Tampilkan postingan dengan label jokowi pupuler. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jokowi pupuler. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Juli 2017

Selamat Ulang Tahun Jokowi, Ini 7 Momen Fashion Sang Presiden yang Viral

Hestianingsih - wolipop
Selamat Ulang Tahun Jokowi, Ini 7 Momen Fashion Sang Presiden yang Viral Foto: dok. Biro Pers Setpres
Jakarta - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) berulang tahun yang ke-56, hari ini (21/6/2017). Selama menjabat sebagai presiden, Jokowi kerap mengenakan pakaian maupun sepatu kekinian yang menarik perhatian netizen. Tak jarang, fashion item yang dipakai Jokowi jadi viral.

Di hari ulang tahun Jokowi, Wolipop merunut kembali momen fashion orang nomor satu di Indonesia ini yang jadi tren di kalangan anak muda.
1. Jaket Bomber Army
 
Jaket bomber Jokowi. Foto: Dok. Youtube/CNN Indonesia

Jaket bomber warna hijau army keluaran Zara mendadak jadi populer di Indonesia. Penyebabnya karena jaket tersebut dipakai Jokowi saat jumpa pers mengenai demo 4 November 2016. Setelah dipakai Jokowi, netizen ramai membicarakan jaket tersebut. Bahkan mereka juga membelinya. Kala itu semua jaket bomber warna hijau yang mirip Zara jadi incaran.

2. Sandal Fladeo
 
Sandal Jokowi. Foto: Jokowi blusukan di Mal e-Walk Balikpapan (dok. Biro Sekretariat Presiden)

Lewat akun Facebook dan Twitter-nya, Jokowi memamerkan sandal biru yang ia beli dari brand Fladeo, merek buatan Indonesia. Foto sandal yang diunggah Jokowi itu pun ramai jadi perbincangan netizen. Bahkan lewat akun Twitter Fladeo, brand ini kebanjiran pembeli.

3. Jaket Bomber Hitam
Selamat Ulang Tahun Jokowi, Ini 7 Momen Fashion Sang Presiden yang Viral 
Jaket bomber hitam Jokowi. Foto: Rachman Haryanto

Presiden Jokowi kembali menarik perhatian anak muda karena gaya busana yang dikenakannya saat menonton pertandingan semifinal piala AFF 2016, 3 Desember 2016. Jaket bomber hitam yang dikenakannya jadi perbincangan netizen. Ada yang memuji penampilan Jokowi hingga bertanya merek jaket tersebut, hingga selebtweet ikut memamerkan penampilannya memakai jaket serupa Jokowi.

4. Payung Biru
 
Payung biru Jokowi. Foto: Twitter @pramonoanung

Saat menemui massa aksi 212 pada Desember 2016 lalu, Jokowi membawa payung besar berwarna ini. Payung itu pun jadi topik hangat netizen. Saat mengikuti salat Jumat di aksi #SuperDamai212, Presiden Jokowi membawa payung dari Istana Negara menuju Monumen Nasional. Suasana saat itu memang tengah turun hujan. Sejumlah media dan peserta aksi mengabadikan hal tersebut. Tidak lama, foto Presiden Jokowi membawa payung biru bertebaran di internet dan ramai dibahas netizen.

Payung biru sebelumnya juga pernah dibawa Jokowi dan jadi pembicaraan netizen saat sang presiden meresmikan 6 infrastruktur kelistrikan untuk Papua dan Papua Barat di Gardu Induk PLN 70 KV di Waena-Sentani, Jayapura, Papua, Oktober 2016.

5. Jaket TAD Shark Skin
 
Gaya busana Jokowi. Foto: dok. PUPR

Pilihan busana Jokowi lagi-lagi menjadi perbincangan hangat di social media saat naik motor trail di Papua, Mei 2017. Jaket berwarna hijau tersebut membungkus tubuh Jokowi saat menginspeksi pembangunan jalan trans Papua dengan motor trail. Tak butuh waktu yang lama bagi jaket tersebut untuk menjadi viral setelah netizen sibuk membicarakannya di social media

6. Sarung dan Selop
Gaya busana Jokowi. Foto: Presiden Jokowi akan Hadiri Peringatan Maulid Nabi di Pekalongan (Biro Pers)

Memakai sarung saat kunjungan kerja ke Pekalongan, Jawa Tengah, Minggu (8/1/2017), penampilan Jokowi kembali menjadi perbincangan. Bersarung saat naik pesawat kepresidenan untuk kunjungan kerja, bisa dibilang menjadi pemandangan langka mengingat seorang presiden umumnya lebih sering mengenakan setelan jas atau batik. Penampilannya ini dipuji netizen karena dianggap stylish dan meskipun memakai busana tradisional seperti sarung dan selop, Jokowi tetap terlihat modern.

7. Sneakers Nike
 
Sneakers Nike Jokowi. Foto: Facebook Presiden Jokowi

Belum lama ini penampilan Jokowi kembali menjadi sorotan netizen.‏ Sneakers yang dipakainya saat bertugas di Tasikmalaya, Jawa Barat, menarik perhatian netizen. Kala itu Jokowi tampil kasual dengan kemeja putih yang dipadu dengan jeans. Tidak ketinggalan sneakers abu-abu merek Nike. Gaya casual dan 'gaul' Jokowi pun dipuji netizen, mulai dari "keren", "mantap" hingga "gaul". Sneakers yang dipakai Jokowi adalah seri Nike LunarEpic Low Flyknit 2 seharga Rp 2 jutaan. (hst/hst)

Kamis, 11 Mei 2017

Tiga tahun berkuasa, Jokowi cetak 9 sejarah baru di Indonesia


Rabu, 10 Mei 2017 07:00 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo
Presiden Jokowi di KTT ASEAN, Manila. ©2017 Merdeka.com
Merdeka.com - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo mengklaim pembangunan desa di Indonesia sangat pesat di era Jokowi-JK. Bahkan, pemerintahan Jokowi mencetak banyak rekor baru dalam pembangunan.

Menteri Eko mengatakan, baru di era Jokowi desa mampu membangun 66.000 kilometer (Km) jalan desa. Selain itu, desa di Tanah Air keseluruhan mampu membangun 5.000 Km jembatan dan 38.000 unit penahan longsor. Selain itu, desa juga membangun 16.000 saluran air bersih.

"Ini belum pernah ada dalam sejarah republik ini," ucap Menteri Eko di Kota Kasablanka, Jakarta.

Suksesnya pembangunan tak lepas dari besarnya dana desa yang dialokasikan pemerintah Jokowi untuk membangun desa. Pada 2015, pemerintah mengalokasikan Rp 20,8 triliun. Angka ini terus naik di 2016 menjadi Rp Rp 46 triliun dan naik lagi jadi Rp 60 triliun di 2017.

"Tahun depan ini naik lagi jadi Rp 120 triliun," katanya.

Selain ini, Indonesia tercatat juga mencetak sejumlah sejarah baru sepanjang kepemimpinan Jokowi-JK. Apa saja? Berikut merdeka.com akan merangkumnya untuk pembaca.
Kapal kargo raksasa CMA CGM Otello
  
1. Kapal raksasa pertama kali singgah di Tanjung Priok

Merdeka.com - Jakarta International Container Terminal (JICT) mencetak sejarah baru di 2017 ini. Pelabuhan peti kemas ini tercatat sukses melayani kapal petikemas terbesar di Indonesia yaitu CMA-CGM Otello. Kapal ini milik perusahaan pelayaran Prancis, Compagnie Maritime d'Affretement-Compagnie Generali Maritime (CMA-CGM).

"Kapal-kapal CMA-CGM ini dilayani dengan kecepatan dan produktivitas yang sangat handal. Mereka yang terbesar sepanjang sejarah Priok berdiri," ujar Direktur Utama JICT, Gunta Prabawa dalam keterangannya di Jakarta.

Sebelumnya, 2 kapal berukuran besar lainnya yakni CMA-CGM Titus dan Tancredi juga sukses dilayani dengan produktivitas pelabuhan yang prima di JICT, yakni 27-30 Mph (gerakan per jam).

Menurutnya, kunjungan kapal terbesar itu menandakan era baru kapal-kapal yang akan singgah di Priok. Sejarah baru tersebut menandakan kesiapan JICT dalam menyediakan layanan pelabuhan kelas dunia.

"JICT bersama stakeholders pelabuhan melakukan tugasnya dengan baik sehingga perusahaan pelayaran global mempercayakan kapalnya dilayani di sini. Sudah pasti respons terminal untuk memberikan yang terbaik," kata Gunta.eporter : 
Penutupan Bursa.
2. Tax Amnesty buat IHSG cetak rekor
Merdeka.com - Pasar modal Indonesia baru saja mengalami momen bersejarah yakni kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai tertinggi sepanjang masa yang menembus Rp 6.012 triliun. Laju Indeks Harga Saham gabungan (IHSG), pekan lalu juga ditutup pada level tertinggi sepanjang berdirinya BEI di 5.540,43 poin.

Dewan Komisioner Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Nurhaida mengatakan, salah satu faktor pendorong IHSG mencetak sejarah adalah program Tax Amnesty atau pengampunan pajak pemerintah. Di mana, dana repatriasi yang selama ini parkir di perbankan mulai bergerak ke pasar modal.

"Dana repatriasi yang cukup besar yang selama ini ada di perbankan mulai bergerak ke pasar modal apakah SBN, saham, reksadana," ujarnya saat ditemui di Gedung Bank Indonesia, 
Uang Rupiah baru.
3. Luncurkan 11 mata uang baru serentak
Merdeka.com - Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengungkapkan peluncuran 11 mata uang baru secara serentak menjadi yang pertama sejak Indonesia merdeka. Diharapkan melalui desain baru ini, kecintaan masyarakat terhadap Rupiah semakin meningkat.

"Hari ini bertepatan dengan hari bela negara. Kita akan menyaksikan pengeluaran dan pengedaran uang Rupiah emisi 2016, terdiri dari 7 mata uang Rupiah pecahan kertas, dan 4 logam. Pengeluaran dan pengedaran uang baru ini momen spesial karena pertama kali dilakukan secara serentak sejak Indonesia merdeka," ujarnya di Kantornya, Jakarta.

Dalam kesempatan ini, Agus mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk senantiasa menggunakan Rupiah dalam setiap transaksi di Indonesia. Pelanggaran bisa menyebabkan seseorang terancam hukuman pidana.
Beras impor. Merdeka.com /Arie Basuki
4. Tak impor beras sepanjang 2016
Merdeka.com - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengapresiasi langkah Kementerian Pertanian untuk tidak melakukan impor beras tahun ini. Menurutnya, hal ini jadi sejarah baru Indonesia.

"Kementan telah berhasil tingkatkan tahun 2016, kita tidak ada impor beras. Ini sejarah baru," ujar Enggartiasto di Gedung Kementerian Perdagangan
beras impor. merdeka.com /Arie Basuki
5. Stok beras jelang Ramadan cetak sejarah
Merdeka.com - Menteri Pertanian, Amran Sulaiman membanggakan stok pangan dalam kategori cukup dalam menyambut Lebaran mendatang. Bahkan, stok yang ada belum pernah terjadi di Indonesia sebelumnya.

Stok beras Tanah Air saat ini mencapai 1,9 juta ton atau cukup untuk 8 bulan ke depan. Menteri Amran menjamin harga beras akan stabil di Lebaran mendatang.

"Harga bawang mulai turun dan kita minta Bulog serap cepat. Stok Bulog 2.000 ton dan ini tidak pernah terjadi sebelumnya," kata Menteri Amran saat ditemui di Kemenko Perekonomian, 
penari bocah sambut wisatawan asing di Makassar.
6. Didatangi 1 juta wisatawan asing dalam sebulan
Merdeka.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia mencapai 1,03 juta kunjungan atau naik 17,68 persen di Juli 2016. Secara kumulatif (Januari-Juli) 2016, jumlah turis menembus 6,32 juta kunjungan atau naik 7,64 persen dibandingkan periode sama tahun lalu 5,88 juta kunjungan.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Sasmito Hadi Wibowo mengklaim, pencapaian tersebut merupakan sejarah baru bagi Indonesia dapat mencetak 1 juta kunjungan turis selama sebulan.

"Ini merupakan sejarah baru buat Indonesia karena pertama kalinya melewati barrier 1 juta kunjungan wisman. Jadi kita bisa mencetak 1 juta kunjungan turis dalam sebulan, tertinggi dibanding bulan lainnya," ujar Sasmito di kantornya, Sasmito memperkirakan, kenaikan tersebut sebagai dampak upaya pemerintah dalam mempromosikan tujuan-tujuan wisata di Indonesia ke negara lain.

"Berkat kampanye yang intensif di berbagai negara, atraksi di destinasi wisata. Australia kan lagi musim dingin, warganya pada ke Indonesia cari yang panas. Sedangkan turis dari Arab Saudi memilih berlibur di Indonesia karena cuaca di sana terlalu panas sekali, selain karena warga Arab lari ke Indonesia lantaran ada fobia Islam di Arab dan Eropa," terangnya.
Amnesti Pajak.
7. Kumpulkan pajak lebih dari Rp 1.000 triliun di 2015
Merdeka.com - Kementerian Keuangan mencatat penerimaan pajak per 25 Desember 2015 tembus Rp 1.000 triliun atau 77,28 persen dari target pajak 2015 Rp 1.294 triliun. Angka penerimaan pajak ini dinilai Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro sebagai rekor di Indonesia.

"Penerimaan pajak ini pertama kali bagi Indonesia mampu tembus Rp 1.000 triliun," jelas Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro di Jakarta, seperti dilansir dari Antara, kemarin.ter : Harwanto Bimo Pratomo
  • 23.2k
    SHARES
Amnesti Pajak.
8. Tax Amensty tersukses di dunia
Merdeka.com - Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Ken Dwijugiastaedi mendapat penghargaan dari dunia perpajakan internasional. Penghargaan ini didapat lantaran pencapaian program Tax Amnesty terbaik di dunia.

"Dengan adanya Tax Amnesty yang kemarin sampai-sampai kita juara dunia dan DJP dapat penghargaan dirjen terbaik se-Asia tapi saya tidak mau ambil, harusnya tanggal 3 kemarin, karena apa? karena yang kerja bukan hanya DJP, tetapi kita semua. Kalau penghargaannya ke seluruh rakyat Indonesia saya ambil," ujar Ken di Gedung DJP, Jakarta.

Untuk itu, Ken dan jajarannya akan terus bersosialisasi agar para Wajib Pajak (WP) semakin semangat membayar pajak. Intinya, katanya, tidak ada Tax Amnesty pun, pembayaran pajak harus tetap dilakukan.

Dia pun mengklaim dalam dua tahun terakhir, penerimaan pajak merupakan yang terbaik dalam 10 tahun. "Selama 10 tahun terakhir, ini penerimaan yang terbaik dan terbesar, terutama 2 tahun terakhir ini," katanya.

Selasa, 13 Desember 2016

Terima Kasih untuk Jokowi hingga Kiriman Buah "Misterius" untuk Timnas Indonesia

Senin, 12 Desember 2016 | 06:47 WIB
Kompas.com/Sigiranus Marutho Bere Gedung utama Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain, di Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT).
PALMERAH, KOMPAS.com - Akhir pekan ini tak banyak peristiwa politik baru yang menyita perhatian publik. Berita-berita ringan lebih mendapatkan tempat di mata pembaca.
Salah satu berita ringan itu adalah tulisan khas atau feature dari Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain, Nusa Tenggara Timur. Pos batas yang berbatasan dengan Timor Leste ini baru saja rampung 100 persen dan siap diresmikan Presiden RI Joko Widodo.
Laporan dari PLBN Motaain itu sekaligus menjadi berita terpopuler di Kompas.com yang dibuat Sabtu (11/12/2016) kemarin. Berita-berita lain yang masuk daftar populer adalah perkembangan sidang untuk Basuki Tjahaja Purnama.
Ada pula tulisan khas terkait kondisi Pilot Lettu Yohanes yang ditemukan tanpa luka dalam pondok di sebuah ladang di Malinau, Kalimantan Utara.
Bagi Anda yang tak sempat membaca berita-berita kemarin, simak rangkuman berita di bawah ini yang perlu Anda ikuti.

1. "Terima Kasih Pak Jokowi, Sekarang Kami Tidak Malu Lagi pada Timor Leste"
Kompas.com/Sigiranus Marutho Bere Warga menggunakan jalan semen beton di sekitar areal Bangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain, di Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sore itu, sekitar pukul 16.30 Wita, sejumlah pekerja membereskan pekerjaan sisa di bagian luar bangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain, di Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kendaraan pengangkut material masuk keluar di area luar bangunan PLBN, membawa serta para pekerja yang membereskan sisa-sisa bangunan khusus di bagian taman, jalan rigid pavement (jalan beton semen), dan jalan khusus bagi pejalan kaki. Pengerjaan bangunan itu telah rampung 100 persen.
Para pekerja terlihat begitu bersemangat untuk menyelesaikan pekerjaan akhir karena, menurut rencana, PLBN Motaain akan diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo pada Senin (12/12/2016).
Selain para pekerja yang sibuk, tampak warga setempat juga melintas di dua jalur jalan PLBN menuju jalan protokol. Ada yang jalan kaki dan ada pula yang menggunakan sepeda motor, bahkan ada warga dari Atambua yang datang ke tempat ini hanya untuk mengambil foto bangunan dan juga berfoto bersama.
Rupanya PLBN Motaain saat ini telah menjadi tempat yang menarik untuk dikunjungi oleh warga setempat dan juga warga dari luar desa itu karena bentuk bangunan yang sangat megah dan jelas kontras sekali dengan bangunan milik warga dan pemerintah setempat yang berada di sekitar area PLBN.
Baca tulisan ini selengkapnya di sini.

2. Sidang Kasus Penistaan Agama Tidak Disiarkan Langsung, Ini Respons Ahok
Kompas.com/Kurnia Sari Aziza Calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat menyampaikan sambutan dalam Rakerda Hanura DKI Jakarta, di Hotel Sunlake, Jakarta Utara, Minggu (11/12/2016).
Calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok akan mengikuti seluruh aturan yang ada terkait penyiaran sidang kasus dugaan penistaan agama yang menjerat dirinya. "Ya kami patuh saja. Kami tidak bisa melarang orang mau siaran live (langsung) atau tidak, kan tidak bisa," kata Ahok di Hotel Sunlake, Sunter, Jakarta Utara, Minggu (11/12/2016).
Meskipun dia menginginkan proses sidang dugaan penistaan agama disiarkan langsung oleh televisi seperti saat sidang tewasnya Wayan Mirna Salihin. Siaran langsung ini, lanjut Ahok, akan membuat seluruh proses hukum menjadi transparan.
Selain itu, Ahok menyebutkan, melalui sidang itu, nantinya warga akan mengetahui bahwa dirinya tidak berniat menistakan agama.
Ahok ditetapkan menjadi tersangka kasus dugaan penistaan agama karena mengutip ayat suci saat menyampaikan sambutan di hadapan warga Kepulauan Seribu.
Baca selengkapnya di sini.
Baca juga: Ahok: Saya Ingin Teman-teman Hanura Bukakan Pintu Maaf untuk Saya... 

3. Pilot Lettu Yohanes Ditemukan Tanpa Luka dalam Pondok di Sebuah Ladang
INSTAGRAM/DOK. PRIBADI Lettu Cpn Yohanes Syaputra, pilot helikopter TNI AD yang jatuh di Kalimantan Utara, Kamis (24/11/2016).
Pilot Lettu Cpn Yohanes Syahputra ditemukan warga dalam keadaan selamat setelah kecelakaan helikopter Bell 412-EP di Malinau, Kalimantan Utara. Helikopter milik Pusat Penerbangan TNI AD tersebut jatuh pada 24 November 2016. Dari lima kru di helikopter tersebut, tiga di antaranya tewas. Satu orang lainnya, yakni pilot Lettu CPN Abdi Darmain, ditemukan selamat dalam kondisi luka. Adapun Yohanes tidak ditemukan hingga dua pekan kemudian.
Sekretaris Desa Long Sulit Kusnadi mengatakan, seorang warga bernama Doni Bernadus pertama kali menemukan Yohanes di sebuah pondok tempat beristirahat di ladang milik Kepala Desa Long Sulit Wiliam Bias, Kamis (8/12/2016) siang.
"Sampai di ladang milik Kepala Desa, dia melihat ada orang. Saat didatangi, pria ini mengaku Kapten Yohanes," kata Kusnadi seperti dikutip Tribun Kaltim.
Baca selengkapnya di sini.

4. Buah Misterius Saat Latihan Timnas Indonesia
KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG Pelatih Timnas Indonesia, Alfred Riedl beserta jajaran staf pada semi final putaran pertama AFF Suzuki Cup 2016 di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (3/12/2016). Indonesia memang atas Vietnam dengan skor 2-1.
Tim nasional (timnas) Indonesia mendapatkan kiriman buah saat berlatih di lapangan Sekolah Pelita Harapan (SPH) Karawaci Tangerang, Banten, Minggu (11/12/2016). "Hadiah" buah tersebut bukan hal yang biasa dirasakan Boaz Solossa dan kawan-kawan saat berlatih. "Tiba-tiba banyak buah di sini. Tidak seperti biasa. Apa karena kita masuk final ya? Sebelumnya banyak yang tak acuh," kata petugas media timnas Indonesia, Bandung Saputra, seperti dikutip Antara, Minggu sore.
Menurut dia, bermacam-macam buah, mulai pisang, apel, pir, hingga jeruk, yang sudah ada di tribune itu sejak semua personel timnas masuk ke lapangan latihan. Sontak hal itu membuat beberapa ofisial timnas pun bertanya-tanya.
"Biasanya, kalaupun ada buah, kami bawa sendiri. Untuk saat ini ada kejutan. Kami pun tidak tahu siapa yang bawa ke sini," kata ofisial paling muda di timnas Merah Putih tersebut sambil tersenyum.
Keikutsertaan timnas Indonesia pada Piala Asosiasi Sepak Bola ASEAN (AFF) 2016 awalnya terbilang dipandang sebelah mata. Bahkan, pelatih Alfred Riedl tidak bisa mengambil semua pemain terbaik di Indonesia lantaran terhalang aturan bahwa satu tim (klub) maksimal hanya mengirimkan dua pemain untuk timnas.
Baca selengkapnya di sini.
Baca juga: Thailand Terancam Tampil Tanpa Pemain Termahal Saat Lawan Indonesia

5. Korban Bom Istanbul Jadi 29 Orang, Umumnya Polisi
Reuters/Murad Sezer Pelaku serangan bom di Isanbul, Turki, hendak menarget mobil polisi antihuru-hara, Sabu (10/12/2016) malam.
Korban tewas akibat ledakan bom kembar di Istanbul, Turki, telah bertambah menjadi 29 orang dengan korban terbanyak adalah polisi. Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu, Minggu (11/12/2016), mengatakan, tercatat ada 166 orang lainnya menderita luka-luka. Ia juga mengatakan, 10 tersangka terkait serangan itu telah ditangkap.
Kementerian Kesehatan Turki sebelumnya mengatakan, serangan bom itu terjadi di luar stadion sepak bolah usai pertandingan dua klub papan atas, yakni Besiktas dan Bursaspo.
Menurut Reuters, dari dua ledakan pertama itu, satu di antaranya diyakini sebagai aksi bunuh diri, dan terjadi di luar stadion Vodafone Arena, yang terletak di tepi Selat Bosporus.
Soylu mengatakan, bom mobil di luar stadion itu menargetkan bus polisi. Dari 29 korban tewas yang telah diidentifikas, sebagian besar adalah polisi.
Baca selengkapnya di sini.



Rabu, 07 Desember 2016

Jokowi: Saatnya Kurs Rupiah Beralih dari Dolar ke Renmibi

Selasa, 06 Desember 2016 | 15:40 WIBJokowi: Saatnya Kurs Rupiah Beralih dari Dolar ke Renmibi
Presiden Joko Widodo saat menjadi keynote speak dalam sebuah acara CEO di Jakarta, 24 November 2016. Dalam pidatonya Jokowi sebut Donald Trump seperti meniru Indonesia soal Tax Amnesty dan Infrastruktur. TEMPO/Subekti
TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo mengatakan, tidak relevan lagi mengukur fluktuasi rupiah dan perekonomian Indonesia berdasarkan dolar Amerika Serikat. Menurutnya, ekonom harus mulai menggunakan negara lain sebagai tolak ukur. "Kalau memakai tolak ukur Amerika Serikat, ya kelihatannya akan jelek terus. Padahal, ekonomi kita baik-baik saja. Negara lain malah melemah. Ini masalah persepsi," ujar Presiden Joko Widodo di Sarasehan 100 Ekonom di Hotel Fairmont, Jakarta, Selasa, 6 Desember 2016.

Negara lain itu tentu bukan sembarang negara. Presiden Joko Widodo mengatakan, negara yang bisa dijadikan tolak ukur adalah yang menjadi mitra dagang besar Indonesia seperti Cina, Eropa, dan Jepang.

Jokowi menyebutkan porsi kemitraan dengan Cina adalah 15,5 persen, Eropa 11,4 persen, dan Jepang 10,7 persen. Sementara itu, dengan Amerika Serikat, hanya sekitar 10 persen alias masih di bawah Jepang. "‎Kan harusnya kurs yang relevan adalah kurs rupiah melawan mitra dagang terbesar kita. Kalau Tiongkok terbesar ya harusnya rupiah-renminbi terbesar. Ini penting untuk edukasi publik, untuk tidak hanya memantau kurs pada USD semata. Tapi yang lebih komprehensif," ujar Presiden Joko Widodo. "Jangan sampai angka 10 persen ini mendominasi persepi ekonomi kita," ujarnya.

Presiden menambahkan bahwa Amerika Serikat juga tak relevan lagi sebagai tolak ukur satu-satunya, karena Donald Trump akan menerapkan kebijakan ekonomi America First. Dengan kata lain, kebijakan ekonomi yang diambil akan bersifat fokus ke Amerika, tidak peduli dengan efeknya ke negara lain. "Itu yang saya tangkap. Trump kelihatannya akan menerapkan kebijakan ekonomi reflasi dan kurs dollar semakin melonjak. Artinya, kurs rupiah-dollar semakin tidak mencerminkan fundamental ekonomi kita," ujar Presiden Joko Widodo. *ISTMAN MP

Senin, 28 November 2016

Ke Tuban, Jokowi Ikut Tanam Pohon untuk Pecahkan Rekor Dunia

Senin, 28 November 2016 | 08:49 WIB
Fabian Januarius Kuwado Presiden Joko Widodo
JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo akan ambil bagian dalam pencatatan rekor dunia penanaman pohon secara serentak oleh Guiness Book of Record, di Tuban, Jawa Timur, Senin (28/11/2016).

Berdasarkan siaran pers resmi Istana, Senin pagi, Presiden Jokowi akan menjadi salah satu dari 5.500 orang penanam lainnya.
Ribuan orang ini akan menanam sekitar 238.000 batang pohon dalam waktu satu jam.

Acara itu diselenggarakan dalam rangka Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HPMI) dan Bulan Menanam Nasional (BMN) Tahun 2016 yang dipusatkan di Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Presiden Jokowi dan rombongan direncanakan bertolak dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma di Jakarta, pada Senin pagi, menuju Bandar Udara Internasional Juanda di Sidoarjo.
Dari Bandar Udara Juanda, Presiden melanjutkan perjalanannya ke Kabupaten Tuban dengan menggunakan helikopter Super Puma TNI AU.

Setelah acara penanaman pohon tersebut, Presiden Jokowi dijadwalkan meninjau pelaksanaan proyek Dana Desa di Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban.

Selepas makan siang, Presiden beserta rombongan akan kembali ke Bandar Udara Juanda untuk kemudian bertolak kembali menuju Jakarta.

Turut mendampingi Presiden Jokowi, Ibu Negara Iriana, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimoeljono, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, dan Kepala Sekretariat Presiden Darmansjah Djumala.
Penulis: Fabian Januarius Kuwado
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary

Sabtu, 12 November 2016

Jokowi: Terima Kasih, Salam Marinir! Hauaaah...

Jumat, 11 November 2016 | 13:31 WIB
Fabian Januarius Kuwado Presiden Joko Widodo saat mengecek pasukan Marinir dalam apel pasukan di Markas Korps Marinir Jakarta Selatan, Jumat (11/11/2016).
JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Joko Widodo meneriakkan yel penyemangat khas Korps Marinir pada akhir pengarahan di Lapangan Utama Markas Korps Marinir, Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (11/11/2016).
Teriakan Jokowi itu kemudian disambut dengan teriakan yang sama oleh sekitar 3.000 prajurit Korps Marinir yang hadir.
Dari atas tank amfibi BMP-3 yang "disulap" menjadi podium utama, Presiden memberikan pengarahan.
Usai lima menit memberikan pengarahan, Jokowi sampai pada bagian penutup.
"Terima Kasih, salam Marinir! Jalesu Bhumyamca Jayamahe. Jaya di darat dan di laut... Hauaaah !" teriak Jokowi sembari mengepalkan tangan kanannya ke udara.
(Baca: Jokowi: Loyalitas Korps Marinir Tidak Perlu Diragukan Lagi)
Dengan kompak, sebanyak delapan batalion yang mengikuti apel pasukan itu pun menjawab dengan teriakan yang sama, "Hauaaah, hauaaah, hauaaah, yes!" disertai dengan tepukan di dada dan hentakan kaki ke aspal.
Teriakan "hauaaah" merupakan yel khas Korps Marinir. Teriakan itu diambil dari suara binatang serigala, dengan bunyi "auagh".
(Baca: Saat Jokowi di Tengah Prajurit Kopassus "Si Raja Hutan"...)
Yel ini kerap digunakan sebagai penyemangat pasukan yang sedang bertugas di medan perang atau berlatih. Namun, makin ke sini, bunyi yang diteriakkan Marinir menjadi "hauaaah".
Instruksi Jokowi
Selain memuji Marinir sebagai korps yang loyal dan dekat dengan rakyat, Presiden Jokowi juga berpesan agar setiap prajurit Marinir memiliki jati diri tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional, sekaligus profesional.
"Sebagai panglima tertinggi TNI, saya memerintahkan kepada perwira dan prajurit Marinir untuk menjadi yang terdepan dalam menghadapi setiap kekuatan, yang ingin mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa," ujar Jokowi.
 
(Baca: Semangat Jokowi Digendong Personel Brimob)
Sebagai tentara nasional, lanjut Jokowi, prajurit Marinir harus menjadi kekuatan perekat kemajemukan dan pantang menyerah dalam menjaga NKRI.
"Di negara kita, kita ingin yang mayoritas melindungi yang minoritas. Yang minoritas menghormati mayoritas. Saling menghargai, saling menghormati. Kemajemukan bisa menjadi kekuatan yang mahadahsyat jika kita mampu menjaganya dengan baik dalam bingkai persatuan Indonesia, dalam bingkai NKRI," ujar Jokowi.
"Jangan jadi bangsa yang terpecah belah, tercerai berai, karena tidak mampu mengelola perbedaan dan menjaga kemajemukan. Bangsa Indonesia selalu ingin menikmati indahnya kedamaian, indahnya persaudaraan di tengah keberagaman," tambah Kepala Negara.
Terakhir, Jokowi juga menekankan agar seluruh jajaran TNI selalu memegang teguh Sapta Marga dan Sumpah Prajurit.
Selalu setia kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 serta menjaga Bhinneka Tunggal Ika.
"Selalu membela ideologi negara serta Pancasila. Tetaplah sebagai benteng negara dan bangsa Indonesia," ujar dia.
Sebelum pengarahan, Presiden sempat mengecek pasukan dengan tank. Jokowi didampingi Komandan Korps Marinir Mayjen TNI Marinir Raden Mas Trusono mengelilingi lapangan apel diiringi lagu dari marching band.
Apel itu juga dihadiri Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Ade Supandi, Pangdam Jaya Mayjen TNI Teddy Lhaksmana, dan Kepala Polda Metro Jaya Irjen (Pol) M Iriawan.
Penulis: Fabian Januarius Kuwado
Editor : Sandro Gatra

Jokowi Ingin Minoritas Hormati Mayoritas

Red: Didi Purwadi, Antara/Yudhi Mahatma
Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Komandan Korps Marinir TNI Mayjen TNI (Mar) R.M. Trusono (kiri) berada di atas tank Amphibi BMP-3 milik TNI AL saat memeriksa pasukan Marinir di Lapangan Utama Markas Korps Marinir, Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat
Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Komandan Korps Marinir TNI Mayjen TNI (Mar) R.M. Trusono (kiri) berada di atas tank Amphibi BMP-3 milik TNI AL saat memeriksa pasukan Marinir di Lapangan Utama Markas Korps Marinir, Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo berpesan agar mayoritas dan minoritas saling menghargai sehingga bangsa Indonesia tidak terpecah belah. Jokowi menyampaikan pesannya di atas tank di hadapan sekitar 3.000 prajurit Korps Marinir.
"Kita ingin mayoritas melindungi minoritas, minoritas menghormati mayoritas, saling menghargai, saling menghormati," kata Presiden di Markas Korps Marinir, Cilandak, Jakarta, Jumat (11/11).
Presiden mengatakan kemajemukan bisa menjadi kekuatan yang maha dahsyat jika mampu menjaganya dengan baik dalam kerangka persatuan dan kesatuan dalam bingkai NKRI. Jokowi mengatakan banyak bangsa yang menghadapi takdir sejarah terpecah belah, tercerai berai, karena tidak mampu mengelola perbedaan dan menjaga kemajemukan
Presiden menginginkan bangsa Indonesia selalu menikmati indahnya perdamaian dan persaudaraan di tengah keberagaman. Untuk itu, Jokowi meminta prajurit Marinir menjadi terdepan dalam menghadapi setiap kekuatan yang ingin menganggu persatuan dan kesatuan bangsa.
"Sebagai tentara nasional, prajurut korps marinir harus menjadi kekuatan perekat kemajemukan dan pantang menyerah dalam menjaga kesatuan bangsa," katanya.
Sumber : Antara

Rabu, 09 November 2016

Pesan Jokowi dan Suara Misterius di Kutub, Ini Berita Kemarin yang Patut Anda Simak

Rabu, 9 November 2016 | 07:23 WIB
Fabian Januarius Kuwado Preaiden Joko Widodo menyalami personel TNI AU usai apel bersama TNI tiga matra di Mabes TNI AD, Senin (7/11/2016).
PALMERAH, KOMPAS.com – Presiden Joko Widodo menegaskan agar Polri tidak kalah dari kelompok-kelompok kecil yang ingin merusak keberagaman dan persatuan di Indonesia.
Berita soal penegasan Presiden dalam pertemuan dengan jajaran Polri  ini menjadi salah satu berita penting  pada hari Selasa (8/11/2016) kemarin.
Berita lain yang membuat pembaca terusik hati nuraninya adalah peristiwa penamparan seorang kasir jalan tol oleh pengguna jalan.
Informasi lain yang patut disimak adalah pesan mantan Ketua KPK Antasari Azhar yang akan bebas bersyarat besok.
Berita lain yang memunculkan tanda tanya adalah soal suara misterius yang terdengar di Kutub Utara.
Selain itu ada berita lanjutan mengenai penjarahan di Penjaringan, di mana polisi telah menetapkan 14 orang sebagai tersangka.
Berikut 5 berita kemarin yang sebaiknya Anda simak:
1. Presiden: Negara Harus Kuat

Fabian Januarius Kuwado Suasana aula PTIK, Jakarta Selatan, Selasa (8/11/2016), tempat Presiden Joko Widodo akan memberikan pengarahan kepada jajaran Polri.
Presiden Joko Widodo meminta Polri jangan kalah dari kelompok-kelompok kecil yang ingin merusak keberagaman dan persatuan di Indonesia.
Presiden juga meminta Polri tidak ragu menindak kelompok-kelompok seperti itu.
"Jangan ragu dalam bertindak untuk penegakan hukum yang tegas. Tidak boleh institusi sebesar Polri, ragu, apalagi kalah, terhadap kelompok, organisasi, atau tokoh siapa pun," ujar Jokowi dalam acara pengarahan kepada jajaran Polri di Aula PTIK, Jakarta, Selasa (8/11/2016).
(Baca: Saat Jokowi dan Polisi Makan Nasi Kotak dengan Menu Sama )
Dalam pengarahan itu hadir 602 personel Polri. Mereka terdiri dari bintara serta perwira komandan grup dan komandan peleton yang menjaga unjuk rasa 4 November lalu.
Kapolda seluruh Indonesia, perwira menengah, perwira tinggi, serta pejabat utama di lingkungan Mabes Polri juga hadir dalam pengarahan itu.
Jokowi melanjutkan, hanya dengan penegakan hukum terhadap para perusak keberagaman dan persatuan itulah negara Indonesia akan kuat dan berjaya di mata dunia internasional.
Selengkapnya bisa dibaca di sini.
2. Kasir Tol Ditampar Pengguna Jalan

Kontributor Cirebon KompasTV, Muhamad Syahri Romdhon Seorang pengguna jalan melakukan tindakan penganiayaan terhadap kasir di loket pembayaran gerbang Palimanan, Kabupaten Cirebon, Jumat (4/11/2016). Peristiwa ini diduga lantaran pengguna jalan kesal sistem pembayaran kartu elektronik terkendala. Dikabarkan, pelaku penganiayaan berasal dari kalangan Pegawai Negeri Sipil. Petugas kepolisian masih dalami kasus tersebut.
Seorang kasir berinisial S yang bertugas di loket pembayaran Gerbang Tol Palimanan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, dianiaya seorang pengguna jalan.
Penganiayaan itu dipicu oleh kekesalan pengguna jalan karena mesin pembayaran sistem elektronik tak berfungsi.
Dalam rekaman video CCTV itu, seorang pengguna jalan menampar kasir tol, lalu menendang kursi kasir perempuan itu.
Menurut informasi yang dihimpun Kompas.com, peristiwa itu terjadi pada Jumat, 4 November lalu. Seorang pengguna jalan dari arah Cirebon menuju Jakarta memasuki gerbang Tol Cipali.
Namun, karena mesin pembayaran elektronik diduga tak berfungsi, pengguna jalan yang diketahui seorang pria itu marah di depan kasir.
Dia menudingkan jari telunjuknya berulang kali ke arah kasir.
Aksi yang cukup lama ini membuat sebuah kendaraan yang mengantre di belakang mobil pelaku mundur, dan pindah ke loket lain.
Setelah marah dan membayar tiket tol, pelaku kemudian pergi melewati kasir itu. Ternyata, pelaku pergi hanya untuk memarkirkan mobil sejenak.
Pelaku berlari ke arah kasir lalu menggebrak meja kerja. Pelaku kemudian menampar kasir itu.
Berita selengkapnya bisa dibaca di sini.
3. Pesan dan Air Mata Antasari

Kompas Images Antasari Azhar
Setelah hampir delapan tahun mendekam di balik jeruji besi, Antasari Azhar akan bebas bersyarat pada Kamis (10/11/2016) nanti.
Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu menggelar syukuran kebebasannya di Lapas Kelas 1 Tangerang. Di lapas itulah Antasari dipenjara.
Saat menyampaikan sambutan, Antasari sempat tercekat menahan tangis. Hingga akhirnya, pensiunan jaksa itu tak kuasa membendung air mata.
Di depan tamu yang menghadiri syukuran itu, dia mengaku ikhlas pernah menjalani hidup di penjara.
(Baca: Tiga Kejanggalan yang Buat Antasari Azhar Percaya Ada Rekayasa dalam Kasusnya )
Antasari kembali menuturkan bahwa hukuman yang harus dijalaninya adalah bentuk penzaliman.
Namun, dia mengaku tak dendam dan akan senantiasa mendoakan pihak yang menzaliminya.
"Saya ingin mereka yang menzalimi saya lebih bahagia dari saya nantinya," ujar Antasari.
Dalam kesempatan itu, Antasari juga menyampaikan pesan agar jangan ada yang khawatir dengan kebebasannya.
Dia menjamin tak akan membuat kegaduhan dengan menyeret orang yang sudah menyakitinya ke ranah hukum.
"Saya tidak mau menzalimi orang karena menurut saya rasanya sakit bila dizalimi," katanya.

4. Suara Misterius di Kutub Utara

Google Map Nuvavut
Berbulan-bulan lamanya penduduk di Nunavut, Kanada, dihantui oleh suara misterius yang berasal dari dasar lautan. Suara aneh tersebut bahkan menakuti mamalia laut yang hidup di daerah tersebut.
Penduduk sekitar yang telah berbulan-bulan mendengarnya merasa putus asa dan meminta bantuan militer untuk menyelidiki suara misterius itu.
Suara yang terdengar mirip dengan suara "ping", "hum", atau "beep" ini dilaporkan berasal dari suatu tempat di dasar laut di Selat Hecla dan Fury, merupakan terusan sempit di Nunavut. Nuvavut adalah wilayah berpenduduk paling sedikit di Kanada. Penghuninya cuma sekitar 31.000 orang.
Penduduk lokal Nuvavut biasanya masih senang berburu anjing laut dan paus. Selat Hecla dan Fury yang dikelilingi es adalah area berburu favorit. Di tempat inilah mamalia biasanya berkumpul untuk mencari makan.
Namun, hal ini berubah sejak musim panas yang lalu saat suara misterius mulai terdengar. Penduduk setempat melaporkan, banyak hewan pergi ke daerah lain.
Penduduk sempat menduga, suara misterius tersebut berasal dari survei sonar yang dilakukan oleh perusahaan tambang, Baffinland Iron Mines Corporation. Namun, juru bicara perusahaan itu membantah.
Sementara itu, yang lainnya menyalahkan Greenpeace, mencurigai organisasi itu menempatkan perangkat sonar dengan tujuan agar mamalia laut pergi dan selamat dari perburuan. Namun, Greenpeace juga membantahnya.
Peneliti sendiri belum bisa menjelaskan bagaimana fenomena ini bisa terjadi.

5. Polisi Tetapkan Pelaku Penjarahan Penjaringan sebagai Tersangka
Polisi menangkap tujuh orang lagi terkait aksi penjarahan mini market di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, pada Jumat (4/11/2016) malam.
Dari tujuh orang yang ditangkap tersebut, empat orang di antaranya ditetapkan menjadi tersangka.
"Kemarin Anggota Polres Jakarta Utara dan Polsek penjaringan sudah menangkap 7 orang. Dengan bukti formula yang cukup, ada 3 yang bisa kita jadikan tersangka terkait dengan penjarahan dan perusakan dan pengeroyokan anggota yang ada di penjaringan," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Awi Setiyono di Mapolda Metro Jaya, Selasa (8/11/2016).

Sampai saat ini, polisi telah menetapkan 14 orang menjadi tersangka dalam kasus penjarahan, perusakan fasilitas umum dan penyerangan anggota polisi di Penjaringan.

Editor : Wisnubrata

Selasa, 28 April 2015

sakit -sakit melulu malah mati kemudian?


Jokowi Sadar Popularitasnya Turun

Selasa, 28 April 2015 | 08:42 WIB
KOMPAS.com/Indra Akuntono Presiden Joko Widodo dalam acara silaturahim pers nasional, di Gedung Auditorium TVRI, Senayan, Jakarta, Senin (27/4/2015).

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Joko Widodo menyadari bahwa popularitasnya merosot selama enam bulan kepemimpinannya. Menurut dia, popularitasnya merosot karena sejumlah kebijakan yang diambilnya tidak populer. Meski demikian, Jokowi yakin bahwa kebijakannya tepat dan akan berdampak baik dalam beberapa tahun ke depan.

"Banyak yang sampaikan ke saya, 'Pak, popularitasnya turun.' Memang policy kita di depan sakit semua," kata Jokowi di Auditorium TVRI, Senayan, Jakarta, Senin (27/4/2015) malam.

Jokowi mengatakan bahwa dia tidak takut popularitasnya turun karena mengambil kebijakan yang tak populer. Kebijakan sepahit apa pun akan diambil jika menjamin kebaikan pada kemudian hari.

"Perubahan membutuhkan 'pil pahit', kesabaran, pengorbanan. Tapi, keyakinan itu memang harus kita miliki. Perlu loncatan keberanian, kalau itu diperlukan, akan saya putuskan," kata dia.

Salah satu contohnya, kata Jokowi, kebijakan memangkas subsidi bahan bakar minyak jenis premium. Kebijakan itu diambil dalam rangka penghematan anggaran negara sekitar Rp 300 triliun setahun. Hasil penghematan dari pemangkasan subsidi BBM itu dialihkan untuk berbagai program. Salah satu yang menjadi fokus adalah pembangunan infrastruktur di daerah.

"Nanti lihat 3-4 tahun mendatang, lihat kerja kita. Kalau kira-kira enggak betul, ya sudah, coret saja," ujar Jokowi.

Ia mengatakan, program unggulan seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS) sudah siap digulirkan. Program KIP akan diberikan kepada 84 juta penerima, sedangkan KIS untuk 18 juta penerima.

Pada hari ini, Selasa (28/4/2015), Jokowi akan membagikan KIS di Jakarta. Rencananya, KIS akan dibagikan untuk para buruh di PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari, Cilincing, Jakarta Utara. Mengenai pembangunan infrastruktur, ia berjanji akan memantau persiapan pembangunan. Tidak akan lama lagi, proses pembangunan jalan Tol Trans-Sumatera akan direalisasikan.

"Lihat nanti, jalan Tol Trans-Sumatera dari Lampung sampai Aceh, insya Allah dalam satu-dua hari ini kita mulai. Tol Solo-Kertosono, saya kira Minggu ini juga mulai lagi. Perumahan, rusun, minggu ini mulai semuanya," kata Jokowi.


Penulis: Indra Akuntono
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary