan dan cenderung sensitif,
sehingga usahakan jangan menggosok atau menggaruk kulit terlalu kasar.
Semisal saat mengeringkan tubuh setelah mandi, cukup dengan
menepuk-nepuk saja. Anda juga perlu melindungi kulit dengan
krim/sunblock ber-SPF karena sinar UV berbahaya bagi kulit pasien kanker
dan menghindarkan diri dari air berkaporit.
Tips menekan efek samping kemoterapi sangat beragam, bisa juga disesuaikan dengan gejala yang dirasakan pasien. Berikut beberapa diantaranya:
1. Rasa Lelah Berlebih
2. Mual dan Muntah
3. Perubahaan Rasa pada Lidah
4. Kerontokan Rambut
5. Perubahan Abnormal pada Kulit
Tidak ada komentar:
Posting Komentar