Tampilkan postingan dengan label Meredam Anis Baswedan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Meredam Anis Baswedan. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 April 2018

Isu Mendagri Ancam Pecat Anies, Hidayat Nur Wahid: Hanya di Kabinet Zaman Now Menteri Pada Neko-neko

Isu Mendagri Ancam Pecat Anies, Hidayat Nur Wahid: Hanya di Kabinet Zaman Now Menteri Pada Neko-neko
TRIBUNWOW.COM - Mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Hidayat Nur Wahid turut mengomentari pemberitaan mengenai Kemendagri ancam pecat Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan jika dirinya tidak mematuhi aturan Ombudsman.
Dilansir Tribunwow.com dari akun Twitter @hnurwahid, dirinya menuliskan sebagai berikut:
"Apa benar & apa dibenarkan Mendagri ancam pecat Gubernur DKI, yg dipilih langsung olh Rakyat Jkt?
Padahal tak ada kewenangan Mendagri untuk pecat Gubernur?
Hanya di kabinet “zaman now” menteri pada neko-neko: tentang cabe,tentang cacing & (kalau benar) tentang ancam pecat Gubernur", cuitnya.

Rekomendasi yang dikeluarkan oleh Ombudsman RI adalah mengenai penutupan jalan Jatibaru di Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Pihaknya mengatakan rekomendasi tersebut bersidat final dan mengikat.
Anies Baswedan juga dihimbau wajib untuk mematuhi rekomendasi tersebut.
“Harus dilaksanakan kalau rekomendasi Ombudsman. Rekomendasi ini sebagaimana rekomendasi KASN (Komisi Aparatur Sipil Negara). Jadi bersifat final,” kata Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri, Sumarsono.

Menambahkan, pihaknya mengatakan akan ada sanksi apabila rekomendasi tersebut tidak dipatuhi.
Sanksi pertama berupa pemberhentian sementara selama tiga bulan sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Jika selama pembinaan tiga bulan, Anies masih melakukan kesalahan yang sama, akan ditambah lagi pembinaan selama satu bulan.
Namun jika dianggap masih melakukan kesalahan yang sama, maka ia berpotensi untuk dinonaktifkan.

Dikabarkan sebelumnya, Ombudsman tercatat sudah dua kali melakukan peninjauan ke kawasan tanah abang, yakni pada 17 Januari dan 20 Maret 2018.
Dari hasil dua kali penijauan tersebut, pihaknya menemukan ada indikasi maladministrasi yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta dengan menutup Jalan Jatibaru Raya.
"Dari hasil pemantauan lapangan hari ini bisa kami lihat bersama bahwa memang ada malaadministrasi. Mengapa? Sebab, kita tahu sebagaimana Undang-Undang Jalan dan Lalu Lintas, jalan raya dipergunakan untuk jalan umum, bukan untuk fungsi lain, seperti berjualan, dan kondisi hari ini bisa kita lihat bersama," kata Kepala Perwakilan Ombudsman Jakarta Raya Dominikus Dalu, Selasa (20/3/2018) lalu.
Meskipun menurut Komisioner Ombudsman Adrianus Meliala mengatakan dengan kebijakan ini, baik penjual maupun pembeli merasa diuntungkan, namun dari sisi aturan kebijakan yang diambil oleh Pemprov DKI bermasalah.
Pihaknya mengatakan kebijakan ini menabrak Undang-undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan, serta Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2006 tentang Jalan.
Sebelumnya, Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek mengatakan jika cacing yang berada di ikan makarel mengandung protein.
Dirinya menilai cacing tersebut tidak membawa efek berbahaya selama makanan itu diolah dengan benar.
"Setahu saya itu (ikan makarel) kan nggak dimakan mentah, kita kan goreng lagi, atau di masak lagi, cacingnya mati lah. Cacing itu sebenarnya isinya protein, berbagai contoh aja tapi saya kira kalau udah di masak kan saya kira juga steril. Insya Allah gak jadi," kata Menkes di ruang rapat Komisi XI DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (29/3/2018).
Menambahkan, menurut Menkes, cacing hanya berkembang biak di tempat yang cocok dengan siklus hidupnya.
"Kalau lingkungannya cocok perut kita dia (cacing) akan berkembang biak, misalnya begitu. Kalau nggak sesuai ya tentu dia (cacing) mati juga," ujar Nila.  (TribunWow/Dian Naren)


Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Isu Mendagri Ancam Pecat Anies, Hidayat Nur Wahid: Hanya di Kabinet Zaman Now Menteri Pada Neko-neko, http://wow.tribunnews.com/2018/04/01/kemendagri-ancam-pecat-anies-hidayat-nur-wahid-hanya-di-kabinet-zaman-now-menteri-pada-neko-neko?page=3.
Penulis: Dian Naren
Editor: Dian Naren



Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Isu Mendagri Ancam Pecat Anies, Hidayat Nur Wahid: Hanya di Kabinet Zaman Now Menteri Pada Neko-neko, http://wow.tribunnews.com/2018/04/01/kemendagri-ancam-pecat-anies-hidayat-nur-wahid-hanya-di-kabinet-zaman-now-menteri-pada-neko-neko?page=2.
Penulis: Dian Naren
Editor: Dian Naren

Selasa, 20 Februari 2018

Pengadangan Anies di GBK Ganggu Elektabilitas Jokowi

  • image_title
    Photo :
    • Istimewa
    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tak boleh ikut rombongan Presiden Jokowi ke lapangan Stadiun Utama Gelora Bung Karno.
VIVA – Insiden dilarangnya Gubernur DKI Anies Baswedan mendampingi Presiden saat penyerahan tropi juara Piala Presiden 2018 di Gelora Bung Karno, Sabtu 17 Februari 2018 malam, dianggap bakal berdampak pada elektoral Jokowi yang akan maju lagi pada Pilpres 2019 mendatang.
Pengamat politik dari Renaissance Political Research and Studies (RePORT), Ibnun Hasan Mahfud mengatakan, seharusnya final antara Persija Jakarta melawan Bali United yang mendapat perhatian luas publik, adalah panggung Jokowi. Tapi, yang terjadi justru sebaliknya.
"Acara yang seharusnya menjadi panggung Jokowi berubah menjadi panggungnya Anies secara tidak disengaja," kata Ibnun, Senin 19 Februari 2018.
Ia mengatakan, momentum itu menjadi panggung bagi Anies karena dia dinilai dizolimi. Mengingat sebagai tuan rumah dan Persija juga menang, harusnya Anies ikut Presiden Jokowi untuk menyerahkan trofi tersebut.
Malah kini, lanjut Ibnun, Jokowi yang menjadi sasaran. Padahal, ia yakin tidak ada keinginan seperti itu. Maka menurutnya, perlu juga bagi mantan gubernur DKI itu untuk mengingatkan orang-orang di sekitarnya. Selain itu, Anies secara protokoler memiliki hak untuk berdiri di sisi Presiden Jokowi.
Persija Jakarta bersama Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, di Balai Kota.
"Saya pikir Jokowi harus memberikan warning khusus kepada orang-orang disekelilingnya agar tidak membuat tindakan yang menyebabkan blunder buat Jokowi ke depan, mengingat tahun politik menuju Pilpres 2019 sudah mulai bergulir," katanya.
Menurutnya, perlu bagi Jokowi untuk menjaga elektabilitasnya. Apalagi, hasil survei Poltracking walau Jokowi unggul dari Prabowo Subianto, tetapi masih belum aman. Jangan sampai, kata dia, kejadian serupa terus berulang terjadi ke depannya.
"Yang berujung pada rusaknya elektabilitas yang sudah dibangun selama ini," lanjutnya.
Perlu diingatkan lagi, lanjut Ibnun, salah satu kekuatan Jokowi pada pemilu 2014 lalu adalah kekuatan nitizen. Maka menurutnya, ini yang perlu dijaga oleh Jokowi dan timnya.
Apalagi dalam persoalan sepakbola, yang menurutnya sudah mendarah daging bagi masyarakat Indonesia.
"Bisa saja Anies belum berpikiran maju sebagai Capres 2019 mendatang tapi apabila kejadian-kejadian ini terus berulang bukan tidak mungkin Jokowi justru membangun lawannya sendiri di Pilpres mendatang," jelasnya.
Pada 2015, saat Persib Bandung menjuari ajang Piala Presiden sejumlah pemimpin daerah dapat ikut mendampingi Presiden Joko Widodo. Seperti Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan dan Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil. Bahkan Gubernur DKI Jakarta saat itu Basuki Tjahaja Purnama ikut turun meskipun Persija tidak juara.

Mengapa Anis Baswedan sengaja dihadang di daerahnya sendiri ?

Kejanggalan pengadangan Anies saat akan dampingi Jokowi di final Piala Presiden

Senin, 19 Februari 2018 08:02 Reporter : Fikri Faqih
Video Anies di GBK. ©2018 Merdeka.com
Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak mendampingi Presiden Joko Widodo memberikan Piala Presiden kepada Persija usai menaklukan Bali United di final. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu sempat akan mengiringi Jokowi ke podium, namun dihalangi oleh Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin mengatakan tindakan yang dilakukan Paspampres tersebut merupakan prosedur pengamanan. Karena Paspampres berpegang pada daftar nama pendamping presiden yang disiapkan panitia.
Bey menceritakan, selama pertandingan, Jokowi dan Anies sangat menikmati jalannya pertandingan yang berakhir dengan kemenangan 3-0 Persija tersebut. Dia menyebut, keduanya menonton dengan rileks dan sangat akrab. Saat menonton, dia menyebut Jokowi juga menyampaikan selamat dan menyalami Anies saat Persija mencetak gol.

Video Anies di GBK 2018 Merdeka.com
Pengamat politik Indria Samego mengatakan, kejadian pengadangan tersebut seharusnya tidak terjadi. Apalagi Anies sebagai tuan rumah penyelenggaraan final Piala Presiden 2018 hadir dan turut menyaksikan pertandingan bersama Jokowi di bangku VIP.
"Agak aneh karena dia (Anies) orang nomor satu di DKI apapun alasannya menimbulkan pertanyaan, kenapa Anies dicegat ikut rombongan itu. Dari sisi protokoler jadi pertanyaan yang tahu jawabannya orang sekitar Jokowi," katanya kepada merdeka.com, Minggu (18/2).
Dia mengharapkan kejadian seperti itu tidak lagi terjadi. Sebab tidak cukup alasan melakukan pengadangan terhadap Anies saat akan memberikan piala kepada pemenang Piala Presiden. "Masak seorang gubernur gak boleh sama presiden ngasih pialanya? Walaupun Jakarta (Persija) kalah, Anies tetap mendampingi Jokowi."

Jokowi dan Anies Baswedan di GBK 2018 Istimewa
Sementara pengamat politik Siti Zuhro meminta kepada publik untuk tidak menyangkutpautkan kejadian pengadangan tersebut dengan kontestasi Pilpres 2019. Dia menduga, kejadian pengadangan tersebut hanya sesuai dengan standar operasional prosedur yang dimiliki Paspampres.
"Konteks tidak pemilu, DKI tidak Pilkada dan Pilpres masih nanti, mungkin ini hanya melakukan protokoler yang memadai. Sesuai dengan etika pemerintahan bagaimana hubungan pemerintahan acara sifatnya seremonial, jadi tidak boleh lalu menafikan SOP atau protap yang biasa menjadi tradisi," ujarnya.
Untuk diketahui, Bey Machmudin mengatakan, Paspampres hanya mempersilakan nama-nama yang disebutkan oleh pembawa acara untuk turut mendampingi Presiden Jokowi.
"Tidak ada arahan apapun dari Presiden untuk mencegah Anies. Mengingat acara ini bukan acara kenegaraan, panitia tidak mengikuti ketentuan protokoler kenegaraan mengenai tata cara pendampingan Presiden oleh Kepala Daerah," kata Bey melalui keterangan tertulis, Minggu (18/2).

Anies di Piala Presiden 2018 Merdeka.com
Kemudian, Ketua SC Piala Presiden Maruarar Sirait menampik adanya upaya mencegah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendampingi Presiden Joko Widodo memberikan piala kepada Persija. Pasalnya, dia mengungkapkan, tidak ada masalah apapun hingga akhirnya Anies tak turun ke lapangan.
"Soal video Anies ya biasa-biasa saja kok kenapa jadi kalian yang repot tanya aja sama Mas Anis baik-baik saja di luar, ketemu saya jadi kita ini cobalah jadi bangsa angkat apa Jokowi pemimpinnya rukun baik-baik saja mereka berdua baik-baik saja," katanya di Jakarta, Minggu (18/2).
Politisi PDIP ini memastikan jika hubungan antara Jokowi dan Anies tidak ada masalah. Dia juga mengingatkan, hubungan antara keduanya sudah berlangsung sejak Jokowi maju sebagai calon Gubernur DKI Jakarta pada 2012 silam.
"Saya pastikan mereka berdua baik-baik saja, dua-duanya sahabat saya sahabat baik saya, saya mau janjian sama Pak Anies mau makan malam bareng, beberapa hari ini kita akan makan bareng sama-sama. Coba ya media saya minta ya coba tanya saja ke Pak Anies Jokowi keduanya baik-baik saja mereka kawan lama," ujarnya. [fik]

Mengapa Gubernur DKI Jakarta tidak diperbolehkan mendampingi Jokowi?

(Foto: Bolalob) 
Murfi Aji, 19/02/18 - 13:00
Pihak istana mengungkapkan alasan menghadang Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang ingin mendampingi Presiden Joko Widodo saat pemberian trofi Piala Presiden 2018. Pihak Paspampres (Pasukan Pengamanan Presiden) mengungkapkan hanya memberikan izin kepada nama yang telah terdaftar untuk mendampingin Presiden.

Video singkat Anies Baswedan yang dihadang oleh pihak Paspampres sempat viral di sosial media. Banyak yang menyangka hubungan Anies dan Jokowi masih renggang sehingga Gubernur DKI Jakarta tersebut tidak diperbolehkan mendampingi orang nomor 1 di Indonesia tersebut.

Pihak Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin menanggapi isu tersebut dengan memberikan pernyataan resmi dari pihak istana.
Dalam rilis tersebut Bey menyatakan tidak ada upaya untuk menghalau Anies mendampingi Jokowi ke lapangan. Paspampres hanya mematuhi daftar nama yang sudah terdaftar untuk bisa mendampingi Jokowi.
Berikut penjelasan lengkap Bey Machmudin dalam keterangan tertulis:
"Usai pertandingan final Piala Presiden 2018, beredar video pendek saat-saat menjelang penyerahan piala. Dalam video terlihat anggota Paspampres mencegah Gubernur Jakarta Anies Baswedan untuk turun mendampingi Presiden.

"Tindakan tersebut merupakan prosedur pengamanan karena Paspampres berpegang pada daftar nama pendamping Presiden yang disiapkan panitia. Paspampres hanya mempersilakan nama-nama yang disebutkan oleh pembawa acara untuk turut mendampingi Presiden Joko Widodo.

"Tidak ada arahan apapun dari Presiden untuk mencegah Anies.
Mengingat acara ini bukan acara kenegaraan, panitia tidak mengikuti ketentuan protokoler kenegaraan mengenai tata cara pendampingan Presiden oleh Kepala Daerah.

"Selama pertandingan, Presiden Jokowi dan Gubernur Anies sangat menikmati jalannya pertandingan final. Keduanya menonton dengan rileks, sangat informal, serta akrab. Presiden menyampaikan selamat dan menyalami Anies saat Persija mencetak gol.

"Karena bukan acara resmi, Presiden juga masih perlu menunggu selama 15 menit di lapangan hingga selesainya pemberian penghargaan lain sebelum menyerahkan Piala Presiden kepada Persija.

"Jakarta, 18 Februari 2018
"Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden

"Bey Machmudin".

Anies Dicegah Dampingi Jokowi, Maruarar: 100 Persen Salah Saya

Senin 19 Februari 2018, 14:10 WIB
Seysha Desnikia - detikNews
Anies Dicegah Dampingi Jokowi, Maruarar: 100 Persen Salah Saya Foto: dok. Piala Presiden 2018
Jakarta - Ketua Steering Committee (SC) Piala Presiden 2018 Maruarar Sirait (Ara) mengaku bersalah atas insiden dicegahnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk mendampingi Presiden Joko Widodo ke podium final Piala Presiden 2018.

"Jadi kalau kemarin begitu, saya harus sampaikan tidak ada orang yang paling bertanggung jawab. Saya paling bertanggung jawab," ujar Ara dalam konferensi pers di Stadion GBK, Jakarta, Senin (19/2/2018).Ara mengaku menjadi pihak utama yang menyerahkan nama untuk mendampingi Jokowi menyerahkan trofi kejuaraan Piala Presiden 2018 kepada Persija selaku pemenang. Menurut Ara, seharusnya Anies ikut naik ke podium Piala Presiden untuk menerima ucapan selamat atas kemenangan Persija.

"Harusnya Pak Anies bersama-sama menerima (ucapan selamat). Saya tidak mengerti protokoler, nama-nama dari saya," tegas Ara.

"Jangan salahkan Paspampres karena dia bekerja berdasarkan siapa disebut nama-namanya. Seratus persen salah saya," tambahnya.

Istana sudah menyatakan tidak ada arahan dari Presiden Joko Widodo soal kejadian Anies dicegah. Istana juga menegaskan laga final Piala Presiden bukan acara kenegaraan.
(gbr/imk)

Meredam Popularitas Anis Baswedan secara sistemik

Posisi politik Jokowi dan Anies usai Maruarar mengaku bersalah

Selasa, 20 Februari 2018 07:03 Reporter : Didi Syafirdi
persija vs bali united 3-0. ©2018 Merdeka.com/Imam Buhori
Merdeka.com - Penyerang Persija Jakarta, Marko Simic mencetak gol indah. Tim ibu kota pun menutup babak pertama dengan keunggulan dua gol di babak pertama atas Bali United. Seisi Stadion Gelora Bung Karno yang dipadati The Jakmania pun bergemuruh.
Di sisi lain pemandangan menarik terlihat. Presiden Joko Widodo yang berada di VVIP menyalami Gubernur DKI Anies Baswedan setiap kali pemain Persija mencetak gol. Keduanya begitu menikmati jalannya pertandingan sambil sesekali tertawa.
Namun di akhir pertandingan justru muncul pemandangan yang menjadi pembicaraan. Anies tiba-tiba dilarang Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) turun ke lapangan hijau saat Jokowi menyerahkan Piala Presiden ke Persija yang menang 3-0 di partai final, Sabtu (17/2).
Sejumlah pihak menilai kejadian ini kental nuansa politiknya. Wasekjen DPP PKS Mardani Ali Sera malah menilai kejadian itu menimbulkan kesan Jokowi takut berkompetisi di Pemilu 2019 nanti. Terlebih nama Anies selalu meroket di sejumlah lembaga survei.
Peneliti politik dan hubungan internasional, Arya Fernandes menilai kejadian itu sudah case closed setelah Ketua Steering Committee Piala Presiden 2018, Maruarar Sirait mengakui kesalahannya. Jika dikaitkan dengan Jokowi juga tidak ditemukan adanya bukti empiris.
"Artinya dari sisi upaya mendorong menjadi bola liar itu terkunci. Sinyalir adanya kontestasi Jokowi dan Anies juga tidak ada bukti. Kalau tak ada permintaan maaf sudah kemana mana (isunya)," kata Arya.
Sekarang ini, Arya menilai, posisi sudah kembali normal. Isu bisa membesar, katanya, jika Ara sapaan Maruarar mencari pembenaran dengan berbagai alasan yang dicari-cari. Dengan begitu ada pihak yang diuntungkan.
"Kalau Ara belum (minta maaf) tembakan ke istana. Anies diuntungkan, dipersepsikan orang terzalimi," tuturnya.
Dia pun melihat Jokowi tidak perlu secara langsung melakukan klarifikasi. "Enggak perlu. Semua undangan kan dia (Ara) yang atur," tandasnya.
Ara mengaku bersalah lantaran tidak mencatat nama Anies. Dia pun meminta maaf kepada Jokowi dan Anies akibat kelalaiannya. "Saya yang bersalah. Saya tidak menyalahkan orang lain. Saya yang bersalah," kata Ara di Pressroom Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (19/2).
"Dan saya mohon maaf kepada Presiden Jokowi dan Gubernur atas ketidaknyamanan ini. Kalau ada salah itu tanggung jawab saya 100 persen," tambahnya.
Dia mengakui, Ara sendiri yang mencatat siapa saja yang mendampingi Jokowi saat memberikan hadiah. Dia menulis nama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Menko Polhukam Wiranto, Menpora Iman Nahrawi, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua DPD Oesman Sapta, Ketua DPR Bambang Soesatyo, dan para sponsor.
Dia juga menegaskan terkait video melarang Anies untuk turun itu bukan kesalahan pihak Paspampres. Dia mengakui seharusnya mencatat nama Anies.
"Mas Anies tidak ke bawah itu salah saya. Harusnya menerima hadiah dan ikut menerima hadiah dari presiden. Dan itu seharusnya saya lakukan. Karena saya turun ke bawah mengontrol semua detail," ungkap Ara.
Anies sendiri tidak ingin ambil pusing soal dirinya diadang oleh Paspampres. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini menjelaskan, dirinya masih tetap memberikan selamat untuk para pemain Persija meskipun tak bersama Jokowi, Menpora dan pejabat negara lainnya.
"Gini, dari tadi malam itu yang penting Persija menang, saya di mana enggak penting yang penting Persija menang. Saya merasa bangga," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Minggu (18/2).
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin buru mengklarifikasi kejadian tersebut. Menurutnya, tindakan yang dilakukan Paspampres merupakan prosedur pengamanan. Karena Paspampres berpegang pada daftar nama pendamping presiden yang disiapkan panitia.
Bey menceritakan, selama pertandingan, Jokowi dan Anies sangat menikmati jalannya pertandingan. Dia menyebut, keduanya menonton dengan rileks dan sangat akrab. Saat menonton, dia menyebut Jokowi juga menyampaikan selamat dan menyalami Anies saat Persija mencetak gol.
"Tidak ada arahan apapun dari Presiden untuk mencegah Anies. Mengingat acara ini bukan acara kenegaraan, panitia tidak mengikuti ketentuan protokoler kenegaraan mengenai tata cara pendampingan Presiden oleh Kepala Daerah," kata Bey melalui keterangan tertulis, Minggu (18/2). [did]

Viral, Bermaksud Iringi Jokowi Serahkan Piala Presiden, Aneh Mendadak Anis Dicegat Paspampres

Viral, Bermaksud Iringi Jokowi Serahkan Piala Presiden, Aneh Mendadak Anis Dicegat Paspampres
Anies Baswedan saat dicegat Paspampres di Stadion Utama Gelora Bung Karno 
TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, tak mendampingi Presiden Jokowi saat penyerahan Piala Presiden ke tim Persija, Sabtu (17/2/2018).
Dalam sebuah video yang menyebar di media sosial (Medsos), Anies kelihatan ditahan Paspampres ketika hendak mendampingi Jokowi.
Padahal UU nomor 9 tahun 2010 tentang Keprotokalan (UU 9/2010) sudah mengatur terkait keharusan Anies mendampingi Presiden, semalam.
Hal itu tertuang dalam pasal 13 huruf UU 9/2010.
Bunyi pasal itu adalah 'Tata Tempat bagi penyelenggara dan/atau pejabat tuan rumah dalam pelaksanaan Acara Resmi sebagai berikut:
a. dalam hal Acara Resmi dihadiri Presiden dan/atau Wakil Presiden, penyelenggara dan/atau pejabat tuan rumah mendampingi Presiden dan/atau Wakil Presiden.
"Saya bener-bener sedih mas, kok Pak Anies sebagai Gubernur Jakarta tak diberi kesempatan untuk ikut dalam pemberian hadiah. Yang menangkan Persija, tim sepak bola kebanggaan orang Jakarta. Kitapun disini statusnya tuan rumah,"ungkap Dhani Fidaus, salah satu Jakmania kepada wartawan, Minggu (18/2/2018).
Dhani mengaku lebih sedih lagi saat Anies tidak disebut namanya oleh Maruarar Sirait dalam sambutannya, dan tidak diminta turun saat penyerahan piala/
Dalam video itu Jokowi sedang dipanggil untuk turun ke lapangan agar menyerahkan piala ke tim juara, Persija.

Menghentikan laju Anis Baswedan secara Sistematis

Cegah Anies Dampingi Jokowi, Paspampres Hanya Ikuti Daftar Nama dari Panitia

Kristian Erdianto,Kompas.com - 18/02/2018, 18:29 WIB
Gubernur DKI Anes Baswedan saat dihadang paspamres (lingkaran merah) usai final Piala Presiden di Stadion Gelora Bung Karno, Sabtu (18/2/2018) malam.
Gubernur DKI Anes Baswedan saat dihadang paspamres (lingkaran merah) usai final Piala Presiden di Stadion Gelora Bung Karno, Sabtu (18/2/2018) malam.(KOMPAS.com/ SCREENSHOT VIDEO FACEBOOK)
JAKARTA, KOMPAS.com - Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudi menuturkan bahwa anggota Paspampres hanya mengikuti daftar nama dari panitia saat mencegah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk turun mendampingi Presiden menjelang penyerahan Piala Presiden 2018.
Peristiwa itu tersebar melalui video pendek usai pertandingan final Piala Presiden 2018.
Menurut Bey, tindakan tersebut merupakan prosedur pengamanan karena Paspampres berpegang pada daftar nama pendamping Presiden yang disiapkan panitia.
"Paspampres hanya mempersilakan nama-nama yang disebutkan oleh pembawa acara untuk turut mendampingi Presiden Joko Widodo," ujar Bey melalui keterangan tertulisnya, Minggu (18/2/2018).


Bey menuturkan, mengingat acara tersebut bukan acara kenegaraan, maka panitia tidak mengikuti ketentuan protokoler kenegaraan mengenai tata cara pendampingan Presiden oleh Kepala Daerah.
Secara terpisah, Ketua Steering Committee (SC) Piala Presiden Maruarar Sirait mengungkapkan, dalam acara penyerahan piala, tidak semua pejabat negara dilibatkan.


Ia pun memastikan hubungan Anies dengannya selaku panitia, dan juga dengan Jokowi, tidak merenggang dengan adanya peristiwa tersebut. Ara bahkan mengaku sempat berbincang lama dengan Anies usai rangkaian acara Piala Presiden.
"Itu kan pejabat negara enggak semua turun. Mensos Pak Idrus (Marham) juga kan enggak turun. Kepala BIN juga (enggak turun), ya baik-baik saja," kata politisi PDI-P tersebut di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Minggu (18/2/2018).
Sebelumnya, sebuah video sempat viral di media sosial. Seorang netizen tak sengaja menangkap momen saat Paspampres meminta Anies Baswedan tak ikut dalam rombongan Presiden Jokowi yang hendak memberikan hadiah kepada Persija Jakarta dalam final Piala Presiden, Sabtu (17/2/2018). Padahal, saat itu Anies sudah dalam posisi berdiri dari kursi duduk VVIP.
Presiden tampak menikmati laga puncak, bahkan menonton hingga laga usai dan menyaksikan keberhasilan Persija Jakarta menjuarai Piala Presiden 2018.(Kompas TV)

Anis Baswedan di Mata Persija Jakmania

Usai Dicegah ke Podium, Anies Baswedan Unggah Sambutan untuk Persija Jakarta, Netter: Terharu

 
TRIBUNWOW.COM - Dalam ajang perhelatan Piala Presiden yang digelar pada Sabtu (17/2/2018), terdapat video yang akhirnya menjadi polemik.
Video tersebut memperlihatkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang sedang dihadang Paspampres, untuk tidak ikut serta dalam memberikan piala juara 1 kepada Persija Jakarta, mendampingi Jokowi.
Dalam video yang beredar selama 1 menit itu, tampak Anies Baswedan saja yang dilarang turun oleh pria berjas hitam.
Meski demikian, Anies Baswedan tetap bangga dan bahagia melihat kemenangan Persija Jakarta.
Hal tersebut tampak dari postingan akun Instagramnya yang diunggah pada Minggu (18/2/2018).
Dalam postingan tersebut, Anies Baswedan mengungkapkan kebanggaan dan kegembiraannya.
Anies Baswedan menyatakan jika perhelatan ini merupakan hasil kerja kolosal dari seluruh pemain dan officials.


Tak hanya itu, ia juga menyampaikan pesan-pesan dan harapannya yang mengharukan atas prestasi Persija Jakarta.
Usai Dicegah ke Podium, Anies Baswedan Unggah Sambutan untuk Persija Jakarta, Netter: Terharu
Anies Baswedan 
Gelar Piala Presiden ini merupakan kerja kolosal dari seluruh pemain dan officials.
Mereka lah bintang momen ini.
Kita sadar bahwa prestasi ini membanggakan, tapi ini bukan puncaknya. Ini adalah babak baru.
Mari kita semua dukung agar Persija terus torehkan kemenangan dan prestasi.
Tak kalah penting pula peran Jakmania sebagai pemain ke-12 yang tak berhenti kirim semangatnya untuk tim.
Kita lihat kemarin dan hari ini, bukti gelora semangat dukungan The Jak untuk kesuksesan tim.
Semoga, beriringan dengan peningkatan prestasi Persija, Jakmania juga terus menjadi pendukung yang semakin hari semakin kreatif dan dapat menjadi teladan di dunia persepakbolaan nasional maupun dunia.
Selamat untuk Persija, selamat untuk Jakmania, terima kasih dari kami warga Jakarta.
#PersijaDay
#Sajete
(Drone video oleh Humas Pemprov @dkijakarta)," tulis Anies Baswedan.
"Bangga dan gembira sekali hari ini (kemarin-red) menyambut para pemain dan official klub kebanggaan @persijajkt serta #Jakmania di Balai Kota.
Usai Dicegah ke Podium, Anies Baswedan Unggah Sambutan untuk Persija Jakarta, Netter: Terharu
Anies Baswedan 
Dari foto-foto yang diunggahnya, Anies Baswedan tampak memposting foto dan video suasana usai Persija Jakarta menang.
Dari slide-slide berikutnya, terlihat Anies Baswedan bahkan diangkat dan diarak oleh Jakmania dan berfoto bersama dengan para pemain Persija Jakarta.

Postingan tersebut kemudian menuai beragam komentar dari netter.
Sebagian merasa haru dengan unggahan sang gubernur.
@qariyas: Pemimpin berjiwa besar. Semoga Allah Subhanahu wa ta'ala memberikan bapak kebaikan yg banyak aamiin yaa robbal alamiin.
@byrathnakusuma: Yang sabar ya bapak.
@avizalucu: Terharu liat foto ini.
@qwhiep992018: Terharu ini buah dr keikhlasan dan kesabaranmu pak anis. Kami semua mencintaimu. Semoga Allah sll melindungimu pak amiiinn.
Diberitakan sebelumnya, usai insiden tersebut, Sekretariat Negara langsung memberikan pernyataan resmi.

Anies Ternyata Berhak Dampingi Jokowi di Piala Presiden 2018, Ini Undang-undangnya!

Anies Ternyata Berhak Dampingi Jokowi di Piala Presiden 2018, Ini Undang-undangnya!
Facebook Anies
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan ucapan selamat kepada striker Persija Marko Simic usai klub sepakbola kebanggan DKI itu menjuarai Piala Presiden 2018.
TRIBUNNEWS.COM - Sebuah rekaman Gubernur DKI Anies Baswedan setelah Piala Presiden 2018 menuai sorotan.
Dalam rekaman itu, terlihat Anies diadang seorang pria saat hendak mendampingi Presiden Joko widodo turun dari Tribun VVIP.
Beberapa saat setelahnya, Anies memilih membaur dengan bertemu para pemain Persija Jakarta dan para suporter.

Peristiwa tersebut juga dituturkan oleh Wakil Sekretaris Jenderal Gerindra, Andre Rosiade, kepada wartawan, Minggu (18/2/2018).
"Namanya last minute dicoret dan ditahan Paspampres," kata Andre Rosiade.
Tonton juga

Andre yang saat pertandingan ikut mendampingi Anies, menyayangkan sikap panitia, dalam hal ini Ketua Steering Committee Piala Presiden 2018 Maruarar Sirait.
Semestinya, kata dia, Gubernur Anies mendampingi Presiden Joko Widodo menyerahkan Piala Presiden 2018.
Hak pejabat tuan rumah mendampingi Presiden ternyata juga diatur dalam Undang-undang Nomor 9 tahun 2010 soal Keprotokolan.
Dalam pasal 13, dikatakan tertulis bahwa dalam acara resmi yang dihadiri Presiden, pejabat tuan rumah atau penyelenggara mendampingi Kepala Negara.
Berikut tulisannya:
Pasal 13
Tata Tempat bagi penyelenggara dan/atau pejabat tuan rumah dalam pelaksanaan Acara Resmi sbb:
a. dalam hal Acara Resmi dihadiri Presiden dan/atau Wkl Presiden, penyelenggara dan/atau pejabat tuan rumah mendampingi Presiden dan/atau Wkl Presiden.
b. dalam hal Acara Resmi tidak dihadiri Presiden dan/atau Wakil Presiden, penyelenggara dan/atau pejabat tuan rumah mendampingi Pejabat Negara dan/atau Pejabat Pemerintah yang tertinggi kedudukannya.
(Hukumonline.com)
Seperti diketahui, bahwa UU Nomor 9/2010 merupakan pengganti UU Nomor 8 Tahun 1987 tentang Protokol yang sudah dianggap tidak sesuai dengan zaman.
Fahri Hamzah angkat bicara
Sebuah rekaman adegan setelah final Piala Presiden 2018 menuai sorotan.
Rekaman tersebut diunggah oleh akun jejaring sosial Twitter, @Fahrihamzah, milik Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah.

Dalam rekaman itu, terlihat Presiden Joko Widodo sedang turun dari tribun VVIP, tempanya menyaksikan laga.
Malam itu, Persija Jakarta menang 3-0 Bali United, dalam laga final Piala Presiden 2018 di Stadion Gelora Bung Karno.
Terlihat, Jokowi yang turun melalui tangga, diikuti oleh sejumlah pasukan pengamanan presiden (paspampres).

Anies Dicegah Paspampres Saat Akan Beri Selamat ke Persija

Viral, Video Anies Dicegah Paspampres Saat Akan Beri Selamat ke Persija
JAKARTA, KOMPAS.com - Belakangan beredar luas video yang menampilkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dicegah oleh seorang paspampres saat hendak menuju podium untuk memberikan ucapan selamat atas kemenangan Persija dalam laga Piala Presiden, Sabtu (17/2/2018).

Video tersebut pertama kali diunggah oleh pemilik akun Facebook, Ali Ghuraisah hari ini, Minggu (18/2/2018) sekitar pukul 11.30 WIB.

Hingga pukul 12.35 WIB unggahan video dan empat foto ini telah dibagikan sebanyak 1.191 kali dan disukai lebih dari 5.000 kali.

Dalam unggahan tersebut Ali menambahkan keterangan sebagai berikut:
Kemarin pas Persija juara, gue sempet nanya ke bang Anies. "Bang Anies kok ga turun ke lapangan Bang? Ngucapin selamat ke pemain Persija dong pak". Beliau hanya tersenyum gak jawab pertanyaan gue. Entah karena ga kedengeran, atau kenapa. Tapi beliau kaya menjawab dalam diam yg artinya "gue ga diundang ke podium".

Terus pagi ini ada temen yg kirim postingan tentang kemenangan Persija semalam. Waduh langsung buru2 ngecek rekaman video di HP.

Ternyata..... gue ga sengaja ngerekam bang Anies ditahan sama paspampres waktu mau turun ke lapangan bareng rombongan Pakde Jokowi, Mentri Olahraga, dll. Terlihat wajah Bang Anies langsung berubah.

Baca juga : Video Sorak-sorai di Luar GBK Setelah Persija Juarai Piala Presiden 2018

Keterangan gambar
Hasil gambar untuk anis dicegah podiumHasil gambar untuk anis dicegah podium

Jiwa Sportivitas itu Masih ada!!!

Meski gak disebut dan diundang naik podium oleh Maruarar Sirait saat pemberian hadiah, padahal Anies Baswedan adalah Tuan Rumah dan "Bapak" Tim Pemenang.. Tapi anak-anak Persija tetap mendatangi dan memberikan pernghormatan kepada Gubernurnya..

Yang difoto adalah pemain terbaik Marco Simic asal Kroasia yang sudah bergabung dengan Tim Persija. SELAMAT PERSIJA !!!

Ternyata sportivitas itu masih ada di tengah panasnya politik Indonesia. Meski ditekan dan ditenggelamkan, jiwa ksatria masih ada di dada pemain Persija.. Mereka tahu siapa sebenarnya yang pantas diberi tepuk tangan.

Pemain Persija tahu, bahwa Bapak Asuhnya adalah "musuh politik" dengan pihak penguasa panggung, maka mereka yang mendatanginya.

Mungkin mereka tahu, kalo disebut nama Anies maka elektabilitasnya bisa makin moncer.. Maka mereka maklum kenapa panitia meminggirkan Anies.

Persija pantas untuk Menang, Namun Anies tak pantas untuk dipinggirkan!!!

Untung masih ada Jiwa Sportivitas di Dada Mereka..

Bravo Persija, di tangan yang benar kalian bisa Juara!!!
Namun postingan tersebut sudah dihapus oleh pengunggahnya sendiri. Pemilik akun Facebook, Ali Ghuraisah mengumumkan penghapusan postingan itu di status selanjutnya.

"Bismillah dengan ini, saya hapus postingan saya yang tentang Persija. Supaya ga ada polemik ditengah-tengah pesta kemenangan yg sangat dirindukan oleh Jakmania," tulis Ali.
Namun postingan tersebut sudah dihapus oleh pengunggahnya sendiri. Pemilik akun Facebook, Ali Ghuraisah mengumumkan penghapusan postingan itu di status selanjutnya.

"Bismillah dengan ini, saya hapus postingan saya yang tentang Persija. Supaya ga ada polemik ditengah-tengah pesta kemenangan yg sangat dirindukan oleh Jakmania," tulis Ali.