Tampilkan postingan dengan label Bali United 2017. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bali United 2017. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 April 2017

Dua Meneer Belanda di Bali United Jadi Perhatian Jurnalis Asing

Dua Meneer Belanda di Bali United Jadi Perhatian Jurnalis Asing
Tribun Bali / Ady Sucipto
Jurnalis asal Belanda, Jeroen Van den Kroonenberg (paling kiri) melakukan interview kepada dua pemain berdarah Belanda di Lapangan Banteng, Seminyak, Kuta, Bali, Rabu (12/4/2017). 
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA -Ada yang berbeda dengan suasana latihan yang dijalani oleh Irfan Bachdim dkk di Lapangan Seminyak, Kuta, Badung, Bali, Rabu (12/4/2017) pagi ini.
Pemain asuhan Hans Peter Schaller yang terus mempersiapkan diri menghadapi kompetisi Liga 1 ini mendapat perhatian khusus dari tiga jurnalis internasional asal Negeri Belanda
Tiga jurnalis asing tersebut khusus mendokumetasikan sepak terjang para pemain Belanda yang berkiprah di Liga Indonesia.
Setelah menyambangi Persija Jakarta,  Persib Bandung, PSM Makassar, Pusamania Borneo FC dan kini giliran Bali United.
Ketiga jurnalis asing yang dimotori oleh Jeroen Van den Kroonenberg menilai, dua pemain asal Belanda, Irfan Bachdim dan Syvalno Comvalius adalah pemain yang berkualitas dan profesional.
“Kita baru saja bertemu Irfan kemarin dia sangat baik, dan bertemu dengan saudaranya yang juga agen Irfan dan banyak cerita menarik. Dia (Irfan) sangat terkenal di sini, dan saya di Belanda Irfan bermain di FC Utrecht namun sekarang klubnya bangkrut,” ucap Jeroen. (*)

Andika Wijaya , Putra I Made Pasek Wijaya Mulai Jadi Sorotan di Bali United

Bola.com, Gianyar - Nama I Made Andhika Wijaya belakangan menjadi buah bibir di kalangan suporter setia Bali United. Bek muda kelahiran 12 Juli 1996 ini sukses mencuri perhatian pencinta sepak bola Bali setelah mampu tampil impresif dalam beberapa pertandingan terakhir bersama Bali United.
Pemanggilan Ricky Fajrin ke Timnas Indonesia U-22 membuka peluang bagi I Made Andhika Wijaya masuk ke starting line-up Bali United, termasuk kala meladeni tim kuat Persib Bandung pada partai uji coba di Stadion GBLA (8/4/2017).
–– ADVERTISEMENT ––
Meski di awal-awal laga sempat kewalahan mengatasi pergerakan liar sayap lincah milik Persib, Febri HarIyadi, pemain yang akrab disapa Otong ini secara keseluruhan dinilai tampil baik.
Peningkatan performa yang ditunjukkan Otong ditanggapi positif asisten pelatih Bali United, I Made Pasek Wijaya. Legenda hidup sepak bola Bali yang juga ayah kandung Otong, menilai sang putra mulai menemukan bentuk permainan terbaiknya.

Meski demikian, Pasek meminta agar Otong tidak lekas puas. Menurut Pasek, karier sepak bola putranya itu masih sangat panjang dan Otong tetap perlu banyak belajar.
"Saya akui dia (Otong) memang mengalami peningkatan performa yang bagus. Tapi, ini belum seberapa. Dia masih bisa berkembembang lebih baik lagi. Saya minta dia tidak cepat puas,"kata Pasek, Rabu (12/4/2017).
Pasek juga menilai sang anak mulai bisa memahami posisi saat ini sebagai pemain profesional. Kesadaran untuk menjaga kondisi fisik serta keinginan untuk terus belajar dari kesalahan, menurutnya sudah ada dalam diri Andhika Wijaya.
Sebagai seorang ayah, Pasek berharap Andhika juga tidak terlena dengan berbagai macam pujian yang belakangan mengalir deras kepada dirinya.
"Dia mulai paham kalau dirinya saat ini adalah pemain profesional. Saya juga terus mengingatkan dia agar tidak mudah termakan pujian yang berlebihan," ujar I Made Pasek Wijaya.

Rabu, 12 April 2017

Irfan Bachdim: Bali United Sudah Kuat, Tak Perlu Marquee Player


Bali United dinilai Irfan Bachdim sudah cukup kuat untuk bersaing di Liga 1 2017.

OLEH    FARABI FIRDAUSY     Ikuti di twitter
Kedatangan marquee player ke klub-klub kontestan Liga 1 2017 tak membuat striker Bali United Irfan Bachdim tergoda. Seperti diketahui, beberapa klub sudah merekrut pemain asing berlabel marquee player.
Beberapa klub yang mendatangkan pemain tersebut antara lain Persib Bandung dengan Michael Essien ditambah Carlton Cole, Madura United yang meminang eks West Bromwich Albion Peter Odemwingie hingga Persela Lamongan yang mengikat eks Benfica Jose Barbosa.
SIMAK JUGA - Eks Benfica Gabung Persela Lamongan
"Tim kami sudah bagus, kalau mau tambah marquee player bagus tentunya. Tapi, saya sudah tahu tim kami sudah cukup baik. Mungkin enggak usah, tapi terserah bosnya," beber Irfan ketika ditemui di Jakarta.
Hingga saat ini, Bali United sudah memiliki tiga pemain asing di berbagai posisi. Ada Ahn Byung-keon di posisi stoper, Marcos Flores eks Persib sebagai gelandang tengah dan pemain asal Belanda Sylvano Comvalius.
"Untuk saya (pribadi) gak usah (marquee player), tim kami sudah kuat. Kalau ada marquee player mau bantu tim kami sudah datang tak apa. Saya pikir untuk sekarang timnya sudah bagus," tegas striker timnas Indonesia tersebut.
SIMAK JUGA - Shane Smeltz Jadi Marquee Player Borneo
Pada uji coba terakhir sebelum Liga 1, Bali United sempat menjajal Persib di Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Serdadu Tridatu berhasil membekap Maung Bandung di hadapan pendukungnya dengan skor akhir 2-1.
Irfan pun mencatatkan namanya di papan skor bersama Yabes Roni. "Cetak gol itu tak penting, Essien kemarin bagus. Kalau ada pemain bintang datang bisa angkat liga. Dia bisa juga bisa bantu pemain lain di Persib dan lokal."

Kamis, 05 Januari 2017

Irfan Bachdim MenujuBali United?

Inikah Tanda dari Irfan Bachdim Bahwa Dia Batal Menuju Arema?

Inikah Tanda dari Irfan Bachdim Bahwa Dia Batal Menuju Arema?
Bola
Penyerang seleksi timnas Indonesia, Irfan Bachdim, saat diberikan instruksi oleh pelatih timnas, Alfred Riedl, di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Selasa (9/8/2016).
SURYAMALANG.COM - Banyak klub mengincar Irfan Bachdim, termasuk Arema FC.
Tapi, Irfan kini mulai dikaitkan dengan Bali United, meski manajemen tim berjulukan Semeton Dewata itu masih bungkam mengenai kabar tersebut.
Bestatus tanpa klub setelah dilepas Consadole Sapporo, Irfan Bachdim menjadi target buruan beberapa klub Indonesia.
Klub yang sudah terang-terangan menginginkan dia yakni Persib Bandung, Madura United, dan Arema FC.
Bahkan, dua klub yang disebut belakangan sudah menjalin komunikasi dengan Bachdim dan klub lamanya sebelum Piala AFF 2016 bergulir.
Memasuki Januari, Bali United masuk dalam perburuan. Hal itu pun diperkuat seusai Irfan Bachdim kini menjadi pengikut Bali United di Twitter.
Bachdim boleh dibilang sudah bebas dari cedera ankle yang memaksanya absen pada Piala AFF 2016. Dia pun menyatakan siap untuk kembali merumput di laga kompetitif.
"Mendapatkan latihan yang hebat hari ini. Saya tentu sudah siap untuk memulai petualangan baru," begitu unggahan Bachdim dalam Instagram-nya. @ibachdim, Selasa (3/1/2017).
Kepulihan Bachdim tentu membuat klub-klub di Indonesia semakin gencar mengincarnya. Kompetisi di Indonesia bukan hal asing bagi sang pemain.
Tercatat, Bachdim pernah berseragam Persema Malang pada rentang 2010-2013 sebelum memutuskan untuk melanjutkan karier di liga Thailand dan Jepang. (*)

Jumat, 23 Desember 2016

Asisten Pelatih Arema Hengkang ke Bali United

Iwan Setiawan,
Bola.com, Malang - Manajemen Arema FC masih belum merilis siapa pelatih baru yang akan didatangkan musim depan. Namun begitu, mereka harus kehilangan salah satu asisten pelatihnya, I Made Pasek Wijaya.
Pria yang menjadi legenda Pelita Jaya tersebut merapat ke Bali United yang tak lain adalah klub kampung halamannya. "Pasek Wijaya diminta langsung oleh Bali United sejak KLB PSSI. Dia putra daerah Bali, tentu kami merestui," kata Ruddy Widodo, General Manager Arema.
Asisten pelatih Arema, Joko Susilo juga kehilangan mendengar Pasek Wijaya hengkang. Maklum, Pasek sudah menjadi bagian tim pelatih Arema sejak 2012 silam. Selain itu, dia dikenal sebagai sosok humoris dan bisa membuat suasana tim menyenangkan.
"Kami tentu merasa kehilangan, namun sebenarnya ini masalah pilihan yang sama-sama bagusnya. Kalau tetap di Arema bagus, tapi di Bali juga bagus karena dekat dengan keluarga," tegas pria yang akrab disapa Getuk ini.
Pasek merupakan gerbong tim pelatih Pelita Jaya pada tahun 2012 silam. Pria 46 tahun itu jadi yang paling lama bergabung dengan Arema dibandingkan gerbong Rahmad Darmawan dan kawan-kawan. Maklum, Arema daripada Rahmad Darmawan dkk. Sebab, rekan-rekannya di Pelita sudah hengkang ketika musim 2013 rampung.
Dalam satu tahun terakhir, Pasek dapat tugas khusus untuk memimpin latihan para pemain yang ditinggal tur di Malang. Sehingga dia jarang ikut bersama tim utama saat melakoni laga tandang.
Saat ini, Pasek sudah berada di Bali. Sebelum pulang, alumni Diklat Ragunan tersebut sempat berpamitan kepada manajemen Singo Edan. "Saya sudah bertemu dengan pimpinan Bali United. Saya harap juga Arema tetap menjadi tim besar yang sukses meraih banyak gelar," jawab Pasek.
Dengan hilangnya Pasek, Arema kini masih mencari penggantinya. Manajemen tetap membutuhkan tiga asisten untuk mendampingi pelatih kepala. Saat ini, Arema baru memiliki Joko Susilo dan Kuncoro di asisten pelatih. Sedangkan nama lain, Yanuar Hermansyah masih bertahan sebagai pelatih kiper.