Tampilkan postingan dengan label Pilkada Jatim PDIP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pilkada Jatim PDIP. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Februari 2018

Prabowo Akan Jadi Jurkam di Pilkada Jatim, Duet dengan Megawati?

Ika Defianti
Liputan6.com, Jakarta - Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria menyatakan, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto akan menjadi juru kampanye pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur (Jatim) 2018. Bersama PDIP, PKB, dan PKS, Gerindra mengusung pasangan Syaifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno.
"Iya sangat mungkin, nanti watktu dan kesempatan banyak sekali. Ada 171 Pilkada, tentu waktu yang terbatas akan kita bagi," kata Riza saat dihubungi Liputan6.com di Jakarta, Sabtu (13/1/2018).

Dia berharap, dengan adanya perhelatan lima tahunan ini dapat memberikan daerah yang dapat dikunjungi Prabowo sebagai jurkam.
"Mudah-mudahan banyak daerah beliau terlibat sebagai jurkam, termasuk mungkin di satu titik dapat bersamaan dengan partai A di titik lain justru berhadapan dengan partai A," ujar dia.
Untuk Pilkada Jatim 2018 Partai Gerindra berkoalisi bersama PDI Perjuangan, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk mengusung Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dan Puti Guntur Soekarno.
Karena hal itu, terdapat kesempatan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Prabowo ada dalam satu panggung untuk berkampanye memenangkan pasangan Gus Ipul-Puti.
"Satu panggung itu sudah biasa sama Bu Mega," jelas Riza.

Dukung Gus Ipul-Puti

Partai Gerindra mesra dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dalam Pilkada Jawa Timur 2018. Gerindra berkoalisi dengan PDIP, PKB, dan PKS untuk mendukung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno.
Ketua DPD Partai Gerindra Jatim Soepriyatno menuturkan, sekitar dua minggu yang lalu, Gus Ipul sudah bertemu dengan Prabowo dan sudah melakukan komunikasi politik dengan baik. Selain itu, Prabowo juga sudah melakukan komunikasi dengan sejumlah kiai di Jatim yang dulu mendukungnya di Pemilihan Presiden (Pilpres).
"Kiai di Jawa Timur tentunya memberikan saran dan petunjuk agar memberikan dukungan kepada Gus Ipul," tutur Soepriyatno, Rabu 10 Januari.
Dia menjelaskan, Prabowo menghormati para kiai NU dan sudah melakukan ikhtiar yang terbaik untuk pasangan Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno.

Jumat, 27 Oktober 2017

Pilkada Jatim, Komentar Emil Dardak soal Peringatan PDI-P

Kontributor Surabaya, Achmad Faizal,Kompas.com - 25/10/2017, 20:26 WIB
Bupati Trenggalek saat shooting acara Aiman bersama tim KompasTV di kawasan hutan bakau Cengkrong di Kabupaten Trenggalek.
Bupati Trenggalek saat shooting acara Aiman bersama tim KompasTV di kawasan hutan bakau Cengkrong di Kabupaten Trenggalek.(KOMPAS.com/ SLAMET WIDODO)
SURABAYA, KOMPAS.com - Bupati Trenggalek Emil Elistyanto Dardak, menolak berkomentar soal ancaman PDI-P jika dia menjadi salah satu pasangan calon gubernur yang bukan diusung PDI-P.
"Sudahlah jangan terjebak pada dialektika itu," kata suami artis peran Arumi Bachsin ini kepada wartawan usai menghadiri Konferwil Asosiasi Medi Siber Indonesia (AMSI) Jatim di Surabaya, Rabu (25/10/2017).
Emil mengatakan, saat ini dia hanya ingin berkontribusi kepada semua partai yang mendukungnya saat maju di Pilkada Trenggalek bersama Muhammad Nur Arifin 2015 lalu. "Ada 7 yang mendukung saya termasuk PDI-P. PDI-P adalah partai yang hebat," jelasnya.
Ketujuh partai pendukungnya di Pilkada Trenggalek selain PDI-P adalah, Golkar, Gerindra, Demokrat, PPP, PAN, dan Partai Hanura. "Saat ini saya hanya ingin berkontribusi pada partai-partai pendukung saya," kata Emil.


Sebelumnya Emil masuk dalam bursa calon pendamping Khofifah Indar Parawansah di Pilkada Jatim 2018. Namun munculnya nama suami artis Arumi Bachsin itu ditanggapi dingin oleh PDI-P Jatim.
" Emil Dardak adalah kader PDI-P yang memiliki kartu tanda anggota. Bahkan sebelum menjadi Bupati Trenggalek, Emil juga pernah ikut sekolah kader di PDI-P," kata Sekretaris PDI-P Jatim, Sri Untari.
Sebagai kader partai, sambung dia, siapapun wajib tunduk pada keputusan partai. Di Pilkada Jatim 2018, PDI-P sudah menunjuk Gus Ipul-Azwar Anas sebagai cagub dan cawagub yang menurut Sri Untari harus didukung dan dimenangkan oleh seluruh komponen PDI-P.

Rabu, 11 Oktober 2017

Akhir Pekan, PDI-P Umumkan Cagub dan Cawagub Pilkada Jatim 2018

Kontributor Surabaya, Achmad Faizal,Kompas.com - 09/10/2017, 17:20 WIB
Sekjen PDIP Hasto Kristanto di rumah dinas Risma KOMPAS.com/Achmad Faizal Sekjen PDIP Hasto Kristanto di rumah dinas Risma
SURABAYA, KOMPAS.com - PDI-P akan mengumumkan pasangan cagub dan cawagub Jawa Timur untuk berlaga di Pilkada Jatim 2018 pada Minggu (15/10/2017) di kantor DPP PDI-P Jakarta.
Sekjen PDI-P, Hasto Kristiyanto mengatakan, dalam acara tersebut, Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri akan menyerahkan surat rekomendasi kepada kedua pasangan.
"Soal siapa nama pasangannya ya tunggu tanggal 15 nanti," ujar Hasto di rumah dinas Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, Senin (9/10/2017).
Dalam acara pengumuman tersebut, sambung Hasto, semua pengurus DPP dan pengurus DPC PDI-P se-Jatim akan dikumpulkan dan diminta komitmennya untuk memenangkan calon yang akan didukung.

Nama-nama calon pasangan cagub dan cawagub Jatim, sebelumnya sudah dikonsultasikan kepada tokoh-tokoh masyarakat di Jawa Timur, dengan harapan dapat diterima oleh semua kalangan masyarakat di Jawa Timur.
Pada pendaftaran cagub dan cawagub Jatim Juni lalu, ada enam nama yang mendaftar. Keenam orang itu yakni Saifullah Yusuf (Wagub Jatim), Kusnadi (Ketua DPD PDI-P Jatim), Budi Sulistyono (Bupati Ngawi).
Lalu Said Abdullah (anggota DPR RI dari Fraksi PDI-P), Abdullah Azwar Anas (Bupati Banyuwangi), dan Suhandoyo (anggota DPRD Jatim dari PDI-P).
Kompas TV Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dalam waktu dekat akan menghadap Presiden Joko Widodo, untuk menyatakan niatnya maju di Pilkada Jatim 2018.

Sabtu, 02 September 2017

PDI Perjuangan Usung Kader NU di Pilkada Jatim 2018

, CNN Indonesia
PDI Perjuangan Usung Kader NU di Pilkada Jatim 2018 Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto memastikan partainya mendukung kader Nahdlatul Ulama (NU) pada Pilkada Jatim 2018. (Foto: CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristianto memastikan, partainya mengusung kader Nahdlatul Ulama (NU) sebagai calon gubernur Jawa Timur pada Pilkada Jatim 2018.

Dukungan tersebut, ia mengaku, sebagai bentuk tindak lanjut dan keseriusan partai berlambang kepala Banteng dengan moncoh putihnya itu dalam mengusung calon dari NU.

"Bu Mega telah memerintahkan Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Ahmad Basarah, dan didampingi Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Kusnadi, meminta masukan kiai di Jatim," ujar Hasto di Surabaya, Jumat (1/9) seperti dikutip dari Antara.

"PDI Perjuangan sudah komitmen untuk bergandengan tangan dengan NU, terutama di Jawa Timur yang sejarahnya dan budayanya memang tidak bisa lepas dari NU,” katanya menambahkan.

Masukan dari kiai, kata Hasto, sangat penting dan diharapkan pada waktunya partai akan menentukan nama terbaik untuk memimpin Jawa Timur selama lima tahun ke depan.

"September ini dijadwalkan rekomendasi sudah turun dan Bu Mega yang memiliki wewenang. Karena itu beliau meminta doa dan restu kepada kiai-kiai sepuh di Jawa Timur," katanya mengungkapkan.
Disinggung nama Saifullah Yusuf (Gus Ipul) yang mendaftar sebagai satu-satunya bakal calon gubernur Jawa Timur, dia menilai itu itikad baik dan kesadaran membangun persaudaraan baik dengan PDI Perjuangan.

Sebelumnya, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengaku perwakilan partainya bakal menemui tokoh Nahdlatul Ulama dalam waktu dekat. Hal ini dilakukan untuk menentukan calon pasangan gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur jelang Pilkada serentak 2018.

Dia mengatakan Wakil Sekjen PDI Perjuangan, Ahmad Basarah yang akan menemui para tokoh NU di Jawa Timur.

"Nanti awal September kami tugaskan Bapak Ahmad Basarah, wakil Sekjen bersama Baitul Muslimin bertemu para tokoh NU agar finalisasi calon gubernur bisa segera kami lakukan," Kata Hasto di kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Kamis (31/8).
Hasto menegaskan, partainya selama ini memiliki hubungan yang sangat baik dengan para tokoh NU. Ada alasan khusus mengapa partainya memiliki kedekatan dengan NU. Termasuk juga kedekatan dalam menentukan calon pemimpin."Kami respect dengan kesejarahan Nahdlatul Ulama yang menjadi penopang utama terhadap Pancasila dan NKRI," kata Hasto.Sejauh ini, ada dua nama calon gubernur Jawa Timur yang diprediksi akan bertarung dalam Pilkada serentak 2018. Mereka adalah Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dan Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa. Gus Ipul sendiri telah diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Saat ditanya apakah salah satu dari kedua nama itu yang akan diusung PDI Perjuangan, Hasto enggan memberi jawaban yang lugas."Ya lihat nanti," kata Hasto.Hasto menjelaskan, Jawa Timur merupakan salah satu basis massa pendukung PDI Perjuangan di samping Jawa Tengah, Bali, Kalimantan Barat dan Nusa Tenggara Timur. Dia mengatakan partainya bisa saja mengusung calon pasangan gubernur dan wakil gubernur tanpa harus berkoalisi dengan partai lain.

Meski begitu, Hasto tidak ingin gegabah dalam menghadapi pilkada serentak 2018 yang akan datang. "Sebagian besar daerah itu bisa calonkan sendiri. Tentu kami cari momentum yang ideal," tutur sekjen PDI Perjuangan ini.
(djm/djm)

Kamis, 27 Juli 2017

Ketua PDI-P Jawa Timur Pamit Akan Dampingi Gus Ipul di Pilkada Jatim

Kontributor Surabaya, Achmad Faizal,Kompas.com - 05/07/2017, 21:16 WIB
Ketua PDI-P Jawa Timur, Kusnadi(KOMPAS.com/Achmad Faizal)
SURABAYA, KOMPAS.com - Ketua DPD PDI-P Jawa Timur, Kusnadi, berpamitan untuk maju mendampingi Saifullah Yusuf ( Gus Ipul) menjadi calon wakil gubernur Jatim pada pilkada tahun depan.
Kusnadi menyampaikan keinginan politiknya itu kepada puluhan pengurus PDI-P se-Jatim saat rapat koordinasi pemenangan pemilu di kantor DPD PDI-P Jatim, Rabu (5/7/2017) sore.
“Dalam kesempatan ini, saya memohon izin kepada saudara-saudara seperjuangan, para pengurus partai yang hadir untuk mendaftar sebagai calon wakil gubernur dari PDI Perjuangan,” tutur Kusnadi.
Rakor tersebut dihadiri 18 pengurus DPC PDI-P Jatim yang tahun depan akan menggelar pilkada seperti, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Probolinggo, Kota Probolinggo, Bondowoso, dan Lumajang.


Dalam kesempatan itu, wakil ketua DPRD Jatim itu juga menyerahkan formulir pendaftaran dirinya sebagai cagub Jatim, menyusul Gus Ipul yang sudah lebih dulu mengembalikan formulir pada Senin (3/7/2017) lalu.
Sejak dibuka 1 Juni lalu, ada enam bakal calon gubernur dan wakil gubernur Jatim yang mendaftar melalui PDI-P untuk bertarung di Pilkada Jatim 2018.
Mereka adalah Gus Ipul (Wakil Gubernur Jatim), Abdullah Azwar Anas (Bupati Banyuwangi), Budi Sulistiyo (Bupati Ngawi), Suhandoyo (Anggota DPRD Jatim), Kusnadi (Ketua DPD PDI-P Jatim), dan Said Abdullah (anggota DPR RI).
Dukungan untuk wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf mengalir dari partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.(Kompas TV)
PenulisKontributor Surabaya, Achmad Faizal
EditorReni Susanti

Rabu, 12 Juli 2017

Ketua PDI-P Jawa Timur Pamit Akan Dampingi Gus Ipul di Pilkada Jatim

Kontributor Surabaya, Achmad Faizal,Kompas.com - 05/07/2017, 21:16 WIB
Ketua PDI-P Jawa Timur, Kusnadi(KOMPAS.com/Achmad Faizal)
SURABAYA, KOMPAS.com - Ketua DPD PDI-P Jawa Timur, Kusnadi, berpamitan untuk maju mendampingi Saifullah Yusuf ( Gus Ipul) menjadi calon wakil gubernur Jatim pada pilkada tahun depan.
Kusnadi menyampaikan keinginan politiknya itu kepada puluhan pengurus PDI-P se-Jatim saat rapat koordinasi pemenangan pemilu di kantor DPD PDI-P Jatim, Rabu (5/7/2017) sore.
“Dalam kesempatan ini, saya memohon izin kepada saudara-saudara seperjuangan, para pengurus partai yang hadir untuk mendaftar sebagai calon wakil gubernur dari PDI Perjuangan,” tutur Kusnadi.
Rakor tersebut dihadiri 18 pengurus DPC PDI-P Jatim yang tahun depan akan menggelar pilkada seperti, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Probolinggo, Kota Probolinggo, Bondowoso, dan Lumajang.

Dalam kesempatan itu, wakil ketua DPRD Jatim itu juga menyerahkan formulir pendaftaran dirinya sebagai cagub Jatim, menyusul Gus Ipul yang sudah lebih dulu mengembalikan formulir pada Senin (3/7/2017) lalu.
Sejak dibuka 1 Juni lalu, ada enam bakal calon gubernur dan wakil gubernur Jatim yang mendaftar melalui PDI-P untuk bertarung di Pilkada Jatim 2018.
Mereka adalah Gus Ipul (Wakil Gubernur Jatim), Abdullah Azwar Anas (Bupati Banyuwangi), Budi Sulistiyo (Bupati Ngawi), Suhandoyo (Anggota DPRD Jatim), Kusnadi (Ketua DPD PDI-P Jatim), dan Said Abdullah (anggota DPR RI).
Dukungan untuk wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf mengalir dari partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.(Kompas TV)
PenulisKontributor Surabaya, Achmad Faizal
EditorReni Susanti

Jumat, 16 Juni 2017

enam bakal calon gubernur dan wakil gubernur Jatim yang mendaftar melalui PDIP di Pilkada Jatim,

PDIP Tunduk pada Megawati Soal Anas Jadi Cawagub Jatim

Kontributor Surabaya, Achmad FaizalKompas.com - 16/06/2017, 08:39 WIB
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas hadir dalam penyerahan bantuan nontunai Program Keluarga Harapan di Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi, Minggu (11/6). (FIRMAN ARIF/KOMPAS.com)
SURABAYA, KOMPAS.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Banyuwangi menyerahkan sepenuhnya nasib pencalonan Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Ketua DPC PDIP Banyuwangi Made Cahyana Negara, mengatakan, pendaftaran Anas sebagai cawagub Jatim, hanya menindaklanjuti surat DPD PDIP Jatim kepada Anas yang menyebut bahwa nama Anas disebut sebagai bakal calon berdasarkan rekapitulasi hasil rapat pleno DPC PDIP se-Jatim, terkait penjaringan bakal calon gubernur dan calon wakil gubernur Jatim.
"Setelah itu menjadi kewenangan penuh Ibu Megawati Soekarnoputri. Kami akan mengikuti dan tunduk pada keputusan Ibu Ketua Umum," kata Made di Surabaya, Kamis (15/6/2017).
Di hari terakhir pendaftaran Rabu (14/6/2017), DPC PDIP Banyuwangi mendaftarkan Anas di kantor DPD PDIP Jatim. Dia didaftarkan sebagai bakal calon wakil gubernur Jatim.


Surat yang sama dari DPD PDIP Jatim juga ditujukan kepada Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. Namun Risma memilih menolak mengambil formulir, karena dirinya mengaku masih ingin menuntaskan masa kerjanya di Surabaya.

Advertisment
Sejak dibuka 1 Juni lalu, ada enam bakal calon gubernur dan wakil gubernur Jatim yang mendaftar melalui PDIP untuk bertarung di Pilkada Jatim 2018. Yakni, Gus Ipul (Wakil Gubernur Jatim), Abdullah Azwar Anas (Bupati Banyuwangi), Budi Sulistiyo (Bupati Ngawi), Suhandoyo (Anggota DPRD Jatim), Kusnadi (Ketua DPD PDIP Jatim), dan Said Abdullah (anggota DPR RI).
Proses pendaftaran dilanjutkan dengan masa pengembalian formulir yang diberi waktu hingga 30 Juni nanti.

Dukungan untuk wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf mengalir dari partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.(Kompas TV)

PenulisKontributor Surabaya, Achmad Faizal
EditorErlangga Djumena

Kamis, 15 Juni 2017

PDIP Jatim: Enam Orang Telah Daftar Jadi Cagub-Cawagub

Rabu , 14 June 2017, 21:31 WIB,Bayu Hermawan
Logo PDIP (ilustrasi).
Logo PDIP (ilustrasi).
REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Jawa Timur Sri Untari memastikan pendaftar bakal calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur melalui partainya berjumlah enam orang.
"Total ada enam kandidat yang mendaftar karena hingga pukul 17.00 WIB tidak ada lagi pengambil formulir," ujarnya ketika dikonfirmasi wartawan di Surabaya, Rabu (14/6).
Proses pendaftaran di partai berlambang banteng moncong putih dibuka pada 1 Juni dan berakhir pada 14 Juni.
Pada hari terakhir, kader DPC PDI Perjuangan asal Banyuwangi mengambilkan formulir pendaftaran untuk Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.
Selanjutnya, kata dia, panitia pendaftaran menunggu para pengambil formulir untuk melengkapi berkas sebagai syarat adminitrasi, kemudian dikembalikan pada 15-30 Juni.
"Nanti diserahkan ke DPD dan dilaporkan ke DPP untuk tindak lanjutnya. Keputusan dan hasil rekomendasi diserahkan ke pusat serta ketua umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri," kata anggota DPRD Jatim tersebut.
Total terdapat seorang kandidat sebagai bakal calon Gubernur, seorang kandidat sebagai bakal calon Wakil Gubernur, dan empat kandidat lainnya masih belum menentukan karena masih mengambil formulir untuk posisi keduanya sembari menunggu koordinasi internal.
Untuk bacagubnya adalah Saifullah Yusuf, yang sehari-harinya menjabat sebagai Wakil Gubernur Jatim, sedangkan untuk posisi bacawagub adalah Ketua DPD PDIP Jatim sekaligus Wakil Ketua DPRD Jatim Kusnadi.
Sedangkan, empat kandidat yang belum menentukan adalah anggota DPRD Jatim Suhandoyo, Bupati Ngawi Budi Sulistyono, Anggota DPR RI Said Abdullah dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.
Sementara itu, disinggung nama Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, pihaknya mengaku belum ada komunikasi lebih lanjut dengan partai.