Tampilkan postingan dengan label REVOLUSI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label REVOLUSI. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 Oktober 2017

Menkes Tak Setuju Gagasan Revolusi Putih dari Prabowo

Ihsanuddin
Kompas.com - 26/10/2017, 15:11 WIB
Menteri Kesehatan RI, Nila F Moeloek
Menteri Kesehatan RI, Nila F Moeloek(KOMPAS.com/AMBARANIE NADIA)
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kesehatan Nila F Moeloek tak setuju dengan program Revolusi Putih yang digagas Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Nila menilai, program bagi-bagi susu kepada anak-anak itu tidak akan optimal.
"Saya agak enggak setuju. Susu kalian tahu dari mana? Dari sapi. Cukup enggak sapi kita? 250 juta penduduk mesti dapat dari mana," kata Nila di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (26/10/2017).
Menurut Nila, mencukupi gizi anak-anak di Indonesia tidak harus melalui susu. Ada makanan lain yang memiliki gizi sama dengan susu, tetapi pasokannya jauh lebih berlimpah untuk mencukupi kebutuhan seluruh anak di Indonesia. Makanan tersebut tidak lain adalah ikan.
Hashim Djojohadikusumo di Balai Kota DKI, Kamis (26/10/2017).
Hashim Djojohadikusumo di Balai Kota DKI, Kamis (26/10/2017). (KOMPAS.com/JESSI CARINA )
"Kalau Pak Prabowo bilang protein, ya kami mendorong. Makan protein itu dari ikan begitu banyak kok," kata Nila.
Nila mengatakan, hal yang terpenting adalah orangtua bisa menjaga asupan gizi yang seimbang bagi anaknya.
"Kalau kita lihat konten dari susu, isinya protein, lemak, gula ada di dalamnya. Bisa diganti ikan? Bisa. Ada ikan lele, nila, mujair, darat," tambah dia.
Nila mengakui bahwa saat ini banyak anak di Indonesia masih kekurangan gizi. Dari 10 anak, kata dia, 4 anak mengalami stunting. Namun, Nila menolak apabila kementeriannya menjadi yang paling disalahkan terkait kurangnya gizi anak ini.

Kegiatan Posyandu di wilayah Ogan Komering Ilir, salah satu langkah pencegahan stunting.
Kegiatan Posyandu di wilayah Ogan Komering Ilir, salah satu langkah pencegahan stunting.
Padahal, menurut dia, anak kekurangan gizi bisa disebabkan berbagai aspek. Misalnya, dari segi industri harus memproduksi makanan yang bersih. Lalu, para petani juga harus menghentikan kebiasaan menggunakan pestisida. Begitu juga peternak tidak lagi menggunakan antibiotik.

"Ini yang kita bicarakan sama Pak Presiden ya. Ini selalu dikatakan kalau kurang gizi itu, itu tugas kesehatan. Tugas Kementerian Kesehatan. Ini yang saya enggak mau," kata dia.
Adik Keta Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, yaitu Hashim Djojohadikusumo, menemui Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (26/10/2017). Hashim mengatakan, dia membawa usulan program untuk pelajar kurang mampu di Jakarta.
"Saya sampaikan beberapa hal dan beliau sudah setuju. Pertama adalah program tambahan makanan untuk pelajar sekolah. Ini adalah program dari Pak Prabowo, Revolusi Putih," ujar Hashim di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Kamis.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) berjabat tangan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) seusai pada pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Senin (16/10/2017). Presiden Joko Widodo melantik Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta dan Sandiaga Uno sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta untuk periode 2017-2022.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) berjabat tangan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) seusai pada pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Senin (16/10/2017). Presiden Joko Widodo melantik Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta dan Sandiaga Uno sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta untuk periode 2017-2022. (ANTARA FOTO / WAHYU PUTRO A)
Revolusi Putih adalah pemikiran Prabowo dan Partai Gerindra untuk membangun karakter bangsa yang sehat dan kuat.  Salah satu caranya menjadikan susu sebagai konsumsi rakyat Indonesia setiap hari. Catatan Kompas.com, Revolusi Putih ini sudah digaungkan oleh Prabowo sejak kampanye Pilpres 2014.
Sebelumnya, saat hadir di penutupan Conference on Indonesian Foreign Policy (CIFP) 2017 di Kota Kasablanka, Jakarta, Sabtu (21/10/2017), Prabowo menyebut Indonesia masih menjadi negara lemah. Salah satunya karena gizi buruk.
Menurut Prabowo, di Jakarta saja, sepertiga dari jumlah anak-anak masih mengalami kurang gizi.
Angka yang lebih menyedihkan ditemukan di Nusa Tenggara Timur (NTT), di mana dua per tiga anak-anak di sana kekurangan gizi.
"Pantas sepak bola kita kalah terus dari negara mana pun. Jadi kuli saja akan kalah. Enggak usah jadi insinyur, jadi kuli saja kalah," ujar Prabowo.
Wakil II Dewan Pembina Partai Gerindra, Hashim Djojohadikusumo menemui Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di Balai Kota.(Kompas TV)

Selasa, 30 Desember 2014

REVOLUSI MENTAL Harga Mati untuk Calon Kapolri! itu gampang ! mengubah mindset, struktur ramping dan efisien, Disiplin dan bertanggung jawab

Revolusi Mental Jokowi, Ombudsman: Itu Gampang

Revolusi Mental Jokowi, Ombudsman: Itu Gampang
Danang Girindrawardana. TEMPO/Seto Wardhana
TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Ombudsman RI, Danang Girindrawardana, mengatakan revolusi mental yang digaungkan Presiden Joko Widodo dalam upaya mereformasi birokrasi merupakan sebuah pekerjaan yang mudah. "Tapi selalu dipersepsikan berat," kata Danang dalam diskusi bertema Revolusi Mental Layanan Publik, di Cikini, Jakarta, Sabtu, 22 November 2014.

Menurut Danang, persepsi bahwa revolusi mental berat untuk dilakukan justru berasal dari kalangan birokrat. "Mengapa? Ya, supaya mereka tidak perlu direvolusi dan direformasi," ujarnya. Padahal, kata Danang, upaya melakukan perubahan sebenarnya bisa dilakukan secara instan.

Misalnya, Danang melanjutkan, para birokrat bisa dipaksa untuk melakukan revolusi mental mereka. "Kita sudah capek dengan persuasi dan sosialisasi. Sudah kuno-lah pendekatan itu," ucap Danang. "Mana birokrat yang tidak mau berubah, mana pimpinan instansi birokrasi yang tidak mau berubah, langsung diganti saja."

Danang mengatakan sudah bukan waktunya lagi birokrat yang tak mau berubah diberi kesempatan dengan hanya memberikan peringatan-peringatan. Kini, kata dia, sudah saatnya para pimpinan lembaga, kepala daerah, menteri, atau kepala lembaga menggunakan hak prerogatif mereka untuk langsung mengganti birokrat yang tak mau merevolusi diri. "Proses pendekatan ini yang harus diubah."

PRIHANDOKO

Puan Maharani: Pramuka Wadah Tepat Revolusi Mental

 7 Google +0  0  1  0  0
Puan Maharani: Pramuka Wadah Tepat Revolusi Mental
ENERJIK-Menko PMK Puan Maharani saat menghadiri Pembukaan Pertiwana Nasional 2014 di Cibubur, Jakarta Timur. Dok Pramuka
JAKARTA - Menteri Koordinator Pembangununan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Puan Maharani menyebutkan, Gerakan Pramuka merupakan ujung tombak pendidikan karakter bangsa yang dapat diandalkan karena konsistensinya.
Pramuka merupakan ujung tombak pendidikan karakter disampaikan Puan saat membuka Perkemahan Bakti Saka Wanabakti Tingkat Nasional IV tahun 2014 disingkat Pertiwana Nasional IV 2014, di lapangan utama Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur, Jakarta.
- See more at: http://www.indopos.co.id/2014/12/puan-maharani-pramuka-wadah-tepat-revolusi-mental.html#sthash.puARv2lr.dpuf

Puan Maharani: Pramuka Wadah Tepat Revolusi Mental

 7 Google +0  0  1  0  0
Puan Maharani: Pramuka Wadah Tepat Revolusi Mental
ENERJIK-Menko PMK Puan Maharani saat menghadiri Pembukaan Pertiwana Nasional 2014 di Cibubur, Jakarta Timur. Dok Pramuka
JAKARTA - Menteri Koordinator Pembangununan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Puan Maharani menyebutkan, Gerakan Pramuka merupakan ujung tombak pendidikan karakter bangsa yang dapat diandalkan karena konsistensinya.
Pramuka merupakan ujung tombak pendidikan karakter disampaikan Puan saat membuka Perkemahan Bakti Saka Wanabakti Tingkat Nasional IV tahun 2014 disingkat Pertiwana Nasional IV 2014, di lapangan utama Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur, Jakarta.
- See more at: http://www.indopos.co.id/2014/12/puan-maharani-pramuka-wadah-tepat-revolusi-mental.html#sthash.puARv2lr.dpuf
Puan Maharani: Pramuka Wadah Tepat Revolusi Mental
ENERJIK-Menko PMK Puan Maharani saat menghadiri Pembukaan Pertiwana Nasional 2014 di Cibubur, Jakarta Timur. Dok Pramuka
- See more at: http://www.indopos.co.id/2014/12/puan-maharani-pramuka-wadah-tepat-revolusi-mental.html#sthash.puARv2lr.dpuf

Tiga Sasaran Revolusi Mental Jokowi

|Fahmi Firdaus - Okezone,Presiden RI, Joko Widodo (Foto: Dok. Okezone)
Tiga Sasaran Revolusi Mental Jokowi
JAKARTA - Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) mencanangan gerakan nasional revolusi mental saat menghadiri upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-43 Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) di Silang Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Senin (1/12/2014).
Ada tiga sasaran dalam revolusi mental Jokowi yang akan diterapkan ke semua birokrasi dalam pemerintahannya.
"Yang pertama, merubah mindset cara berpikir dan cara pandang sebagaimana yang tadi sudah disampaikan presiden. Era birokrasi priyai sudah selesai, kita masuk ke dalam era birokrat yang melayani rakyat," ungkap Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi di Silang Monas, Jakarta.
Salah satu cara mengimpelementasinya adalah dalam public service pelayanan publik. Bahwa aparatur sipil negara sebagai representasi dari pemerintahan, hadir setiap rakyat membutuhkan mereka.

"Sasaran kedua adalah strukur. Struktur organisasi dalam amanat bapak Presiden harus ramping, efisien, tidak boleh gemuk, dan tidak boleh ada organisasi-organisasi dalam pemerintahan yang menduplikasi fungsi," ungkapnya.
Dia melanjutkan, kalau ada duplikasi fungsi, maka harus segera digabungkan. Karena tidak mungkin merampingkan struktur sekaligus menghilangkannya, tetapi dengan perampingan struktur tata kelola akan lebih sehat.
"Sasaran ketiga adalah kultur dan budaya. Budaya kerja yang lebih disiplin, bertanggung jawab, mengedepankan kebersamaan dan gotong royong," jelasnya.

Politisi Partai Hanura ini menegaskan, dirinya tidak akan segan-segan menjatuhkan sanksi kepada aparatur negara yang tidak disiplin dan tidak mau mengikuti peraturan yang telah diterapkan.
"Konsekuensi dari penerapan aturan pasti ada sanksi, kalau dia tidak mengikuti kaidah yang berlaku akan dimutasi, didemosi, tidak diberikan tunjangan kinerjanya, diberhentikan gaji ke-13, bahkan bisa diturunkan pangkatnya sampai tiga tahun," tegasnya.
(put)

Revolusi Mental 2015

|
Anak muda Indonesia dapat mewujudkan revolusi mental sebagai persiapan menghadapi MEA 2015. (Foto: dok. Okezone)
Revolusi Mental 2015
TAHUN 2014 segera berakhir. Banyak hal yang sudah dilewati dalam kurun waktu satu tahun ini. Kini semua orang akan menatap tahun yang baru, tahun 2015. Di tahun yang baru ini kiranya diharapkan ada semangat dan jiwa yang juga baru dalam menatap masa depan yang lebih baik. Banyak hal yang akan menanti dan banyak juga yang akan dinanti.
Pada tahun yang baru ini Indonesia akan menyambut sebuah dunia baru dalam kerangka global demi tercapainya kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat. Asean World Trade Organization atau Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) merupakan dunia baru yang akan kita songsong pada 2015. Dalam sistem ini, sekat-sekat pembatas antarnegara tidak akan ada lagi. Semuanya kini menjadi satu dunia dalam kawasan Asia Tenggara.
Indonesia sebagai salah satu anggotanya akan mengalami hal yang sama seperti yang diberlakukan di negara lain. Kita tentunya menyadari bahwa sistem MEA ini akan membawa dampak berbeda dengan tahun sebelum-sebelumnya, sehingga kita dituntut mampu menghadapi sistem ini dengan penuh persiapan. Sebagai salah satu elemen masayarakat, mahasiswa mempunyai posisi penting dan paling diharapkan untuk mampu menjadi garda terdepan dalam MEA.
Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa setidaknya mampu membangun mental yang positif sejak dini. Mahasiswa diharapkan mampu menciptakan etos belajar yang baik dengan menciptakan suasana yang turut mendukung kegiatan belajar mengajar di kampus. Cara lainnya adalah dengan aktif dalam kegiatan organasasi kampus baik yang bersifat ilmiah maupun yang bersifat sosial.
Model kegiatan seperti ini sangat penting agar mendukung daya pikir mahasiswa sehingga mampu bersaing dengan orang lain dalam dunia kerja. Selain hal-hal tersebut, masih banyak kegiatan lain yang sebenarnya turut membantu mahasiswa bersiap menghadapi MEA 2015. Dengan begitu, mahasiswa tidak kesulitan dalam bersaing dengan SDM dari negara lain yang akan masuk dan bekerja di Indonesia.
Inilah waktu yang tepat bagi seorang mahasiswa dalam mewujudkan gagasan Revolusi Mental yang selalu didengung-dengungkan pemerintahan sekarang. Memulai suatu kebiasaan baik dimulai dari hal kecil dan tidak perlu menundanya. Karena kalau bukan sekarang diwujudkan, kapan lagi kita harus memulainya?
Yakobus Kristianto Mat
Mahasiswa Fakultas Hukum, Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Kampus Okezone menerima kiriman berita seputar kegiatan kampus, artikel opini, foto dan karya lainnya dari civitas akademika. Karya haruslah asli, bukan jiplakan dan belum pernah dipublikasikan di media lain. Kirimkan karya beserta identitas dan foto pendukung ke alamat kampus.okezone@mncgroup.com.
(rfa)

Senin, 17 Maret 2014

Prabowo & Revolusi Putih

Sosok

Entang Sastraadmadja

Mantan anggota DPR RI era Orde Baru | Anggota Kelompok Kerja Khusus Dewan Ketahanan Pangan

OPINI | 11 February 2014 | 15:50
Pada hari Sabtu tanggal 25 Januari 2014 lalu, Bangsa Indonesia telah memperingati Hari Gizi Nasional. Penanggungjawab nya secara nasional adalah Kementerian Kesehatan. Statistik terkini mengenai gizi adalah sebagai berikut: pertama, 1 dari 3 anak di ibukota kekurangan gizi (malnutrisi), kedua, 2 dari 3 anak di NTT kekurangan gizi (malnutrisi), ketiga rata-rata, 1 dari 2 anak Indonesia kekurangan gizi (malnutrisi). Kondisi ini mencerminkan data dimana 50% warga Indonesia masih hidup dengan kurang dari USD 2 per hari (standar kemiskinan Bank Dunia).
Kondisi ini menyebabkan kita, bangsa Indonesia “kalah” bersaing dengan bangsa-bangsa lain. Kondisi ini juga yang mendasari pemikiran Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto untuk mencanangkan program Revolusi Putih.
Jika Prabowo Subianto mendapatkan mandat menjadi presiden, adalah cita-cita beliau untuk menjamin gizi anak-anak Indonesia dengan :
kembali menyalurkan susu putih ke seluruh SD di Indonesia, dan
Jika anggaran ada, untuk menyediakan makanan bergizi di semua SD di Indonesia. Pada tahun ini, diharapkan kita yang memiliki kemampuan untuk menyumbangkan susu untuk melakukan kembali Gerakan Revolusi Putih serentak di seluruh penjuru tanah air. Niat mulia semacam ini, tentu harus kita topang dengan sepenuh hati. Sebab, kalau saja semua anak-anak balita dan SD mampu mengkonsumsi susu dalam keseharian nya, maka harapan para “pendiri republik” yang mendambakan generasi yang cerdas, tentu akan dapat kita wujudkan dalam kurun waktu yang tidak terlalu lama lagi.
Peringatan Hari Gizi adalah momentum yang baik bagi kita untuk mengevaluasi berbagai kebijakan, strategi dan program pembangunan gizi yang selama ini dilakukan, sekaligus juga mengantisipasi berbagai masalah yang bakal kita hadapi. Hari Gizi juga dapat dijadikan sebagai introspeksi atas perkembangan gizi masyarakat yang selama ini dikesankan masih jauh dari apa yang diimpikan. Di beberapa daerah, masih terekam banyak nya balita kita yang menderita gizi buruk. Padahal bangsa ini sudah sepakat dalam mengarungi pembangunan, kita tidak mau lagi mendengar ada anak bangsa yang mengalami kekurangan gizi. Paling tidak, itulah salah satu pesan penting yang disampaikan dalam Undang Undang No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan.
Penting nya gizi dalam pembangunan, rupa nya mulai disadari dan baru beberapa tahun belakangan ini saja dijadikan kebijakan yang strategis. Dirumuskan nya Peraturan Pemerintah tentang Ketahanan Pangan dan Gizi, sebetul nya memberi gambaran kepada kita tentang perlu nya ditambahkan pengertian Gizi dalam Ketahanan Pangan. Ini perlu dicatat, karena sebelum terbit nya UU No. 18 Tahun 2012, pemahaman kita terhadap Ketahanan Pangan, tidak secara eksplisit memasukan makna gizi dalam regulasi yang ditetapkan Pemerintah. Akibat nya, Peraturan Pemerintah nya pun berbunyi Ketahanan Pangan. Sekarang Pemerintah baru sadar bahwa disamping Ketahanan Pangan itu ternyata ada juga yang disebut dengan gizi. Dari sinilah kemudian lahir regulasi tentang Ketahanan Pangan dan Gizi dalam sebuah kesatuan cara pandang.
Tahan pangan belum tentu akan tahan gizi. Orang boleh saja memiliki Ketahanan Pangan yang mumpuni, namun belum tentu diri nya bakal tahan gizi. Tahan pangan dan tahan gizi, pada dasar nya merupakan kondisi ideal yang ingin diwujudkan dalam kehidupan nyata sehari-hari. Sebab, setiap bangsa yang sedang giat-giat nya melakukan pembangunan pasti mendambakan warga nya agar hidup sehat, cerdas dan kuat. Hal ini perlu disimak, karena yang nama nya tahan pangan dan tahan gizi sendiri adalah kondisi terpenuhinya pangan dan gizi bagi negara sampai dengan individu, yang tercermin dari tersedianya pangan dan gizi yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, bergizi, merata, dan terjangkau serta sesuai dengan keyakinan, dan budaya, untuk dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan.
Revolusi Putih yang dikampanyekan Prabowo Subianto, pada dasar nya merupakan pemikiran cemerlang seorang Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra (Gerakan Indonesia Raya), yang mendambakan agar generasi yang akan datang memiliki tingkat kecerdasan yang lebih baik dibandingkan dengan generasi masa lalu dan masa kini. Prabowo optimis, jika sejak anak-anak, mereka mampu mengkonsumsi susu dan diberikan secara rutin, maka selain mereka akan memperoleh gizi yang baik, mereka pun akan memiliki kecerdasan yang lebih baik.  Itu sebab nya, kampanye Revluosi Putih perlu dikembangkan sepanjang jaman demi terwujud nya generasa yang tahan gizi dan cerdas.

Revolusi Putih Prabowo

1389486687370843690
Pemberian Susu Gratis (Galery Partai Gerindra)
Revolusi Putih Prabowo
Salah satu ciri pemimpin bangsa yang harus melekat pada diri sosok pribadi nya adalah paham akan permasalahan potensial yang menggelayuti negerinya. Setelah dia paham maka pemimpin nasional tersebut wajib hukumnya mempunyai rencana matang untuk mengatasi permasalahan tersebut. Rencana bukan sekedar diomongkan atau diumbar umbar dalam bentuk janji kampanye tetapi rencana itu dibuktikan telah dilaksanakan pada tataran kehidupan masyarakat.
Prabowo memiliki syarat kepemimpinan tersebut. Prabowo paham bahwa salah satu permasalahan yang belum selesai dan belum ditangani secara konseptual adalah pembinaan generasi muda. Pembinaan generasi muda tidak terlepas dari penyiapan generasi penerus bangsa itu dalam segala aspek kehidupan termasuk masalah kesehatan. Bukankah kita sudah maklum dengan salah satu motto Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang menyatakan Health not everything but without health every thing is nothing. Kesehatan bukan segalanya namun tanpa kesehatan semuanya menjadi tidak berarti.
Status kesehatan adalah kondisi kesehatan rakyat yang tidak bisa dibina secara instant. Status kesehatan berlanjut sepanjang perjalanan hidup diawali dari pemberian imunisasi, pemberian makanan tambahan atau susu di usia dini dan kesehatan tubuh terus di rawat sampai mencapai usia produktif. Kesehatan sesuai dengan amanat Undang Undang Kesehatan Nomor 36 tahun 2009 didefenisikan sebagai Investasi. Berbeda dengan konsep UU Kesehatan Nomor 23 Tahun 1992 yang menyatakan kesehatan adalah biaya (cost).
Minum Susu Gratis Untuk Anak Miskin

Terkait dengan pemahaman komprehensif terhadap permasalahan bangsa, Prabowo jelas mempunyai konsep untuk mengatasi permasalahan bangsa tersebut yang di jabarkan dalam 6 Program Transformasi Bangsa Partai Gerindra. Pada Program ke – 4 Meningkatkan Kualitas Pembangunan Manusia Indonesia Melalui Program Pendidikan, Kesehatan, Sosial dan Budaya serta Olahraga pada point K ditegaskan Menggerakkan revolusi putih mandiri dengan menyediakan susu untuk anak-anak miskin di sekolah dengan mendirikan proyek-proyek sapi perah dan kambing.
1391113495728235837
(Galery Partai Gerindra)
Inilah bedanya Prabowo dengan calon Presoiden Republik Indonesia lainnya. Belum lagi beliau menjabat sebagai pemimpin nasional, Prabowo telah menunjukkan amal bhakti kepada bangsa dan negara Indonesia. Bersama dengan Partai Gerindra yang berciri khas Pergerakan maka rakyat sudah merasakan secara langsung kepedulian Kepemimpinan Prabowo atas amanat penderitaaan rakyat.

Sesuai dengan program ke 4 tersebut jauh jauh hari diseantero nusantara Prabowo telah melaksanakan Revolusi Putih.  Anda jangan memaknai pengertian revolusi dalam bidang politik yang berarti perubahan menyeluruh terhadap birokrasi pemerintahan, tetapi yang di maksud dengan Revolusi Putih Prabowo adalah menyediakan susu untuk anak anak miskin di sekolah. Yes seperti yang diuraikan diatas kesehatan sangat terkait dengan gizi. Asupan gizi yang baik dan sempurna merupakan investasi yang sangat bermakna dalam masa pertumbuhan seorang anak agar komunitas ini survive menghadapi ancaman penyakit.
Kesira

Revolusi Putih Prabowo dilaksanakaan secara intens oleh sayap Partai Gerindra Kesira. Anda perhatikan dokumentasi foto berikut ini.  Pergerakan pemberian susu untuk anak anak dari komunitas yang kurang mampu telah dilaksanakan secara rutin. Prabowo mengatakan kebijakan ini merupakan investasi berharga yang hasilnya akan dirasakan 10 sampai 15 tahun kemudian. India dan China telah melaksanakan Program pemberian minuman Susu Gratis bagi rakyatnya dan negara tersebut saat ini menikmati hasil berupa peningkatan kualitas sumber daya manusia yang cerdas.
Revolusi Putih sebagai salah satu program jangka panjang wajib dilaksanakan di seluruh Indonesia. Anak anak sebagai generasi penerus harus disiapkan kualitas kecerdasannya sejak dini. Pertumbuhan otak manusia terjadi dalam uisa 1-3 tahun. Apabila asupan gizi yang sempurna diberikan kepada anak anak Indonesia, maka bangsa ini akan mampu bersaing dengan bangsa lain. Kecerdasan diawali dengan asupan gizi semakin sempurna pemberian makana tambahan maka investasi tiu akan semakin dirasakan manfaatnya di kemudian hari.
Inilah salah satu alasan kenapa Prabowo mencalonkan diri sebagai Presiden Republik Indonesia 2014-2019. Prabowo bersedia mewakafkan diri sepenuhnya untuk membangun Indonesia Baru dan Prabowo telah membuktikan keseriusannya melalui bukti bukti bukan janji. Prabowo paham bagaimana mengatasi setiap permasalahan bangsa. Pola kepemimpinan yang melekat pada diri Prabowo Subianto yaitu Tegas, Cerdas dan Tangkas sehingga  layaklah anak kandung Begawan Ekonomi Indonesia diberikan dukungan untuk memimpin Bangsa Indonesia..
************

REVOLUSI PUTIH


Latar Belakang Informasi Revolusi Putih

Revolusi Putih adalah gerakan meningkatkan konsumsi susu terutama bagi anak dan remaja agar terjadi peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia. Dengan tujuan agar terjadi peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui perbaikan gizi sejak dini.
Bagi negara, Revolusi Putih tidak sekedar meningkatkan konsumsi susu masyarakat tetapi juga produksi susu yang mampu menopang target konsumsi susu. Hal tersebut harus mulai dari politik anggaran yang memprioritaskan perbaikan sumber daya manusia Indonesia. Hasil riset UNDP (United Nations Development Program) untuk Indeks Pembangunan Manusia menyebutkan bahwa Indonesia menduduki peringkat ke-124 dari 187 negara yang disurvei sehingga menempatkan Indonesia di bawah Singapura, Brunei, Malaysia, Thailand dan Filipina di antara negara-negara ASEAN. Perlu adanya perbaikan gizi anak bangsa yang dimulai dengan segera dan dapat menginspirasi masyarakat Indonesia serta pemerintah untuk bergerak mencanangkan program perbaikan gizi secara serius dan konsisten.
Survei yang dilakukan Kementerian Pertanian Republik Indonesia pada tahun 2011 memaparkan fakta bahwa konsumsi susu di Indonesia paling rendah dibandingkan konsumsi susu di negara ASEAN maupun Eropa. Konsumsi susu masyarakat per kapita per tahun di Cina 24 liter, Vitenam 12,1 liter, Filipina 22,1 liter, Malaysia 22,1 liter, Thailand 33,7 liter, India 42,8 liter, dan Indonesia 11,9 liter. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa konsumsi susu masyarakat Indonesia hanya lima tetes sehari, masih sangat rendah.
Untuk rata-rata 11,9 liter perkapita berarti bahwa konsumsi susu masyarakat Indonesia hanya lima tetes sehari dengan 70 persen bahan baku susu masih dari luar negeri terutama dari Selandia Baru.
India adalah salah satu negara yang memulai Revolusi Putih pada tahun 1970 melalui programnya ‘Operation Flood’ yang diprakarsai oleh Dr. Verghese Kurien.
Revolusi Putih India yang berhasil meningkatkan produksi dan konsumsi susu, gizi masyarakat, dan ekonomi rakyat. Berkat Revolusi Putih yang dilakukan, India berhasil meningkatkan angka konsumsi susu masyarakatnya hingga mencapai 42,8 liter per kapita per tahun dan menjadi produsen susu terbesar di dunia.
Revolusi Putih di Jepang diawali dengan memberi susu kepada semua anak-anak sedini mungkin sekaligus memperkenalkan produk-produk selain susu cair/bubuk seperti yogurt, keju, gelato, es krim dan banyak variasi lain.
Di Indonesia prevalensi kekurangan gizi pada anak balita komposisinya sekitar 13 persen anak mengalami gizi kurang dan 4,9 persen gizi buruk sesuai dengan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2010.
Revolusi Putih berfungsi sebagai upaya memperbaiki gizi bangsa dan mengurangi bahkan mengentaskan gizi buruk. Dengan memperbaiki gizi bangsa berarti memperbaiki kualitas sumber daya manusia, meningkatkan indeks perkembangan manusia serta meningkatkan kesejahteraan. Semakin tinggi kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan maka kemiskinan juga dapat berkurang.
Menurut Ketua Lembaga Penelitian Psikologi UI Prof. Dr. M. Enoch Markum, Revolusi Putih adalah Suatu Perubahan Sosial. Ia menyampaikan bahwa pada proses Revolusi Putih tidak sekedar sebagai usaha yang bertujuan melakukan perubahan sosial tetapi juga berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat, peningkatan gizi anak dan ibu, serta peningkatan kualitas manusia pada aspek kesehatan. “Dalam usaha Revolusi Putih sebagai perubahan sosial terdapat fokus untuk melakukan kecenderungan perubahan psikologis dan perilaku yang meliputi aspek pengetahuan, keterampilan, cara pandang, dan predisposisi tingkah laku,” jelasnya.
Untuk mendukung pencapaian Revolusi Putih perlu dilakukan perubahan struktur dan kultur di masyarakat, ketersediaan dan akses terhadap susu yang mudah, serta manfaat dari kandungan susu itu sendiri yang diakui dan disadari oleh masyarakat.
Pada awal tahun 1950-an Prof Poorwo Sudarmo (Bapak Gizi Indonesia) mencetuskan empat sehat lima sempurna dengan menempatkan susu pada urutan terakhir. Program peningkatan gizi tersebut sempat berjalan dengan baik selama beberapa waktu namun tidak mampu dijalankan secara konsisten dan nasional sehingga peningkatan gizi anak bangsa belum mencapai target yang diinginkan dan mengubah kualitas penduduk bangsa Indonesia seperti pada negara Jepang, Cina dan India.
Khasiat susu sebagai makanan tambahan dan gizi utama:
“Satu gelas susu mengandung 150 kalori dan sekitar delapan gram lemak. Delapan ons (sekitar 235 ml) susu skim (rendah lemak), menghasilkan 90 kalori.” -Vandana Sheth, juru bicara untuk Academy of Nutrition and Diabetetic
“Susu merupakan sumber protein yang lengkap, kaya kalsium, vitamin D dan potasium. Susu memiliki delapan gram protein dan 12 gram karbohidrat dalam setiap gelasnya. Susu sapi murni - tanpa fortifikasi - mengandung 300 miligram kalsium, dapat mencukupi 30 persen dari jumlah asupan harian yang direkomendasikan untuk kebanyakan orang dewasa. Selain itu segelas susu memiliki vitamin D yang sangat diperlukan oleh tubuh dan setengah asupan harian vitamin B12 yang direkomendasikan.” - Dr Amanda Powell, dari Medicine Endocrinology, Diabetes and Nutrition Department di Boston Medical Center
“Jika dirata-ratakan, orang Indonesia hanya minum susu sembilan hari sekali. Konsumsinya masih rendah, padahal kandungan gizinya sangat banyak,” ujar dokter spesialis gizi klinik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Dr dr Fiastuti Witjaksono MSc MS SpGK.

Jumat, 14 Juni 2013

Kisah sukses PSK yang alih profesi

Siapa yang mengira jika konselor perkawinan yang telah menerbitkan sebuah buku berjudul The Girlfriend Experience adalah mantan seorang perempuan penghibur? Rebecca Dakin, perempuan berusia 37 tahun ini bekerja sebagai perempuan penghibur selama 9 tahun hingga akhirnya ia berhenti dan memulai karir sebagai Relationship and Sex & Intimacy Expert sekitar 3 tahun lalu.
Rebecca mengaku selama 9 tahun bekerja sebagai perempuan penghibur, ia telah tidur bersama hampir 1.000 orang laki-laki. Rebecca mulai bekerja sebagai perempuan penghibur ketika ia berusia 25 tahun. Gagal menyelesaikan kuliah, putus asa bekerja dengan bayaran kecil, dan Rebecca pun berpikir bahwa menjual diri adalah jalan satu-satunya yang bisa ia tempuh untuk mendapatkan uang banyak dalam waktu singkat. Rebecca pun mengatakan semuanya pada orangtuanya. Bahkan, orangtuanya mengantar Rebecca saat ia akan menemui klien pertamanya.
“Saya mengatakan apa yang ingin saya lakukan orangtua saya. Mereka kecewa dan putus asa menghadapi saya namun mereka tidak bisa melakukan apa-apa karena menganggap saya telah dewasa,” ujar Rebecca pada sebuah media.
Dari sekian banyak pengalamannya tidur dengan laki-laki, Rebecca mengaku bahwa klien yang paling ia sukai adalah seorang lelaki berusia 70 tahun. “Ia adalah seorang pengusaha London yang bisa menghabiskan ribuan poundsterling untuk membelikan perhiasan dan baju untuk saya. Sebenarnya saya dan lelaki itu jarang berhubungan intim, dia hanya perlu teman karena istrinya menolak tidur seranjang dengannya dengan alasan ia selalu mendengkur setiap tidur,” Rebecca bercerita.
Akhirnya, setelah 9 tahun berpetualang dari satu lelaki ke lelaki lain, Rebecca bertekad untuk berhenti dan ia yakin ada pekerjaan lain yang bisa menghasilkan uang selain menjual diri. Rebecca pun menjadikan pengalamannya sebagai perempuan penghibur sebagai modal utama untuk memulai karir sebagai penasihat pernikahan. Karena, menurut Rebecca sekitar 60% kliennya adalah lelaki yang telah berkeluarga atau memiliki pasangan dengan alasan tidak mendapatkan kepuasan seksual di rumah.
“Saya hanya ingin membantu orang mempertahankan hubungan mereka. Pengetahuan yang saya miliki datang dari pengalaman saya. Sekitar 60% klien saya sudah berumah tangga dan ini tentunya memberikan saya pengalaman dan sudut pandang berbeda tentang ‘cara kerja dan apa yang diinginkan oleh laki-laki’. Bertahun-tahun saya mendengarkan para lelaki itu bercerita tentang penyebab kegagalan hubungan mereka dan mengapa mereka akhirnya tidur dengan perempuan lain. Memang ada berbagai alasan seorang laki-laki selingkuh dengan perempuan lain, tapi tentu ada satu alasan yang menjadi alasan paling umum,” Rebecca menjelaskan.
Kini, Rebecca telah menjalani profesi sebagai konsultan perkawinan sekitar 3 tahun. Kamu harus merogoh kocek sekitar Rp2.000.000,-/ jam atau Rp11.200.000,-/ sesi jika ingin melakukan konsultasi dengan penulis buku Why Husbands Stray. Rebecca mengatakan kehidupan seksual adalah faktor umum yang membuat lelaki mencari perempuan lain.
“Berbeda dengan perempuan yang bisa memisahkan cinta dan seks, laki-laki adalah makhluk seksual. Kebanyakan laki-laki yang tidur dengan saya mengatakan bahwa mereka masih mencintai kekasih dan istri mereka, mereka mencari perempuan lain hanya untuk memenuhi kebutuhan yang tidak bisa mereka dapatkan dari pasangan mereka. Mayoritas dari mereka merasa tidak diinginkan dan ditolak saat pasangan mereka menolak untuk berhubungan seksual. Jadi, ketika pasanganmu tidak mengeluh saat kalian sudah tidak berhubungan seksual dalam waktu cukup lama, itu artinya kamu harus berhati-hati,” perempuan yang mengaku terinspirasi oleh tokoh Vivian dalam Pretty Woman menjelaskan.
Sembilan tahun tidur dengan berbagai macam lelaki pun mengajari Rebecca untuk berpikir sebagai lelaki. Karena itulah Rebecca tidak sepenuhnya menyalahkan para lelaki yang berselingkuh dengan perempuan lain. Rebecca mengatakan bahwa umumnya para lelaki mengatakan rasa ketidakpuasan mereka pada pasangan, namun sayang pasangan mereka tidak memberikan respon positif. Dan inilah yang menjadi pemicu terjadinya perselingkuhan.
“Apa yang membuat saya mencintai pekerjaan saya saat ini? Karena saya bisa menyelamatkan banyak hubungan dari perselingkuhan. Bahkan, saya bisa mencegah terjadinya perselingkuhan,” ujar mantan karyawan travel agent ini. Bagaimana pendapatmu tentang teori perselingkuhan dalam pernikahan yang diutarakan oleh Rebecca, Fimelova?