Tampilkan postingan dengan label hubungan suami Istri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hubungan suami Istri. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 April 2018

Suami Istri Ini Berhubungan Intim tiap Hari Selama Setahun, Inilah yang Terjadi

Suami Istri Ini Berhubungan Intim tiap Hari Selama Setahun, Inilah yang Terjadi
ilustrasi seks
TRIBUN-MEDAN.COM - Dalam hubungan suami istri, berhubungan seksual adalah hal yang wajar dan lumrah.
Bahkan jika suami istri jarang melakukan hubungan seksual, maka akan menimbulkan dampak buruk bagi kelanjutan hubungan suami istri.
Namun, bagaiamana jika pasangan suami istri melakukan hubungan seks setiap hari berturut-turut selama satu tahun?
Dikutip dari laman instisari-online, dalam jangka panjang, suami istri kerap kali menemui hambatan dalam menjaga kuantitas dan kualitas hubungan seksual.
Tentu ada beragam alasan yang mendasarinya.

Namun, Brittany Gibbons tidak ingin pasrah dengan “kondisi alami” tersebut.
Brittany Gibson adalah seorang penulis buku berjudul "Fat Girl Walking: Sex, Food, Love, and Being Comfortable in Your Skin...Every Inch of It," dari Ohio, Amerika Serikat.
Ia memiliki tubuh gemuk, dan melalui bukunya ia ingin membuktikan bahwa tubuh gemuk  bukanlah alasan untuk terus langgeng menjalani rumah tangga dengan suaminya.

Ia pun melakukan hubungan seksual setiap hari dengan suaminya.
Ia mengisahkan, seorang temannya yang pernah mengatakan bahwa ia pernah berhubungan seks setiap hari sejak menikah menginspirasinya.

Brittany memutuskan untuk melakukan hal yang sama, dengan harapan itu akan membuat dia menghadapi masalah terkait bentuk tubuhnya saat ini.
"Andy, seperti yang diharapkan, setuju," katanya.
Dan selama satu tahun, kecuali saat keduanya terpisah oleh sebuah perjalanan atau flu, mereka rutin berhubungan seks dengan satu sama lain.
Pada awalnya usaha itu tampak seperti sebuah tugas, tapi seiring waktu Brittany mulai menikmatinya.

Dia mulai melihat ke depan untuk bertindak dan menyadari hal ini juga berdampak ke ‘daerah’ lain dari kehidupan mereka.
Pasangan ini menjadi lebih romantis, mereka menyentuh lebih banyak dan merasa lebih intim.

Setelah tiga bulan, dia bahkan mulai lebih menerima tubuhnya.
"Saya tidak lagi mengeluhkan tubuh saya," katanya.
Ini berlanjut, sampai dia benar-benar senang gembira-ria telanjang, tidak punya masalah berjalan telanjang di depan suaminya dan mencintai disentuh bahkan tanpa pakaian.
Ini adalah tiga tahun yang lalu, jadi bagaimana hal-hal sekarang?
Yah, mereka mungkin tidak lagi berhubungan seks setiap malam, tapi pernikahan mereka kuat seperti sebelumnya.
"Aku akan mengakui, panggul dan paha saya menyambut sisanya," dia tertawa.
Pasangan ini meluangkan waktu untuk seks karena ini merupakan bagian penting dari pernikahan mereka.
Percobaan membuat mereka menyadari semakin banyak keintiman yang mereka ciptakan, semakin bahagia mereka.
Keintiman bagi mereka adalah tentang menunjukkan rasa saling peduli satu sama lain.
"Saya belajar bahwa saya seorang istri yang lebih baik, seorang ibu yang lebih baik dan wanita yang lebih baik ketika saya meluangkan waktu untuk menjadi aman dalam hubungan saya dan egois tentang perasaan yang baik tentang diriku sendiri," tambahnya.
Jadi intinya, berhubungan seks setiap hari justru berdampak baik dalam hubungan suami istri.
Setiap hari melakukannya, bisa mempererat hubungan dan lebih mengenal satu sama lain sebagai pasangan.
Jadi, apakah Anda akan melakukannya setiap hari dengan pasangan Anda? (*)

Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Suami Istri Ini Berhubungan Intim tiap Hari Selama Setahun, Inilah yang Terjadi, http://medan.tribunnews.com/2017/12/03/suami-istri-ini-berhubungan-intim-tiap-hari-selama-setahun-inilah-yang-terjadi?page=4.

Editor: Tariden Turn

Sabtu, 23 September 2017

Meluruskan Sunah Rasul Malam Jumat

Kamis, 24 Agustus 2017 14:33 Ubudiyah
Meluruskan Sunah Rasul Malam Jumat
Beberapa tahun belakangan setiap hari Kamis tiba sebagian masyarakat bercanda satu sama lain dengan ucapan, “Sudah hari Kamis lagi, sunah rasul,” “Jangan ganggu, malam ini sunah rasul,” “Malam Jumatan, sunah rasul,” atau sedikit rasial “Ayo membunuh Yahudi,” dan banyak istilah lain dengan makna serupa.

Semua istilah itu kerap diartikan sebagai aktivitas hubungan suami-istri. Canda atau guyon semacam ini menjadi sangat lazim didengar seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang mempercepat peredaran pesan.

Canda atau guyon sebenarnya tidak masalah dalam agama. Hanya saja kalau mau tahu kedudukan hukum agama sebenarnya, kita perlu mendapat penjelasan ahli hukum Islam terkait hubungan sunah rasul, malam Jumat, dan hubungan intim suami-istri.

وليس في السنة استحباب الجماع في ليال معينة كالاثنين أو الجمعة، ومن العلماء من استحب الجماع يوم الجمعة.

Artinya, “Di dalam sunah tidak ada anjuran berhubungan seksual suami-istri di malam-malam tertentu, antara lain malam Senin atau malam Jumat. Tetapi ada segelintir ulama menyatakan anjuran hubungan seksual di malam Jumat,” (Lihat Syekh Wahbah Az-Zuhayli, Al-Fiqhul Islami wa Adillatuh, cetakan kedua, 1985 M/1305, Beirut, Darul Fikr, juz 3 halaman 556).

Keterangan Syekh Wahbah Az-Zuhayli ini dengan terang menyebutkan bahwa sunah Rasulullah tidak menganjurkan hubungan suami-istri secara khusus di malam Jumat. Kalau pun ada anjuran, itu datang dari segelintir ulama yang didasarkan pada hadits Rasulullah SAW dengan redaksi, "Siapa saja yang mandi di hari Jumat, maka..." Dari sini kemudian sebagian ulama itu menafsirkan kesunahan hubungan badan suami-istri malam Jumat. Tetapi sekali lagi kesunahan itu didasarkan pada tafsiran/interpretasi, bukan ini anjuran Rasulullah secara verbal. Meski demikian, Syekh Wahbah sendiri tidak menyangkal bahwa hubungan intim suami-istri mengandung pahala. Hanya saja tidak ada kesunahan melakukannya secara prioritas di malam Jumat. Artinya, hubungan intim itu boleh dilakukan di hari apa saja tanpa mengistimewakan hari atau waktu-waktu tertentu.

Penjelasan kedudukan hukum ini menjadi penting agar tidak ada reduksi pada sunah rasul yang begitu luas itu. Karena banyak anjuran lain yang baiknya dikerjakan di malam Jumat seperti memperbanyak shalawat nabi, membaca surat Yasin, Al-Jumuah, Al-Kahfi, Al-Waqiah, istighfar, dan mendoakan orang-orang beriman yang telah wafat. Sementara guyonan dengan istilah semacam ini tidak masalah. Kalaupun sekadar guyon, baiknya istilah-istilah ini cukup terbatas di kalangan orang dewasa saja. Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)

Beberapa tahun belakangan setiap hari Kamis tiba sebagian masyarakat bercanda satu sama lain dengan ucapan, “Sudah hari Kamis lagi, sunah rasul,” “Jangan ganggu, malam ini sunah rasul,” “Malam Jumatan, sunah rasul,” atau sedikit rasial “Ayo membunuh Yahudi,” dan banyak istilah lain dengan makna serupa.

Semua istilah itu kerap diartikan sebagai aktivitas hubungan suami-istri. Canda atau guyon semacam ini menjadi sangat lazim didengar seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang mempercepat peredaran pesan.

Canda atau guyon sebenarnya tidak masalah dalam agama. Hanya saja kalau mau tahu kedudukan hukum agama sebenarnya, kita perlu mendapat penjelasan ahli hukum Islam terkait hubungan sunah rasul, malam Jumat, dan hubungan intim suami-istri.

وليس في السنة استحباب الجماع في ليال معينة كالاثنين أو الجمعة، ومن العلماء من استحب الجماع يوم الجمعة.

Artinya, “Di dalam sunah tidak ada anjuran berhubungan seksual suami-istri di malam-malam tertentu, antara lain malam Senin atau malam Jumat. Tetapi ada segelintir ulama menyatakan anjuran hubungan seksual di malam Jumat,” (Lihat Syekh Wahbah Az-Zuhayli, Al-Fiqhul Islami wa Adillatuh, cetakan kedua, 1985 M/1305, Beirut, Darul Fikr, juz 3 halaman 556).

Keterangan Syekh Wahbah Az-Zuhayli ini dengan terang menyebutkan bahwa sunah Rasulullah tidak menganjurkan hubungan suami-istri secara khusus di malam Jumat. Kalau pun ada anjuran, itu datang dari segelintir ulama yang didasarkan pada hadits Rasulullah SAW dengan redaksi, "Siapa saja yang mandi di hari Jumat, maka..." Dari sini kemudian sebagian ulama itu menafsirkan kesunahan hubungan badan suami-istri malam Jumat. Tetapi sekali lagi kesunahan itu didasarkan pada tafsiran/interpretasi, bukan ini anjuran Rasulullah secara verbal. Meski demikian, Syekh Wahbah sendiri tidak menyangkal bahwa hubungan intim suami-istri mengandung pahala. Hanya saja tidak ada kesunahan melakukannya secara prioritas di malam Jumat. Artinya, hubungan intim itu boleh dilakukan di hari apa saja tanpa mengistimewakan hari atau waktu-waktu tertentu.

Penjelasan kedudukan hukum ini menjadi penting agar tidak ada reduksi pada sunah rasul yang begitu luas itu. Karena banyak anjuran lain yang baiknya dikerjakan di malam Jumat seperti memperbanyak shalawat nabi, membaca surat Yasin, Al-Jumuah, Al-Kahfi, Al-Waqiah, istighfar, dan mendoakan orang-orang beriman yang telah wafat. Sementara guyonan dengan istilah semacam ini tidak masalah. Kalaupun sekadar guyon, baiknya istilah-istilah ini cukup terbatas di kalangan orang dewasa saja. Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)

Hukum Melihat Kelamin Pasangan saat Hubungan Suami-Istri

Rabu, 20 September 2017 09:02 Syariah
Hukum Melihat Kelamin Pasangan saat Hubungan Suami-Istri
Foto: Ilustrasi
Hubungan (senggama) suami-istri merupakan kenikmatan dunia yang menduduki posisi puncak tertinggi, atau klimaks. Menurut KH Sya'roni Ahmadi, Kudus, kenikmatan dunia yang paling mendekati kenikmatan surga hanya satu, yaitu ketika seseorang sedang berhubungan suami-istri. Meskipun kenikmatan itu masih belum ada apa-apanya jika dibanding dengan kenikmatan surga, setidaknya hal itulah yang paling mendekat ke sana.

Dalam bersenggama, masing-masing pasangan diperbolehkan menyentuh atau bahkan memegang kelamin pasangan masing-masing tanpa ada perbedaan pendapat dari kalangan ulama.

Suami diperbolehkan melihat semua sudut tubuh istrinya selain farji (vagina) baik pada bagian luar atau dalam. Melihat vagina bagian dalam hukumnya sangat dimakruhkan. Tetapi jika ada satu kebutuhan, melihatnya tidak makruh.

وَ) الضَّرْبُ (الثَّانِي نَظَرُهُ) أَيْ الرَّجُلِ (إلَى) بَدَنِ (زَوْجَتِهِ وَ) إلَى بَدَنِ (أَمَتِهِ) الَّتِي يَحِلُّ لَهُ الِاسْتِمْتَاعُ بِهَا (فَيَجُوزُ) حِينَئِذٍ (أَنْ يَنْظُرَ إلَى) كُلِّ بَدَنِهِمَا حَالَ حَيَاتِهِمَا؛ لِأَنَّهُ مَحَلُّ اسْتِمْتَاعِهِ (مَا عَدَا الْفَرْجَ) الْمُبَاحَ مِنْهُمَا، فَلَا يَجُوزُ جَوَازًا مُسْتَوِيَ الطَّرَفَيْنِ فَيُكْرَهُ النَّظَرُ إلَيْهِ بِلَا حَاجَةٍ، وَإِلَى بَاطِنِهِ أَشَدُّ كَرَاهَةٍ {قَالَتْ عَائِشَةُ رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهَا مَا رَأَيْت مِنْهُ وَلَا رَأَى مِنِّي} أَيْ الْفَرْجَ

Artinya, “Bagian kedua yaitu melihatnya seorang suami pada tubuh istrinya dan tubuh budak perempuannya yang halal baginya untuk ia buat senang-senang, hukumnya boleh melihat kepada tubuh kedua orang tersebut saat mereka masih hidup, karena itulah tempat untuk bersenang-senang, selain farji (vagina) yang diperbolehkan bagi mereka. Jika melihat vagina hukumnya tidak boleh dengan prosentase 50-50. Melihat vagina itu hukumnya makruh jika tanpa ada keperluan. Sedangkan melihat bagian dalam vagina sangat dimakruhkan.

Sayyidah 'Aisyah RA berkata, ‘Aku tak pernah melihat punyanya Rasul dan ia juga tak pernah melihat punyaku,’ (farji),” (Lihat Muhammad bin Ahmad As-Syarbini, matan dari Hasyiyah Al-Bujairimi Alal Khatib, Darul Fikr, juz IV, halaman 103).

Melihat kemaluan istri, menurut sebagian ulama bisa menyebabkan kebutaan. Sebagaimana disebutkan dalam hadits,

النَّظَرُ إلَى الْفَرْجِ يُورِثُ الطَّمْسَ ) أَيْ الْعَمَى

Artinya “Melihat kelamin seorang wanita itu bisa menyebabkan kebutaan.”

Ulama berbeda pendapat tentang buta yang dimaksud di sini, ada yang menyebut buta mata bagi si pelaku itu sendiri, ada yang mengatakan buta pada mata anaknya kelak. Ada pula yang menjelaskan bahwa buta yang dimaksud di hadits tersebut adalah buta mata hatinya.

Ibnu Hibban dan imam-imam yang lain menganggap bahwa kualitas hadis tersebut adalah dhaif. Bahkan Ibnul Jauzi memasukkan hadits ini ke dalam kitabnya Al-Maudlu‘at yang berarti hadits ini adalah hadits maudlu‘. Begitu pula Ibnu Adiy, hadits yang sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnul Qatthan tersebut merupakan hadis munkar.

Ibnus Shalah mempunyai pandangan berbeda dengan ulama di atas. Ia menjelaskan bahwa hadits ini mempunyai level derajat hasan. Yang berarti bisa dipakai untuk tendensi.

Perlu diketahui, polemik perbedaan pendapat dalam memandang hadits di atas hanya berhenti pada masalah menyebabkan kebutaan atau tidaknya. Sedangkan masalah kemakruhan melihat vagina bagi suami tetap makruh jika tidak ada hajat (kebutuhan). (Ahmad Mundzir)
Foto: Ilustrasi
Hubungan (senggama) suami-istri merupakan kenikmatan dunia yang menduduki posisi puncak tertinggi, atau klimaks. Menurut KH Sya'roni Ahmadi, Kudus, kenikmatan dunia yang paling mendekati kenikmatan surga hanya satu, yaitu ketika seseorang sedang berhubungan suami-istri. Meskipun kenikmatan itu masih belum ada apa-apanya jika dibanding dengan kenikmatan surga, setidaknya hal itulah yang paling mendekat ke sana.

Dalam bersenggama, masing-masing pasangan diperbolehkan menyentuh atau bahkan memegang kelamin pasangan masing-masing tanpa ada perbedaan pendapat dari kalangan ulama.

Suami diperbolehkan melihat semua sudut tubuh istrinya selain farji (vagina) baik pada bagian luar atau dalam. Melihat vagina bagian dalam hukumnya sangat dimakruhkan. Tetapi jika ada satu kebutuhan, melihatnya tidak makruh.

وَ) الضَّرْبُ (الثَّانِي نَظَرُهُ) أَيْ الرَّجُلِ (إلَى) بَدَنِ (زَوْجَتِهِ وَ) إلَى بَدَنِ (أَمَتِهِ) الَّتِي يَحِلُّ لَهُ الِاسْتِمْتَاعُ بِهَا (فَيَجُوزُ) حِينَئِذٍ (أَنْ يَنْظُرَ إلَى) كُلِّ بَدَنِهِمَا حَالَ حَيَاتِهِمَا؛ لِأَنَّهُ مَحَلُّ اسْتِمْتَاعِهِ (مَا عَدَا الْفَرْجَ) الْمُبَاحَ مِنْهُمَا، فَلَا يَجُوزُ جَوَازًا مُسْتَوِيَ الطَّرَفَيْنِ فَيُكْرَهُ النَّظَرُ إلَيْهِ بِلَا حَاجَةٍ، وَإِلَى بَاطِنِهِ أَشَدُّ كَرَاهَةٍ {قَالَتْ عَائِشَةُ رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهَا مَا رَأَيْت مِنْهُ وَلَا رَأَى مِنِّي} أَيْ الْفَرْجَ

Artinya, “Bagian kedua yaitu melihatnya seorang suami pada tubuh istrinya dan tubuh budak perempuannya yang halal baginya untuk ia buat senang-senang, hukumnya boleh melihat kepada tubuh kedua orang tersebut saat mereka masih hidup, karena itulah tempat untuk bersenang-senang, selain farji (vagina) yang diperbolehkan bagi mereka. Jika melihat vagina hukumnya tidak boleh dengan prosentase 50-50. Melihat vagina itu hukumnya makruh jika tanpa ada keperluan. Sedangkan melihat bagian dalam vagina sangat dimakruhkan.

Sayyidah 'Aisyah RA berkata, ‘Aku tak pernah melihat punyanya Rasul dan ia juga tak pernah melihat punyaku,’ (farji),” (Lihat Muhammad bin Ahmad As-Syarbini, matan dari Hasyiyah Al-Bujairimi Alal Khatib, Darul Fikr, juz IV, halaman 103).

Melihat kemaluan istri, menurut sebagian ulama bisa menyebabkan kebutaan. Sebagaimana disebutkan dalam hadits,

النَّظَرُ إلَى الْفَرْجِ يُورِثُ الطَّمْسَ ) أَيْ الْعَمَى

Artinya “Melihat kelamin seorang wanita itu bisa menyebabkan kebutaan.”

Ulama berbeda pendapat tentang buta yang dimaksud di sini, ada yang menyebut buta mata bagi si pelaku itu sendiri, ada yang mengatakan buta pada mata anaknya kelak. Ada pula yang menjelaskan bahwa buta yang dimaksud di hadits tersebut adalah buta mata hatinya.

Ibnu Hibban dan imam-imam yang lain menganggap bahwa kualitas hadis tersebut adalah dhaif. Bahkan Ibnul Jauzi memasukkan hadits ini ke dalam kitabnya Al-Maudlu‘at yang berarti hadits ini adalah hadits maudlu‘. Begitu pula Ibnu Adiy, hadits yang sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnul Qatthan tersebut merupakan hadis munkar.

Ibnus Shalah mempunyai pandangan berbeda dengan ulama di atas. Ia menjelaskan bahwa hadits ini mempunyai level derajat hasan. Yang berarti bisa dipakai untuk tendensi.

Perlu diketahui, polemik perbedaan pendapat dalam memandang hadits di atas hanya berhenti pada masalah menyebabkan kebutaan atau tidaknya. Sedangkan masalah kemakruhan melihat vagina bagi suami tetap makruh jika tidak ada hajat (kebutuhan). (Ahmad Mundzir)

Rabu, 20 September 2017

Hubungan Suami Istri Tak Lagi Mesra, Mengapa?

Banyak hal yang menyebabkan perubahan komunikasi suami istri tidak lagi intens seperti di awal-awal pernikahan. Gaya hidup dan berbagai kendala bisa menjadi penyebabnya. Apa yang bisa kita lakukan?
  • Batasi Kehidupan Sosial
Bukan, ini bukan berarti Anda tidak boleh gaul, Ma. Masalahnya, kehidupan sosial kita semakin meluas dan tak terbatas ruang dan waktu dengan adanya media sosial. Kita semua begitu terobsesi pada gadget dan teknologi, terlepas apakah kita benar-benar penyuka teknologi atau sekadar
ikut tren. Hal ini membuat kita sering terlalu asyik dengan gadget, bahkan saat sedang berdua dengan pasangan. Makan direstoran, tangan kita tak lepas dari gadget, dari memotret makanan, mengunggahnya di media sosial, lalu memberi respons ke setiap orang yang memberi komentar atau like.

Di rumah, duduk berdua di sofa, masing-masing asyik dengan gadget dan dunia sosialnya. Lalu, kapan ngobrol asyik dan berdiskusi berdua saja dengan suami tanpa gangguan apa pun? Perlu upaya, memang, untuk menyingkirkan sejenak gadget saat sedang bersama pasangan. Nikmati obrolan berdua dan kebersamaan dengannya saja.
  • Saling Menghargai
Ketika sedang menghadapi masalah, rasanya sulit memahami apa yang ada di kepalanya. Tahukah Anda, suami mungkin juga amat sulit mencerna isi kepala? Anda! Ya, wanita dan pria berkomunikasi secara berbeda. Yang perlu Anda lakukan adalah: kerelaan untuk mendengar. Lalu cerna dengan baik ucapannya, tanyakan maksudnya. Rasanya sulit karena Anda sering terburu emosi? Tarik napas dalam-dalam, buang pelan-pelan. Lakukan teknik napas ini beberapa kali. Oh, ya, salah paham juga kerap kali terjadi bukan karena ucapan verbal saja, tetapi yang nonverbal. Gerak tubuh, ekspresi wajah, dan nada bicara bisa memengaruhi kondisi. Jadi, coba diatur, supaya tidak menimbulkan kesan tidak menghargai pasangan.
  • Katakan Apa yang Anda Mau
Gara-gara stres menghadapi pekerjaan dan urusan anak, perasaan Anda menjadi tidak nyaman, rasanya ingin marah-marah, berteriak, menangis, dan dipeluk erat oleh suami? Bilang saja. Ini tentu lebih baik, ketimbang Anda cuma marah-marah dan suami menjadi kesal karenanya. Buntutnya, suasana makin runyam dan berakhir dengan berantem. Mungkin suami akan bingung menghadapi Anda, tetapi paling tidak dia tahu latar belakang sikap Anda, dan tangannya akan terbuka lebar untuk memberi Anda pelukan hangat yang menenangkan!

Selasa, 19 September 2017

Ups, Flirty Me! 3 Rencana untuk Membuat Malam Ini Jadi Malam Panjang Bersama Suami!

I'm sexy! I'm happy! I'm flirty!
Mama sedang merasa kesepian karena suami sering sibuk sendiri? Sedang ‘kepingin’ tapi, namanya juga perempuan, gengsi? Masa Mama harus ‘ngajakin' duluan, malu dong!
Duh, bagaimana ini??
Hmm, as a woman, we are born to be flirty, Ma! Kaum Hawa, sedianya memang diciptakan untuk menggoda para kaum Adam. Tapi, gimana caranya supaya tidak malu, apalagi sampai 'merendahkan diri'?
Begini 3 triknya ya, Ma!

1. Ask for help

Tidak ada, sekali lagi, tidak ada, laki-laki yang mampu memalingkan pendengaran dari sebuah desahan. Apalagi desahan penuh manja yang menunjukkan ketidakberdayaan perempuan. So, do it to your busy husband. Sebutkan saja sebuah keinginan Mama, yang tentu saja agak susah bila dilakukan seorang diri, padanya. Minta ia untuk membetulkan antena TV, misalnya, atau mengangkat barang ke atas lemari. Katakan dengan semanja mungkin, and as hopeless as possible, dengan desahan seksi yang Mama punya. Tambahkan alasan yang semakin membuatnya tak kuasa menolak, seperti, “Papa kan rajin fitness, jadi pasti kuat ...”
Jangan lupa untuk berterimakasih padanya, juga dengan desahan mesra ya!

2. A little of magic touch

Selain suara mendesah nan seksi, sentuhan juga mampu membuat para pria tak berdaya. Apalagi sentuhan kilat di bagian-bagian sensitif seperti pinggang ataupun leher. Lakukan ini pada suami pada momen-momen khusus sehingga terkesan terjadi ‘tanpa sengaja’. Jika suami sedang bercanda, misalnya, berikan respon dengan mencubit pinggangnya dengan mesra sambil berkata, “Papa, iiih, bisa aja!”.
Atau jika ia melakukan sebuah kesalahan kecil, berikan ia jawilan di telinga, lalu turun dengan genit ke dada bidangnya, seraya memarahi, “Papa nakal!”
Usahakan untuk tidak memberinya lebih dari itu. Biarkan ia penasaran dan mencari tahu sendiri kelanjutannya.

3. A glimpse of silhouette

Plan-C ini dilaksanakan bila kedua rencana di atas dirasa kurang berhasil. Selidiki sejenak kapan waktu yang pas untuk menggoda suami dengan sekelebat bayangan sang istri yang hampir tanpa busana!
Yup, almost naked!
Pegangi handuk dengan sebelah tangan, hanya untuk menutupi bagian depan tubuh Mama, supaya terkesan sedang tergesa. Biarkan sisa handuk melambai-lambai di belakang menampilkan bokong indah Mama. Dengan menyisakan bagian untuk diintip-intip itu, mulailah jalan berjingkat di sekitarnya. Tentu saja, lakukan ini dengan ‘tanpa sengaja’, misalnya mencari ke mana gerangan bra yang semestinya ada di lemari, atau baju untuk salin yang sudah disiapkan. Berikan sedikit ‘intro’ seperti, “Pa, lihat handuk mama ngga?”
Kalau sudah begini, mana bisa tahan ia bila tidak segera berlari mengejar Mama?

Well, ready to try, Ma?
Dijamin deh, tiga trik di atas tersebut pasti akan membuat suami tak kuasa membiarkan Mama sendirian dan kesepian lagi!

Ini Dia 8 Alasan Mengapa Suami Istri Perlu Melakukan Hubungan Setidaknya Satu Kali dalam Sehari

We fall in love by chance. We stay in love by choice.
Kadangkala kita beralasan nggak sempat, nggak punya waktu, kecapekan, atau bahkan alasan nggak mood buat melakukan hubungan suami istri.
Tahukah Mama, bahwa di Amerika sendiri, rata-rata pasangan suami istri hanya melakukan hubungan seksual 1 - 2 kali saja setiap minggunya. Bahkan, ini fakta yang cukup mengejutkan, banyak juga di antara mereka yang melakukan hubungan hanya sekali dalam sebulan, bahkan kurang.
Padahal, Ma, menurut beberapa penelitian ada fakta bahwa pasangan suami istri yang sehat adalah pasangan suami istri yang melakukan hubungan seksual setidaknya satu kali sehari.

Hmmm. Mengapa harus satu kali sehari?
Karena alasan-alasan berikut ini nih, Ma.

1. Seks membuat kita jadi awet muda

Orang yang lebih sering berhubungan seks akan dikira 7 - 12 tahun lebih muda dari usia mereka yang sebenarnya. Eh, jangan diketawain dulu, Ma. Ini sudah dibuktikan dengan penelitian lho.
Dalam penelitian yang dilakukan di Rumah Sakit Royal Edinburgh, sekelompok orang berada di satu ruangan dengan kaca satu arah, mengarah ke ruangan lain di mana ada sejumlah orang lain untuk ditebak usianya. Dalam penelitian ini kemudian diperoleh data, bahwa orang-orang yang berhubungan seks setidaknya empat kali seminggu rata-rata terlihat sepuluh tahun lebih muda dari usia mereka yang sebenarnya. Wah.
Dan, ada menariknya nih, Ma. Hasil penelitian ini ternyata nggak berlaku lho, bagi mereka yang berhubungan seks dengan banyak pasangan atau bagi mereka yang suka selingkuh.
Wah, kok bisa ya?
Salah seorang peneliti, David Weeks yang merupakan neuropsikolog klinis mengatakan, bahwa seks akan bisa membuat kita terlihat lebih muda hanya jika kita melakukannya dalam sebuah hubungan atas dasar cinta dan kepercayaan selayaknya yang ada dalam sebuah ikatan pernikahan.
Wah, ajaib ya!

2. Seks mampu menguatkan komitmen

Menurut penelitian, pria yang lebih sering melakukan hubungan seksual dengan pasangannya akan lebih “tahan godaan” ketimbang mereka yang jarang melakukan hubungan seksual dengan pasangannya.
Dan, ini ada penjelasan ilmiahnya, Ma. Saat seseorang melakukan hubungan seksual, maka hormon oksitosin, hormon yang mengatur bonding dengan seseorang, akan dilepaskan oleh tubuh dalam jumlah yang besar. Inilah yang menyebabkan mereka yang berhubungan seksual lebih sering, juga akan lebih punya ikatan yang kuat dengan pasangannya.

3. Seks membuat kualitas tidur lebih baik

Saat Mama sedang melakukan hubungan seksual, kadar hormon kortisol, hormon stres, dalam tubuh Mama otomatis menurun. Hal inilah yang membuat Mama merasa nyaman sesaat setelah berhubungan, dan kemudian bisa tidur dengan nyenyak. Nggak cuma itu, Ma. Hubungan seksual juga mampu meningkatkan kadar hormon estrogen, yang juga membantu dalam pencapaian kualitas tidur yang baik.

4. Seks dapat menurunkan berat badan

Mama tentu juga sudah tahu kan, bahwa berhubungan seksual itu butuh stamina yang tinggi karena kita akan mengeluarkan energi yang besar saat melakukannya. Tubuh akan membakar kalori yang besar, dan ini tentu akan membantu kita untuk menurunkan berat badan.
Seks adalah cara yang paling asyik untuk berolahraga, sekaligus bersenang-senang. Iya nggak sih?

5. Seks membuat kita lebih tahan penyakit


Pasangan yang lebih sering melakukan hubungan seksual akan cenderung lebih jarang sakit, lebih kecil risikonya terserang flu, dan memiliki kekebalan tubuh yang lebih kuat secara keseluruhan.
Kok begitu ya?
Karena ternyata, ini juga sudah dibuktikan melalui beberapa penelitian nih, Ma, orang yang berhubungan seks lebih sering mempunyai IgA (antibodi yang melawan virus, racun, dan bakteri) yang lebih tinggi ketimbang mereka yang jarang melakukan hubungan seksual.
Apalagi untuk perempuan. Tubuh perempuan malah lebih jelas sangat bereaksi sepanjang hubungan seksual, karena secara otomatis mempersiapkan pembuahan. Tahap persiapan ini kemudian akan memberikan sinyal pada tubuh untuk mencegah segala macam jenis infeksi yang mungkin terjadi.

6. Seks dapat mengurangi risiko depresi

Mama mungkin sudah sering membaca fakta, bahwa hubungan seksual dapat membuat orang lebih happy dan contented. Meski sebenarnya masih ada sedikit perdebatan mengenai hal ini.
Namun, ada penelitian yang telah membuktikan, bahwa air mani pria mengandung hormon oksitosin. Hormon ini dikenal sebagai “senyawa cinta”, Ma, yang mampu menciptakan rasa bahagia. Juga ada serotonin yang merupakan bahan kimia otak yang dapat membantu memperbaiki suasana hati dan mengurangi kesedihan serta depresi.
Nah, jelas sekali jadinya kan, bahwa seks dapat sangat efektif dalam menangkal depresi bagi perempuan seperti kita?

7. Seks mampu mengurangi risiko kematian akibat penyakit jantung

Sebuah studi di American Journal of Cardiology menemukan, bahwa pria yang berhubungan seks setidaknya 2-3 kali seminggu mempunyai risiko 50% lebih rendah untuk terkena penyakit jantung dibandingkan mereka yang jarang melakukan hubungan seks.

8. Seks mampu menurunkan tekanan darah

Banyak penelitian juga menunjukkan, bahwa hubungan seksual memiliki kekuatan untuk menurunkan tekanan darah. Percaya atau tidak, penelitian juga mengungkapkan bahwa kegiatan seksual lainnya, seperti masturbasi dan menonton film porno, ternyata nggak memiliki dampak positif yang sama seperti efek yang diberikan oleh hubungan seksual pada kesehatan jantung. Jadi, seks memang yang terbaik.


Apa pun alasannya, Ma, berhubungan seksual merupakan salah satu inti dari kehidupan berumah tangga. Selain untuk merawat bonding antara Mama dan Papa, juga sebagai perwujudan rasa cinta yang memang harus selalu dipupuk setiap hari. Untuk itu, semakin sering berhubungan seksual tentu akan membawa pengaruh positif bagi hubungan Mama dan Papa kan? Sama sekali nggak ada ruginya.
Selamat saling menghangatkan, Ma!