Tampilkan postingan dengan label Sandiago Uno. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sandiago Uno. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Juli 2018

Foto Sosok Wanita Berambut Panjang Dalam Pelantikan Walikota, Sandiaga Uno: Hoax

Foto Sosok Wanita Berambut Panjang Dalam Pelantikan Walikota, Sandiaga Uno: Hoax
Tribunnews/Wahyu Firmansyah
Laporan wartawan Tribunnews.com, Wahyu Firmansyah
TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Di media sosial sedang ramai memperbincangkan foto yang menunjukan munculnya sosok wanita menyeramkan di belakang barisan wali kota dan bupati.
Dalam foto terlihat sosok wanita berambut panjang hitam dengan wajah sedikit pucat.
Wanita menyeramlan tersebut tampak sadar dan melihat ke arah kamera.
Wanita menyeramkan itu muncul disisi kiri foto tepatnya dibelakang Bayu Megantara yang dilantik menjadi Wali Kota Jakarta Pusat.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menanggapi kemunculan sosok wanita menyeramkan tersebut.
Sandi mengatakan jika foto yang menyebar di media sosial merupakan foto rekayasa.
Foto yang beredar dengan sosok wanita menyeramkan pada saat pelantikan lima walikota dan satu bupati jajaran Pemprov DKI Jakarta, Kamis (5/7/2018) kemarin.
"Oh iya saya lihat itu belakangnya pak bayu ya ngeti banget ya ,itu hoax kayaknya deh photoshop hoax saya nyatakan itu hoax," ujar Sandi di Kota Tua, Jakarta Barat, Jumat (6/7/2018).
Sandi meyakini foto tersebut merupakan foto rekayasa.
Ia mengatakan sudah tinggal berbulan-bulan di Balai Kota tapi aman-aman saja.
Ia mengatakan memang ada makhluk halus tetapi ramah dengan dirinya.
"Makhluk halusnya noni belandanya sangat ramah sama saya," katanya.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Sandiaga Uno Pastikan Wanita Menyeramkan Dalam Foto Pelantikan Walikota Hoax, http://www.tribunnews.com/metropolitan/2018/07/06/sandiaga-uno-pastikan-wanita-menyeramkan-dalam-foto-pelantikan-walikota-hoax.


Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Foto Sosok Wanita Berambut Panjang Dalam Pelantikan Walikota, Sandiaga Uno: Hoax, http://jabar.tribunnews.com/2018/07/06/foto-sosok-wanita-berambut-panjang-dalam-pelantikan-walikota-sandiaga-uno-hoax.

Editor: Fidya Alifa Puspafirdausi

Sandiaga Uno Pastikan Wanita Menyeramkan Dalam Foto Pelantikan Walikota Hoax

Sandiaga Uno Pastikan Wanita Menyeramkan Dalam Foto Pelantikan Walikota Hoax
Tribunnews.com/ Wahyu Firmansyah
Pelantikan sejumlah wali kota dan bupati DKI Jakarta, Jumat (6/7/2018).
Laporan wartawan Tribunnews.com, Wahyu Firmansyah
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Di Media Sosial sedang ramai memperbincangkan foto yang menunjukan munculnya sosok wanita menyeramkan di belakang barisan wali kota dan bupati.
Dalam foto terlihat sosok wanita berambut panjang hitam dengan wajah sedikit pucat.
Wanita menyeramlan tersebut tampak sadar dan melihat ke arah kamera.

Wanita menyeramkan itu muncul disisi kiri foto tepatnya dibelakang Bayu Megantara yang dilantik menjadi Wali Kota Jakarta Pusat.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menanggapi kemunculan sosok wanita menyeramkan tersebut.
Sandi mengatakan jika foto yang menyebar di media sosial merupakan foto rekayasa.

"Oh iya saya lihat itu belakangnya pak bayu ya ngeti banget ya ,itu hoax kayaknya deh photoshop hoax saya nyatakan itu hoax," ujar Sandi di Kota Tua, Jakarta Barat, Jumat (6/7/2018).
Sandi meyakini foto tersebut merupakan foto rekayasa.
Ia mengatakan sudah tinggal berbulan-bulan di Balai Kota tapi aman-aman saja.

Ia mengatakan memang ada makhluk halus tetapi ramah dengan dirinya.
"Makhluk halusnya noni belandanya sangat ramah sama saya," katanya.


Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Sandiaga Uno Pastikan Wanita Menyeramkan Dalam Foto Pelantikan Walikota Hoax, http://www.tribunnews.com/metropolitan/2018/07/06/sandiaga-uno-pastikan-wanita-menyeramkan-dalam-foto-pelantikan-walikota-hoax.
Penulis: wahyu firmansyah
Editor: Adi Suhendi

Senin, 02 April 2018

Jadi Ketua Pemenangan Pilpres Gerindra, Ini yang Dilakukan Sandiaga Uno

Liputan6.com,
Liputan6.com, Jakarta - Ketua Tim Pemenangan Pemilihan Presiden 2019 Partai Gerindra, Sandiaga Uno, mengaku tengah menjaring aspirasi masyarakat untuk menetapkan bakal calon presiden dan wakilnya.
"Saya rasa paling penting sekarang adalah menyerap aspirasi masyarakat dulu. Kalau Gerindra jelas mengusung Pak Prabowo Subianto jadi presiden di 2019," kata Sandiaga Uno saat menghadiri deklarasi pemenangan pasangan Nur Suprianto-Adhy Firdaus di Pilkada Kota Bekasi, Minggu, 1 April 2018.

Sandiaga Uno mengaku tak mau terburu-buru mendeklarasikan Prabowo Subianto menjadi calon presiden RI periode 2019-2024.
Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra itu mengatakan, partainya kini fokus untuk menjaring aspirasi masyarakat sampai ke tingkat bawah.
"Sebab, apa yang diinginkan oleh partai dengan masyarakat belum tentu sepaham," kata Sandiaga seperti dilansir dari Antara.

Menyelasarkan aspirasi

Sandi mengatakan, pihaknya harus menyelaraskan keinginan masyarakat dengan tuntutan hidup saat ini di Indonesia.
"Kita harus menyinkronkan dulu, mengoneksikan apa yang diinginkan oleh warga, lalu kita baru lakukan konsolidasi," ujar dia.
Agenda kegiatan Sandiaga bersama Nur-Firdaus dilanjutkan dengan melakukan blusukan ke Pasar Jatiasih, Kota Bekasi untuk menyapa pedagang dan masyarakat.
Kehadiran mereka di pasar tradisional tersebut disambut antusias masyarakat di sana dengan berfoto bersama dan menjaring aspirasi dengan berdialog.

Selasa, 27 Maret 2018

Jadi Wagub, Sandiaga Mengaku Pendapatannya Turun Drastis

Tuesday, 10 Rajab 1439 / 27 March 2018
Rep: Sri Handayani/ Red: Teguh Firmansyah
Sandiaga Uno
Sandiaga UnoFoto: Republika/Prayogi
Sandiaga mengaku sudah mengikuti program tax amnesty.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno menyelesaikan laporan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Pajak Penghasilan (PPh) Orang Pribadi (OP) 2017 di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) LTO 4, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat. Ia membuat laporan secara daring melalui sistem e-filing.
"Hari ini Alhamdulillah sudah menyelesaikan e-filing di Kantor Wajib Pajak besar 4 dan ini insya Allah menjadi inspirasi dan motivasi bagi seluruh warga Jakarta untuk patuh membayar pajak tepat waktu," kata Sandiaga di Jakarta, Senin (26/3).
Sandiaga mengatakan, pendapatan yang dilaporkannya banyak berkurang dibandingkan tahun lalu. Hal ini terjadi karena pendapatannya sebagai pengusaha juga berkurang.
"Penurunan cukup dramatis karena penghasilan saya sebagai pengusaha jauh lebih banyak daripada sekarang ada di pemerintahan," kata dia.
Sandiaga mengaku sudah mengikuti program tax amnesty untuk kedua kalinya. Ia mengaku laporan tahun ini lebih cepat karena sudah seluruhnya berbasis elektronik. "Ini sudah zaman now, pelaporannya zaman now dengan e-filing," kata dia.

Rabu, 18 Oktober 2017

Bersepatu Kets, Sandiaga Uno Masih Cari Sepatu Pantofel yang Nyaman

Alsadad Rudi
Kompas.com - 18/10/2017, 09:28 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno berselfe dengan para guru-guru SDsaat datang ke SDN 07 Pagi Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (18/10/2017) pagi.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno berselfe dengan para guru-guru SDsaat datang ke SDN 07 Pagi Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (18/10/2017) pagi. (Kompas.com/Alsadad Rudi)
JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno terpantau masih tetap memakai sepatu kets pada hari keduanya menjalani agenda jabatannya, Rabu (18/10/2017) pagi.
Saat berkunjung ke SDN 07 Pagi Cawang, Sandi tampak mengenakan seragam untuk hari Rabu, yakni pakaian dinas harian (PDH) atasan putih dengan celana hitam.
Meski mengenakan seragam yang berbeda dari Selasa kemarin, Sandi tampak masih mengenakan sepatu yang sama, yakni sepatu kets hitam dengan alas putih.
Sepatu kets bermerk 910 edisi "Sandi Uno" ini merupakan sepatu yang memang selalu dikenakan Sandi jauh sebelum dilantik menjadi Wakil Gubernur.


Saat ditemui di sela-sela kegiatannya, Sandi mengaku sampai saat ini masih mencoba mencari sepatu jenis pantofel yang tetap enak digunakan untuk mobilitas di lapangan.
"Pantofel model yang bisa dipakai jalan saya masih cari karena mobilitas tinggi. Pagi-pagi saya lari jadi ya nanti disesuaikanlah," ujar dia.
Pada Selasa kemarin, Sandi mengenakan seragam jenis PDH dengan warna keseluruhan cokelat. Namun ia tak menggunakan ikat pinggang.
Dalam peraturan pakaian dinas harian (PDH) yang tercantum dalam Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 23 Tahun 2016 tentang Pakaian Dinas, salah satu pasalnya mengatur mengenai seragam warna cokelat.


Kelengkapan PDH warna cokelat terdiri dari ikat pinggang nilon warna hitam dengan kepala berbahan kuningan dengan lambang "Jaya Raya", kaos kaki warna hitam, dan sepatu warna hitam dengan model pantofel.
Saat ditanya, Sandi menilai pantofel agak sulit digunakan untuk berjalan dan melakukan mobilisasi. Itulah sebabnya dia memilih menggunakan sepatu kets. Aturan pemakaian PDH, lanjut Sandi, harus disesuaikan dengan perkembangan zaman.
"Kalau misalnya ini kan kita harus fleksibel? Kalau semuanya enggak bisa melihat perkembangan zaman, akan sulit kita bersaing," kata dia di Balai Kota, Selasa (17/10/2017).

Sabtu, 13 Mei 2017

Sandiaga: Pengusaha dan Penguasa Berbenturan di Politik

Muhammad Andika Putra Sabtu, 13/05/2017 05:33 WIB
Sandiaga: Pengusaha dan Penguasa Berbenturan di Politik Wakil gubernur DKI Jakarta terpilih Sandiaga Uno mengatakan, benturan kepentingan pengusaha dengan penguasa cukup besar dalam kehidupan politik. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil gubernur DKI Jakarta terpilih Sandiaga Uno mengatakan, benturan kepentingan pengusaha dengan penguasa cukup besar dalam kehidupan politik. Dia pun menyarankan kepada mahasiswa untuk tidak terjun ke dunia politik ketika memilih menjadi pengusaha.

Hal itu disampaikan Sandi di hadapan peserta seminar Days of Islamic Economics Revival bertajuk 'Ekonomi Syariah untuk Semua'. Acara yang dihadiri oleh sebagian besar mahasiswa Sekolah Tinggi Ekonomi Islam itu diselenggarakan di Masjid Andalusia, Sentul, Bogor.

"Ketika masuk politik, benturan pengusaha dan penguasa sangat besar. Penguasa dan pengusaha tidak bisa sama, karena benturan kepentingannya terlalu besar," kata Sandi saat memberikan penjelasan tentang dunia usaha di Bogor, Jum'at (12/5).
Sandi mengatakan kepada peserta seminar, cukup dirinya saja pengusaha yang beralih menjadi politikus. Setelah mendirikan PT Saratoga Investama bersama Edwin Soeryadjaya pada tahun 1998, ia mengundurkan diri pada April 2015 dan bergabung ke Partai Gerindra.

Menurutnya, pengusaha yang beralih menjadi politikus adalah pengusaha yang tak perlu lagi mengembangkan usahanya. Dia pun menyarankan, sebaiknya tidak menjadi politikus ketika usaha yang dimilikinya belum besar. Sandi juga melarang sejumlah temannya berpolitik, kecuali usahanya sudah benar-benar besar.

"Pak Jusuf Kalla selalu mengingatkan saya jangan mencampurkan politik dan dagang. Politik bagus, dagang bagus, tapi harus sendiri-sendiri. Karena nanti bisa jadi kita memperdagangkan politik dan mempolitikkan dagang, tidak boleh," kata Sandi.

Untuk diketahui, walau sudah mengundurkan diri Sandi masih memiliki saham di PT Saratoga Investama. Bahkan ia sempat menyebut 80 persen total kekayaannya berasal dari perusahaan tersebut. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) yang dirilis KPU DKI Jakarta, Sandiaga memiliki kekayaan senilai Rp3,86 triliun dan USD10,35 juta.

Selain itu, Sandi juga memiliki saham di PT Aetra Air Jakarta. Ia mengklaim akan mengundang aktivis anti-korupsi untuk memastikan ia bersih dari konflik kepentingan.

"Saya mengundang semua aktivis anti-korupsi untuk memelototi bagaimana proses pengambilan keputusan mengenai PT Aetra. Saya sendiri akan menarik diri dan tidak akan mempunyai andil khusus mengenai PT Aetra," kata Sandi. (pmg)

Minggu, 07 Mei 2017

Terobos "Busway", Ini Kata Sandiaga dan Polisi

Nibras Nada Nailufar Kompas.com - 05/05/2017, 21:39 WIB
Wakil Gubernur terpilih DKI Jakarta Sandiaga melewati jalur busway di Jalan Salemba Raya untuk sampai ke pesta rakyat merayakan kemenangan bersama relawan Posko Cicurug, Jumat (5/5/2017).(KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR)

JAKARTA, KOMPAS.com -
Wakil Gubernur terpilih DKI Jakarta Sandiaga Uno mengaku tidak menyadari rombongannya masuk jalur Transjakarta atau busway ketika akan menghadiri pesta kemenangan bersama relawan dan pendukungnya di Posko Cicurug, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (5/5/2017) sore.
"Hah? Tadi masuk jalur busway, enggak bisa ini, enggak boleh, aku enggak mau, tolong diingatkan," kata Sandiaga, seraya memberitahu stafnya.
Usai ditetapkan sebagai wakil gubernur terpilih di Kantor KPU DKI, Jalan Salemba Raya, Sandiaga mengaku ngantuk dan kemudian menikmati teh tarik di sebuah kafe di ruas jalan itu.

Dari sana, dia langsung naik ke mobil menuju ke Jalan Cicurug. Namun, arus lalu lintas yang padat di sore hari, ditambah dengan adanya proyek pembangunan underpass Salemba-Matraman menambah kemacetan, membuat perjalanan Sandiaga terhambat.
Padahal, dia sudah ditunggu di Posko Cicurug untuk menghadiri wawancara langsung dengan Kompas TV. Anggota brigade motor yang mengawalnya pun mengarahkan rombongan mobil Sandiaga untuk masuk ke jalur Transjakarta.
Petugas Transjakarta yang menjaga jalur di simpang Kramat Lontar itu membukakan palang dan membiarkan rombongan tiga mobil itu masuk.

Upaya sterilisasi busway yang digalakkan pada Juni 2016 oleh Pemprov DKI Jakarta dan Kepolisian menyatakan busway tidak boleh dilintasi oleh kendaraan selain bus Transjakarta, ambulans, pemadam kebakaran, dan kendaraan pejabat berpelat RI.
Kepala Satuan Patroli dan Pengawalan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Slamet Widodo menjelaskan bahwa keputusan masuk busway atau menerobos lampu merah, sifatnya situasional dan bisa dilakukan berdasarkan diskresi kepolisian di lapangan.
"Biarpun calon, beliau berhak mendapat pengawalan dan itu (masuk busway) situasional, dikoordinasikan dengan TMC," ucap Slamet.

Rabu, 23 September 2015

Prabowo: Sandiaga Uno Bisa Jadi Mengalahkan Ahok

Rabu, 23 September 2015 , 04:04:00
Sandiaga Uno. Foto: Dok. JPNN.com.
Sandiaga Uno. Foto: Dok. JPNN.com.
JAKARTA - Anggota DPRD DKI dari Fraksi Gerindra, Prabowo Soenirman yakin kader Gerindra yang diusung jadi calon gubernur (cagub) pada Pemilihan Gubernur DKI 2017 bisa menandingi Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Salah satu kader Gerindra yang disodorkan namanya untuk menjadi cagub adalah Sandiaga Uno yang kini menjabat Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra. 
"‎Seperti Sandiaga Uno, belum tentu kalah lho. Ganteng ya ganteng, kaya ya kaya. Enggak perlu korupsi lagi kan dia," kata Prabowo di Gedung DPRD DKI, Jakarta, Selasa (22/9).
Selain itu, Sandiaga juga sudah dikenal oleh masyarakat. "Ya dipoles sedikit aja sudah jadi," ‎ungkap Prabowo. 
Prabowo mengatakan, meskipun seorang pengusaha, ‎Sandiaga memahami masalah Jakarta. Ia yakin, Sandiaga tidak akan berorientasi pada bisnis.
"Oh enggak (orientasi bisnis). Kami memang mencari orang yang sudah kaya, kalau sudah kaya kan otomatis mereka enggak mencari bisnis-bisnis lagi," ujar ‎ Prabowo. (gil/jpnn)