Tampilkan postingan dengan label tips ketiak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips ketiak. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 April 2014

Hindari Deodorant Setelah Mencukur Bulu Ketiak

Kamis, 03 April 2014 | 23:03  


Ilustrasi Perempuan tengah membersihkan bagian ketiakIlustrasi Perempuan tengah membersihkan bagian ketiak (sumber: sdicoe)
Jakarta - Di tengah kesibukan tentu perempuan memilih perawatan tubuh yang praktis tanpa membutuhkan banyak waktu. Salah satu perawatan untuk menunjang penampilan adalah mencukur bulu di bagian tubuh tertentu, seperti kaki, tangan dan ketiak.
Namun, kenyataannya masih banyak perempuan yang tidak mengetahui banyak informasi mengenai langkah-langkah aman dan nyaman dalam melakukan perawatan yang satu ini.
"Sebelum mencukur bulu pastikan kondisi tubuh kita bersih. Jangan melakukan aktifitas mencukur dalam kondisi tubuh yang berkeringat sehabis beraktifitas," ujar Dr. Shannaz Nadia Yusharyahya SpKK, ahli dermatologi pada acara peluncuran Veet dengan formula baru Hydro Restore Complex dan teknologi Keraderm di Jakarta, Kamis (3/4).
Kemudian, ia juga menyarankan setelah mencukur bulu, sebaiknya jangan menggunakan produk dengan bahan kimia lain dalam waktu 24 jam.
Dijelaskannya, pada saat mencukur tidak hanya bulu yang yang hilang dari kulit, tetapi lapisan minyak dan lainnya yang ada di permukaan kulit pun ikut terkikis.
"Dengan begitu, berikan kulit waktu untuk kembali normal dulu. Jangan pakai deodorant sehabis mencukur di ketiak, karena bisa menyebabkan iritasi seperti merah-merah atau lepuh (benjolan berisi air). Agar lebih nyaman, gunakan krim penghilang bulu yang bersifat melembabkan," saran dokter Shannaz.
Dikatakannya, yang terpenting kenali kulit dengan baik dulu, sehingga bisa memilih produk krim penghilang bulu yang sesuai dengan jenis kulit.

Penulis: Kharina Triananda/FER

Kamis, 23 Januari 2014

Ilustrasi dari Thinkstockphotos

Empat penyebab kulit ketiak menghitam

Siapa bilang ketiak menghitam karena dicukur? Bisa jadi penyebabnya adalah jamur. Sering bergesekan juga

Kenapa Ketiak Bisa Menghitam

Liputan6.com, Jakarta : Ketiak merupakan salah satu daerah paling sensitif. Pigmentasi atau menggelapnya kulit ketiak dapat terjadi di daerah ini karena sejumlah alasan.
Ahli Kesehatan dari Situs Health Me Up, Dr. Kiran Lohia, MD memberitahu bagaimana cara mengelola pigmentasi seperti dikutip dari Health Me Up, Senin (20/1/2014) :
1. Hindari gesekan
Gesekan merupakan penyebab terbesar kenapa muncul pigmentasi, dan merupakan hasil dari keringat berlebihan, kurangnya antiperspiran, pakaian ketat, cuaca panas, atau dari kelebihan berat badan.
Cobalah jaga ketiak agar tetap kering dengan sering menggunakan deodoran setelah mandi, dan mengganti pakaian kerap kali berkeringat.
Carilah pakaian yang terbuat dari katun agar dapat bernapas dengan mudah. Jika Anda mengalami kelebihan berat badan, sudah sepantasnya untuk segera menurunkan berat badan.
2. Kenali infeksi jamur
Jamur sangat sering tumbuh di daerah lembab dan gelap seperti di ketiak. Jamur ini menyebabkan kemerahan, gatal-gatal dan juga pigmentasi. Jika Anda memiliki gejala-gejala tersebut, segera konsultasi ke dokter kulit, dan obati infeksi jamur tersebut.
3. Periksa diabetes
Banyak orang yang rentan diabetes atau sudah mengalami diabetes seringkali memiliki pigmentasi beludru di daerah ketiak. Istilah medis seperti ini dikenal dengan Acanthosis nigricans.
Untuk mengelola masalah satu ini, periksakan penyakit Anda dan kelola gula darah dalam tubuh.
4. Berhenti kebiasaan mencukur
Mencukur memang membuat daerah ketiak lebih halus dan terbebas dari bulu-bulu yang sangat mengganggu. Tapi, kalau mencukurnya tidak tepat, akan meninggalkan noda hitam di ketiak.
(Adt/Abd)

Kamis, 15 Agustus 2013

Mengatasi empat masalah ketiak

Ilustrasi: Thinkstock

Kulit ketiak yang hitam, kering dan tumbuh benjolan merah? Jangan panik, semua bisa diatasi. 
Empat Cara Atasi Masalah Ketiak
Oleh Mel Sim untuk Yahoo! Southeast Asia

Jangan biarkan masalah di ketiak Anda merusak kepercayaan diri Anda dan mencegah Anda melakukan berbagai aktivitas. Atasi hal itu dengan tips mudah dari kami.

Ketiak berkeringat

Duh, Anda baru saja bertemu pria baru dan momen yang dia akan ingat yaitu noda keringat ketiak di blus Anda. Kita semua sedikit lebih berkeringat ketika kita gugup atau beraktivitas di luar ruangan. Dan sekitar satu persen dari manusia di dunia, terkadang mengidap suatu kelainan yang disebut axilliary hyperhidrosis, yang menyebabkan Anda terus berkeringat sepanjang waktu.Ini saatnya menggunakan deodoran, yang mengandung bahan-bahan yang dirancang untuk mengatasi keringat berlebih. Gunakan setiap hari untuk mengendalikan keringat serta bau yang ditimbulkan dari ketiak Anda. Jangan lupa, pakai pakaian yang terbuat dari katun, sutra dan linen yang mampu menyerap kelembapan lebih baik guna mencegah bau badan. 

Ruam dan kemerahan pada ketiak

Kelembapan, suhu tinggi, memakai deodoran yang salah dan bekas cabutan bulu ketiak akibat dicukur merupakan beberapa penyebab utama ruam atau lecet di ketiak Anda. Kulit di bagian ini sangat sensitif, sehingga lebih rentan dengan perubahan tertentu di lingkungan sekitar atau jika terkena bahan-bahan yang tidak sesuai.

Dalam kasus ini, gunakan deodoran yang tepat dan sesuai bagi wilayah sensitif itu dan tidak menimbulkan ruam atau efek samping apa pun. Jenis deodoran apa yang tepat? Deodoran yang bebas wewangian guna mengurangi risiko peradangan serta antialergi dan sudah diuji oleh ahli dermatologi. Carilah deodoran yang memiliki conditioner kulit yang cocok untuk Anda guna melembutkan dan melembapkan kulit agar mendapat perlindungan lebih.

Warna ketiak belang

Anda benci ketiak Anda terlihat menghitam, belang serta tidak menarik? Pada awalnya sel kulit mati, terjebak di celah-celah kecil yang berada di bawah kulit ketika terdorong oleh sel-sel baru, menimbulkan warna kulit yang tidak merata. Anda juga bisa menyalahkan hormon Anda, yang bisa menyebabkan perubahan warna seiring pertambahan usia, dan hiperpigmentasi, sebuah kelainan yang mungkin tapi langka yang menyebabkan kelebihan produksi melanin.

Bersihkan sel kulit mati secara teratur namun lakukan secara lembut agar tidak menimbulkan iritasi di bagian itu. Jika Anda menduga hiperpigmentasi atau hormon merupakan alasannya, temui ahli demartologi yang akan memberikan pengobatan yang aman dan efektif. Yang perlu Anda ketahui juga bahwa teknik membersihkan bulu yang terlalu keras bisa menyebabkan kerusakan di area ketiak sehingga menimbulkan perubahan warna kulit. Jadi cabut dan waxing bulu ketiak Anda secara perlahan.

Bekas bulu yang dicukur yang terlihat seperti kulit ayam
Anda melihat bulu yang tumbuh di ketiak Anda dan kemudian segera mencukurnya — ini ide buruk karena menimbulkan bekas cukuran (ingrown hair) di kulit. Jika timbul benjolan-benjolan merah pada ketiak Anda, salahkan alat pencukur Anda karena metode mencukur bulu sering berakibat pada masalah ingrown hair. Hal itu tidak terlihat cantik karena mirip dengan kulit ayam! Jika dibiarkan, ingrown hair dapat menimbulkan infeksi, menyebabkan jerawat dan mengakibatkan codet pada kulit.

Untuk mengatasi kulit ayam, simpan alat cukur Anda dan beralihlah ke teknik membersihkan bulu yang lebih aman seperti waxing. Mintalah bantuan profesional – karena mereka terlatih untuk mencegah ingrown hair.

Namun jika Anda terpaksa mencukurnya, hindari mencukur di lokasi yang sama dan selalu mencukur searah dengan arah pertumbuhan bulu. Jika Anda bisa, sisakan sedikit bulu ketika mencukur guna meminimalisasi ingrown hair.