Tampilkan postingan dengan label Psikolog Terapi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Psikolog Terapi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Juli 2017

Terapi Telanjang dari Psikolog Cantik

Kompas.com - 03/03/2011, 09:00 WIBHasil gambar untuk sarah white
KOMPAS.com - Ada cara mengorek keterangan dari pria tentang perasaan yang bergejolak di dalam diri mereka. Namun, seorang psikolog cantik berusia 24 tahun ini mempunyai cara tersendiri untuk melakukannya, yaitu dengan telanjang.
Sarah White mencoba cara mendapatkan keterangan dari pasiennya di New York dengan terobosan terapi yang benar-benar unik. Dengan melepaskan satu per satu pakaian yang dikenakannya selama sesi konseling, White yakin tindakannya ini dapat mencairkan ketertutupan sikap dari pasiennya.
"Saya sengaja melakukannya justru untuk mengendalikan diri para pasien saya itu. Tujuannya saya telanjang di depan mereka adalah agar mereka memahami diri dan lingkungan mereka secara lebih baik sehingga mereka bisa mendapatkan kekuatan dari kenikmatan yang timbul dari diri mereka dan kekuatan itu diharapkan tidak hanya muncul selama sesi terapi tetapi juga sesudahnya," ujar White.
Sesi awal konsultasi yang ditawarkan melalui komunikasi satu arah di web cam dan pesan SMS dikenakan biaya 150 dollar AS. Begitu White yang telah memiliki sekitar 30 pasien mengenal mereka secara lebih jauh maka ia menawarkan komunikasi dua arah melalui video Skype dan bahkan, untuk beberapa kasus, melalui konsultasi secara langsung.
Pendekatan terapi sambil telanjang yang diterapkan White ini tentu saja memikat kliennya yang sebagian besar adalah pria. Salah satu latarbelakang dari diterapkannya pendekatan ini adalah karena White merasa ada yang tindakan yang kurang dan tidak berinspirasi dalam teknik konsultasi dari studi strata-1 psikologi yang pernah didalaminya.
Lewat penuturannya ke New York Daily News, White menilai teknik yang dijalankannya telah memberikan dorongan minat lebih besar pada kaum pria yang cenderung kurang tergerak apabila dibandingkan kaum perempuan dalam berkonsultasi. "Saya melihat ada yang kurang dari teknik terapi klasik yang cenderung represif ketimbang mendorong orang lain untuk bersikap terbuka."
"Tujuannya adalah memperlihatkan kepada pasien bahwa tidak ada yang disembunyikan dari diri saya dan mendorong mereka untuk bersikap lebih jujur. Bagi pria tertentu, melihat sosok wanita telanjang justru dapat membantu mereka memfokuskan perhatian serta melihat diri mereka secara lebih luas selain membantu mereka menyampaikan apa yang ada di pikiran mereka secara terbuka," tambah wanita yang berasal dari Upper West Side ini.
"Freud menerapkan asosiasi bebas. Saya memilih untuk telanjang," jelas White untuk membandingkan teknik konsultasi yang ditawarkannya dengan teknik klasik dari Sigmund Freud.
Tentu saja teknik terapi yang diterapkan White juga disambut suara penentangan. Diana Kirschner, psikolog klinis di New York, menjelaskan: "White hanya menggunakan terapi kata-kata tetapi saya tidak menganggap ini sebagai terapi. Saya menilai pendekatannya itu sebagai pelayanan interaktif pornografi melalui internet."
Interaksi bernuansa seks antara pasien dan ahli terapi merupakan pelanggaran besar kode etik berdasarkan ketetapan yang dikeluarkan oleh American Psychoanalytic Association. Bahkan kontak fisik saja sudah dianggap sebagai pelanggaran kode etik profesi.
Namun, White menekankan tidak terjadi kontak fisik dalam terapi yang ditawarkannya. "Saya tidak menjalin hubungan intim dengan pasien saya."
EditorJimmy Hitipeuw

Selasa, 11 Juli 2017

Psikolog Cantik Ini Bugil Tiap Terapi Pasiennya


Ada-ada saja cara dilakukan untuk terapi kejiwaan. Lazimnya melalui konsultasi. Namun, ini beda lagi. Apa itu? Caranya memang cukup ekstrem, yaitu dengan telanjang. Bukan pasien telanjang tapi psikolog.
Dengan melepaskan satu per satu pakaian yang dikenakannya selama sesi konseling, mulai dari blazer, kemeja, celana sampai akhirnya tentu saja pakaian dalamnya, psikolog yakin tindakannya ini dapat mencairkan ketertutupan sikap dari pasiennya. Tak heran bila kliennya kebanyakan laki-laki.
Itulah dilakukan psikolog muda dan cantik, Sarah White (27) di New York, Amerika Serikat. Cara Sarah itu sempat menuai kecaman karena dianggap mencoreng citra psikolog. Kendati demikian, dia tetap punya alasan.
“Saya sengaja melakukannya justru untuk mengendalikan diri para pasien saya itu. Tujuannya saya telanjang di depan mereka adalah agar mereka memahami diri dan lingkungan mereka secara lebih baik sehingga mereka bisa mendapatkan kekuatan dari kenikmatan yang timbul dari diri mereka dan kekuatan itu diharapkan tidak hanya muncul selama sesi terapi tetapi juga sesudahnya,” ujar Sarah, seperti diwartakan New York Daily News.
Seperti yang dikutip dari tribunnews.com, Sesi awal konsultasi yang ditawarkan melalui komunikasi satu arah di web cam dan pesan SMS dikenakan biaya 150 dollar AS (setara Rp 1,7 jutaan). Begitu Sarah yang telah memiliki sekitar 30 pasien mengenal mereka secara lebih jauh maka ia menawarkan komunikasi dua arah melalui video Skype dan bahkan, untuk beberapa kasus, melalui konsultasi secara langsung.
Pendekatan terapi sambil telanjang yang diterapkan Sarah ini tentu saja memikat kliennya yang sebagian besar adalah pria. Salah satu latarbelakang dari diterapkannya pendekatan ini adalah karena Sarah merasa ada yang tindakan yang kurang dan tidak berinspirasi dalam teknik konsultasi dari studi strata-1 psikologi yang pernah didalaminya.
Lewat penuturannya ke New York Daily News, Sarah menilai teknik yang dijalankannya telah memberikan dorongan minat lebih besar pada kaum pria yang cenderung kurang tergerak apabila dibandingkan kaum perempuan dalam berkonsultasi. “Saya melihat ada yang kurang dari teknik terapi klasik yang cenderung represif ketimbang mendorong orang lain untuk bersikap terbuka,”katanya.
“Tujuannya adalah memperlihatkan kepada pasien bahwa tidak ada yang disembunyikan dari diri saya dan mendorong mereka untuk bersikap lebih jujur. Bagi pria tertentu, melihat sosok wanita telanjang justru dapat membantu mereka memfokuskan perhatian serta melihat diri mereka secara lebih luas selain membantu mereka menyampaikan apa yang ada di pikiran mereka secara terbuka,” tambah wanita yang berasal dari Upper West Side ini.
“Freud menerapkan asosiasi bebas. Saya memilih untuk telanjang,” jelas White untuk membandingkan teknik konsultasi yang ditawarkannya dengan teknik klasik dari Sigmund Freud.
Tentu saja teknik terapi yang diterapkan White juga disambut suara penentangan. Diana Kirschner, psikolog klinis di New York, menjelaskan: “Sarah hanya menggunakan terapi kata-kata tetapi saya tidak menganggap ini sebagai terapi. Saya menilai pendekatannya itu sebagai pelayanan interaktif pornografi melalui internet.”
Interaksi bernuansa seks antara pasien dan ahli terapi merupakan pelanggaran besar kode etik berdasarkan ketetapan yang dikeluarkan oleh American Psychoanalytic Association. Bahkan kontak fisik saja sudah dianggap sebagai pelanggaran kode etik profesi.
Namun, Sarah menekankan tidak terjadi kontak fisik dalam terapi yang ditawarkannya. “Saya tidak menjalin hubungan intim dengan pasien saya.”

Demi Menyembuhkan Pasiennya, Begini Metodenya . . .

Sarah, Psikolog Cantik Ini Rela Bugil Demi Menyembuhkan Pasiennya, Begini Metodenya . . .
vice.com/Francesco Sapienza
Sarah White 
SURYAMALANG.COM, AMERIKA SERIKATSarah White, perempuan muda asal New York, Amerika Serikat ini rela telanjang di hadapan banyak orang.
Bukan, Sarah bukanlah perempuan penghibur atau pekerja seks komersial (PSK).
Namun, Sarah adalah psikolog revolusioner yang beberapa waktu yang lalu bikin heboh jagad medis melalui prosedur yang ia gunakan untuk ‘melayani’ pasien-pasiennya.
Naked Therapy adalah prosedur yang dilakukan Sarah untuk memancing para pasiennya agar bersedia berbicara jujur, mengeluarkan semua uneg-unegnya.
Ya, seperti namanya, Naked Therapy, berarti terapi psikologi yang dilakukan telanjang sang mentor—dalam hal ini adalah Sarah White.
Dalam situs resminya sarahwhitetherapy.com, dijelaskan bahwa terapi telanjang adalah merk dagang legal yang sudah dipatenkan atas nama pemilik Sarah White.
Sebagaimana yang dilaporkan vice.com, Naked Therapy adalah seperti terapi pada umumnya yang dilakukan sang psikolog kepada pasiennya, hanya saja dalam Naked Therapy sang psikolog menelanjangi dirinya.
Lantas apa tujuan dari psikolog bertelanjang diri di depan pasien-pasiennya?
Sarah mengatakan, ketika dirinya telanjang, ia bisa memancing kejujuran si pasien.
Si pasien bisa bercerita panjang lebar mengenai masalah-masalah yang sedang dihadapinya secara luwes dan enteng, tanpa beban.
Prosedur Naked Therapy adalah dimulai Sarah dengan bertanya pada umumnya—layaknya psikolog kebanyakan.
Yakni, Sarah berpakaian lengkap. Kemudian, ketika sesi wawancara berjalan agak lama, Sarah mulai menanggalkan pakaiannya satu per satu hingga benar-benar telanjang.
Sarah mengakui metode seperti lebih efektif dalam menjaring keluh kesah si pasien, dibandingkan terapi psikologi pada umumnya.
Hmm, berminatkah Anda melakukan terapi semacam ini kepada Sarah?