Tampilkan postingan dengan label Bandara internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bandara internasional. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 12 November 2016

Kawasan Purboyo Malang Selatan Dijadikan Bandara Internasional

Dipublish pada: Selasa, 08 Maret 2016
Pemprov Jatim mengusulkan wilayah Purboyo di Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, sebagai lokasi untuk bandara baru bertaraf internasional. Usulan tersebut disampaikan Gubernur Soekarwo kepada Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, Ngalamers.

Menurut Pakde Karwo, Purboyo dipilih, karena kawasan yang berada di wilayah Malang Selatan tersebut cukup strategis. Selain dekat dengan Puslatpur Marinir TNI AL, jika terwujud, Bandara Purboyo dapat melayani penumpang yang berasal dari 11 daerah yang ada di selatan dan sekitarnya.

Mulai Malang Raya, Blitar, Tulungagung, Kediri, Trenggalek, Pasuruan, dan Lumajang. Dengan begitu, pengembangan wilayah selatan Jatim diharapkan berkembang pesat. "Alhamdulillah, Pak Menhub setuju dengan usulan tersebut," ujarnya. Apalagi saat ini, pemerintah tengah menyelesaikan pembangunan jalan lintas selatan (JLS) yang menghubungkan wilayah selatan Jatim, mulai Pacitan hingga Banyuwangi.  "Jadi pas sudah," tegasnya.

Terkait keberadaan Bandara Abdul Rachman Saleh yang sekarang juga dipakai melayani penerbangan sipil, Pakde Karwo menimpali bahwa bandara tersebut nanti digunakan sepenuhnya untuk kepentingan pertahanan dan keamanan negara, khususnya TNI AU. "Dikembalikan ke fungsi aslinya," imbuhnya.

Untuk menindaklanjuti pengembangan Bandara Purboyo, pihaknya, segera berkoordinasi dengan TNI AL. Terkait pemanfaatan lahan untuk bandara.  "Disana (Purboyo), mereka (TNI AL) punya lahan yang cukup luas," bebernya.

Kepala Dinas Perhubungan dan Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Jatim Wahid Wahyudi menambahkan, pihaknya menyambut gembira persetujuan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, khususnya terkait pembangunan dan pengembangan bandara di wilayah Jatim. "Dengan begitu, layanan moda transportasi udara yang cepat di Jatim semakin banyak. Sehingga disparitas antarwilayah makin mengecil," katanya.

Bentuk dukungan dan perhatian penuh pemerintah pusat melalui Kemenhub ke Jatim ditunjukkan dengan kucuran anggaran yang cukup besar. Secara keseluruhan, APBN yang disiapkan Kemenhub untuk pembangunan transportasi di Jatim tahun 2016 mencapai Rp 2,8 triliun. Anggaran tersebut terbagi dalam lima program kegiatan. Yakni, Ditjen Perhubungan Rp 94,6 miliar, Ditjen Perkeretaapaian sebesar Rp 1,2 triliun, Ditjen Perhubungan Laut sebesar Rp 606 miliar, Ditjen Perhubungan Udara Rp 180,2 miliar, dan BPSDM Perhubungan sebesar Rp. 687,8 miliar, Ngalamers.
Sumber : Tribunnews

Malang Segera Miliki Bandara Berkelas Internasional


Pemerintah Pusat diinformasikan media telah mengalokasikan dana Rp 4 triliun untuk membiayai pembangunan Bandara baru di Malang. Dengan dialokasikannya anggaran ini, itu artinya Malang akan segera memiliki Bandara berkelas internasional. Bandara berkelas internasional ini direncanakan akan dibangun di kawasan Purboyo, Malang Selatan. Pemerintah Provinsi sendiri optimis, pelaksanaan pembangunan Bandara ini dapat dilakukan pada 2018 dan sudah mulai beroperasi pada 2019 mendatang.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menyiapkan lahan seluas 4.811 hektare di kawasan Purboyo, Malang Selatan. Lahan tersebut, selama ini menjadi pusat Latihan Tempur Marinir. Selain menyiapkan lahan, pemprov juga tengah menyusun study kelayakan rencana pembangunan Bandara Purboyo ini. Diperkirakan, studi kelayakan akan memakan waktu hingga akhir 2017, sehingga pelaksanaan pembangunan dapat dilaksanakan pada 2018 mendatang. Menurut rencana, pada tahun 2019 bandara tersebut sudah bisa beroperasi melayani penerbangan komersial.
Jika kita melihat dari kacamata bisnis, seperti dilansir kompasiana, prospek adanya bandara internasional di Malang itu sangat bagus dan cocok. Sebab, bandara yang sudah ada di Malang saat ini, yakni Bandara Abdulrachman Saleh, pesawat belum berani mendarat pada malam hari dan sering berubahnya kondisi cuaca dan jarak pandang sewaktu-waktu.
Pemprov Jatim pun ikut serta mengusulkan dan mendukung wilayah Purboyo, di Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, sebagai lokasi untuk bandara baru bertaraf internasional. Purboyo dipilih karena kawasan yang berada di wilayah Malang bagian selatan tersebut cukup strategis. Selain dekat dengan Puslatpur Marinir TNI AL. Jika terwujud, Bandara Purboyo dapat melayani penumpang domestik yang berasal dari 11 daerah yang ada di selatan dan sekitarnya, yakni Malang Raya, Blitar, Tulungagung, Kediri, Trenggalek, Pasuruan, hingga wilayah Lumajang.
Dari informasi yang beredar di media, usulan tersebut disampaikan Gubernur Soekarwo kepada Menteri Perhubungan Ignasius Jonan. Beliau mengatakan, “Alhamdulillah, Pak Menhub setuju dengan usulan tersebut, apalagi, saat ini pemerintah juga sedang menyelesaikan pembangunan jalan lintas selatan (JLS) yang menghubungkan wilayah selatan Jatim, mulai Pacitan hingga Banyuwangi. Jadi pas sudah.” (Dari Berbagai Sumber/ Ilustrasi Sourch Google)

Rabu, 23 Maret 2016

Bandara Udara Internasional Juwata di Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara, diresmikan Presiden Jokowi Rabu (23/3/2016)


Diresmikan Hari Ini oleh Jokowi, Bandara Internasional Juwata Mampu Tampung 3.000 Penumpang

Rabu, 23 Maret 2016 | 08:22 WIB
KOMPAS.com/YOHANES KURNIA IRAWAN Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Jokowi melihat konstruksi Jembatan Kapuas Tayan di Kecamatan Tayan, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Selasa (22/3/2016).

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan meresmikan Bandara Internasional Juwata yang berada di Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara, Rabu (23/3/2016) petang.

Presiden didampingi Ibu Negara Iriana akan meresmikan bandara itu seusai mengunjungi pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Desa Entikong, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat pada Rabu siang.

Tim Komunikasi Presiden Ari Dwipayana dalam siaran pers, Rabu pagi, mengatakan, "Bandara ini terletak hanya sekitar 3,5 km dari pusat kota. Bandar Udara Juwata Tarakan, Kalimantan Timur, memiliki runway dengan panjang 2250 meter, lebar 45 meter."

Bandara ini sudah didarati pesawat berbadan sedang dari Boeing dan Airbus, juga ATR dan pesawat-pesawat kecil, seperti Caravan.

Bandara itu juga melayani penerbangan ke kota besar, di antaranya Jakarta, Surabaya, Balikpapan, Makassar. Selain itu, bandara juga melayani penerbangan ke kota-kota kecil, seperti Berau, Nunukan, Malinau, dan Tanjung Selor.

"Setiap hari ada sekitar 40 pergerakan pesawat dengan jumlah penumpang mencapai 3.000 orang," ujar Ari.

Usai meresmikan Bandara Internasional Juwata pada petang hari, Presiden dan rombongan akan melanjutkan perjalanan ke Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

Di sana, Presiden akan bermalam untuk esok harinya melanjukan kunjungan kerja. Kunjungan kerja Presiden di Kalimantan itu sendiri akan berakhir Kamis (24/3/2016) besok.


Bandar Udara Internasional Juwata


TRK berlokasi di Borneo
TRK
TRK
Lokasi bandar udara di Kalimantan
Informasi
Jenis bandara Sipil dan Militer
Melayani Tarakan dan Kalimantan Utara
Lokasi Kota Tarakan, Kalimantan Utara, Indonesia
Penghubung untuk
Zona waktu UTC+8
Statistik (2014)
Pergerakan penumpang 1,035,512
Pergerakan pesawat 13,300
Ketinggian MDPL 6 m (20 f)
Bandar Udara Internasional Juwata adalah bandar udara yang terletak di Kota Tarakan, provinsi Kalimantan Utara. Bandara ini terletak hanya sekitar 3 km dari pusat kota. Bandar Udara Juwata Tarakan, Kalimantan Utara, dengan panjang runway 2500 meter x 45 meter, saat ini sudah didarati oleh pesawat jenis Boeing dan Airbus, serta pesawat – pesawat perintis. Dari catatan statistik bandara, penumpang yang naik dan turun melalui Bandara Juwata, setiap harinya sekitar 3000 penumpang. Saat ini Bandara Juwata sedang dilakukan pembangunan untuk menjadikan sebagai bandar udara provinsi dan pintu gerbang bagi Kalimantan Utara. Bandara ini merupakan penghubung bagi semua bandara domestik dan perintis yang ada di Kalimantan Utara. Bandara Juwata adalah bandar udara pertama di Indonesia yang menerapkan sistem Green Aiport pada apron pada saat pengisian bahan bakar avtur.

Sejarah

Bandara Juwata pertama kali dibangun pada masa penjajahan Belanda dan menjadi pangkalan militer bagi pesawat-pesawat tempur milik Belanda. Pada tanggal 11 Januari 1942 pesawat tempur milik Jepang mendarat pertama kalinya di Indonesia di Bandara Juwata untuk merebuat Hindia Belanda. Setelah merdeka, bandara ini awalnya beroperasi sebagai bandara perintis dengan hanya menggunakan pesawat kecil dan pada awal tahun 2000, Bandara Juwata ditingkatkan statusnya menjadi bandara domestik dengan panjang runway 1.850 meter yang dilayani maskapai Bouraq Indonesia, Dirgantara Air Service, Citilink, Kartika Airlines, Mandala Airlines, Merpati Nusantara Airlines dan Pelita Air Service. Pada tahun 1997, penerbangan internasional pertama dilayani oleh Bouraq Indonesia untuk rute Tarakan-Tawau, tahun 2006 Malaysia Airlines juga membuka rute Tarakan-Tawau, penerbangan dari Tarakan-Tawau ditutup pada tahun 2000 oleh Bouraq Indonesia dan 2010 oleh Malaysia Airlines. Dibulan Februari tahun 2012 maskapai penerbangan Malaysia Airlines yang dioperasikan MASwings kembali membuka rute Tarakan-Tawau setiap hari Senin, Rabu dan Kamis. Sejak 1 Juli 2012 MASwings terbang setiap hari dengan rute Tarakan-Tawau dan Tarakan-Kota Kinabalu[1].

Kota-kota yang terhubung langsung dengan Tarakan

Landasan pacu Tarakan di bulan Mei 1945

Runway Bandara Juwata

Koridor bagian depan terminal bandara

Maskapai & Destinasi

Beroperasi

Maskapai Tujuan Terminal
Batik Air Balikpapan, Jakarta-Halim Domestik
Garuda Indonesia Balikpapan Domestik
Kalstar Aviation Berau, Makassar, Malinau, Melak, Nunukan, Tanjung Selor Domestik
Lion Air Balikpapan, Jakarta-Soetta, Makassar, Surabaya Domestik
MAF Indonesia Long Apung, Long Bawan Domestik
MASwings Kota Kinabalu, Sandakan, Tawau Internasional
Sriwijaya Air Balikpapan, Makassar Domestik
Susi Air Long Apung, Long Bawan, Malinau, Nunukan, Pulau Bunyu, Tanjung Selor Domestik