Tampilkan postingan dengan label Moreno Suprapto Jatim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Moreno Suprapto Jatim. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 Desember 2017

Moreno Soeprapto

Hasil gambar untuk moreno suprapto

Pembalap mobil
Moreno Soeprapto adalah pembalap mobil nasional Indonesia berdarah Jawa-Minang. Ia adalah adik kandung dari pembalap Ananda Mikola dan anak dari pembalap mobil Tinton Soeprapto dan Dewi Anggraini. Wikipedia
Lahir: 14 November 1982 (35 tahun), Jakarta
Partai politik: Partai Gerakan Indonesia Raya

Foto resmi sebagai Anggota DPR Fraksi Gerindra
Komisi III DPR 
Petahana
Mulai menjabat Desember 2016

Komisi X DPR Mulai menjabat 2014
Komisaris PT. Momax EnergiMasa jabatan
2013 – 2015
Informasi pribadi
Lahir14 November 1982 (umur 35)
Bendera Indonesia Jakarta
KebangsaanBendera Indonesia Indonesia
Partai politikLogo Gerindra.svg Partai Gerakan Indonesia Raya
Suami/istriNoorani Sukardi
RelasiAnanda Mikola (kakak)
Alma materUniversitas Paramadina
ProfesiPolitikus
Pembalap
AgamaIslam
Moreno Soeprapto (lahir di Jakarta, 14 November 1982; umur 35 tahun) adalah pembalap mobil nasional Indonesia berdarah Jawa-Minang. Ia adalah adik kandung dari pembalap Ananda Mikola dan anak dari pembalap mobil Tinton Soeprapto dan Dewi Anggraini. Ia juga memiliki garis keturunan dari Bupati Malang III, Raden Tumenggung Ario Notodiningrat, (1884 - 1894).

Pengalaman Organisasi

Moreno aktif di organisasi Pemuda Pancasila sebagai Wakil Ketua Pengurus Pusat Satuan Pelajar Mahasiswa (SAPMA) dan anggota Duta Taruna Siaga Bencana (TAGANA).

Karier

Karier Bisnis

Beberapa posisi bisnis yang dipegang antara lain Direktur Utama PT Momax Energi, Direktur PT SSU Sirkuit, Direktur Utama PT AMM, dan Direktur PT HSS. Pada 2014-2019.

Karier Politik

Pada 2014, ia mencalonkan diri sebagai calon anggota DPR dari Partai Gerindra. Ia maju sebagai calon legislatif DPR daerah pemilihan Jawa Timur V, ia pun lolos ke Senayan dan menjadi anggota DPR periode 2014 - 2019 dengan perolehan suara 52.921 suara, dengan rincian :
Ia berjanji untuk berjuang untuk memajukan kesejahteraan atlet dan pelatih. Selain itu, ia juga ingin Indonesia mendapatkan peringkat lima besar di Asian Games.

Karier Atlet

Moreno memang sempat mengikuti jejak sang ayah, Tinton Soeprapto, sang CEO Sentul International Circuit (SIC), menjadi seorang pembalap mobil. Sederet prestasi dalam ajang balap mobil nasional maupun internasional sudah pernah disabet Moreno. Di antaranya menjadi juara 3 dalam Asian Formula 3 Championship tahun 2004 dan juara 1 dalam Formula BMW Asia di Shanghai tahun 2004.

Prestasi

  • 1994 Lippo City Kart Race - Juara
  • 1994 Karting Rising Star Tanada Series - Juara 2
  • 1994 Karting Rising Star Sentul - Juara
  • 1994 Karting Rising Star Tonsco Series - Juara 2
  • 1994 Karting Rising Star Series - Juara 3
  • 1995 Karting Rising Star Indonesia Series - Finish 2 dan 3
  • 1997 National Formula Asia Championship - Juara 3 Umum
  • 1997 Timor One Make Race - Juara
  • 1997 National Karting Championship Sentul - Juara 2
  • 1998 National Karting Intercon A Championship - Juara 2 Umum
  • 1998 National Formula Asia Championship - Juara 3 Umum
  • 1999 National Formula Asia Championship - Juara 3 Umum
  • 2000 National Formula Asia Championship - Juara 1 Umum
  • 2001 Italian Formula Renault Winter Series
  • 2002 Rotax Max CIK-FIA Asian Zone Open Championship - Juara 3 Umum
  • 2002 National Karting Rotax Max 125 CC Championship
  • 2003 European Karting Open Winter Series
  • 2003 Rotax Max CIK-FIA Asian Zone Open Championship - Juara 3 Umum
  • 2003 National Karting Rotax Max 125 CC Championship - Juara 4 Umum
  • 2003 Indonesian Touring Car Championship - Juara 4 Umum
  • 2004 Asian Formula 3 Championship, Juara 3 - Kelas Promosi
  • 2004 Formula BMW Asia, 1 Kali Menang , 1 Kali Finish ke 3, 1 Kali Start Terdepan
  • 2008 Speedcar Serie












Gerindra Punya Syarat Sebelum Calonkan Moreno di Pilkada Jatim

Reporter:Dewi Nurita
Editor:Jobpie Sugiharto
Rabu, 27 Desember 2017 02:00 WIBGerindra Punya Syarat Sebelum Calonkan Moreno di Pilkada Jatim
Moreno Soeprapto dan istrinya Noorani Sukardi. Tabloidbintang
TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan Moreno Soeprapto telah menerima pinangan untuk maju di Pemilihan Gubernur Jawa Timur (Pilgub Jatim) 2018. Namun, tak serta merta Gerindra mengumumkan secara resmi menjagokan pebalap tersebut.
“Saya sudah berkomunikasi dengan Moreno dan dia menyatakan sudah siap,” kata Dasco saat dihubungi Tempo pada Selasa, 26 Desember 2017
Menurut Dasco, Gerindra akan berkoalisi dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN) dalam Pilkada Jatim 2018. Ketiganya sepakat akan mengumumkan calon gubernur dan wakil gubernur pada awal Januari 2018. Maka partai buatan Prabowo Subianto itu akan membahas pencalonan putra mantan pebalap Tinton Soeprapto itu dengan PKS dan PAN.

Banyak pihak meragukan kemampuan politik atlet balap Moreno. Namun, Gerindra tidak ragu sedikit pun. "Moreno itu kelasnya bukan hanya nasional, tapi internasional. Dia juga seorang petarung politik yang punya wawasan luas," kata Dasco.
Dasco menuturkan, Moreno bisa merebut suara pemilih milineal, termasuk santri-santri muda di Jawa Timur. Pertimbangan politik lain, ketika pertama kali maju dalam Pemilihan Legislatif 2014 dari Gerindra, Moreno lolos sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat 2014-2019 dengan suara 52 ribu.
"Kakeknya (Moreno) juga pernah memimpin Malang," ujarnya.
Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago menilai, Gerindra tidak tepat mengusung Moreno karena tak sepadan dengan lawan dalam Pilkada Jatim 2018, yakni Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak serta Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Abdullah Azwar Anas.
Segmen pemilih Jawa Timur, menurut Pangi, adalah nasionalis-religius. "Jadi Khofifah dan Gus Ipul yang sama-sama dari NU ini saja akan bertarung sengit."
Pangi memprediksi Khofifah-Emil dan Gus Ipul-Anas yang akan head-to-head karena waktu menuju Pilkada Jatim 2018 mepet. Tak cukup waktu bagi Moreno untuk meningkatkan elektabilitasnya.
"Tapi tampilnya Moreno bagus untuk proses demokrasi, akan semakin berwarna dan kompetitif (dalam Pilkada Jatim 2018)," tutur Pangi.

Pilkada Jatim, Gerindra-PAN Masih Godok Kemungkinan Duet Moreno-Suyoto

Moh. Nadlir
Kompas.com - 25/12/2017, 06:56 WIB
Anggota DPR terpilih dari Partai Gerindra, Moreno Suprapto saat bersiap menuju Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta, Rabu (1/10/2014).
Anggota DPR terpilih dari Partai Gerindra, Moreno Suprapto saat bersiap menuju Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta, Rabu (1/10/2014).(Kristianto Purnomo/Kompas.com)
JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyebut bahwa partainya belum pasti akan mendukung kadernya sendiri yakni Moreno Soeprapto di Pilkada Jawa Timur 2018.
"Moreno belum. Itu gagasan anak-anak muda. Moreno sendiri belum menyatakan ingin maju," ujar Prabowo di kantor DPP PKS Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Minggu (24/12/2017).
Saat ini, kata Prabowo, partainya sedang mencari sosok yang pas untuk melawan pasangan Syaifullah Yusuf-Azwar Anas dan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elistianto Dardak. Gerindra memunculkan opsi lain yakni Bupati Bojonegoro, Suyoto yang notabene adalah kader Partai Amanat Nasional ( PAN) untuk didukung maju Pilkada Jawa Timur mendatang.


"Saya baru ketemu (Moreno) sekali. Saya harus tanya partai lain. Partai sahabat, saya enggak mau terlalu formal. Jadi khusus Jawa Timur kita pending. Kita putuskan," kata dia.
Prabowo membantah bahwa partainya kesulitan mencari nama penantang yang sama kuatnya dengan dua nama pasangan saat ini yang sudah ada tersebut.
"Bukan. Soal kuat atau tidak kuat biar rakyat yang menentukan. Dulu (Pilkada DKI Jakarta) Anies Baswedan dan Sandiaga Uno banyak yang menertawakan. Ditertawakan tidak bakal menang. Tapi akhirnya rakyat yang membuktikan," ucap dia.


Tak berbeda, Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno juga mengatakan bahwa partainya belum pasti apakah akan mendukung kadernya sendiri, yakni Suyoto di Pilkada Jawa Timur nanti.
"Kami belum sempat mengkonfirmasi kepada kader kita sendiri yaitu pak Suyoto. Jadi ada baiknya kita bicara dulu dengan pak Suyoto. Karena beliau diusulkan didalam pembicaraan," ujar Eddy.
Apalagi, menurut Eddy, nama Suyoto relatif baru digadang-gadang maju Pilkada Jawa Timur melawan pasangan Syaifullah Yusuf-Azwar Anas dan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elistianto Dardak.
Karenanya, ia berharap awal Januari 2018 partainya dengan Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sudah bisa memutuskan apakah membangun poros baru atau bergabung ke salah satu pasangan calon yang ada."Mudah-mudahan di awal Januari kita sudah memutuskan siapa yang diusung. Tetapi nama pak Suyoto baru keluar dan Moreno juga relatif baru dan kita bicarakan bersama-sama," kata Eddy.
"Dengan komposisi dan konstelasi yang berbeda. Sekarang ini masih belum bisa memutuskan. Intinya beberapa hari kedepan. Kita nanti pasca tahun baru sudah diumumkan," tambahnya.
Sebelumnya PKS dengan Partai Gerindra dan PAN sepakat untuk lanjut berkoalisi di sejumlah provinsi pada Pilkada 2018 mendatang. Provinsi-provinsi itu antara lain Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, dan Maluku Utara dan tidak menutup kemungkinan di Jawa Timur.
Alasan koalisi PKS dengan Partai Gerindra dan PAN tersebut terus berlanjut karena hasil pada Pilkada Jakarta 2017 lalu. Ketika itu PKS, Gerindra dan PAN yang sama-sama mendukung Anies Baswedan dan Sandiaga Uno menang.