Tampilkan postingan dengan label Khofifah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Khofifah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Februari 2018

Ini Bocoran Program Khofifah untuk Jawa Timur

Dian Kurniawan,
Liputan6.com, Surabaya - Bakal Calon Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa, menyiapkan sembilan program khusus untuk memenangkan pertarungan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jatim.
Hal tersebut disampaikan Khofifah saat melakukan silaturrahim ke Ketua Demokrat Jatim, Soekarwo atau Pakde Karwo, beserta sejumlah kader di kantor DPD Demokrat Jatim di Surabaya, Jawa Timur.

Menurut Khofifah, nama program khusus yang telah dirumuskan bila nanti ditakdirkan menjadi Gubernur Jatim ialah Nawa Bhakti Satya. Program ini mirip dengan program Presiden Joko Widodo, yakni Nawa Cita.
"Boleh saya bocorkan, Pakde. Programnya namanya Nawa Bhakti Satya," tutur Khofifah, Selasa (30/1/2018).
Khofifah menjelaskan, Nawa Bhakti Satya, adalah sembilan program khusus yang dirumuskan untuk Jawa Timur yang lebih sejahtera dan mulia.
"Mendedikasikan seluruh energi positif kita untuk Jawa Timur supaya lebih mulia," kata Khofifah.
Ada sembilan area strategis dalam rumusan Nawa Bhakti Satya yang akan dikerjakan secara bersama-sama nantinya.
"Membangun partnership, itu sesuai dengan tagline kita Kerja Bersama, tentu partnership menuju kemuliaan, mulia di mata masyarakat, mulia di mata bangsa-bangsa lain, dan mulia di hadapan Allah," ujar Khofifah.

Pujian Pakde Karwo

Sementara itu, Pakde Karwo memuji mantan Menteri Sosial itu. "Bu Khofifah ini, saya tahu, orangnya pintar, lebih pintar dari saya, beliau bisa lebih detil soal bagaimana membenahi Jawa Timur," kata Pakde Karwo.
Ia juga menitipkan Pulau Madura yang saat ini tengah melakukan penataan ekonomi, termasuk di bidang pendidikan. "Karena saat ini masyarakat di sana sedang dalam proses pembangunan," ujar Pakde Karwo.

Sabtu, 25 November 2017

Maju Pilgub Jatim, Khofifah Tak Harus Mundur dari Jabatan Mensos

Estu Suryowati
Kompas.com - 24/11/2017, 15:42 WIB
Bakal pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa (kiri) dan Emil Dardak (kanan). Keduanya memastikan diri akan ikut pada pemilihan gubernur Jatim 2018. Jakarta, Rabu (22/11/2017).
Bakal pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa (kiri) dan Emil Dardak (kanan). Keduanya memastikan diri akan ikut pada pemilihan gubernur Jatim 2018. Jakarta, Rabu (22/11/2017). (KOMPAS.com/ MOH NADLIR)
YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa bertekad maju di pemilihan gubernur (Pilgub) Jawa Timur, dengan pasangannya yaitu Bupati Trenggalek, Emil Dardak.
Berdasarkan peraturan perundang-undangan, menteri yang hendak maju mencalonkan diri sebagai calon gubernur ternyata tidak diharuskan untuk mengundurkan diri.
Sampai saat ini pun tidak ada aturan dalam bentuk undang-undang dalam penyelenggaraan pemilu maupun Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) yang mengatur tentang pengunduran diri seorang menteri yang maju Pilgub.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Hasyim Asyari, di KPU RI Pusat, Jakarta, Senin (20/11/2017). KPU kembali memproses pendaftaran sembilan parpol paska putusan Bawaslu RI.
Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Hasyim Asyari, di KPU RI Pusat, Jakarta, Senin (20/11/2017). KPU kembali memproses pendaftaran sembilan parpol paska putusan Bawaslu RI.(KOMPAS.com/ESTU SURYOWATI)
"Enggak harus mundur," kata Komisioner KPU Hasyim Asy'ari di sela-sela Media Gathering KPU RI, di Yogyakarta, Jumat (24/11/2017).

Hasyim mengatakan, yang diharuskan mundur jika mau maju mencalonkan diri dalam Pilgub/Pilkada yaitu anggota DPR/DPRD/DPD, PNS/TNI/Polri, dan Kepala Desa/lurah/sebutan lain.
"Menteri, enggak ada (aturan harus mundur)," ucap Hasyim.
Ketentuan yang disebut Hasyim itu diatur pada pasal 7 ayat (2) Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota (UU Pilkada).
Pasal 7 ayat (2) memuat persyaratan yang harus dipenuhi setiap warga negara yang hendak mencalonkan diri dan dicalonkan sebagai calon gubernur/wakilnya, bupati/wakilnya, dan walikota/wakilnya.


Hasyim menambahkan, menteri yang maju Pilgub harus melewati prosedur pendaftaran sesuai tahapannya sama seperti bakal calon lainnya.
Sebagai informasi, Khofifah Indar Parawansa resmi menggandeng Emil Elistyanto Dardak untuk maju Pilkada Jatim 2018. Dua partai politik telah secara resmi menyatakan dukungannya untuk pemenangan Khofifah-Emil yaitu Partai Demokrat dan Golkar.
Sedangkan tiga partai politik lainnya, yakni Partai Nasdem, PPP, dan Partai Hanura belum secara resmi menyatakan dukungannya usai Khofifah menggandeng Emil sebagai pasangannya.
Khofifah dipastikan akan maju di Pilkada Jawa Timur 2018.(Kompas TV)

PenulisEstu Suryowati
EditorSabrina Asril

Kamis, 19 Oktober 2017

Khofifah Janji Segera Umumkan Pendampingnya di Pilgub Jatim 2018


Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Liputan6.com, Jakarta - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mantap maju Pilkada Jawa Timur 2018. Dia mengaku tengah berkoordinasi dengan partai politik pendukungnya. Termasuk terkait bakal calon pendampingnya.
"Entar deh, koordinasi saya sedang berjalan. Kalau semua sudah kelar, Insya Allah saya kabari, as soon as possible (secepatnya)," kata Khofifah di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (18/10/2017).

Hingga kini, Ketua PP Muslimat NU itu telah mengantongi dukungan dari Partai Nasdem, Hanura, dan Golkar. Meski belum terbuka menyatakan dukungannya, Partai Demokrat juga sudah memberikan isyarat dukungan kepada Khofifah sebagai bakal calon gubernur di Pilkada Jawa Timur 2019.
Khofifah sendiri tengah berkonsolidasi untuk menggalang dukungan. Dia mengadakan pertemuan dengan para kiai se-Jawa Timur di Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang. Pertemuan itu untuk membahas pencalonannya sebagai peserta Pilgub Jatim.
"Ini tadi pertemuan para kiai dengan Ibu Khofifah tertutup. Membahas Pilkada Jatim ke depan," kata Asnawi, salah seorang pengurus Pondok Pesanten Tebuireng, Kabupaten Jombang, Minggu 15 Oktober 2017.

Selasa, 03 Oktober 2017

Khofifah Tiba-tiba Maju Pilgub Jatim Lewat Partai Demokrat

Khofifah Tiba-tiba Maju Pilgub Jatim Lewat Partai Demokrat
Istimewa
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, saat menghadiri Haflah Akhirus Sanah yang digelar Yayasan pendidikan Ma’arif NU Hidauatus Salam, di Desa Lowayu, Kecamatan Dukun, Gresik, Kamis (6/7/2017). 
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Adeng Septi Irawan
TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Pertarungan Pilgub Jatim 2018 makin menarik dan penuh kejutan setelah Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa maju mendaftarkan diri sebagai bakal calon gubernur (Bacagub) lewat Partai Demokrat Jatim.
Pendaftaran Khofifah dilakukan di Kantor DPD Partai Demokrat Jatim, di Jalan Kertajaya, Surabaya, Sabtu (30/9/2017) malam.
Ketua Umum PP Muslimat NU ini akhirnya secara tak terduga mendaftar lewat Demokrat, setelah partai yang dipimpin Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini memperpanjang waktu pendaftaran.
Ketua Desk Pilkada DPD Partai Demokrat Jatim, Renville Antonio mengatakan, Khofifah melakukan pendaftaran sebagai Bacagub di hari terakhir waktu pendaftaran dibuka alias di injury time.
"Iya, Bu Khofifah mendaftar (ke Partai Demokrat) sebagai bakal calon gubernur Jatim. Tadi malam daftarnya," ungkap Renville Antonio saat dikonfirmasi Tribunjatim.com, Minggu (1/10/2017).

Menurut Renville, saat Khofifah mendaftar, dirinya sendiri yang menerima berkas pendaftarannya.
Selain itu, sejumlah pengurus lainnya juga ikut mendampingi Renville, yang juga Sekretaris DPD Partai Demokrat Jatim ini.
"Tapi yang datang, bukan Bu Khofifah sendiri. Beliau mengutus dua orang untuk mengambil formulir dan mendaftarkan Bu Khofifah sebagai calon Gubernur Jatim,” tegas Renville.

Senin, 21 Agustus 2017

Terkait Daftar Pilkada Jatim, Khofifah Minta Semua Pihak Bersabar

Kontributor Gresik, Hamzah Arfah,Kompas.com - 20/08/2017, 18:33 WIB
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa (Kompas.com/Kurnia Sari Aziza)
LAMONGAN, KOMPAS.com – Meski dikabarkan bakal maju menjadi salah satu kandidat calon gubernur Jawa Timur 2018, namun hingga saat ini belum ada kepastian dari Khofifah Indar Parawansa mendaftarkan diri.
Partai politik mana yang bakal mendukung Khofifah dalam Pilkada Jatim 2018 pun sampai saat ini belum jelas.
“Saya sampaikan Insya Allah, dan kalau memang dipastikan maju sudah lebih dari cukup,” kata Khofifah dalam acara silaturahim dengan para mantan teroris yang tergabung dalam Yayasan Lingkar Perdamaian di Lamongan, Minggu (20/8/2017).
Mengenai kepastian Partai Golongan Karya (Golkar) yang meliriknya, dia pun belum dapat memberi kepastian.


"Nantilah, sabar dulu. Insya Allah pada saatnya nanti teman-teman akan tahu dengan sendirinya," kata dia.
Khofifah mengatakan, dirinya sedang dalam tahap menyamakan ‘frekuensi’ setelah proses ‘check sound’ selesai dilakukan. Setelah itu, langkah yang diambil adalah keputusan bakal meneruskan mencalonkan diri atau tidak.
"Setelah frekuensinya sama, nantilah teman-teman (akan tahu). Terima kasih," ujar Khofifah.
Pada dua periode Pilkada Jatim sebelumnya, Khofifah mendaftarkan diri pada akhir-akhir masa penyelenggaraan.


Berdasarkan hasil survei yang diselenggarakan Survey Center (SSC) pada bulan lalu, popularitas Khofifah sempat mengalahkan perolehan angka Saifullah Yusuf (Gus Ipul), yang notabene sudah mendeklarasikan maju dalam Pilkada Jatim 2018.
Pada survei itu, elektabilitas Khofifah mencapai 90 persen, diikuti Gus Ipul 84,60 persen, dan Tri Rismaharini dengan 79,8 persen. Survei itu digelar pada Juni 2017 di 38 kabupaten dan kota, dengan 800 responden calon pemilih.

Kamis, 03 Agustus 2017

Fadli Zon: Khofifah Salah Satu Cagub yang Direkomendasi DPD Jatim

Nabilla Tashandra
Kompas.com - 02/08/2017, 12:25 WIB
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa(KOMPAS.com/ACHMAD FAIZAL)
JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Gerindra masih melakukan seleksi calon yang akan didukung pada Pilkada Jawa Timur 2018.
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menuturkan, sosok Menteri Sosial Khofifah Indar Prawansa menjadi salah satu kandidat kuat.
"Itu salah satu calon yang saya kira direkomendasikan oleh DPD Gerindra Jawa Timur," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/8/2017).
Menurut dia, Pilkada 2018 masih sangat panjang. Masih cukup waktu untuk mematangkan bakal calon.
"Jadi terlalu jauh juga untuk mengambil ancang-ancang untuk pilkada yang masih setahun," tuturnya.
(baca: Soal Pilkada Jatim, Khofifah Sudah Selesai Check Sound)
Fadli menambahkan, Jatim bersama dengan Jawa Barat dan Jawa Tengah menjadi tiga daerah yang dinilai menjadi lumbung suara bagi Gerindra.
Meskipun partai yang diketuai Prabowo Subianto itu juga tetap fokus pada daerah-daerah lainnya.
(baca: Cak Imin: Saya Optimistis Khofifah Tidak Jadi Nyalon Gubernur Jatim)
Kerja keras, kata Fadli, akan dilakukan di semua provinsi. Namun, pada daerah basis Gerindra akan dilakukan kerja yang lebih keras lagi.
"Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur juga cukup banyak yang didukung Gerindra di beberapa daerah kabupaten," ucap Wakil Ketua DPR RI itu.
Beberapa waktu lalu, Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Jatim, Saifudin Asmoro, menjelaskan, hasil rapat terakhir masih disepakati agar kader Partai Gerindra maju di Pilkada Jatim.
"Partai Gerindra sampai saat ini masih dinamis, belum resmi mendukung cagub," katanya, Jumat (7/7/2017).

(baca: Khofifah: Saya Tidak Tahu Apa yang Membuat Cak Imin Khawatir)
Namun, komunikasi intensif terus dilakukan dengan para calon gubernur, termasuk dengan sejumlah partai parlemen untuk membahas kemungkinan menjalin koalisi.
Dia mengakui, sejumlah pengurus partai yang memiliki konstituen sudah mulai menjaring aspirasi dari bawah tentang siapa figur cagub atau cawagub Jatim.
"Seperti konstituen saya menginginkan Saifullah Yusuf yang diusung Partai Gerindra. Tapi masih terus dikomuikasikan," jelasnya.
PenulisNabilla Tashandra
EditorSandro Gatra

Senin, 24 Juli 2017

Soal Pilkada Jatim, Khofifah Sudah Selesai 'Check Sound'

Kontributor Ungaran, Syahrul Munir Kompas.com - 22/07/2017, 11:22 WIB
Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa menghadiri kegiatan Penyaluran Bantuan Sosial Non Tunai Program Keluarga Harapan (PKH) di Halaman Kantor Kecamatan Banyubiru Kabupaten Semarang, Jumat (21/7/2017) sekitar pukul 17.00 wib
Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa menghadiri kegiatan Penyaluran Bantuan Sosial Non Tunai Program Keluarga Harapan (PKH) di Halaman Kantor Kecamatan Banyubiru Kabupaten Semarang, Jumat (21/7/2017) sekitar pukul 17.00 wib(Kompas.com/ Syahrul Munir)
AMBARAWA, KOMPAS.com - Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa menghadiri kegiatan Penyaluran Bantuan Sosial Non Tunai Program Keluarga Harapan (PKH) di Halaman Kantor Kecamatan Banyubiru Kabupaten Semarang, Jumat (21/7/2017) petang.
Kendati molor tiga jam dari jadwal, kehadiran Khofifah tetap dielu-elukan oleh para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang sebagian besar adalah ibu-ibu.
Usai melihat secara langsung proses pencairan bansos PKH nontunai, tiba giliran para wartawan untuk wawancara.
Awalnya, para pewarta menanyakan tentang evaluasi dan perkembangan program PKH.
Namun saat ditanya soal pencalonannnya sebagai Gubernur Jawa Timur, Khofifah spontan mengucap Istighfar.
"Astaghfirullahal 'adziimm..," kata Khofifah sembari tersenyum.

Dalam berbagai kesempatan, Khofifah selalu menggunakan istilah check sound untuk menjawab sejauh mana kesiapannya menghadapi Pilkada Jawa Timur 2018.
Chek sound ini maksudnya upaya menyerap aspirasi sebelum mendeklarasikan pencalonan.
Namun, dalam kesempatan itu, Khofifah menyebut bahwa proses check sound sudah selasai.

"Insya Allah check sound sudah selesai, sekarang tinggal menyamakan frekuensi. Kalau sudah frekuensi sama, itu sirkuitnya langsung running well gitu," ucapnya.
Ditanya apakah hasil check sound tersebut dirinya akan maju Pilkada Jatim atau tetap menjabat Mensos, Khofifah enggan membeberkannya.
"Wis tho, ya begitu. Ya nantilah...," kilahnya.

Begitu juga saat dimintai tanggapannya tentang hasil survei elektabilitas The Initiative Institute pada Juni 2017. Hasil survei, elektabilitas Khofifah menempel ketat Saifullah Yusuf (Gus Ipul)
"Yang melakukan survei kan tetap punya hak untuk melakukan itu dan saya juga mengikuti. Sampai tahapan itu sih, belum ada update baru," tuntasnya.

Selasa, 18 Juli 2017

Kemungkinan Maju Pilgub Jatim, Khofifah Bilang "Masih Tunggu Waktu"

Fachri Fachrudin
Kompas.com - 16/07/2017, 15:20 WIB
Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa di sela acara halal Bihalal PP Muslimat NU sekaligus peringatan Hari Anak Nasional di Gedung Konvensi, Taman Makan Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (16/7/2017).
Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa di sela acara halal Bihalal PP Muslimat NU sekaligus peringatan Hari Anak Nasional di Gedung Konvensi, Taman Makan Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (16/7/2017).(Fachri Fachrudin)
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa belum memastikan diri menjadi calon gubernur Jawa Timur pada 2018. Meski demikian, sejumlah survei menyebut bahwa popularitas Khofifah terus meningkat.
Khofifah mengaku, saat ini masih ingin fokus menjalankan tugas sebagai Menteri Sosial.
"Saya akan memaksimalkan tugas saya di Kementerian Sosial," kata Khofifah di sela acara halal Bihalal PP Muslimat NU sekaligus peringatan Hari Anak Nasional di Gedung Konvensi, Taman Makan Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (16/7/2017).
Namun, jika ada kesempatan, ia tak memungkiri akan maju dalam Pilkada Jawa Timur.
"Kalau misalnya Allah memberikan arah yang lain pada proses pelayanan dan pengabdian yang saya lakukan. Ya nanti kita tunggu waktu," kata dia.
Khofifah mengaku sudah menjalin komunikasi dengan sejumlah pimpinan partai politik.

"Dengan pak Surya paloh (Nasdem) saya berkomunikasi, Setya Novanto (Golkar), Zulkifli Hasan (PAN) saya berkomunikasi, Dengan teman-teman PDI-P beberapa di antaranya, Bu puan beberapa kali tanya ke saya, dari Hanura pak Oso (Oesman Sapta Oedang) saya berkomunikasi, mas Romy (PPP Romahurmuzy), ya mereka sebagian besar kan saya berkawan cukup lama," kata Khofifah.
Sejumlah survei mencatat peningkatan popularitas Khofifaf untuk Pilkada Jawa Timur 2018. Survey Center (SSC) bahkan mencatat, popularitas khofifah menyentuh angka 90 persen.
Perolehan angka itu mengalahkan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) yang notabene sudah lama mendeklarasikan maju Pilkada Jatim. Popularitas wagub Jatim itu hanya 84,60 persen, disusul Tri Rismaharini dengan 79,8 persen.

Di peringkat keempat ada artis yang juga politisi PAN asal Jember, Anang Hermansyah dengan 67,3 persen.
"Popularitas banyak didorong oleh publisitas media, tidak jarang Anang Hermansyah ada di peringkat keempat," kata Direktur SSC, Mochtar W Oetomo kepada wartawan, Rabu (12/7/2017).
Dalam hasil survei yang digelar Juni di 38 kabupaten dan kota dengan 800 responden calon pemilih itu, Risma memimpin perolehan survei figur paling disukai atau akseptabilitas dengan perolehan 75,8 persen dukungan.
Sementara Gus Ipul mendapat 75,5 persen dukungan, disusul Khofifah dengan 67,9 persen dukungan. Adapun dalam hal elektabilitas atau keterpilihan, Gus Ipul tertinggi dengan 26,6 persen, Risma 24,1 persen, dan Khofifah 16,8 persen.
Gus Ipul pun unggul atas Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa.(Kompas TV)
PenulisFachri Fachrudin
EditorSabrina Asril

Minggu, 09 Juli 2017

"Ibu Khofifah Jangan Lepas Jabatan Menteri untuk Pilkada Jatim"


Kontributor Gresik, Hamzah Arfah
Kompas.com - 06/07/2017, 20:05 WIB
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawangsa saat berkunjung ke Yayasan Hidayatus Salam di Desa Lowayu, Kecamatan Dukun, Gresik.(KOMPAS.com/Hamzah)
GRESIK, KOMPAS.com – Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa masih enggan menanggapi kemungkinan dirinya diusung Partai Gerindra dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Timur (Jatim) 2018.
Sebelumnya beredar kabar Khofifah bakal diusung Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sosial (PKS).
“Nanti.. Nanti.. Jangan saat ini ya, mohon maaf,” ujar Khofifah sambil bergegas masuk ke dalam mobil, selepas acara kunjungan ke Yayasan Hidayatus Salam di Desa Lowayu, Kecamatan Dukun, Gresik, Jawa Timur, Kamis (6/7/2017).
Sementara itu, KH. Marzuki Mustamar, Wakil Rais Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim mengatakan, Khofifah sebaiknya lebih jeli dan hati-hati sebelum memutuskan niatnya untuk mengikuti Pilkada Jatim 2018.


Sebab, sambung Marzuki, baik Khofifah maupun Saifullah Yusuf (Gus Ipul) yang sudah menyatakan niatnya maju dalam pemilihan calon Gubernur Jatim mendatang, sama-sama kader NU.
“Alangkah baiknya, Ibu Khofifah berpikir dengan matang dan melihat dengan jeli akan situasi yang ada. Saya berharap, jangan sampai melepas jabatan Menteri Sosial untuk mengikuti Pilkada Jatim, yang nanti hasilnya tidak sesuai harapan,” saran KH Marzuki Mustamar.
“Begitu pun dengan para tim suksesnya, supaya melihat dulu seberapa besar dukungan buat Ibu Khofifah, dari beberapa survei yang ada maupun pantauan langsung di lapangan. Karena bagaimanapun, baik Ibu Khofifah maupun Gus Ipul sama-sama dari NU,” tambahnya.

PKB Kapok Usung Khofifah di Pilgub Jatim

Achmad Zulfikar Fazli    •    Sabtu, 08 Jul 2017 15:03 WIBPKB Kapok Usung Khofifah di Pilgub Jatim

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa. Foto: Antara/Puspa Perwitasari
Metrotvnews.com, Jakarta: Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tak akan lagi mengusung Khofifah Indar Parawansa di pemilihan gubernur (pilgub) Jawa Timur pada 2018. Partai besutan Muhaimin Iskandar itu kapok karena kalah terus saat mengusung Khofifah.

"Sudah saatnya ganti kader lain. Sama-sama NU (Nahdlatul Ulama) sudah cukup," kata Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar di kediamannya, Jalan Warung Sila, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu 8 Juli 2017.
Khofifah pernah dua kali maju dalam pilgub Jatim sebagai gubernur. Hasilnya gagal. Terakhir, Khofifah kalah dari pasangan Soekarwo dan Saifullah Yusuf pada pilgub 2013.

Muhaimin mengatakan PKB telah mencari kader lain yang berasal dari kalangan NU untuk diusung menjadi cagub Jatim. Pilihan itu jatuh kepada Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf.

"Pilgub Jatim posisi sudah final. Kita (PKB) dukung Saefullah Yusuf," kata dia.

Pria yang disapa Cak Imin ini mengatakan PKB akan mengajak sejumlah partai politik untuk bergabung mengusung Saifullah Yusuf. "PKB siap memberikan posisi wakil gubernur kepada partai lain."