Wali Kota Malang Moch Anton (Foto: Muhammad Aminudin/detikcom)
"Sesuai sprindik, kasusnya jembatan Kedungkandang, dengan tersangka hanya 1 orang yakni Ketua DPRD. Makanya KPK mencari APBD tahun 2015," ucap Anton yang ditemui di kediamannya di Jalan Telaga Indah, Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Malang, Kamis (10/8/2017).
Jembatan Kedungkandang (Foto: Muhammad Aminudin/detikcom) |
"Anggaran Rp 30 miliar, sekitar itu. Waktu itu saya delete saat pembahasan, karena tengah menjadi objek penyelidikan oleh Polres Malang Kota. Saya heran sebenarnya, tetapi dengan semua ini saya dapat mengambil hikmahnya," ucap Anton.
Anton mengaku tidak mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan APBD tahun 2015. Dia juga mengaku tidak tahu apabila ada proses yang keliru atau melanggar hukum.
Menurut Anton, hanya ada 1 tersangka berdasar pada sprindik. Namun dia mengaku tidak tahu apabila ada perkembangan lain.
"Dinas tidak ada, hanya digeledah seperti DPUPR, dan perizinan. Tersangka hanya satu, sesuai sprindik," ujar Anton.
(dhn/dhn)
Jembatan Kedungkandang (Foto: Muhammad Aminudin/detikcom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar