Tak Dilantik, BG Bongkar Kecurangan Kemenangan Jokowi?
OPINI | 04 February 2015 | 11:24
Budi Gunawan (ANTARA)
Budi Gunawan (BG) sengaja tidak bersuara selama Presiden Jokowi menggantung nasibnya antara tidak dilantik maupun tidak diminta mengundurkan diri.
Sebagai orang yang konon katanya terlibat dalam Pilpres 2014, Budi Gunawan tahu banyak cara-cara yang ditempuh untuk kemenengan Jokowi termasuk rekayasa dalam rekapitulasi suara.
Budi Gunawan yang orang dekat Megawati ini akan sakit hati saat Jokowi tidak akan melantik menjadi Kapolri.
Berdasarkan keterangan dari Ketua tim independen Buya Syafi’i Ma’rif, Jokowi tak akan melantik Budi Gunawan sebagai Kapolri.
Buya Syafi’i sengaja bersuara di media agar didengar Budi Gunawan, Megawati dan PDIP. Langkah ini biasa dilakukan Jokowi agar orang yang tidak dilantik bisa berfikir orang dan tidak sakit hati.
Di sisi lain, pihak PDIP juga menyiapkan serangan kepada KPK terutama Abraham Samad yang telah mempermalukan Budi Gunawan. Baca di sini
PDIP pun melakukan serangan ke Presiden Jokowi melalui Puan Maharani yang menyatakan Presiden Indonesia ketujuh masih menjadi petugas partai.
Puan mengatakan, Jokowi sampai sekarang petugas partai. Selain itu, ia mempersilahkan Jokowi dan pendukungnya membuat partai politik jika sudah tidak nyaman di PDIP.
PDIP akan secara politis akan mempermasalahkan Abraham Samad sebagai Ketua KPK yang pada Pilpres 2014 melakukan pertemuan dengan elit PDIP.
Belum lagi, Polisi sudah mendapat laporan pemalsuan dokumen yang dilakukan Abraham Samad.
Ada kemungkinan Samad akan segera menjadi tersangka karena sudah ada bukti dan beberapa kesaksian.
Kondisi politik akan semakin seru bila BG membongkar kecurangan Pilpres oleh Jokowi dan di sisi lain Polri menggembosi Komisioner KPK.
BG Punya Data Kecurangan Pilpres, Jokowi Terjungkal
intelijen - Komjen Budi Gunawan (BG) mempunyai data kecurangan yang dilakukan tim sukses maupun Jokowi sendiri di Pilpres 2014.“Dulu pernah saya ungkapkan Pilpres 2014 ada kecurangan. Datanya ada di BG, jika tak diangkat jadi Kapolri, BG akan mengungkap kecurangan Pilpres 2014,” kata pengamat intelijen, Umar Abduh kepada intelijen, Rabu (4/2).
Menurut Umar, data kecurangan yang dimiliki BG sangat valid karena kecurangan Pilpres 2014 dilakukan secara sistematis dan massif.
“Selama ini selalu diopinikan bahwa kemenangan Jokowi di Pilpres 2014 tanpa ada kecurangan karena rakyat berbondong-bondong dan didukung artis, padahal ada rekayasanya,” jelas Umar.
Umar mengingatkan, data kecurangan yang dimiliki BG ini akan berdampak pada Presiden Jokowi.
“Nantinya pihak DPR maupun LSM akan mempertanyakan legitimasi Jokowi menjadi presiden.
“DPR sudah mempertanyakan keabsahan Jokowi jadi presiden, bisa jatuh dia,” pungkas Umar.Red
KAMMI Desak Budi Gunawan Bongkar Kecurangan Pilpres
Republika Online - Wed, 11 Feb 2015 12:22
"Bila benar BG punya data kecurangan Jokowi pada Pilpres lalu, sudah sepatutnya BG membongkar skandal kecurangan tersebut," kata Andriyana dalam siaran persnya, Rabu (11/2).
BG, kata dia, harus mengungkap kasus ini dan tidak perlu takut dalam menyampaikan kebenaran, agar publik tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Ketua Bidang Kebijakan Publik PP KAMMI Romidi Karnawan menyampaikan, keberanian BG dalam mengungkap skandal kecurangan Pilpres akan mendapatkan dukungan dan apresiasi dari masyarakat luas. KAMMI juga mengimbau kepada DPR untuk tidak diam dalam menanggapi hal ini. DPR punya fungsi kontrol terhadap Presiden.
Source: Republika Online
BG Gagal Kapolri, Puan Maharani akan Bongkar Kecurangan Jokowi di Pilpres?
OPINI | 05 February 2015 | 11:44
Jokowi dan Puan Maharani (Tribunnews)
Permaianan bola panas yang dilakukan Jokowi terkait calon Kapolri Komjen Budi Gunawan (BG) menjadi pematik perseturuan Jokowi dengan Megawati Cs.
Megawati bersikeras Budi Gunawan untuk segera dilantik menjadi Kapolri walaupun statusnya tersangka, tetapi Jokowi masih menunda.
Kabar terakahir dalam pertemuan di Istana antara Mega Cs dengan Jokowi, Ketua Umum PDIP meminta agar mantan Gubernur DKI Jakarta menunggu hasil praperadilan. Tetapi dengan bahasa yang halus dan menyakinkan Jokowi mengatakan, tak perlu menunggu hasil praperadilan tetapi dicari pengganti calon Kapolri baru.
Pertemuan di Istana itu belum ada titik temu. Puan pun mulai menyerang Jokowi dengan mengatakan, Jokowi masih sebagai petugas partai. Baca di sini
Pernyataan Puan itu mengindikasikan bahwa Jokowi harus tunduk dan patuh kepada keputusan PDIP yang meminta melantik Budi Gunawan.
Selain itu, Puan dengan tegas mengatakan, mempersilahkan Jokowi untuk mendirikan partai karena setiap warga negara bebas untuk berdemokrasi termasuk mendirikan partai.
Bukan hanya itu, kabarnya Megawati sedang menjalankan politik bumi hangus karena kekesalannya terhadap Jokowi.
Kecurangan Pilpres 2014 yang kabarnya dipegang Budi Gunawan akan dibuka. Puan pun didikabarkan akan membuka kecurangan yang dilakukan Jokowi.
Pertarungan antara Jokowi melawan kubu Megawati sangat menarik untuk dicermati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar