Pelatih
Timnas Indonesia, Luis Milla, memimpin langsung sesi latihan jelang
laga melawan Fiji di Stadion Patriot, Bekasi, Jumat, (1/9/2017).
Indonesia akan menjalani laga Persahabatan melawan Fiji. (Bola.com/M
Iqbal Ichsan)
Jakarta - Usai berlaga SEA Games 2017, ajang selanjutnya yang bakal dilakoni Timnas Indonesia U-22 adalah Asian Games 2018. Sesuai regulasi, setiap peserta boleh memanggil tiga pemain seniornya untuk dimainkan.
Pada Asian Games 2004, Indonesia menampilkan trio senior, Ferdinand
Sinaga, Victor Iqbonefo, dan Achmad Jufriyanto. Bagaimana dengan kini?
Asian Games 2018 akan menjadi ajang ketiga yang dilakoni Luis Milla
sebagai pelatih Timnas Indonesia. Sebelumnya, Milla sudah mendampingi
Tim Merah-Putih dalam dua ajang. Sayang, target yang diberikan PSSI tak
mampu dicapai.
Ajang pertama adalah kualifikasi Piala Asia U-23 2018 di mana Timnas
Indonesia U-22 harus tersingkir. Bersaing dengan Malaysia, Thailand, dan
Mongolia, mereka hanya bisa menempati urutan ketiga dengan raihan empat
poin.
Selanjutnya, Milla mendampingi Tim Merah-Putih berlaga di SEA Games
2017. Target emas yang diberikan PSSI gagal diwujudkan. Evan Dimas dkk.
hanya bisa membawa pulang perunggu.
Di Asian Games 2018 sendiri, Luis Milladiminta
membawa timnas melaju hingga semifinal. Faktor sebagai tuan rumah jelas
menjadi sebuah keuntungan. Ditambah, pelatih Spanyol itu boleh membawa
tiga pemain senior.
Jika melihat performa para pemain senior di Liga 1 2017, tentu ada
banyak yang memiliki kesempatan untuk tampil di Asian Games 2018.
Berikut tiga pemain pilihan Redaksi Liputan6.com yang diprediksi memiliki kans paling besar jika melihat penampilan di Liga 1:
Greg Nwokolo
1. Greg Nwokolo
Di Timnas Indonesia U-22, Milla memang memiliki dua stok penyerang di
SEA Games 2017. Mereka adalah Marinus Wanewar dan Ezra Walian. Namun,
penampilan keduanya terbilang belum begitu memuaskan.
Greg Nwokolo (kiri) beraksi bersama Madura United. (Bola.com/ M Iqbal Ichsan)
Tercatat hanya satu gol yang bisa disumbang kedua pemain tersebut.
Jika penampilan mereka tak berubah, tentu Milla akan berpikir untuk
memaksimalkan kuota pemain senior dengan memanggil seorang penyerang.
Greg jelas bisa menjadi pilihan Milla. Sejauh ini, Greg menjadi
striker Indonesia yang paling subur di Liga 1. Ia mencetak 11 gol dan
empat assist yang ikut membantu Madura United untuk bertahan di papan
atas klasemen.
Selain faktor itu, pengalaman Greg jelas juga menjadi bahan
pertimbangan. Penyerang berusia 31 tahun itu sudah membela timnas sejak
2013. Terakhir kali Greg dipanggil timnas adalah saat kualifikasi Piala
Asia 2015 melawan Arab Saudi, 5 Maret 2014.
Irfan Bachdim
2. Irfan Bachdim
Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi sempat menyebut ada satu nama pemain
Bali United yang masuk daftar mereka untuk Asian Games. Jika melihat
statistik dan performa, Irfan tampaknya akan menjadi pemain pilihan
tersebut.
Irfan Bachdim belakangan tampil gemilang bersam Bali United. (Bola.com/Moch Ichsan)
Kesuksesan Bali United bertengger di urutan kedua klasemen Liga 1
2017 tak lepas dari kontribusi pemain berdarah Belanda tersebut. Untuk
urusan mencetak gol, Sylvano Comvalius memang yang menjadi andalan Tim
Serdadu Tridatu itu. Tapi, peran Irfan di dalam lapangan juga sangat
vital.
Total ia dimainkan dalam 22 dari 26 laga yang telah dijalani tim
asuhan Widodo Cahyono Putro tersebut. Kontribusi Irfan berupa torehan
tujuh gol dan delapan assist.
Kebetulan, Irfan juga menjadi salah satu pemain yang dipanggil Milla
saat ia menyertakan lima pemain senior saat melawan Kamboja dan Puerto
Rico pada laga uji coba. Bahkan, ia menyumbang satu gol saat timnas
menang 2-0 atas Kamboja.
Vendry Mofu
3. Vendry Mofu
Jika ingin menambah kekuatan dan kecepatan di lini tengah, Mofu bisa
menjadi jawabannya. Di tengah keterpurukan Semen Padang yang masih duduk
di urutan ke-14, Mofu tetap mampu memperlihatkan kehebatannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar