Tampilkan postingan dengan label pelantikan Gubernur DKI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pelantikan Gubernur DKI. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Oktober 2017

Jawaban Anies Baswedan Saat Ditanya Penutupan Alexis hingga Reklamasi

Fabian Januarius Kuwado
Kompas.com - 16/10/2017, 22:00 WIB
Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan tiba di Balai Kota DKI Jakarta untuk melakukan serah terima jabatan (sertijab), Senin (16/10/2017). Anies Baswedan dan Sandiaga Uno menjabat Gubernur DKI Jakarta dan Wakil Gubernur DKI Jakarta untuk periode 2017-2022.
Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan tiba di Balai Kota DKI Jakarta untuk melakukan serah terima jabatan (sertijab), Senin (16/10/2017). Anies Baswedan dan Sandiaga Uno menjabat Gubernur DKI Jakarta dan Wakil Gubernur DKI Jakarta untuk periode 2017-2022.(KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI)
JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan belum bisa berkomentar banyak mengenai janjinya semasa kampanye, yakni menutup Hotel Alexis dan perihal proyek reklamasi.
Usai dilantik sebagai Gubernur DKI Jakarta di Istana Negara, Senin (16/10/2017), wartawan bertanya kepada Anies soal kapan penutupan Hotel Alexis dilakukan.
Anies pun menjawab, "Nanti kalau sudah diumuminlah".
Menurut Aniues, akan menimbulkan kegaduhan jika penutupan hotel itu digembar-gemborkan di media massa.
"Ramai nanti," ujar dia.

Sementara, saat ditanya soal kelanjutan proyek reklamasi di Pantai Utara Jakarta, Anies lebih irit bicara.
"Nantilah. Pokoknya lihat janji saja," ujar Anies.
Anies menegaskan, saat ini adalah waktu untuk bekerja menunaikan apa yang telah ia janjikan semasa kampanye Pilkada Ibu Kota.
"Kami akan serius mulai bekerja langsung. Harapannya apa yang sudah direncanakan, bisa dilaksanakan," ujar Anies.

Janji kampanye
Anies Baswedan pertama kali menyuarakan niatnya untuk menutup hotel Alexis di Jakarta Utara pada debat publik yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta, 13 Januari 2017 lalu.
Saat itu, Anies menyinggung calon gubernur pesaingnya, Basuki Tjahaja Purnama, yang dianggap lebih tegas menggusur warga ketimbang menindak prostitusi.
"Untuk urusan penggusuran tegas, tetapi urusan prostitusi Alexis lemah. Prostitusi kelas tinggi aturannya a, b, c, enggak bisa bertindak. Di mana pegangan nilainya?" tanya Anies kepada Basuki atau Ahok, kala itu.
Sehari setelah debat publik, Anies kembali mempertegas niatnya untuk menutup hotel Alexis sebagai bentuk menindak tegas prostitusi. Anies menjanjikan untuk mewujudkan rencananya itu jika memenangkan Pilkada DKI Jakarta 2017.
"Ya, ya (ditutup). Saya sampaikan kita sudah kerja susah-susah, narkoba dibiarkan begitu saja. Rusak semuanya. Karena itu, kita serius kemarin," ujar Anies saat ditemui pewarta pada 14 Januari 2017.
(Baca juga: Anies Akan Tutup Alexis jika Terpilih Jadi Gubernur)
Sementara itu, soal isu reklamasi, Anies-Sandi dengan tegas menyatakan bahwa mereka menolak reklamasi, pada masa kampanye Pilkada DKI 2017.
"Mengapa kita menolak reklamasi, karena memberikan dampak buruk kepada nelayan kita dan memberikan dampak kepada pengelolan lingkungan," kata Anies saat debat putaran kedua Pilkada DKI 2017 pada 12 April 2017.
Dalam beberapa kesempatan selama masa kampanye itu, Anies sering mengungkapkan niatnya menghentikan reklamasi dan menyelamatkan nelayan di Jakarta Utara. Menurut Anies, jika reklamasi tetap dilanjutkan, lebih banyak mudarat ketimbang manfaatnya.
Menutup tempat hiburan malam menjadi janji yang diutarakan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno saat kampanye.(Kompas TV)
PenulisFabian Januarius Kuwado
EditorBayu Galih

Selamat Datang Gubenur Baru Jakarta. Terimakasih Jokowi, Ahok, & Jarot

Mulai hari ini, Senin (16/10/2017), warga DKI Jakarta akan memiliki pemimpin baru. Selama 5 tahun ke depan, pasangan Anis Baswedan dan Sandiaga Uno akan menjadi pemimpi mereka. Sore nanti, keduanya akan dilantik di istana, lansung oleh Presiden Joko Widodo. Harapan tertinggi dari Pemimpin baru DKI Jakarta adalah harapan agar Ibukota ini semakin maju dan semakin terdepan. Bagaimanapun, DKI Jakarta adalah Ikonnya Indonesia. Orang bisa menilai Indonesia, dengan melihat Jakarta. Jikalau Jakarta berjalan sebagaimana mestinya; ekonominya bagus, kondusif, aman, dan teratur, dan tertib, maka itu artinya Indonesia berada dalam kondisi yang baik. Jikalau justru yang terjadi sebaliknya, maka itu artinya Indonesia sedang “sakit.”
Pelantikan ini adalah awal. Jangan menjadikannya sebagai tujuan. Jangan larut dan kesenangan dan kebahagiaan. Sebab, begitu banyak Pekerjaan yang ada di hadapan. Ingat lagi janji-janji yang dahulu diucapkan, yang mampu “menyihir” massa agar suara mereka mau diberikan. Mereka akan terus menagihnya dan memintanya. Tidak usah marah, sebab memang itu adalah hak mereka. Pemimpin itu bukan “boss”. Pemimpin adalah pelayan, yang bertugas melayani rakyatnya dengan sebaik-baiknya. Jikalau ada satu saja rakyat Jakarta yang kelaparan, maka yang salah adalah pemimpinnya. Jikalau ada jalanan Jakarta yang bolong, yang salah adalah pemimpinnya. Jikalau ada kejahatan yang ada di jakarta, yang salah adalah pemimpinnya. Intinya, setiap celah keburukan yang ada di DKI Jakarta, maka yang bertanggungjawab adalah pemimpinnya. Sebagaimana setiap kebaikan yang ada di DKI Jakarta, maka itu adalah prestasi pemimpinnya.
Ingat-Ingat Lagi Janji Anis-Sandi
Janji jangan sekadar janji, apalagi janji pemimpin. Jangan hanya sekadar retorika untuk menarik suara massa. Nah, sekarang mari kita lihat lagi janji-janji yang pernah diucap Anis-Sandi selama masa kampanye mereka, yang nantinya berguna untuk melihat kinerjanya; apakah dijalankan atau tidak? Ada sekitar 11 janjinya yang layak ditagih oleh Rakyat Jakarta.
1. Memperluas manfaat Kartu Jakarta Pintar dalam bentuk Kartu Jakarta Pintar Plus, sehingga bisa digunakan pula oleh orang berusia 6-21 tahun yang tak sekolah, tapi memiliki keinginan mengikuti pelatihan keterampilan dan kursus.
2. Memperluas manfaat Kartu Jakarta Sehat dalam bentuk Kartu Jakarta Sehat Plus, dengan menambahkan fasilitas khusus untuk para guru mengaji, pengajar Sekolah Minggu, penjaga rumah ibadah, khatib, penceramah, dan pemuka agama.
3. Membuka 200 ribu lapangan kerja baru dengan membangun dan mengaktifkan 44 pos pengembangan kewirausahaaan warga. Targetnya menghasilkan 200 ribu pewirausaha baru, selama lima tahun.
4. Mengembangkan dan meningkatkan kualitas pendidikan kejuruan dengan mengintegrasikan dunia usaha ke dalamnya, sehingga menghasilkan lulusan yang langsung terserap ke dunia kerja dan berwirausaha.
5. Menghentikan reklamasi Teluk Jakarta untuk kepentingan pemeliharaan lingkungan hidup, serta perlindungan terhadap nelayan, masyarakat pesisir, dan segenap warga Jakarta.
6. Memberi Kredit Usaha Perempuan Mandiri untuk memberdayakan perempuan di Jakarta.
7. Membangun sistem transportasi umum yang terintegrasi dalam bentuk interkoneksi antar-moda, perbaikan model manajemen layanan transportasi umum, perluasan daya jangkau transportasi hingga menjangkau seluruh warga, pengintegrasian sistem transportasi umum dengan pusat-pusat permukiman, pusat aktivitas publik, dan moda transportasi publik dari luar Jakarta.
8. Mengatasi kesenjangan ibu kota dengan menjadikan Kepulauan Seribu sebagai Kepulauan Pembangunan Mandiri dengan menyediakan infrastruktur, lapangan kerja, fasilitas pendidikan dan kesehatan bagi segenap warganya, serta menjadikannya sebagai pusat inovasi konservasi ekologi.
9. Memperbaiki kesejahteraan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU).
10. Memberdayakan para pengembang kelas menengah untuk merealisasikan pembangunan kampung susun, kampung deret dan rumah susun, serta mempermudah akses kepemilikan bagi warga tidak mampu.
11. Meningkatkan bantuan sosial untuk rumah ibadah, lembaga pendidikan keagamaan, lembaga sosial, Sekolah Minggu, dan Majelis Taklim berbasis asas proporsionalitas dan keadilan.

Anis-Sandi itu Gubenur Jakarta, bukan Gubenur Pendukungnya
Ini yang harus diingat dengan baik, baik oleh Anis-Sandi sendiri maupun oleh orang-orang yang tidak mendukungnya dalam pilkada kemaren. Anis Sandi harus paham bahwa warganya adalah seluruh warga Jakarta, bukan hanya para pendukungnya dalam pilkada kemaren saja. Artinya, siapapun mereka, Anis-Sandi harus memberikan pelayanan terbaiknya, tanpa memandang partai, ras, agama, dan kelompok. Selama warga Jakarta, maka ia berhak mendapatkan pelayanan. Kemudian bagi yang dahulu tidak mendukung Anis-Sandi dalam pilkada, mereka harus move on segera. Jangan larut dalam kekalahan. Pilkada sudah usai. Sekarang, sudah ada Gubenur baru. Mereka adalah pemimpin Jakarta saat ini, yang sah secara hukum; legal. Dukunglah kerja baiknya. Jikalau ada yang salah, kritiklah.
Terimakasih kepada Ahok dan Jarot, serta Jokowi
5 Tahun ke belakang, DKI Jakarta memiliki 3 Gubenur. Mulai dari Jokowi, yang meninggalkan jabatannya sebagai Gubenur Jakarta karena terpilih sebagai Presiden Republik Indonesia. Kemudian naiklah Ahok, yang terpaksa juga harus mundur dari jabatan Gubenur karena bermasalah dengan hukum dalam kasus penistaan agama. Kemudian naiklah Jarot. Tidak diragui, selama 5 tahun kepemimpinan DKI Jakarta yang lalu, banyak kebaikan yang sudah mereka persembahkan. Tidak ada yang mengingkari itu. Walaupun ada yang mungkin perlu dikoreksi. Namun yang namanya kerja dan usaha manusia, tidak ada yang sempurna, pasti ada kurangnya. Maka, terimakasih selayaknya dan seharusnya dihaturkan kepada Jokowi, kepada Ahok, dan kepada Ahok.
Akhirnya, selamat kepada Anis-Sandi yang menjadi pemimpin baru Jakarta. Semoga Jakarta semakin Maju. Kemudian, terimasih kepada Jokowi yang pernah menjadi pemimpin Jakarta, kemudian Ahok, kemudian Jarot.
Tabik
Denis Arifandi Pakih Sati

Ini Isi Pembicaraan Jokowi dan Anies Usai Pelantikan

Fabian Januarius Kuwado, Kompas.com - 16/10/2017, 17:23 WIB
Presiden Joko Widodo berbincang dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto serta Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno di Istana Negara, Senin (16/10/2017).
Presiden Joko Widodo berbincang dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto serta Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno di Istana Negara, Senin (16/10/2017).(Agus Suparto/Fotografer Kepresidenan)
JAKARTA, KOMPAS.com - Anies Baswedan berbincang cukup lama dengan Presiden Joko Widodo usai prosesi pelantikan Gubernur DKI, Senin (16/10/2017) sore.
Proses pelantikan Anies dan Sandiaga Uno sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI dilakukan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Jokowi dan Anies berbincang di meja oval Istana Negara. Di meja itu duduk pula Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, Ketua DPR RI Setya Novanto dan Ketua MPR RI Oesman Sapta Odang.
(baca: Video Detik-detik Pelantikan Anies-Sandi di Istana)
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo (kanan) memberikan ucapan selamat kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) disaksikan Wakil Gubernur Sandiaga Uno saat pelantikan, di Istana Negara, Jakarta, Senin (16/10/2017). Presiden Joko Widodo melantik Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta dan Sandiaga Uno sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta untuk periode 2017-2022.
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo (kanan) memberikan ucapan selamat kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) disaksikan Wakil Gubernur Sandiaga Uno saat pelantikan, di Istana Negara, Jakarta, Senin (16/10/2017). Presiden Joko Widodo melantik Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta dan Sandiaga Uno sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta untuk periode 2017-2022.(ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO A)
Usai berbincang, Jokowi berfoto bersama Anies-Sandi. Wapres Kalla juga ikut di dalam foto bersama tersebut. Kepada wartawan, Anies mengaku, mendapatkan wejangan dari Presiden Jokowi. Ia dan Sandi akan menghadap Presiden Jokowi lagi dalam waktu dekat.
"Presiden tadi menyampaikan, dalam satu dua hari ini, untuk bertemu, dan Insya Allah kami siap untuk bertemu Presiden," ujar Anies.

Selain soal rencana pertemuan, menurut Anies, tidak ada hal serius lainnya yang dibicarakan dengan Presiden Jokowi.
Ia dan Jokowi malah saling melontarkan 'jokes' yang mengundang tawa.
"Ya kan namanya juga kenal lama. Jadinya kami bercanda macam-macam. Guyon guyon tentang prosesi yang kita jalani," ujar Anies.

Kamis, 12 Oktober 2017

Anies-Sandi Akan Dilantik Jadi Gubernur DKI 16 Oktober di Istana

Ika Defianti,
Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Dalam Negeri mengagendakan pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno pada Senin, 16 Oktober 2017. Pelantikan akan dilaksanakan di Istana Negara oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi.
"Sudah diagendakan. Itu di Istana oleh Presiden biasanya pukul 10.00 WIB," kata Dirjen Otonomi Daerah, Kemendagri Sumarsono saat dihubungi Liputan6.com di Jakarta Pusat, Rabu (4/10/2017).
Soni panggilan akrab dari Sumarsono menjelaskan rangkaian acara tersebut, yakni pelantikan dengan menyatakan sumpah dan janji jabatan di depan presiden. Selanjutnya, dilanjutkan dengan tanda tangan pakta integritas.
"Agendanya itu saja, tambah di dalamnya ada foto dengan Presiden," ujar dia.
Sumarsono menyatakan, undangan untuk Pemprov DKI Jakarta dan gubernur dan wakil gubernur terpilih akan diserahkan hari kedua sebelum pelantikan.
"Habis pelantikan gubernur baru harus ada tanggung jawab untuk serah terima jabatan dengan gubernur lama," ucap Sumarsono.

Sambut Pelantikan

Lalu apa saja persiapan Pemprov DKI jelang pelantikan DKI 1 dan 2?
"Kami masih berkoordinasi dengan Kemendagri," ujar Kepala Biro Kepala Daerah dan Kerja Sama Luar Negeri (KDH dan KLN) Provinsi DKI Jakarta, Muhammad Mawardi, saat dihubungi, Selasa 28 September 2017.
Menurut Mawardi, pelantikan akan dilaksanakan di Istana Negara. Oleh karena itu, persiapan terkait pelantikan berada di Kemendagri.
"Rencana pelantikan di Istana, kita lagi menunggu kabar dari Kemendagri," kata dia.
Meski tidak mengoordinasi pelantikan, Pemprov DKI rencananya akan melaksanakan acara pisah-sambut gubernur lama dan baru. "Nanti ada pisah sambut Pak Gubernur," ucap dia.
Saat ini, detail acara pisah-sambut gubernur masih dirapatkan. Rencananya, acara pisah-sambut dari Djarot ke Anies-Sandiaga akan dilaksankan sehari sebelum pelantikan.
"Masih dirapatkan," tandas Mawardi.