Jumat, 16 Mei 2014

Said Aqil Dukung Prabowo

Jumat, 16 Mei 2014 | 09:11 WIB
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto memberikan sambutan saat mengawasi penghitungan cepat sementara Pemilu Legislatif 2014, di Kantor DPP Partai Gerindra, Ragunan, Jakarta Selatan, Rabu (9/4/2014). Hasil penghitungan cepat sementara hingga malam ini menempatkan Gerindra dalam tiga besar perolehan suara nasional.

JAKARTA, KOMPAS.com
-- Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siradj mengaku secara pribadi dirinya mendukung pencalonan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai presiden. Namun, ia menegaskan bahwa warga NU bebas memilih siapa pun calon pemimpinnya.
"Warga NU bebas memilih siapa saja sebagai capres, tapi secara pribadi saya mendukung Prabowo Subianto sebagai capres yang akan bertarung nanti," ujar Said dalam keterangan tertulis di Jakarta, seperti dikutip Antara.
Menurut dia, Prabowo mempunyai sikap tegas, berani, dan berwibawa untuk memajukan dan membangun Indonesia ke arah yang lebih baik lagi.
"Prabowo adalah sosok pemimpin tegas yang memikirkan rakyat kecil, antara lain petani, buruh, nelayan, dan sebagainya," ujar dia.
Indonesia, kata dia, juga harus berdaulat secara ekonomi, politik, serta budaya. Jadi bukan hanya secara geografis.
"Jangan sampai bangsa Indonesia dikangkangi oleh para investor. Karena itu, Indonesia butuh pemimpin yang berani sehingga dapat berdaulat secara ekonomi," kata Said.
Selain itu, lanjutnya, siapa pun pemimpin yang terpilih kelak harus selektif dan tidak boros dalam menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"APBN digunakan untuk kepentingan rakyat Indonesia dan pilpres harus berjalan secara damai karena itu bagian dari proses demokrasi," ujar dia.
Pencapresan Prabowo rencananya akan didukung oleh PAN, PPP, dan PKS. Gerindra belum memutuskan siapa bakal calon wakil presiden yang akan mendampingi Prabowo. Hanya saja, PAN mengusulkan Hatta Rajasa sebagai cawapres bagi Prabowo. Hatta juga sudah mengundurkan diri sebagai Menteri Koordinator Perekonomian.

Tidak ada komentar: