Tampilkan postingan dengan label Pilkada Kaltim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pilkada Kaltim. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 September 2017

Giat Ikuti Sosialisasi Anti-korupsi, Bupati Rita Widyasari Kini Jadi "Pasien" KPK

Fachri Fachrudin
Kompas.com - 27/09/2017, 12:15 WIB
Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari
Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari (.)
JAKARTA, KOMPAS.com - Bupati Kutai Kertanegara Rita Widyasari ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penetapan tersangka Rita ini cukup menghebohkan lantaran karier Rita selama ini yang kerap menyabet penghargaan.
Penghargaan tertinggi yang didapatnya yakni tanda kehormatan Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha yang diberikan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo pada 28 April 2015 lalu. Penghargaan ini diberikan karena Rita dinilai berkomitmen tinggi atas pembangunan kesejahteraan keluarga dan kependudukan di daerahnya.
Kemudian di tingkat internasional, Rita pernah menerima penghargaan Global Leadership Award 2016 dari majalah bisnis The Leader International dan American Leadership Development Association.
Tak berhenti sampai di situ, Rita juga pernah menerima penghargaan sebagai salah Inspirator Pembangunan Daerah 2017. Penghargaan dari Pusat Kajian Keuangan Negara ini diserahkan oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

Rita pun dikenal aktif mengikuti berbagai sosialisasi pencegahan korupsi untuk memajukan daerahnya. Salah satunya yang dibuat KPK belum lama ini,
Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang mengatakan, pihaknya akan mempertimbangkan tuntutan hukuman berat terhadap Rita.
Alasannya, KPK telah berulang kali membuat program pencegahan korupsi di banyak daerah dan program tersebut diikuti para kepala daerah, mulai dari bupati, wali kota hingga gubernur.
"Ini akan KPK jadikan unsur yang memberatkan. Bila perlu diberi label, sudah berapa kali program pencegahan yang bersangkutan hadir. Seingat saya KPK punya datanya," ujar Saut saat dikonfirmasi, Selasa (26/9/2017).

Serupa kasus korupsi sang ayah
Penetapan status tersangka yang dialami Rita nyaris serupa ketika KPK menetapkan status tersangka kepada ayahnya, yakni (almarhum) Syaukani Hassan Rais. Penetapan tersangka itu bukan merupakan operasi tangkap tangan, melainkan pengembangan kasus.
Syaukani dijadikan tersangka oleh KPK pada pada 18 Desember 2006 yang saat itu, jelang Pemilihan Gubernur Kalimantan Timur. Syaukani disangkakan terlibat korupsi terkait pelepasan lahan Bandara Loa Kulu.
Namun dalam pengembangan kasus, KPK juga menemukan adanya tindak korupsi lain yang dilakukan Syaukani. Kemudian, pada 14 Desember 2007, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) memvonis hukuman penjara dua tahun enam bulan terhadap Syaukani.
Menurut hakim, ia terbukti melakukan tindak pidana korupsi selama 2001 hingga 2005 dan merugikan negara Rp 113 miliar.
Tindak pidana korupsi yang dilakukan Syaukani adalah menyalahgunakan dana perangsang pungutan sumber daya alam (migas), dana studi kelayakan Bandara Kutai, dana pembangunan Bandara Kutai, dan penyalahgunaan dana pos anggaran kesejahteraan masyarakat.
Penyidik KPK menyita 2 koper dokumen, setelah menggeledah Kantor Bupati Kutai Kartanegara di Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.(Kompas TV)

PenulisFachri Fachrudin
EditorSabrina Asril

Rekam Jejak Rita Widyasari, Bupati Kukar dengan Sederet Penghargaan yang Jadi Tersangka KPK

Kontributor Samarinda, Gusti Nara
Kompas.com - 27/09/2017, 06:23 WIB
Bupati Kukar Rita Widyasari
Bupati Kukar Rita Widyasari(Foto dok pribadi)
SAMARINDA, KOMPAS.com - Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, Rita Widyasari, ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK), Selasa (26/9/2017).
Meski belum ada keterangan resmi dari KPK, namun Rita diduga kuat menerima gratifikasi selama menjabat sebagai Bupati Kukar.
Rita adalah putri dari Bupati Kukar terdahulu, Syaukani HR. Sama seperti sang ayah, Rita dijadikan tersangka oleh KPK pada detik-detik Pemilihan Gubernur Kalimantan Timur.
Bupati perempuan pertama di Indonesia ini juga dinilai berprestasi karena banyaknya penghargaan yang diperolehnya.
Salah satunya adalah tanda kehormatan Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha yang diberikan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo pada 28 April 2015.
Penghargaan ini diberikan karena Rita dinilai berkomitmen tinggi atas pembangunan kesejahteraan keluarga dan kependudukan di daerahnya.
Rita juga pernah menerima penghargaan sebagai salah Inspirator Pembangunan Daerah 2017. Penghargaan dari Pusat Kajian Keuangan Negara ini diserahkan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.
Di tingkat internasional, Rita pernah menerima penghargaan Global Leadership Award 2016 dari majalah bisnis The Leader International dan American Leadership Development Association.

Berdasarkan biodata yang dikumpulkan dari Pemerintah Kabupaten Kukar, Rita merupakan Bupati Kukar bergelar Phd. Dia menyelesaikan pendidikan S3 di Universitas Utara Malaysia (UUM) dalam waktu singkat.
Sebelumnya, Rita menyelesaikan pendidikan S1 di Universitas Padjadjaran (Unpad) jurusan Administrasi Niaga dan S2 di Universitas Jenderal Soedirman. Sebelum menjadi bupati, Rita pernah menduduki kursi Ketua DPRD Kukar dari partai Golkar.
Dalam hal berorganisasi, Rita pernah menjabat sebagai Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) yang merupakan induk organisasi kepemudaan di Kalimantan Timur. Selanjutnya, Rita berhasil menduduki kursi Ketua Golkar Kaltim.
Perempuan kelahiran Tenggarong, 11 November 1973 itu juga aktif dalam bidang olahraga. Rita bahkan ditunjuk sebagai bendaharan umum SEA Games XXIX untuk Indonesia oleh Presiden RI, Joko Widodo.
Jokowi pun sempat berpesan pada semua atlet agar tidak khawatir selama menjalankan tugas. Sebab, jabatan bendahara sudah berada di tangan yang tepat, yakni Rita widyasari.
Rita terpilih menjadi Bupati Kukar selama 2 periode, yakni 2010-2015 dan 2016-2021. Pada periode pertama, Rita berpasangan dengan Gufron Yusuf. Sedangkan pada periode kedua atau 2016-2021, Rita berpasangan dengan Edi Damansyah.


Saat ini, Rita bahkan menjadi calon tunggal dari Partai Golkar menuju Pemilihan Gubernur Kaltim. Program unggulan di masa kepemimpinannya adalah program Gerakan Pembangunan Rakyat Sejahtera (Gerbang Raja), yang sudah dia jalankan di periode pertama.
Ketika terpilih untuk kali kedua, Rita berjanji akan menyempurnakan program Gerbang Raja Jilid II.
Menjadi Bupati di kabupaten kaya migas, Rita kerap meneriakkan dana bagi hasil (DBH) hasil Migas pada pemerintah. Ketika kondisi perekonomian Kukar mengalami defisit, Rita mulai menggalakkan sektor pariwisata untuk menambah pendapatan asli daerah (PAD).
Beragam wahana wisata lengkap di Kukar, di antaranya adalah pembenahan Pulau Kumala. Jembatan Pulau Kumala, Ladang Budaya, dan berbagai taman cerdas di Tenggarong. Dia juga pelopor busana Ulap Doyo khas Kutai yang dibentuk menjadi miskat.
Dia membuka lapangan kerja untuk para pengrajin ulap doyo mulai dari remaja hingga ibu-ibu rumah tangga. Pada bidang pendidikan, Rita adalah pencetus program bahasa Inggris untuk semua warga Kukar.

Mimpi Rita adalah menjadikan Bahasa Inggris sebagai bahasa kedua di Kukar. Untuk mewujudkan mimpi itu, Rita menjalin kerja sama dengan University of Cambridge dalam bentuk implementasi program pengembangan Bahasa Inggris.
"Saya ingin Bahasa Inggris menjadi bahasa kedua di Kukar. Jadi tidak hanya pelajar saja yang bisa berbahasa Inggris, bahkan ibu-ibu dan semua masyarakat juga bisa," katanya kepada Kompas.com, Kamis (18/6/2015).
Selera musik Rita adalah musik cadas. Dia bahkan disebut sosok "Bupati Rocker" karena sejak menjabat sebagai bupati, periode 2010-2015, Kukar terus mendatangkan band-band rock legendaris dari luar negeri untuk dinikmati secara gratis.
Seperti Sepultura pada tahun 2012, Halloween pada 2013, Testament pada 2014, Firehouse tahun 2015, dan Michael Learns To Rock (MLTR) juga pernah diundang ke ajang tahunan Rock in Borneo pada tahun 2016.
Bahkan baru-baru ini, pada 23 September 2017, Rita mendatangkan band luar negeri Skid Row. Belum lagi band-band rock papan atas Tanah Air seperti Power Metal, God Bless, dan Jamrud.
KPK Geledah Ruang Kerja Bupati Kutai Kartanegara(Kompas TV)

PenulisKontributor Samarinda, Gusti Nara
EditorReni Susanti

Rabu, 13 September 2017

Survei Pilgub, Bupati Cantik Ini Ternyata Banyak Diminati Warga Kaltim

| editor : 
Bupati Kutai Kartanegara dua periode Rita Widyasari.
Bupati Kutai Kartanegara dua periode Rita Widyasari. (JawaPos.com)

Untuk merangkum suara masayarakat Kaltim, Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) menggelar survei popularitas dan elektabilitas sejumlah kandidat.
“Kaltim banyak memiliki tokoh atau figur yang sebetulnya cukup layak, karena survei kali ini diharapkan bisa menjadi potret sejauh mana masyarakat kaltim melihat para kandidat itu,” ujar Direktur Eksekutif LKPI, Arifin Nur Cahyono lewat keterangan tertulisnya pada JawaPos.com, Senin (11/9).
Pertama yakni menyangkut tingkat popularitas bakal calon Gubernur Kaltim. Hasilnya, adalah Rita Widyasari paling dikenal dengan tingkat prosentase 86,8 persen, disusul oleh Isran Noor dengan 85,8 persen, Syaharie Jaang 84,6 persen, Rizal Effendi 81,1 persen, Sofyan Hasdan 75,9 persen, Yusran Aspar 75,8, Mahyudin 75,8 persen.
Kemudian saat tim survei menanyakan responden soal kemampuan atau kapabilitas masing-masing tokoh itu. Rita Widyasari adalah sosok yang dianggap paling mampu memimpin Kaltim dengan 87,2 persen.
"Kemudian disusul Isran Noor 85,2 persen, Syaharie Jaang 84,1 persen, Mahyudin 81,8 persen, Rizal Effendi 81,5 persen, Sofyan Hasdam 81,5 persen, Yusran Aspar 75,5 persen, Makmur 74,4 persen, Farid Wadjdy 65,1 persen, Masjaya 51,6 persen, Ismael Thomas 37,9 persen, Hadi Mulyadi 37,9 persen," urainya.
Kemudian, tambah Arifin, responden juga ditanya soal siapakah yang akan mereka pilih pada Pilgub Kaltim 2018 nanti. Lagi-lagi Rita Widyasari unggul. Dia memperoleh 29,8 persen. Urutan kedua jatuh pada Syahrie Jaang 12,8 persen, dan diurutan ketiga Yusran Aspar dengan 7,3 persen. Serta yang tidak menjawab 6,8 persen.
"Dari sini dapat ditarik kesimpulan bahwa Popularitas Rita Wudyasari punya hubungan yang kuat Dengan Tingkat Elektabilitas dimilikinya dipikiran masyarakat Kalimantan Timur," kata Arifin.
Terakhir para responden ditanyakan secara tertutup melalui kuisioner untuk memilih salah satu tokoh yang layak dan paling bisa memimpin Pemprov Kalimantan Timur Jika hari ini diadakan Pilgub.
“Hasilnya 32,79 persen responden memilih Rita Widyasari, Syahrie Jaang 13,56 persen, Yusran Aspar 7,45 persen, Isran Noor 6,97 persen, Farid Wadjdy 6,54 persen,” katanya.
Selanjutnya Rizal Effendi 5,46 persen, Mahyudin 3,73 persen, Makmur 3,40 persen, Sofyan Hasdam 3,08 persen, Masjaya 2,92 persen, Ismael Thomas 2,75 persen, Hadi Mulyadi 2,48 persen, Zuhdi Yahya 1,35 persen, dan yang belum memilih 7,52 persen.
Responden survei ini diambil berdasarkan daftar pemilih tahun 2014 lalu, setidaknya ada lebih dari 2,5 juta jiwa penduduk Kaltim yang akan mengikuti Pilkada 2018 nanti. Setelah diambil sample-nya,  didapatkan jumlah responden sebanyak 1.851 responden.
Adapun metode yang digunakan adalah metode multistage random sampling dengan Margin eror lebih kurang 2,3 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.
(dms/JPC)