Tampilkan postingan dengan label Marquee player liga1. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Marquee player liga1. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Mei 2017

Mengejutkan! Benarkah Essien Akan Dilepas Persib?

Mengejutkan! Benarkah Essien Akan Dilepas Persib?
INSTAGRAM.MAUNGSKUAD
eSSIEN 
Laporan Wartawan SuperBall.id, Imadudin Robani Adam
SUPERBALL.ID, BANDUNG - Klub papan atas Liga 1 Persib Bandung dikabarkan akan melepas Michael Essien di paruh kedua musim ini.
Kabar ini diklaim oleh legenda Persib Yudi Guntara seperti dikutip dari Ghanaweb.com, Kamis (18/5/2017).
Sebelumnya Essien telah menandatangani kontrak satu tahun dengan opsi perpanjangan kontrak pada bulan Maret tahun ini .
Saat bergabung dengan Persib Essien berusaha untuk menyesuaikan diri dengan kondisi cuaca di Indonesia.
Legenda Persib Bandung Yudi Guntara telah mengklaim bahwa Essien dan Charlton Cole bisa dikeluarkan dari Persib.
"Ya, kita bisa melihat bahwa pemain asing yang dimiliki Persib seperti Essien, Cole, dan Matsunaga terus berada di bangku cadangan,"
"Saya pikir yang paling efektif hingga saat ini hanya Vladimir," ungkap Yudi.
"Ada pertimbangan mengapa mereka tidak dalam performa terbaik,"
"Entah itu masalah fisik atau yang lainnya Cole dan Essien belum berada di puncak performa," lanjut Yudi.
Menurut Yudi, dirinya sama sekali tidak berpikir Cole dan Essien akan tetap ada di Persib setelah paruh musim ini.
Bermainnya Essien di Persib Bandung benar-benar mengejutkan dunia.
Bahkan beberapa media massa ternama dunia seperti Marca, The Sun, dan Give Me Sport memberitakan hal ini.
Selama berkarier, Essien sukses memenangi Liga Champions, dua gelar Liga Inggris, dan empat Piala FA selama bermain sembilan musim di Chelsea. (*)

Rabu, 03 Mei 2017

Sriwijaya FC Siap Turunkan Marquee Player Tapi..

Liputan6.com, Palembang - Pelatih Sriwijaya FC Oswaldo Lessa akan memainkan Tijani Belaid dalam laga melawan Bhayangkara FC sore nanti. Namun ia tak berjanji akan memainkannya selama 90 menit.

Tijani merupakan marquee player bagi Laskar Wong Kito musim ini. Jebolan Inter Milan itu hanya menjadi penonton saat Sriwijaya FC kalah 0-2 melawan Persib Bandung akhir pekan lalu.
Namun Tijani langsung berlatih penuh bersama tim setelah laga lawan Persib. Tetapi Lessa menilai kondisi pemain yang berposisi playmaker itu belum sepenuhnya bugar.

"Saya sudah bicara dengannya dan Tijani mengaku siap. Tetapi kami akan melihat kondisi terakhirnya hari ini," ujar Lessa usai latihan, Selasa (2/5/2017).

"Yang jelas saya belum bisa menurunkannya secara full time. kondisi fisiknya belum terlalu bagus karena itu tidak bisa dipaksakan," katanya menambahkan.

Meski demikian pelatih asal Brasil itu yakin kehadiran Tijani bisa menambah kekuatan Sriwijaya FC. "Tentunya dia perlu adaptasi dengan tim, baik secara permainan dan komunikasi di lapangan." (Indra Pratesta)

Selasa, 18 April 2017

Wow! Baru Gabung Arema, Juan Pablo Pino Langsung Catatkan Rekor Ini

SURATKABAR.ID Akhirnya secara resmi Arema FC memperkenalkan Marquee Playernya Juan Pablo Pino di hadapan publik pada Senin (17/04/2017) pada sesi jumpa pers di Kantor Arema FC. Menariknya, Pino langsung mencatatkan rekor khusus, ketika baru datang di Malang, apa itu?
Menurut Media Officer Arema FC, Sudarmaji, Pino langsung mendapat rekor luar biasa ketika melakukan test medis di salah satu klinik di Kota Malang pada Senin siang. Secara langsung, menurut Sudarmaji Paramedis yang menangani tes Pino sangat terkejut, lantaran pemain asal Kolumbia ini mencatatkan nilai tes yang luar biasa, dan belum pernah ada selama ini di klinik tersebut.
“Menurut perawat yang menangani kondisi Pino sangat bagus dan di luar perkiraan. Bahkan ia mencatat rekor mengejutkan yang sangat tinggi, dan membuat geleng –geleng orang di sana( klinik) tadi,” ujar Sudarmaji kepada Surat Kabar.
Manajer Umum Arema FC, Ruddy Widodo yang juga mendampingi Pino, juga merasa gembira dengan hasil tersebut. Ia berharap hasil tersebut merupakan pertanda bagus bagi perjalanan Pino selama di Arema nanti nya.
“Semoga itu (rekor tes medis) bisa jadi pertanda baik bagi kami. Apalagi selama ini segala urusan berkenaan dengan Pino berjalan begitu lancar. Terhitung nego kami hanya 2 hari, hingga deal dan dia datang ke Malang. Apalagi Pino memang pemain yang selama ini kami cari, Pelatih (Aji Santoso) sudah merasa cocok dengan permainan nya,” papar Ruddy.
Sementara di hadapan awak media Pino sendiri mengatakan bahwa ia berharap bisa memberikan yang terbaik bagi Arema, dan siap untuk membawa Arema Juara. Eks AS Monaco ini memahami bahwa Arema adalah salah satu tim besar di Indonesia, sehingga tentu ekspektasi publik begitu besar.
“Saya tahu di Indonesia sepak bola begitu disukai, sama seperti di Amerika Latin. Dan Arema adalah salah satu tim terbesar dengan pendukung fanatik. Jadi tentu saja saya akan bermain sebaik mungkin, dan berusaha membawa Arema juara,” ujarnya.
 
Juan Pablo Pino sendiri sudah menandatangani kontrak selama 1 musim (9 bulan) di Arema FC. Terkait nilai kontrak manajemen Arema tidak mau angkat bicara, meskipun begitu Ruddy Widodo mengatakan meski berstatus Marquee Player, Pino bukanlah pemain termahal yang pernah dikontrak Singo Edan selama ini.
“Untuk nilai kami tidak akan buka ke publik, yang pasti kami (Arema) pernah mengkontrak pemain yang lebih mahal dari dia(Pino),” pungkas Ruddy.
Bila semua urusan administrasi selesai, Pino akan bisa diturunkan Arema FC saat kontra Bhayangkara FC di Kanjuruhan Minggu, (23/04/2017). Pemain yang berposisi sebagai winger dan striker ini rencana akan menggantikan sementara peran Cristian Gonzales, yang akan absen membela Arema karena menunaikan ibadah umrah.

Juan Pablo Pino Bukan Pemain Termahal Arema

Bola.com, Malang - Arema FC resmi memperkenalkan marquee player, Juan Pablo Pino di kantor manajemen, Senin (17/4/2017). Gelandang 30 tahun asal Kolombia itu tampak semringah saat menemui awak media.
Prosesi perkenalan Pino berjalan akrab dan penuh canda walau ia tidak bisa leluasa berkomunikasi karena mengalami kendala bahasa. Dalam perkenalan itu, nilai kontrak Pino menjadi buruan utama awak media.
General Manager Arema, Ruddy Widodo menegaskan mantan pemain AS Monaco dan Galatasaray itu memiliki kontrak tertinggi. Namun, hal itu tidak lantas membuat Pino menjadi pemain termahal Arema sepanjang masa.

”Arema pernah mengontrak pemain yang lebih mahal dari Pino saat era Los Galaticos musim 2013 silam,” kata Ruddy.
Di sisi lain, Arema merasa beruntung mendapatkan Pino dengan banderol yang tidak semahal marquee player seperti Michael Essien. Kabarnya, kontrak Pino nilainya jauh di bawah Essien.
”Kami sangat beruntung karena agen Pino juga menjaga Pino untuk Arema. Dia tidak ditawarkan ke klub lain, meski kualitas dan pengalamannya bagus,” ia menuturkan.
Proses negosiasi Pino dengan Arema tergolong lancar karena harga yang diminta masuk dalam bujet Arema. Selain itu, fasilitas yang diminta pemain serbabisa itu juga tidak berlebihan. Pino tinggal di Hotel Ijen Suites yang jadi tempat tinggal semua pemain asing Singo Edan.
Pino juga mendapatkan kontrak dengan durasi 9 bulan. Ia memilih Arema karena memang punya hasrat menjajal kompetisi di kawasan Asia. Arema masuk referensi karena punya basis suporter besar. Kabarnya, begitu melihat informasi dan video Tim Singo Edan, Pino langsung setuju dan melakukan negosiasi dengan manajemen tim.

Kejutan dari Harga Kontrak 'Marquee Player' Arema FC

Penyerang asal Kolombia, Juan Pablo Pino bersama agennya, Basya Himawan (kanan) saat memberikan keterangan ke media seusai diperkenalkan sebagai marquee player Arema FC, Senin (17/4/2017).
MALANG, JUARA.net – Meski tidak secara detail mengungkapkan nilai kontrak Juan Pablo Pino, manajemen Arema FC menuturkan harga pemain berstatus marquee player bukan termahal di klub ini.
Mantan pemain klub Turki, Galatasaray itu bukan pemain termahal yang pernah dikontrak oleh Arema FC sejauh ini.
“Sebelum mengontrak Pino, kami melihat dulu harga dan kualitas,” ujar General Manager Arema FC, Ruddy Widodo.
”Kami juga meraba-raba dengan harga pemain Arema FC sebelumnya, termasuk saat era 2013. Akhirnya, kami putuskan untuk mengontrak dia,” tuturnya saat memperkenalkan Pino, Senin (17/4/2017).
Pada musim 2013, Arema FC adalah tim yang banyak dihuni oleh pemain berstatus bintang. Selain Cristian Gonzales, saat itu mereka juga mengontrak pemain sekaliber Alberto ’Beto’ Goncalves, Victor Igbonefo serta Greg Nwokolo.
Kabarnya saat itu, harga Beto cukup mahal lantaran statusnya sebagai top scorer musim 2011-2012 bersama Persipura Jayapura. Striker asal Brasil itu menurut info nilai kontraknya berada di atas Rp 2,5 miliar.
Selain Beto, Gustavo Lopez kabarnya juga pernah menjadi pemain termahal yang pernah dikontrak oleh Arema FC.
Bahkan setelah keluar dari Arema FC, Lopez gabung klub Malaysia, Terengganu FA, dengan nilai kontrak mencapai Rp 3 miliar.
SUCI RAHAYU/JUARA.NET
Penyerang asal Kolombia, Juan Pablo Pino bersama agennya, Basya Himawan (kanan) saat memberikan keterangan ke media seusai diperkenalkan sebagai marquee player Arema FC, Senin (17/4/2017).
”Kami tidak mengambil nama, tetapi melihat kualitasnya seperti apa. Lalu yang penting dia adalah bintang di kompetisinya,” ujar Ruddy.
Pelatih Arema FC, Aji Santoso juga pernah menuturkan bahwa kontrak Pino tidak sampai seperempat dari harga Michael Essien bersama Persib Bandung.
Pino menjalani kontrak bersama Arema FC selama 9 bulan. Dia melewatkan satu pertandingan Arema FC pada laga pembuka melawan Persib.
Dia mungkin menjalani debut bersama Arema FC di Liga 1 saat melawan Bhayangkara FC pada 22 April 2017.

Senin, 17 April 2017

Ini Alasan Arema FC Daratkan Juan Pablo Pino

16-04-2017 21:22
Ini Alasan Arema FC Daratkan Juan Pablo Pino
Juan Pablo Pino, Aji Santoso, dan Joko Susilo © Dendy Ganda

Bola.net - Aji Santoso membeber alasan di balik keputusan timnya mendatangkan Juan Pablo Pino. Pelatih Arema FC ini mengaku sosok pemain yang diplot mengisi slot marquee player mereka ini sesuai dengan kebutuhan tim.

Menurut Aji, secara posisi, Arema memerlukan sosok pemain yang berada di belakang penyerang utama mereka, Cristian Gonzales. Kebetulan, sosok Pino ini sesuai untuk mengisi posisi lowong tersebut.

Selain itu, Aji juga menilai Pino memiliki kualitas, yang menjadi poin utama dalam kriteria Arema. Menurut pelatih 47 tahun tersebut, dari rekaman videonya, Pino memiliki kualitas mumpuni.

"Ia bisa bermain sebagai gelandang serang dan second striker. Ia memang layak bermain di klub besar macam AS Monaco dan Galatasaray," kata Aji.

Indikasi merapatnya Juan Pablo Pino ke Arema FC kian menguat. Ditemani Aji Santoso dan asisten pelatih kepala Arema FC, Joko Susilo, pemain asal Kolombia ini menonton langsung laga Liga 1 antara Persiba Balikpapan dan Persija Jakarta, di Stadion Gajayana Malang, Minggu (16/04).

Aji juga menyebut Pino juga memiliki sejumlah kelebihan, yang bisa membantu permainan Arema. Ia memiliki kaki kiri dan kanan yang mampu melepaskan sepakan-sepakan keras nan akurat.

"Tembakan jarah jauhnya sangat bagus," tutup eks pelatih Persela Lamongan ini. (den/asa)

Juan Pablo Pino Jalani Tes Medis Bersama Arema FC, Semoga Tahes Sam!

Juan Pablo Pino Jalani Tes Medis Bersama Arema FC, Semoga Tahes Sam!
SURYAMALANG.COM/Alfi Syahri Ramadan
Juan Pablo Pino
SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Juan Pablo Pino dijadwalkan akan melakoni tes medis hari Senin (17/4/2017).
Hal tersebut sebagai bagian dari persyaratan yang harus dituntaskan oleh Pino sebelum berseragam Arema FC.
"Insya Allah Senin dia tes medis di Arema FC, semoga saja tidak ada halangan apa pun," ucap Aji Santoso, Pelatih Arema FC Minggu (16/4/2017).
Pelatih 47 tahun itu juga optimis Pino mampu melewati tes medis dengan baik agar bisa segera bergabung dengan tim.
"Kalau dilihat dia baik-baik saja, sebab tahun 2016 lalu juga dia masih bermain. Jadi cukup optimis dia bisa melewati tes medis," tambahnya
Juan Pablo Pino merupakan pemain yang berasal dari Kolombia dan diproyeksikan mengisi slot marquee player Arema FC yang hingga saat ini masih lowong.

Minggu, 16 April 2017

Nilai Kontrak Marquee Player Arema Jauh di Bawah Michael Essien


Bola.com, Bandung - Pelatih Arema FC, Aji Santoso memastikan striker baru asal Kolombia, Juan Pablo Pino, tidak mendapatkan kontrak dengan nilai besar. Aji mengungkapkan Pino menerima kontrak yang nilainya jauh lebih kecil dibandingkan marquee player Persib Bandung, Michael Essien yang dikabarkan dapat kontrak dikisaran 8,5-10 miliar rupiah.
Pino akan mengisi slot marquee player Tim Singo Edan di Liga 1 2017. Striker yang pernah memperkuat AS Monaco dan Galatasaray itu sudah ada di Malang dan akan mendapatkan kontrak selama satu musim.
"Harganya (kontrak Pino) nggak sampai seperempat dari kontrak Essien. Jadi, kontrak dia nggak mahal," ujar Aji dalam sesi jumpa pers usai bermain imbang 0-0 dengan Persib di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Sabtu (15/4/2017) malam WIB.

"Kalau kontrak Essien sekitar Rp 11 miliar maka kontrak dia (Pino) di bawah itu," ia melanjutkan.
Aji pun menyambut baik keberhasilan manajemen Arema merekrut Pino. Selain menjawab kebutuhan tim akan pemain berkualitas, tenaga pemain berusia 30 tahun itu dibutuhkan Aji untuk mengisi kekosongan tempat yang ditinggalkan, Cristian Gonzales.
Striker naturalisasi berdarah Uruguay itu bakal absen karena melaksanakan ibadah umrah saat Arema menjamu Bhayangkara FC di Stadion Kanjuruhan, Malang pada pekan kedua Liga 1 2017, 23 April.
"Kam mendatangkan Pino untuk kepentingan sepak bola saat ini. Dia mungkin main di pertandingan kedua karena Gonzales pergi umrah," ucap Aji.
Pemain anyar Arema itu sempat dua musim berkostum Monaco dan Galatasaray. Selain itu, pemain bernama lengkap Juan Pablo Pino Puello itu mengantongi tiga caps bersama Timnas Kolombia.

Jumat, 14 April 2017

Nama Marquee Player Arema Muncul, Inikah Sosoknya?


Nama Marquee Player Arema Muncul, Inikah Sosoknya?
whoateallthepies.tv
SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Teka-teki tentang siapakah calon marquee player Arema FC tampaknya akan segera terjawab.
Sebelumnya Arema FC memang tengah mencari seorang marquee player asal Amerika Latin untuk melengkapi skuad mereka.
Belakangan muncul sebuah nama yakni Juan Pablo Pino yang dikabarkan tengah bernegosiasi dengan manajemen Arema FC. Pemain asal Kolombia itu pernah bermain untuk Galatasaray dan juga AS Monaco serta SC Bastia.
Saat SURYAMALANG.COM melakukan konfirmasi kepada pelatih Arema FC Aji Santoso, ia enggan membenarkan informasi tersebut.
"Tanyakan kepada manajemen saja tentang kebenaran info tersebut," ucapnya Kamis (13/4/2017).
Tetapi, saat ditelusuri ke akun media sosial instagram sang pemain @juanpablopinoofficial, tampak ia mengunggah video tengah berada di dalam kamar sebuah hotel. Hal itu semakin memperkuat spekulasi bergabungnya sang pemain dengan Arema FC.

Kamis, 13 April 2017

Pelatih Arema FC, Aji Santoso Tebar ‘Psywar’ untuk Michael Essien dan Carlton Cole

Pelatih Arema FC, Aji Santoso Tebar ‘Psywar’ untuk Michael Essien dan Carlton Cole
ADRIAN DENNIS/AFP PHOTO
Michael Essien (kanan) bersama rekan-rekannya di Chelsea merayakan kemenangan tim atas Manchester United pada final Piala FA di Stadion Wembley, London, 19 Mei 2007. 
SURYAMALANG.COM, MALANG – Nama besar Michael Essien dan Carlton Cole yang menjadi pilar Persib Bandung tidak membuat Arema FC keder. Pelatih Arema FC, Aji Santoso melontarkan psywar jelang laga akhir pekan ini.
Arema FC akan bersua Persib Bandung pada laga pembuka Liga 1  di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung pada Sabtu (15/4/2017).
“Saya sudah sampaikan respect kami kepada Michael Essien dan Carlton Cole. Tetapi, masa kejayaan mereka sudah berlalu, mungkin tidak sebagus dulu. Tetapi, mereka mungkin masih  stabil dalam bermain,” ujar Aji.
Kehadiran kedua pemain itu memang memberi kejutan bagi publik sepak bola Indonesia. Sebab beberapa tahun lalu, mereka merupakan pilar di masing-masing klubnya.
Essien pernah menjadi pemain bintang Chelsea. Banyak gelar bergengsi yang dipersembahkan oleh pemain asal Ghana itu.
Pengalaman tidak kalah mentereng juga ditunjukkan oleh Cole. Bedanya, Cole merupakan produk Chelsea sejak berada di tim yunior.
Aji mengaku sudah mempersiapkan strategi untuk menghadapi Persib. Dia tidak hanya mewaspadai dua pemain berlabel marquee player tersebut, namun Aji menilai kekuatan Persib merata di semua lini.
“Saya sudah siapkan strategi untuk mengantisipasi Persib. Bukan hanya untuk dua pemain itu. Tetapi semua pilar harus diwaspadai. Kekuatan Persib itu merata,” tutur Aji.(juara.net)

Ini Dia Identitas Marquee Player Arema

Iwan Setiawan
Bola.com, Malang - Sembari fokus pada laga perdana Liga 1, manajemen Arema FC masih melakukan negosiasi dengan satu marquee player. Manajemen Arema masih menyimpan rapat identitas pemain itu. Namun, perlahan identitas sang pemain mulai bocor.
Pemain tersebut bernama Juan Pablo Pino. Gelandang serang 30 tahun asal Kolombia yang sempat bermain bersama Galatasaray (Turki) dan AS Monaco (Prancis). Dia juga sempat memperkuat klub asal Yunani, Olympiakos.
Segundang pengalaman bermain di Eropa tentu jadi jaminan. Apalagi terakhir Pino masih aktif bermain di Liga Peru bersama Universitario.

Identitas itu memenuhi bocoran yang diberikan General Manager Arema, Ruddy Widodo, karena Pino berasal dari negara kelas dua Amerika Latin atau di luar Brasil dan Argentina. Selain itu, sang pemain pernah berkiprah di Monaco dan Galatasaray.
Pekan lalu tim Singo Edan masih melakukan negosiasi kontrak. Namun, pekan ini kabarnya sang pemain segera bergabung karena dalam status Instagram personal, Pino kini sudah berada di Singapura. Tetapi, saat dikonfirmasi tentang nama Pino, manajemen Arema masih belum memberikan komentar.
"No comment dulu. Dilihat saja nanti. Yang jelas pemain itu sesuai dengan kebutuhan tim dan dalam kondisi yang masih bagus," kata Ruddy.
Jika melihat rekaman video sang pemain saat bermain di Galatasaray dan Monaco, penampilan Pino berteknik tinggi dan bertenaga. Hal itu sesuai dengan kriteria pemain yang diinginkan pelatih Arema, Aji Santoso. Di samping itu, Pino juga bisa diposisikan sebagai striker.

Rabu, 12 April 2017

Irfan Bachdim: Bali United Sudah Kuat, Tak Perlu Marquee Player


Bali United dinilai Irfan Bachdim sudah cukup kuat untuk bersaing di Liga 1 2017.

OLEH    FARABI FIRDAUSY     Ikuti di twitter
Kedatangan marquee player ke klub-klub kontestan Liga 1 2017 tak membuat striker Bali United Irfan Bachdim tergoda. Seperti diketahui, beberapa klub sudah merekrut pemain asing berlabel marquee player.
Beberapa klub yang mendatangkan pemain tersebut antara lain Persib Bandung dengan Michael Essien ditambah Carlton Cole, Madura United yang meminang eks West Bromwich Albion Peter Odemwingie hingga Persela Lamongan yang mengikat eks Benfica Jose Barbosa.
SIMAK JUGA - Eks Benfica Gabung Persela Lamongan
"Tim kami sudah bagus, kalau mau tambah marquee player bagus tentunya. Tapi, saya sudah tahu tim kami sudah cukup baik. Mungkin enggak usah, tapi terserah bosnya," beber Irfan ketika ditemui di Jakarta.
Hingga saat ini, Bali United sudah memiliki tiga pemain asing di berbagai posisi. Ada Ahn Byung-keon di posisi stoper, Marcos Flores eks Persib sebagai gelandang tengah dan pemain asal Belanda Sylvano Comvalius.
"Untuk saya (pribadi) gak usah (marquee player), tim kami sudah kuat. Kalau ada marquee player mau bantu tim kami sudah datang tak apa. Saya pikir untuk sekarang timnya sudah bagus," tegas striker timnas Indonesia tersebut.
SIMAK JUGA - Shane Smeltz Jadi Marquee Player Borneo
Pada uji coba terakhir sebelum Liga 1, Bali United sempat menjajal Persib di Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Serdadu Tridatu berhasil membekap Maung Bandung di hadapan pendukungnya dengan skor akhir 2-1.
Irfan pun mencatatkan namanya di papan skor bersama Yabes Roni. "Cetak gol itu tak penting, Essien kemarin bagus. Kalau ada pemain bintang datang bisa angkat liga. Dia bisa juga bisa bantu pemain lain di Persib dan lokal."

Mengenal Marquee Player Pusamania, Benarkah Lebih Oke dari Essien atau Cole

Mengenal Marquee Player Pusamania, Benarkah Lebih Oke dari Essien atau Cole
Istimewa
Shane Smeltz 
SRIPOKU.COM, SAMARINDA-Pusamania Bornoe dengan bangga memperkenalkan Marquee Playernya. Bahkan kualitas sang pemain dianggap lebih baik dari Essien dan Cole yang sudah memasuki masa-masa pensiuan.
Seperti dilansir dari situs resmi PBFC, Senin (10/5), hampir tujuh tahun lalu, Selandia Baru membuat kejutan dengan lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya. Kiprah negeri yang populer dengan buah kiwi di Afrika Selatan 2010 sudah menjadi perhatian publik sejak laga pertama.
Mereka mencetak gol penyama kedudukan di injury time saat melawan Slovakia, dan di pertandingan kedua menahan imbang sang juara bertahan, Italia.
Di atas kertas, Selandia Baru yang merupakan tim debutan bukanlah apa-apa jika dibandingkan dengan Italia yang merupakan juara bertahan. Namun segalanya nampak kelam bagi Italia sejak menit ke-7.
Di bawah tatapan 38.000 lebih pasang mata di Stadion Mbombella, tifosi Gli Azzurri terhenyak oleh gol cepat yang dicetak sang tim debutan, negara dengan populasi tak lebih dari 4,8 juta penduduk dan lebih terkenal dengan produksi kain wol ketimbang sepak bolanya.
Gol tersebut dicetak oleh pemain bernomor punggung 9, Shane Smeltz, memanfaatkan kesalahan Fabio Cannavaro saat menghalau tendangan bebas Simon Elliott. Italia akhirnya dapat menyamakan kedudukan melalui penalti Vincenzo Iaquinta, namun hasil imbang melawan Selandia Baru turut berkontribusi pada kegagalan mereka lolos dari fase grup Piala Dunia 2010.
Nama Shane Smeltz pasti sangat asing di telinga kita saat itu, dan saya yakin kamu tidak akan peduli dengan kisah hidupnya. Namun siapa sangka, hampir tujuh tahun setelah gol yang dicetaknya, nama Smeltz mendadak tenar di Indonesia. Bukan sebagai pemain kelas dunia yang mengadakan coaching clinic komersial di ibu kota, melainkan sebagai marquee player Borneo FC.
Sekilas tentang curriculum vitae Shane, sebelum berkarier di Indonesia, Shane lebih banyak membela klub-klub asal Australia seperti Gold Coast United, Perth Glory, dan Sydney FC. Sekadar trivia, di tahun 2014, Sydney FC merekrut Shane untuk menggantikan Alessandro Del Piero yang pindah ke Liga India untuk memperkuat Delhi Dynamos.
Seperti dilansir Football Tribe Indonesia, Smeltz mencatatkan 53 penampilan dan 24 gol bersama Selandia Baru. Menjadi pemain Selandia Baru pertama yang mencetak gol di Piala Dunia. Shane juga turut mengharumkan nama A-League (kasta tertinggi sepak bola Australia) karena merupakan pemain A-League pertama yang namanya nampang sebagai pencetak gol di Piala Dunia.
Presiden Borneo FC, Nabil Husein Said Amin mengumumkan kabar perekrutan Shane usai laga persahabatan melawan Nitro FC di Stadion Segiri (8/4). Shane, yang sebelumnya memperkuat klub Selandia Baru, Wellington Phoenix, rencananya akan diduetkan dengan Lerby Eliandri di lini depan.
Dengan postur Shane yang mencapai 185 sentimeter dan Lerby hanya 2 sentimeter lebih pendek, mereka tentu menjadi tujuan utama bola-bola udara tim asuhan Dragan Djukanovic.
"Dia bisa menjadi tanden bagi Lerby yang kami yakini akan bermain lebih lugas di lini depan," ujarnya.

Ini Calon Marquee Player yang Sudah Berkomunikasi dengan Sriwijaya FC

Ini Calon Marquee Player yang Sudah Berkomunikasi dengan Sriwijaya FC
SRIPOKU.COM/CANDRA OKTA DELLA
Presiden klub Sriwijaya FC Dodi Reza Alex saat berkunjung ke markas Barcelona Camp Nou mendapat jearsey atas nama dirinya, Rabu (15/11/2016). 
SRIPOKU.COM-Isu-isu berseliweran tentang sosok Marquee Player yang akan mampir ke Sriwijaya FC.
Nama beken seperti Dimitar Berbatov, Lassana Diara, hingga Antonio Cassano disebut-sebut menjadi incaran Sriwijaya FC.
Bahkan, informasi terpercaya menyebutkan manajemen sudah melakukan komunikasi dengan agen dari ketiga pemain ini.
Namun, Presiden Klub H Dodi Reza Alex membenarkan jika SFC tengah mengkaji secara teliti, apakah Sriwijaya FC benar-benar membutuhkan marquee player atau tetap mengandalkan tiga pemain asingnya.
Seperti diketahui, tiga pemain asing SFC yakni, Hilton Moreira, Alberto Goncalves, dan Yu Hyun Ko.
"Tentang Marquee Player akan kita lihat kebutuhan, terutama apakah efektif untuk tim ke depannya," ujar Dodi, Selasa (1/4).
Menurut politisi Golkar ini, MP direkrut jika mampu menutupi kebutuhan SFC baik secara teknis mapun non teknis, terutama terkait pemasukan.
"MP direkrut jika mampu menutupi kebutuhan tim dan masuk dalam proyeksi budget," ujar Dodi.
Lassana Diara masuk dalam radar SFC
Lassana Diarra
Lassana Diarra (Istimewa)
Sebelumnya, Sekretaris Tim Ahmad Haris menyebutkan bahwa ada beberapa nama yang masuk dalam incaran SFC.
Dia memberikan sedikit bocoran mengenai sosok marquee player yang bakal direkrut tim Laskar Wong Kito.
“Dia pernah turun di Piala Dunia 2006, serta ikut Piala Dunia tahun 2010, tapi batal karena sakit malaria,” kata Achmad Haris.
Jika melihat hal tersebut, pemain yang absen di Piala Dunia 2010 Afrika Selatan hanyalah Lassana Diarra. Mantan pemain Real Madrid itu absen membela Tim Nasional (Timnas) Prancis karena mengalami masalah pada kesehatannya.
Saat itu memang ada beberapa versi yang menyebabkan pemain yang kini berumur 32 tahun itu harus absen. Mulai dari malaria sampai ada gangguan usus. Masalah kesehatan Diarra sudah diketahui sejak menjalankan latihan intensif bersama Timnas Prancis jelang Piala Dunia 2010 silam.
Perekrutan Diarra semakin diperkuat dengan komentar pelatih Sriwijaya FC, Oswaldo Lessa. Ia juga memberikan bocoran yang menguatkan marquee player Sriwijaya FC adalah Diarra yang merupakan pemain di posisi gelandang serang.
“Pemain marquee player kita posisi gelandang serang,” tegasnya.
Sekarang di umurnya yang ke 32 tahun, ia berstatus free agent pasca dilepas oleh Marseille musim lalu. Memang, harga pasar dari Diarra ini masih cukup tinggi yaitu €5 juta atau sekitar Rp70 miliar. Namun, proses tawar menawar mungkin saja bisa terjadi mengingat ia mungkin masih kesulitan untuk mencari pelabuhan baru di karier sepakbolanya.
Dimitar Berbatov
Striker baru AS Monaco, Dimitar Berbatov, resmi dipinjam dari Fulham sampai musim 2013-14 berakhir.
Striker baru AS Monaco, Dimitar Berbatov, resmi dipinjam dari Fulham sampai musim 2013-14 berakhir. (DOK. AS MONACO)
Sementara itu, kabar tentang Dimitar Berbatov justru muncul dari salah satu situs terkemuka luar negeri yang berada di Indonesia. Bahkan striker 36 tahun itu diminati dan ada negosiasi dengan SFC.
Bila merekrut Bertatov, Sriwijaya harus merogoh kocek hingga 1 juta euro atau Rp 14,2 miliar untuk menggajinya. Namun, harga itu bisa saja berkurang bila Berbatov tertarik bermain di Indonesia dengan harga yang lebih murah.
Muncul pula nama Raul Meireles, Meireles yang merupakan seorang gelandang bisa dijadikan playmaker oleh Persija. Peluang mantan rekan setim Cristiano Ronaldo di Portugal itu sedang tidak punya klub setelah kontraknya habis bersama Fenerbahce.
Menurut Transfermarkt, pemain berusia 34 tahun itu bisa digaji dengan mahar 600 ribu euro atau setara dengan Rp 8,5 miliar per musim.
Namun SFC harus bersaing dengan Persija Jakarta. Pelatih Persija Jakarta, Stefano Cuggura Teco selalu mengatakan, timnya butuh seorang playmaker kelas dunia. Raul Meireles pun dikabarkan menjadi incaran Persija.
Kemudian Joe Cole masuk dalam incaran SFC.
Joe Cole.
Joe Cole. (www.theguardian.com)
Kelincahan dalam menyisir sektor penyerangan sayap dari Joe Cole memang cukup terkenal di masanya. Saat berkarier bersama Chelsea dan Liverpool, ia merupakan pemain yang cukup sering merepotkan pertahanan lawan. Kemampuannya dalam mencetak gol juga patut diwaspadai.
Kini, ia hanya berlaga di Tampa Bay Rowdies, salah satu klub di NASL (North American Soccer League). Harga pasaran dari Cole ini pun tak terlalu tinggi. Angka €400.000 euro atau RP5,6 miliar seharusnya bisa dijangkau bila salah satu klub Indonesia meminati mantan punggawa The Three Lions ini.

Minggu, 02 April 2017

Arema Sudah Sampai Tahap Negosiasi Harga Marquee Player

Bola.com, Malang - Langkah Arema FC untuk mendatangkan marquee player dari Amerika Latin ternyata cukup serius. Kini proses perekrutan pemain bintang itu sudah sampai pada tahapan negosiasi nominal kontrak. Artinya, sudah ada satu pemain yang masuk dalam kriteria kebutuhan pelatih Aji Santoso.
"Sekarang dalam proses negosiasi harga. Sebelumnya banyak tawaran marquee player yang masuk. Tapi, sekarang sudah mengerucut jadi satu pemain," kata Ruddy Widodo, General Manager Arema.
Seperti diberitakan sebelumnya, Arema ingin merekrut marquee player dari negeri kelas dua di Amerika Latin. Hal itu berarti bukan dari Argentina atau Brasil. Namun yang pasti, pemain tersebut dalam kondisi fisik yang masih bagus.
"Mungkin misi kami mendatangkan marquee player ini berbeda dengan klub lain. Arema butuh yang masih aktif bermain agar bisa menutupi celah di sektor gelandang serang atau striker yang dibutuhkan sehingga nantinya bisa mendatangkan sponsor lebih banyak jika penampilan Arema menanjak," jelasnya.
Sementara klub lain, punya misi mendatangkan marquee player beserta sponsor baru secara instan. Sebab, marquee player dengan nama besar seperti Michael Essien atau Carlton Cole yang didatangkan Persib Bandung, bisa langsung menambah daftar sponsor.
"Kami tidak bermaksud menyindir klub lain karena misi setiap klub berbeda. Yang jelas, Arema butuh pemain yang tidak hanya mengandalkan nama besar. Tapi, juga masih punya stamina dan skill bagus dan sesuai kebutuhan tim," ujar Ruddy.
Beberapa waktu lalu, Arema sempat dikaitkan dengan bintang asal Uruguay, Diego Forlan. Namun, manajemen menampiknya karena mantan pemain Manchester United ini berposisi sebagai striker murni. "Nanti saja kalau sudah deal harga, baru kami beri bocoran dari negara apa dan pernah main di mana," kata Ruddy.
Saat ini manajemen Arema enggan memberikan informasi perihal marquee player karena tidak ingin terkesan terlalu berkoar-koar di media. Sebab, belum ada kepastian apakah pemain bidikan akan datang ke Malang.

Jumat, 31 Maret 2017

Gede Widiade menyebut Bambang Pamungkas sebagai marquee player Macan Kemayoran.

Ini Sosok Pemain 'Marquee Player' Persija Jakarta,Gede Widiade mengakui sulit mendatangkan marquee player untuk Persija Jakarta.

Selasa, 28 Maret 2017 09:44 WIB,Penulis: Muhammad Adiyaksa | Editor: Tengku Sufiyanto
Beny Raharjo/INDOSPORT
Kapten Persija Jakarta, Bambang Pamungkas. Copyright: Beny Raharjo/INDOSPORT
Kapten Persija Jakarta, Bambang Pamungkas.
Direktur Persija Jakarta, Gede Widiade mengungkapkan, tidak terlalu tertarik mendatangkan marquee player. Menurutnya, butuh dana tidak sedikit untuk mengontrak seorang marquee player.
Meski begitu, Gede menilai Persija telah memiliki seorang pemain marquee player. Sosok pemain yang dimaksud adalah sang kapten, Bambang Pamungkas.
image article indosportSkuat sementara Persija Jakarta.
"Sulit mendatangkan marquee player. Saya butuh sponsor untuk merekrut marquee player. Marquee player Persija itu Bambang Pamungkas," ungkap Gede di sela-sela perkenalan Lapangan Sutasoma sebagai lokasi latihan anyar Macan Kemayoran, Rabu (28/03/17) pagi WIB.
"Kita butuh sponsor untuk membantu kita. Bisa saja sponsor masuk dengan kasih 50 persen untuk nilai kontrak marquee player, nanti sisanya kita yang bayar. Atau setidaknya sponsor bayar down payment (DP) kontak," lanjutnya.
Di sisi lain, Gede mengatakan, manajemen Persija akan memaksimalkan pemain yang ada untuk bertarung di Liga 1 mendatang. Mereka baru akan menambah pemain sesuai dengan permintaan pelatih Stefano Cugurra Teco.

Rabu, 29 Maret 2017

Alasan Arema Tolak Forlan, Diarra, dan Momo Sissoko

Selasa, 28 Mar 2017 12:00
Tawaran Diego Forlan kabarnya sudah ditolak Arema FC dengan alasan menunggu kepastian regulasi.
Tawaran Diego Forlan kabarnya sudah ditolak Arema FC dengan alasan menunggu kepastian regulasi. (AFP)
JawaPos.com - Arema FC enggan gegabah dan mudah terpengaruh dengan klub lain, dalam berburu pemain asing maupun marquee player. Bahkan, kabarnya tiga calon marquee player seperti Mahamadou Diarra, Diego Forlan, hingga Mohamed Sissoko, sudah ditolak tim berjuluk Singo Edan tersebut.
Arema tengah menyiapkan beberapa rencana untuk mengantisipasi regulasi pemain asing yang bakal diterapkan di Liga 1. Sebelum nantinya dipastikan ketika manager meeting, yang direncanakan bakal digelar pada 30 Maret 2017.
“Sejumlah regulasi maish belum diputuskan. Termasuk komposisi atau formula pemain asing. Rencananya, 30 Maret naru dibahas dan diselesaikan dalam agenda manager meeting,” ujar General Manager Arema, Ruddy Widodo.
Dengan kondisi demikian, Arema pun menyiapkan sejumlah perencanaan untuk menghadapi regulasi Liga 1. Sehingga, jika nanti regulasi, baik pemain asing maupun pemain U-22 diputuskan, tim berjuluk Singo Edan itu telah siap.
"Jika memang nanti ada perubahan regulasi pemain asing dari 2+1 menjadi 2+1+1 atau menjadi 3+1, kami akan menambah pemain. Namun, kalau tidak, tak ada masalah," ujar Ruddy.
Ruddy menambahkan, jika pun harus meminang pemain berstatus marquee player, Arema juga siap. Ia menyebut telah berdiskusi dengan tim pelatih terkait marquee player ini.
"Sudah ada rencana yang matang terkait hal ini. Semua tak ada masalah. Kami berusaha agar bisa beradaptasi apapun regulasi dan kondisinya," tutur Ruddy.
Ruddy menyebut saat ini Arema FC juga terus mempersiapkan diri untuk menyongsong kompetisi. Persiapan mereka, sambung pria berusia 45 tahun ini, tak terganggu dengan belum tuntasnya pembahasan regulasi.
"Seperti bisa dilihat sendiri, latihan terus berjalan. Kita juga berusaha menambal kekurangan yang ada dengan menyeleksi beberapa pemain muda, sambil menunggu regulasi benar-benar sudah diputuskan sebagai patokan kompetisi," pungkas pria asal Madiun itu.
Hal itu pula yang membuat Arema kembali terlihat adem ayem dalam berburu marquee player. Tim ini masih belum bisa memutuskan akan menggunakan jasa pemain yang dipastikan berharga mahal itu. Bahkan, beberapa nama yang ditawarkan ditengarai ditolak seperti Diarra, Forlan, hingga Sissoko. (ley/jon/ira/JPG)

Selasa, 21 Maret 2017

Efek Essien: Ini Dia 6 Pemain Top Dunia Yang Ramaikan Bursa Transfer Klub Liga 1 Indonesia

Bursa transfer klub Liga 1 Indonesia
Sepakbola.com, Jakarta – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) telah mengumumkan peraturan baru mengenai Marquee Player alias pemain top dunia. Aturan ini memperbolehkan klub menambah satu pemain asing dengan reputasi top.
Namun PSSI memberikan syarat yakni pemain minimal bermain di Piala Dunia dalam tiga edisi terakhir atau pernah bermain di liga top dunia.
Klub yang sudah dipastikan memiliki Marquee Player adalah Persib. Maung Bandung pada pekan lalu sudah mengumumkan bergabungnya Michael Essien ke skuat asuhan Djadjang Nurjaman.
Sontak beberapa klub Liga 1 Indonesia langsung berbondong-bondong untuk mencari pemain dengan berstatus bintang dunia. Bahkan ada beberapa pemain top dunia sudah dikaitkan beberapa klub peserta Liga 1. Siapa saja pemain tersebut, Sepakbola.com merangkumnya.

1. Patrick Odemwingie (Madura United)
Bursa transfer Liga 1 Indonesia odem
Bursa transfer Klub Liga 1 Indonesia: Peter Odemwingie dikabarkan akan bermain untuk Madura United.
Manajer Madura United, Haruna Soemitro pada situs klub memastikan pemain Marquee Player mereka, Peter Odemwingie akan bergabung dengan tim pada 31 Maret mendatang. Sang pemain akan dijajal kemampuannya saat Laskar Sapeh Kerap beruji coba dengan PSS Sleman.
Di Madura United, Odemwingie nantinya akan diplot sebagai ujung tombak mereka. Setelah sebelumnya MU memutuskan untuk meminjamkan striker haus golnya Luis Junior ke Persija Jakarta.
Melihat jejak klubnya, pemain asal Nigeria ini cukup baik. Ia pernah tampil di Piala Dunia. Selain itu ia pernah bermain di dua liga top dunia.
Odemwingie pernah bermain untuk Liga Eropa di tim Perancis, Lille musim 2004-2007. Lalu dia juga sempat bermain di Liga Inggris di klub West Bromwich Albion musim 2010-2013, Cardiff City musim 2013-2014, dan Stoke City selama dua musim, 2014-2016.

2. Emanuel Adebayor (Bali United)
Bursa transfer Liga 1 Indonesia Adebayor
Bursa transfer Klub Liga 1 Indonesia: Pemain bengal Emmanuel Adebayor akankah bermain di Indonesia?
Memang belum disebutkan secara pasti jika pemain asal Togo akan merumput bersama Bali United. Apalagi Chief Executive Organization (CEO), Yabes Tanuri juga belum menyebutkan secara gamblang untuk merekrut pemain yang pernah tampil di Piala Dunia ini.
Namun, kans pemain yang pernah bermain di klub besar seperti Arsenal, Manchester City, Real Madrid, hingga Tottenham Hotspur itu bergabung ke Serdadu Tridatu sangat tipis. Dia baru akhir Januari lalu dikontrak klub Turki, Istanbul Basaksehir. Di sisi lain, Adebayor memiliki nilai sebesar Rp 35,88 miliar!
“Kami lihat dulu kemampuan anggaran klub jika memang ingin mendatangkan marquee player,” ucap Yabes seperti dilansir CNNIndonesia.com.

3. Douglas Maicon (Persija)
Bursa transfer Liga 1 Indonesia maicon
Bursa transfer Klub Liga 1 Indonesia: Persija Jakarta ingin marquee player berposisi defender.
Dengan pemilik baru yakni I Gede Widiade, Persija ingin ada perubahan. Salah satu perubahan yang diinginkan yakni mendatangkan Marquee Player.
Salah satu top nama yang diincar adalah eks Inter Milan, Manchester City, dan AS Roma, Maicon Sisenando. Saat ini status Maicon menganggur setelah kontraknya tidak dilanjutkan bersama AS Roma. Namun Persija jika mau merekrut pemain asal Brasil ini harus siap mengeluarkan dana sebesar Rp 7,17 miliar.

4. Moussa Sow (PBFC)
Salah satu akun sosial media PBFC membuat netizen terkejut. Presiden Pesut Etam, Nabil Husein terlihat berfoto bareng dengan salah satu mantan striker Fenerbahce, Moussa Sow.
Hal itu membuat spekuliasi jika PBFC ingin mendatangkan penggawa Senegal tersebut. Sow sendiri usianya masih terhitung muda, 31 tahun, jika dibandingkan dengan marquee player yang dihubungkan dengan klub Tanah Air lainnya.
Beberapa klub pernah diperkuatnya Rennes, Lille, serta Fenerbahce. Sempat dikontrak oleh klub Uni Emirat Arab, Al Ahli, pada 2015 namun striker kelahiran 19 Januari 1986 itu dipinjamkan kembali ke Fenerbahce.

5. Diego Forlan (Arema)
Bursa transfer Liga 1 Indonesia Diego Forlan-Atletico Madrid
Bursa transfer Klub Liga 1 Indonesia: Diego Forlan yang berpengalaman bermain di Liga Inggris, Liga Spanyol hingga Liga Italia dibidik Arema FC?
Beredar kabar jika Arema mendapatkan tawaran dari agen Diego Forlan. Mantan penyerang Manchester United dan Atletico Madrid itu tengah dikaitkan dengan Singo Edan.
Memang belum ada jawaban resmi terkait isu ini. Namun sepertinya Arema sendiri lebih condong mencari pemain di posisi pemain belakang dibandingkan dengan pemain depan. Mengingat mereka hanya memiliki dua stopper saja.

6. Julio Baptista (PSM)
Bursa transfer Liga 1 Indonesia julio baptista real madrid
Bursa transfer Klub Liga 1 Indonesia: Bomber berjuluk “The Beast” digosipkan menjadi incaran salah satu klub Liga 1.
Memang belum ada kabar resmi, namun banyak isu yang beredar di sosial media jika PSM akan merekrut mantan bintang Arsenal dan Real Madrid, Julio Baptista.
Kabar ini coba dibenarkan oleh agen Julio Baptista, Matheuw. Ia membenarkan pemainnya itu bakal main di salah satu tim yang akan berlaga di Liga 1. Sayangnya nama klub tidak dibocorkan, Akan tetapi tujuan sang pemain mengarah ke Pasukan Ramang.
Sementara pihak PSM Makassar belum ada yang memberi tanggapan soal isu tersebut.
Menarik ditunggu apakah transfer ini bisa terjadi apa tidak. Jika keseluruhan bisa terwujud maka semakin kompetitifnya Liga 1 mendatang.
Penulis: Aglar Ardha Raja/Editor: Rudi Purwantoro

Jumat, 17 Maret 2017

PSSI Bolehkan Klub Pakai Empat Pemain Asing Di Liga 1

Kantor PSSI Goal / Muhammad Ridwan
Awalnya klub hanya boleh menggunakan tiga pemain asing saja yang salah satu mesti dari Asia.

OLEH  MUHAMMAD RIDWAN
Ketua umum PSSI, Edy Rahmayadi menegaskan bakal tetap menggunakan regulasi pemain muda dan batas maksimal untuk Liga 1. Sebab, peraturan ini sudah disepakati oleh semua klub dan diuji coba saat Piala Presiden 2017 digulirkan.
Para klub diwajibkan mendaftarkan lima pemain yang berusia di bawah 23 tahun untuk di Liga 1 dan tiga antaranya wajib bermain sejak menit awal berlangsung. Selain itu, klub juga hanya diizinkan memakai dua pemain saja yang berusia di atas 35 tahun.
"Regulasi tidak ada perubahan. Klub tetap wajib memainkan pemain U-23 sejak awal. Lalu pemain di atas 35 tahun juga tetap saja dua tidak boleh lebih," kata Edy.

Pria yang juga menjabat sebagai Pangkostrad TNI menuturkan terjadi perubahan dalam komposisi pemain asing. Awalnya, setiap klub hanya diperbolehkan menggunakan tiga legiun asing asing saja yang salah satunya mesti berasal dari Asia.
Namun, kini klub bisa menggunakan empat pemain asing dengan catatan salah satu dari pemain tersebut merupakan marquee player. Bila tidak ada, klub hanya bisa menggunakan tiga pemain asing seperti ketentuan yang ditetapkan sejak awal.
"Persyaratan yang diberikan adalah pemain bintangnya minimal bermain di tiga edisi perhelatan Piala Dunia dan berkompetisi di liga teratas sebelum bermain di Indonesia. Jika tidak ada marquee player klub hanya bisa memakai tiga pemain asing saja," ucapnya.
SIMAK JUGA: PSSI Pastikan 'Kick-Off' Liga 1 Bergulir Mulai 15 April 2017
Lebih lanjut, Edy memberi contoh tentang marquee player yang dimaksudkannya itu. Ia menyebut kedatangan Michael Essien ke Persib Bandung sebagai bukti tentang marquee player yang bisa dipakai oleh klub-klub lainnya.
"Ya, Persib saja contohnya sudah mendatangkan pemain bintang, baiknya disepakati untuk mendatangkan pemain bintang, tapi ini tidak wajib, ya, bagi klub yang akan membeli pemain bintang kelas dunia dipersilahkan saja dan untuk itu dibuatkan regulasinya," ucapnya.