Tampilkan postingan dengan label keharmonisan Jokowi-JK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label keharmonisan Jokowi-JK. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 Mei 2017

Sindiran PDIP dan kabar retaknya hubungan Jokowi-JK

Sabtu, 27 Mei 2017 03:32 Reporter : Randy Ferdi Firdaus, Raynaldo Ghiffari Lubabah
Jokowi dan JK. ©2014 merdeka.com/imam buhori
Merdeka.com - Retaknya hubungan Presiden Joko Widodo ( Jokowi) dan Wapres Jusuf Kalla semakin kentara saja. Terlebih, kabar 'panasnya' Istana Negara pasca pertarungan Pilgub DKI 2017 ini dikuatkan oleh sindiran PDIP kepada JK.

Awal mula isu Jokowi dan JK tak lagi akur ini semakin terungkap pasca keduanya beda pandangan soal Pilgub DKI. Jokowi diketahui kader PDIP dan dekat dengan sosok mantan Cagub DKI Basuki Tjahaja Purnama. Sementara JK, berada di balik penunjukkan Anies Baswedan sebagai cagub, melawan Ahok.

Isu gonjang ganjing 'rumah tangga' Istana ini semakin kelihatan saja ke publik. Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Perreira mengirim sinyal tersebut.

"Soal dukung mendukung di pilkada itu lebih karena kualitas politik orang per orang," kata Andreas saat dihubungi, Jumat (26/5).

Andreas menegaskan, Jokowi mampu membedakan ranah pemerintah dan politik. Dia tak mau bicara soal JK. Tetapi, dia menyinggung politisi negarawan dan politisi pragmatis.

"Dari peristiwa pilkada DKI, Jokowi telah memberikan contoh yang baik kepada rakyat. Dan rakyat pun bisa menilai mana politisi yang berkualifikasi negarawan, mana politisi pragmatis," kata anggota Komisi I DPR ini.

Ditegaskan soal adanya keretakan 'rumah tangga' Istana, Andreas enggan menjawab lugas. "Pemerintahan tetap kondusif. Presidennya tetap Pak Jokowi," kata Andreas.

JK sendiri telah membantah bahwa hubungannya sedang tak akur dengan Jokowi. Menurut JK, hubungannya dengan presiden baik-baik saja.

"Hubungan saya dengan presiden seperti yang sudah disampaikan oleh menteri-menteri itu baik baik saja. hari ini saja saya makan sama sama dua kali, rapat hanya ngomong berdua saja, 3 sampai 4 jam. menghadiri acara dua kali di Istana Bogor lagi," kata JK.

Soal kabar keretakan Istana Negara ini juga dibantah oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Pramono mengatakan, sampai saat ini hubungan Jokowi dan JK baik.

"Pada dasarnya hubungan presiden dengan wakil presiden sangat baik sekali, tidak ada apa-apa. Kalau kemudian katakanlah ada yang mempersepsikan, menurut saya salah sekali," ungkap Pramono di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (22/5).

Presiden dan Wapres, kata Pramono, adalah dwi tunggal atau pasangan yang erat dan kokoh dalam menjalankan roda pemerintahan. Keakraban keduanya tidak bisa dipecahkan oleh siapa pun.

"Tidak ada ruang bagi siapa pun untuk bisa memecah itu dan kami yakin dalam kepemimpinan Pak Jokowi dan Pak JK ini mudah-mudahan legacy ataupun sistem yang ditinggalkan itu menjadi sangat baik," sambungnya. [rnd]

Minggu, 21 Mei 2017

Luhut: Hubungan Jokowi dan JK Baik-baik Saja

Minggu 21 Mei 2017, 18:54 WIB

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Luhut: Hubungan Jokowi dan JK Baik-baik Saja Luhut Pandjaitan di Rapimnas Golkar (Foto: Gibran/detikcom)
Balikpapan - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengaku banyak mendapat pertanyaan soal hubungan Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla pascapilkada DKI. Apa jawabannya?

"Saya banyak ditanya, bagaimana hubungan Pak Jokowi dengan Pak JK? Baik baik saja, kok," ujar Luhut dalam sambutannya di acara Rapimnas Golkar. Acara tersebut berlangsung di Novotel, Balikpapan, Kalimantan Timur, Minggu (21/5/2017).
Menurut Luhut, Jokowi sosok yang pandai dalam berkomunikasi. Jokowi juga sosok yang tegas. "Pak Jokowi sebagai orang Jawa, dia pinter, dia pinter ngomong. Dan dia firm terhadap keputusan dia," ungkapnya.

Luhut lalu menyindir pihak-pihak yang sering menyudutkan Jokowi dengan isu agama. Menurutnya, agama adalah urusan manusia dengan Tuhan mereka.

"Kalau dibilang nggak Islam atau kurang Islam, saya kadang-kadang bingung juga. Kalau dia memang waktu salat, salat aja, nggak ditunjukin seperti paling taqwa. Orang bilang taqwa, di belakang dia maling juga. Paling parah lagi, dia taqwa bilang, barang jalan juga. Saya nggak bilang apa-apa loh," pungkasnya.
(gbr/imk)

Sabtu, 06 Mei 2017

Senyum Jokowi Terkait Peran JK Usung Anies di Pilkada DKI 2017





Liputan6.com, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta resmi menetapkan Anies Baswedan-Sandiaga Uno sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih periode 2017-2022. Sebelum penetapan, terungkap jika Wakil Presiden Jusuf Kalla ikut berperan dalam pencalonan Anies Baswedan di Pilkada DKI 2017.
Adalah Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan yang membuka cerita pertama kali ke publik. Presiden Joko Widodo atau Jokowi rupanya enggan mengomentari dinamika politik yang terjadi di Pilkad DKI 2017.
Usai membuka Halaqah Ekonomi Nasional Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) di Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (5/5/2017), Jokowi menjawab beberapa pertanyaan wartawan.
Misalnya saja, soal aksi 5 Mei, pertemuan dengan pimpinan KPK, dan hak angket untuk KPK yang digulirkan DPR. Tapi, sikap Jokowi mendadak berubah ketika ditanya terkait peran Jusuf Kalla pada Pilkada DKI 2017.
Jokowi yang mengenakan batik lengan panjang bernuansa hitam coklat itu hanya tersenyum lebar. Dia kemudian tertawa sampai pundaknya turun naik lalu meninggalkan awak media.
Sampai tiba di mobil Kepresidenan, tak ada satu patah kata pun yang keluar dari mulut Jokowi yang menjelaskan pandangannya soal peran Jusuf Kalla di Pilkada DKI Jakarta terkait pencalonan Anies Baswedan.
Pengakuan JK
Wakil Presiden Jusuf Kalla mengaku telah merekomendasikan Anies Baswedan sebagai calon Gubernur DKI Jakarta untuk diusung Gerindra dan PKS. Sebab menurut JK, Anies merupakan orang yang tepat memimpin Ibu Kota.
"Tentu saya juga mempunyai pandangan bagaimana negeri ini berjalan baik, aman, dan moderat. Apalagi tentang Anies. Orang yang sangat moderat, didampingi pengusaha, orang punya pengalaman, orang dekat Jokowi," ujar JK di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Kamis 4 Mei.
JK mengatakan, Anies adalah orang dekat Presiden Jokowi sejak menjadi juru bicara saat Jokowi mencalonkan diri sebagai presiden. "Sebelumnya dia jubirnya (Jokowi) selama enam bulan mendampingi. Tidak ada orang paling dekat dengan Pak Jokowi selain Anies selama kampanye. Tidak ada orang lain," ucap JK.
Selain itu, kata JK, Anies adalah orang yang bisa membawa kedamaian. "Karena itu orang paling tepat waktu itu. Agar negeri ini aman, maju. Hanya itu," kata JK.
Intervensi JK dalam penetapan Anies Baswedan sebagai calon Gubernur DKI Jakarta ini diungkapkan oleh Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan. Dia mengatakan, nama Anies awalnya tidak pernah disebut atau masuk radar parpol koalisi di luar pengusung calon petahana Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.
Namun saat hari terakhir, nama mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut akhirnya muncul atas rekomendasi JK. "Jam 12.00 malam sampai jam 01.00 pagi itu ada intervensinya Pak JK. Saya kan suka terus terang. Pak JK boleh enggak ngaku, saya dengar kok teleponnya," kata Zulkifli.