Tampilkan postingan dengan label Prabowo-Sandiaga Uno. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Prabowo-Sandiaga Uno. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 September 2018

Lika Liku Prabowo Subianto Gandeng Sandiaga Uno Maju Pilpres 2019




Hasil gambar untuk prabowo sandiLiputan6.com, Jakarta - Pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno yang diusung Partai Gerindra, PKS, PAN, Demokrat serta didukung Partai Berkarya telah resmi mendaftar ke KPU sebagai kandidat capres dan cawapres 2019. Duet Prabowo-Sandiaga sempat mendapat penolakan dari Partai Demokrat yang akhirnya bergabung di menit-menit terakhir.
Berikut ini lika liku perjalanan koalisi Prabowo hingga akhirnya memilih Sandiaga sebagai pendamping dalam laga Pilpres 2019:

24 Juli 2018
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menemui Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. Pertemuan keduanya mengisyaratkan koalisi Pilpres makin kuat.
Dalam pertemuan itu Prabowo juga tak menolak jika misal AHY dijadikan cawapresnya. "Jadi kalau umpamanya nanti nama AHY muncul dari yang dibicarakan. Saya katakan why not?" kata Prabowo di rumah SBY.
25 Juli 2018
SBY bertemu Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan. Usai pertemuan, secara mengejutkan SBY menyebut koalisi dengan kubu Jokowi sulit terwujud. SBY menyebut masih ada masalah komunikasi dengan dirinya dan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.
27 Juli 2018
Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional merekomendasikan nama Ustadz Abdul Somad dan politikus senior PKS Salim Segaf Al Jufri sebagai calon wakil presiden.
Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U) Yusuf Muhammad Maryam menyatakan kedua nama yang direkomendasikan tersebut akan disandingkan bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

8 Juli 2018


Ustadz Abdul Somad menolak dicalonkan. Dia mengaku akan fokus dalam dakwah.
1 Agustus-5 Agustus 2018
Lobi antara koalisi partai pendukung Prabowo makin intens. Tiga nama yang dibahas sebagai cawapres adalah Agus Yudhoyono, Abdul Somad dan Salim Segaf.
8 Agustus 2018
Politisi Demokrat Andi Arief dalam akun Twitternya menyebut bahwa pertemuan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo dan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) batal digelar. Arief juga berkicau Prabowo adalah jenderal kardus yang lebih memikirkan uang ketimbang kemaslahatan rakyat.
Andi Arief juga menyebut Sandiaga Uno yang akan maju setelah mengguyur PKS dan PAN masing-masing Rp 500 Miliar.
Hubungan kedua partai langsung tegang. Koalisi sempat terancam bubar. PAN dan PKS membantah keras tudingan Andi Arief.

9 Agustus 2018


H-1 batas pendaftaran ke KPU, lobi-lobi antar partai makin intens. Sejak pagi sudah santer terdengar bahwa Prabowo memilih Wagub DKI Sandiaga Uno sebagai cawapres.
Pukul 18.00 WIB di Menteng, koalisi Jokowi mengumumkan nama Jokowi-KH Ma'ruf Amin sebagai pasangan capres cawapres yang disusung PDIP, Golkar, PKB, PPP, NasDem, Hanura, PKPI. Selain itu ada dua partai pendukung, PSI dan Perindo.
Pukul 23.00 WIB di kediaman Prabowo, Kertanegara, pasangan kedua diumumkan. Prabowo Subianto resmi memilih Sandiaga Uno sebagai cawapres. Mereka diusung PKS, PAN dan Gerindra. Tak ada Partai Demokrat di sana.
10 Agustus 2018
Pukul 10.00 WIB, Demokrat resmi ikut mendukung Prabowo dan Sandiaga Uno. Mereka mengaku pilihan internal lebih condong pada Prabowo daripada Jokowi.
Pukul 14.00 WIB, Prabowo dan Sandiaga Uno resmi mendaftar ke KPU. Selain partai pengusung, hadir pula Partai Berkarya yang diwakili Titiek Soeharto.
"Ada kejadian unik hari ini. Ada putri Presiden pertama, putri Presiden kedua, ada juga ada dua putra Presiden Indonesia keenam. Ini kehormatan besar pada saya," kata Prabowo di KPU, Jumat (10/8).

Reporter: Ramadhian Fadillah
Sumber: Merdeka.com

Selasa, 14 Agustus 2018

Runtutan cerita isu mahar Rp 500 miliar dan bantahan Sandiaga Uno

Selasa, 14 Agustus 2018 06:32 Reporter : Desi Aditia Ningrum
prabowo dan sandi di rspad. ©2018 Merdeka.com/hari ariyanti
Merdeka.com - Menjelang deklarasi cawapres Prabowo Subianto pekan lalu, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief mengeluarkan pernyataan menghebohkan dunia politik. Di mana Andi menuding dipilihnya Sandiaga Uno sebagai pendamping Prabowo lantaran adanya mahar politik sebesar Rp 1 triliun.

Mahar politik diberikan Sandi kepada partai koalisi Prabowo yaitu PAN dan PKS. Menurut Andi, masing-masing partai mendapat mahar sebesar Rp 500 miliar. Mahar ini sebagai pengganti calon-calon yang diajukan oleh kedua partai tersebut. Berikut runtutan ceritanya:

PAN dan PKS ancam pidanakan Andi Arief

Merdeka.com - PAN tak terima dituding menerima mahar politik sebesar Rp 500 miliar dari Sandiaga Uno sebagai pemulus menjadi cawapres Prabowo Subianto. Oleh karena itu partai tersebut mengancam mempidanakan Wasekjen Demokrat Andi Arief mengklarifikasi.
"Mumpung masih ada waktu klarifikasi. Itu pernyataan tak mendasar, kalau tidak akan kita tuntut secara hukum," kata Wasekjen PAN Yandri Susanto.
Hal yang sama juga akan dilakukan oleh PKS kepada Andi Arief jika tak segera minta maaf dan mencabut tudingannya. "Iya kalau tidak ada permintaan maaf dan klarifikasi, ini secara pribadi kan?" kata Kholid di Restoran Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (11/8).

Sandiaga Uno bantah soal mahar politik

Merdeka.com - Bakal Calon Wakil Presiden RI pasangan Prabowo Subianto, Sandiaga Salahuddin Uno menegaskan, tidak benar adanya pemberian mahar Rp 500 miliar ke Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk posisinya jadi cawapres. Saat ini semuanya harus sesuai undang-undang sehingga Sandi menegaskan soal mahar tersebut hanya tudingan Wasekjen Demokrat, Andi Arief.
"Kita bisa pastikan itu tidak benar. Sekarang itu, kita harus pastikan tidak boleh ada lagi 'hengki pengki' dalam politik. Masyarakat marah kalau ada 'hengki pengki', masyarakat merasa dibohongi, tidak bisa lagi," kata Sandiaga usai mengikuti lari di acara Ancol Triathlon di Ancol, Jakarta Utara, Minggu (12/8).

Fadli Zon bantah beri info mahar

Merdeka.com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon membantah memberikan informasi kepada Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief terkait dugaan mahar Rp 500 miliar yang disiapkan Sandiaga Uno untuk PKS dan PAN. Dia mengaku tak pernah bertemu dengan Andi Arief.
"Tidak ada itu. Salah itu. Saya tidak pernah ketemu Andi Arief, dan itu tak ada. Tidak benar," ujar Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (13/8).

Senin, 13 Agustus 2018

Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno menjalani proses medical check-up

Jokowi-Ma'ruf Amin vs Prabowo-Sandi, Ini Sikap Ustadz Abdul Somad dan Felix Siauw

Jokowi-Ma'ruf Amin vs Prabowo-Sandi, Ini Sikap Ustadz Abdul Somad dan Felix Siauw
INSTAGRAM
Ustadz Abdul Somad dan Felix Siauw bersama artis Indonesia usai kajian keagamaan di Tangerang, Minggu 3/6/2018). 
"Bagi saya tidak ada yang lebih penting dari persatuan. Allah sampaikan dalam Alquran, persatuan ini tidak bisa dibeli. Seberapapun yang kita punya, Balikan yok, jadi satu lagi," tutur Felix.
Dai Kondang Hanan Attaki pun mengungkapkan hal senada. Ia mengatakan, persatuan dimulai dari hati masing-masing.
"Karena Allah banyak bicara urusan hati. Bukan berarti yang kita setujui, orang lain harus setuju. Kita harus punya rasa empati, care,  mudah-mudahan ini jadi semangat kita, mari kita berangkulan tangan," tuturnya.
Simak videonya:
2 Pasang Calon Tes Kesehatan
Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus bakal calon presiden Prabowo Subianto menyampaikan persiapannya jelang menghadapi Medical Check Up (MCU) di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Senin (13/8/2018).
Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno menjalani proses medical check-up di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat pagi ini, Senin (13/8/2018).
Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno menjalani proses medical check-up di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat pagi ini, Senin (13/8/2018). (KOMPAS.com/Ihsanuddin)
Hal itu disampaikan di sela-sela pemeriksaan yang sudah berlangsung sejak pukul 07.00 WIB.
 “Ya persiapan puasa sejak pukul 20.00 kemarin, saya kelaparan karena biasanya pukul 22.00 saya makan, tidak bisa tidur, tapi saya taat perintah dokter, saya tidak berani bantah,” jelas Prabowo yang sudah mengenakan pakaian pemeriksaan kesehatan berupa kimono dan celana panjang abu-abu.
Prabowo menjelaskan ada beberapa tahap yang harus dilaluinya dalam MCU itu.
“Ya periksa darah, USG (Ultrasonography), periksa gigi, periksa kencing, tapi saya belum periksa toraks,” ungkapnya.


Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul Jokowi-Ma'ruf Amin vs Prabowo-Sandi, Ini Sikap Ustadz Abdul Somad dan Felix Siauw, http://makassar.tribunnews.com/2018/08/13/jokowi-maruf-amin-vs-prabowo-sandi-ini-sikap-ustadz-abdul-somad-dan-felix-siauw?page=2.

Editor: Mansur AM

Minggu, 12 Agustus 2018

Alasan PKS dan PAN Setuju Sandiaga Uno Jadi Cawapres Prabowo

Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno saling berpegangan tangan seusai mendaftarkan dirinya di gedung KPU, Jakarta, Jumat (10/8/2018). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A.
Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno saling berpegangan tangan seusai mendaftarkan dirinya di gedung KPU, Jakarta, Jumat (10/8/2018). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A.
Oleh: Andrian Pratama Taher - 10 Agustus 2018
Dibaca Normal 1 menit
Petinggi PAN dan PKS mengakui sempat mengusulkan kadernya menjadi cawapres Prabowo. Tapi, karena sejumlah alasan, dua partai itu akhirnya sepakat memilih Sandiaga.tirto.id - Petinggi PKS dan PAN angkat bicara tentang proses pemilihan Sandiaga Uno sebagai calon wakil presiden (cawapres) pendamping Prabowo Subianto di Pilpres 2019.

Presiden PKS Sohibul Iman mengakui partainya semula memang berharap kadernya menjadi cawapres Prabowo. Namun, menurut dia, realitas politik berkata lain.

"Kami berharap ada wakil kami di capres atau wapres, tetapi kan realitas politik seperti ini. Dari sekian partai tidak bisa tertampung semuanya [aspirasi]," kata Sohibul di kantor KPU RI, Jakarta, pada Jumat sore (10/8/2018).

PKS sempat mengajukan 9 nama kadernya sebagai kandidat cawapres Prabowo. Belakangan, Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf jadi prioritas PKS setelah Ijtima Ulama GNPF merekomendasikan namanya.

Sohibul optimistis pemilihan Sandiaga sebagai cawapres tidak akan menggerus elektabilitas Prabowo di Pilpres 2019. Menurut dia, PKS meyakini Sandiaga merupakan pasangan ideal bagi Prabowo dari segi elektabilitas. Apalagi, mesin partainya juga telah siap mendukung pasangan ini.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum PAN Hanafi Rais mengatakan pemilihan Sandiaga merupakan hasil kompromi antara partai-partai koalisi pendukung Prabowo.

"Karena kami juga memahami kalau memang tidak menjadikan pak Zulkifli Hasan ya tentu kemudian mari berkompromi [memilih] siapa, dan jatuhnya kepada mas Sandi," kata Hanafi.

PAN semula menyodorkan Zulkifli Hasan sebagai cawapres Prabowo. Usulan itu diperkuat hasil Rakernas PAN pada Kamis kemarin yang merekomendasikan dua nama cawapres, yakni Zulkifli dan Ustaz Abdul Somad yang sudah menyatakan enggan maju ke Pilpres 2019.

Beberapa jam sebelum pemilihan Sandiaga diumumkan di rumah Prabowo, petinggi PAN terlihat melunak karena sempat menyatakan agar Wakil Gubernur DKI Jakarta itu mundur dari Gerindra jika mau jadi cawapres. Sandiaga kemudian memang mundur dari Partai Gerindra.

Meskipun demikian, Hanafi mengatakan PAN meyakini keputusan pemilihan Sandiaga ialah keputusan yang tepat. Dia beralasan Sandiaga merupakan figur yang memahami persoalan ekonomi karena memiliki latar belakang pengusaha.

Hanafi menilai pengetahuan Sandiaga soal ekonomi terlihat dari program OK OCE yang jadi andalannya bersama Anies Baswedan saat masa kampanye Pilkada DKI Jakarta 2017.

"[pada] Beberapa pidatonya, saya amati mas Sandi cukup paham masalah dan juga menawarkan solusinya. Nanti kita lihat di program visi misi kita," kata Hanafi.

Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Addi M Idhom

Setengah Hati Dukungan Ulama 212 Untuk Prabowo-Sandi

Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno saling berpegangan tangan seusai mendaftarkan dirinya di gedung KPU, Jakarta, Jumat (10/8/2018). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno saling berpegangan tangan seusai mendaftarkan dirinya di gedung KPU, Jakarta, Jumat (10/8/2018). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Oleh: Arbi Sumandoyo - 11 Agustus 2018
Dibaca Normal 2 menit
GNPF Ulama belum bulat mendukung pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahudin Uno dalam Pilpres 2019.
tirto.id - Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF Ulama) hingga saat ini belum bulat mendukung pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno dalam Pemilihan Presiden 2019. Meski calon presiden hasil ijtima diakomodir dengan majunya Prabowo, akan tetapi dipilihnya Sandiaga Uno sebagai cawapres belum menghasilkan titik temu hingga deklarasi pasangan koalisi tiga partai itu resmi diumumkan.

Kabar belum bulatnya dukungan kepada pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno sejatinya mulai mencuat ketika Dewan Penasihat Persaudaraan Alumni (PA) 212 Eggi Sudjana memberi pernyataan kepada wartawan terkait dukungan GNPF kepada pasangan yang diusung koalisi PAN, PKS dan Gerindra.

Menurut Eggy, hingga malam sebelum Prabowo mendeklarasikan diri bersama Sandiaga Uno, GNPF masih mendesak agar hasil Ijtima Ulama diakomodir.

“Sampai tadi malam belum selesai,” ujar Eggy, Jumat (10/8/2018) dini hari.

Keterangan Eggy dikuatkan dengan kehadiran Ketua GNPF Ulama Muhammad Yusuf Martak di kediaman Prabowo Subianto di Jalan Kartanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis malam (9/8). Ia datang buat meminta penjelasan Prabowo terkait rekomendasi Ijtima Ulama.

Sebelum memasuki kediaman Prabowo, Yusuf mengaku pihaknya tetap meminta Prabowo menggunakan rekomendasi Ijtima Ulama dalam menentukan calon wakilnya. Belakangan rekomendasi itu tak digubris Prabowo meski nama baru seperti Ustaz Arifin Ilham dan Kiai Abdulah Gymnastiar muncul menjelang deklarasi.

“GNPF Ulama telah menawarkan alternatif cawapres ulama yang telah direstui Imam Besar Habib Rizieq Shihab dan para tokoh sentral Ijtima Ulama, yaitu Ustaz Arifin Ilham dan AA Gym,” ujar Yusuf Martak.

Ketika pasangan Prabowo-Sandiaga resmi diumumkan, GNPF belum juga mengambil sikap resmi apakah akan mendukung atau meninggalkan Prabowo. Meski begitu, Eggy mengakui dipilihnya nama Sandiaga Uno sebagai calon pendamping Prabowo Subianto sudah dikomunikasikan antara Amien Rais dengan Rizieq Shihab.

“[Akan tetapi] Responsnya yang saya enggak tahu, mungkin di antara Pak Amin sudah (komunikasi). Kalau enggak ada, mungkin Pak Amien juga enggak berani lah. Pak Amien kan takjim (hormat) sama Habib Rizieq,” ujar Eggy.

Hanafi Rais, Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional juga mengakui belum ada keputusan dukungan yang bulan dari GNPF Ulama. Namun kata dia, sejauh ini partai koalisi mendukung Prabowo telah mengakomodir calon presiden hasil Ijtima Ulama. “Toh mandat yang diberikan Ijtima Ulama kepada kami kan juga diikhtiarkan semaksimal mungkin,” ujar Hanafi.

Ia pun menegaskan, keputusan Prabowo merangkul Sandiaga sebagai wakilnya telah dikomunikasikan kepada Rizieq Shihab. “Semua proses politik di koalisi itu disampaikan kepada Habib Rizieq. Jadi semua dikomunikasikan terus,” kata Hanafi.

Infografik Kiai Dan Ulama nyemplung Politik

Ngotot Hasil Ijtima Ulama

Ketika Prabowo-Sandi mendaftarkan diri sebagai capres dan cawapres ke KPU, ulama GNPF juga tak terlihat hadir menemani pasangan ini.

Salim Segaf Aljufri, Ketua Dewan Syuro PKS yang juga menjadi salah satu nama didapuk dalam Ijtima Ulama buat menjadi pendamping Prabowo mengatakan, GNPF katanya bakal menggelar rapat pandangan politik baru buat menyikapi situasi yang berkembang saat ini.

“Kemungkinan akan dibuat Ijtima baru dengan rekomendasi baru. Ini felling saya,” ujar Salim usai mengantar Prabowo-Sandi mendaftar di KPU, kemarin.

Ia pun menegaskan PKS belum bersikap mengenai rencana GNPF yang bakal menggelar Ijtima jilid II merespon situasi politik Pilpres 2019. “PKS pada dasarnya adalah yang dipikirkan kepentingan bersama. Apa yang bagus bagi bangsa ini,” kata Salim.

Secara terpisah, Rizieq Shihab selaku Ketua Dewan Pembina GNPF Ulama mengatakan bakal ada ijtima ulama jilid II untuk menentukan dukungan dalam pemilihan presiden 2019. “Tetap Istiqomah dalam satu komando ulama,” ujar Rizieq dalam keterangan tertulisnya seperti diterima Tirto.

Melalui akun Twitter-nya, Rizieq juga mengatakan hal senada bakal menggelar Ijtima Ulama jilid II untuk menentukan sikap politik dalam mendukung dua pasang calon yang kini sudah resmi mendaftar di Komisi Pemilihan Umum.

“Percaya dan yakin lah, selama kita ikhlas dan tulus serta kompak dan bersatu, juga semangat dan kerja keras, niscaya, kemenangan akan kita raih,” pesan Rizieq.

Reporter: Arbi Sumandoyo
Penulis: Arbi Sumandoyo
Editor: Mufti Sholih

Hasil Survei Sementara, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Unggul dari Jokowi-Ma'ruf Amin

Hasil Survei Sementara, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Unggul dari Jokowi-Ma'ruf Amin
KOMPAS.COM
Prabowo Subianto saat deklarasi. 
WARTA KOTA, PALMERAH--Dua pasang capres-cawapres 2019 telah mendeklarasikan maju di Pilpres 2019.
Dalam akun Twitter Indonesia Lawyers Club, diadakan survei yang baru berlangsug sejak pukul 10.00 WIB, Jumat (10/8/2018).
Survei tersebut mengajak pengguna Twitter untuk memilih siapa pasangan capres-cawapres 2019 yang akan dipilih mereka.

Terdapat tiga pilihan dalam survei tersebut yaitu Jokowi-Ma'ruf Amin, Prabowo-Sandiaga Uno, dan yang terakhir adalah tidak memilih atau golput.
"Saat ini siapa yang Anda pilih?" tulis dalam unggahan survei tersebut.
Hingga pukul 10.45 WIB, sudah ada 64.000 lebih pengguna Twitter yang mengisi survey tersebut.
Posisi teratas saat ini diduduki oleh Prabowo-Sandiaga Uno dengan perolehan 64 persen.

Sedangkan Jokowi-Ma'ruf Amin hanya mendapatkan suara 24 persen, dan sisanya sebanyak 12 persen memilih untuk golput.
Hasil survei ini mengundang komentar dari warganet pengguna Twitter.

"Iya emang gak suka mendahului takdir, nyatanya tetep milih yang modal gede. Hanya euforia semata," tulis akun Twitter @Ardi72638103
"Selamatkan NKRI #2019GANTIPRESIDEN Prabowo-Sandiaga Uno," tulis akun Twitter @Nyeurisirah.


Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Hasil Survei Sementara, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Unggul dari Jokowi-Ma'ruf Amin, http://wartakota.tribunnews.com/2018/08/10/hasil-survei-sementara-prabowo-subianto-sandiaga-uno-unggul-dari-jokowi-maruf-amin.
Penulis: Yosia Margaretta
Editor: Aloysius Sunu D

Jumat, 10 Agustus 2018

GNPF Ulama Dukung Prabowo-Sandi

  • Photo :
    • ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
    Pasangan Capres dan Cawapres, Prabowo Subianto (kiri) dan Sandiaga Uno (kanan)VIVA - Prabowo Subianto akhirnya memilih Sandiaga Salahudin Uno sebagai calon wakil presiden. Jadilah, dua tokoh itu sebagai capres-cawapres penantang calon incumbent Joko Widodo yang menggandeng Kiai Ma'ruf Amin.
    Juru Bicara Persaudaraan Alumni 212, Novel Bamukmin mengakui, deklarasi Prabowo-Sandiaga Uno memang sempat menimbulkan pro kontra di antara mereka sendiri baik di PA 212 maupun Gerakan Nasional Pengawal (GNPF) Ulama. Hal itu dikarenakan 100 persen Ijtima Ulama yang digelar oleh GNPF Ulama serta hasil rakornas PA 212 tidak dijalankan."Hanya 2/3," kata Novel saat dihubungi VIVA, Jumat, 10 Agustus 2018.
    Novel menuturkan, terjadinya koalisi partai keumatan Gerindra, PKS, PAN, PBB dan Partai Berkarya adalah intruksi ulama yang dikomandoi Habib Rizieq Shihab. Kemudian, Prabowo sendiri merupakan capres hasil rekomendasi Rakornas PA 212 dan Hasil Ijtima Ulama GNPF Ulama.
    "Dengan begitu, sampai saat ini kami insya Allah masih mendukung PaS yang Insya Allah pernyataan resminya masih menunggu pernyataan sikap HRS," kata Novel lagi.
    Novel menegaskan, bahwa sikap mereka tidak berubah. Mereka tetap ingin menggusur Jokowi dari kursi presiden melalui pemilihan umum.
    "Dan tekad kami masih bulat untuk # 2019 Ganti Presiden untuk segera diperjuangkan.” (mus)