Tampilkan postingan dengan label Anis-Uno. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anis-Uno. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Oktober 2017

"Munajat Cinta" Ahmad Dhani Tutup Acara Syukuran Anies-Sandi

Alsadad Rudi,Kompas.com - 16/10/2017, 22:58 WIB
Musisi Ahmad Dhani saat tampil mengisi acara syukuran rakyat atas dilantiknya Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang baru, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno di Balai Kota, Senin (16/10/2017).
Musisi Ahmad Dhani saat tampil mengisi acara syukuran rakyat atas dilantiknya Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang baru, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno di Balai Kota, Senin (16/10/2017). (Kompas.com/Alsadad Rudi)
JAKARTA, KOMPAS.com - Musisi Ahmad Dhani menjadi pengisi acara terakhir yang tampil dalam acara syukuran atas dilantiknya Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang baru, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno di Balai Kota, Senin (16/10/2017) malam. Pada kesempatan tersebut, Sandi tampil membawakan satu lagu berjudul "Munajat Cinta".
Selain Dhani, sang istri, Mulan Jameela dan duo Mahadewi juga ikut tampil. Mereka tampil menyumbang lagu sebelum Dhani naik ke atas panggung.
Acara syukuran pelantikan Anies-Sandi terpantau usai sekitar pukul 22.17. Sementara itu, Anies dan Sandi meninggalkan Balai Kota saat acara syukuran belum usai.
Anies terlihat meninggalkan Balai Kota lebih dulu dengan menggunakan mobil Toyoa Innova berwarna hitam miliknya sekitar pukul 20.47.

Sebelum pergi, ia sempat meladeni warga yang meminta untuk berfoto bersama.
Sementara itu, Sandi terpantau meninggalkan Balai Kota sekitar pukul 21.10. Seperti Anies, Sandi juga pergi dengan mobil pribadinya, Nissan Xtrail.
Sebelumnya pada sekitar pukul 19.00-20.00, Anies dan Sandi menyapa ribuan warga yang datang ke Balai Kota. Keduanya sempat menyampaikan pidato.
Setelah itu, Anies dan Sandi masuk ke Balai Kota dan terus berada di dalam sampai akhirnya bertolak meninggalkan Balai Kota.

PenulisAlsadad Rudi
EditorDian Maharani

Rabu, 12 Juli 2017

Sandiaga: Pulau Reklamasi Harus untuk Kepentingan Masyarakat

Anggita Muslimah Maulidya Prahara Senja,Kompas.com - 08/07/2017, 20:25 WIB
Wakil gubernur terpilih DKI Jakarta Sandiaga Uno saat ditemui di kediamannya di wilayah Jakarta Selatan, Sabtu (8/7/2017).
Wakil gubernur terpilih DKI Jakarta Sandiaga Uno saat ditemui di kediamannya di wilayah Jakarta Selatan, Sabtu (8/7/2017).(KOMPAS.COM/Anggita Muslimah)
JAKARTA, KOMPAS.com – Wakil gubernur terpilih DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, pulau hasil reklamasi di pantai utara Jakarta harus dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.
"Pak Sekda (Saefullah) mengusulkan, itu (pulau reklamasi) jadi tempat penampungan pasar ikan dan beliau sebut beberapa proyek. Yang paling penting adalah konsepnya harus untuk kepentingan masyarakat," ujar Sandiaga di kediamannya, Jakarta Selatan, Sabtu (8/7/2017).
Sampai saat ini Sandiaga masih menampung semua usulan mengenai pemanfaatan pulau reklamasi.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah mengatakan bahwa sertifikat hak pengelolaan (HPL) pulau reklamasi C dan D atas nama pemerintahan Provinsi DKI Jakarta.

Dengan begitu, Pemprov DKI Jakarta akan mendapatkan keuntungan dari kavling-kavling berstatus hak guna bangunan (HGB) di pulau tersebut.
"DKI akan dapat (keuntungan) kalau ada aktivitas hotel. Berarti pajak hotel, pajak restoran, dan nanti kita sudah hitung untuk kepentingan masyarakat," kata Saefullah.
Tidak hanya itu, menurut Saefullah, pulau reklamasi C dan D yang memiliki luas sekitar 30 hektar ini dapat dibuat menjadi dermaga nelayan yang sebelumnya tergusur.
"Kan bisa diakomodir di sini untuk dermaganya. Kita bisa bikin rusun di atas tanah yang 30 hektar yang sertifikatnya nama DKI. Bisa pasar ikan, restoran khusus, tematik ikan. Jadi ini bisa diakomodir di situ kalau kebijakan kepala daerahnya mengarah ke sana," jelas Saefullah.
PenulisAnggita Muslimah Maulidya Prahara Senja
EditorLaksono Hari Wiwoho

Minggu, 07 Mei 2017

Ahok dan Anies Tak Mau Komentari Sandi yang Terobos "Busway"

Alsadad RudiKompas.com - 06/05/2017, 20:35 WIB
Wakil Gubernur terpilih DKI Jakarta Sandiaga melewati jalur busway di Jalan Salemba Raya untuk sampai ke pesta rakyat merayakan kemenangan bersama relawan Posko Cicurug, Jumat (5/5/2017).(KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR)
JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki " Ahok" Tjahaja Purnama maupun gubernur terpilih Anies Baswedan sama-sama enggan mengomentari tindakan wakil gubernur terpilih, Sandiaga Uno, yang menerobos jalur Transjakarta atau "busway" pada Jumat (5/5/2017) kemarin.
Usai menghadiri sebuah acara di Pondok Bambu Permai, Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu (6/5/2017), Anies memilih enggan berkomentar saat wartawan meminta pendapatnya mengenai apa yang dilakukan Sandi tersebut. "Saya enggak ada komentar," ujar Anies.
Hal yang sama juga dilakukan Ahok. Ia juga memilih tak mau mengomentari aksi Sandi. "Saya enggak tahu," ucap Ahok saat ditemui usai menghadiri sebuah acara di Balai Kota DKI Jakarta, Sabtu sore.

Seperti diberitakan, rombongan mobil Sandi terlihat melintas di busway di Jalan Salemba Raya dari persimpangan Kramat Lontar saat dalam perjalanan menuju lokasi acara perayaan kemenangannya bersama pendukung dan relawan di Posko Cicurug, Jakarta Pusat, Jumat sore.
Rangkaian kendaraan yang terdiri dari Nissan Serena yang ditumpangi Sandiaga, mobil pengawal polisi, dan mobil untuk awak media termasuk Kompas.com di dalamnya.
Busway di lokasi tersebut awalnya steril lantaran dijaga seorang petugas busway. Namun, brigade motor yang mengawal rombongan Sandiaga membukakan jalan.
Peristiwa itu terjadi pada pukul 16.55 WIB. Sandiaga dijadwalkan hadir di pesta rakyat di Jalan Cicurug, Menteng, Jakarta Pusat dan ada wawancara eksklusif pada pukul 17.00.
Sesampainya di Cicurug, Sandiaga langsung disambut meriah pendukungnya. Ia dijaga ketat Brigade 08 untuk menyampaikan sambutan di atas panggung.
Usai memberikan sertifikat kepada relawan, Sandiaga dengan terburu-buru memenuhi wawancara. Ia mengatakan bahwa dirinya tidak menyadari telah menggunakan jalur busway.
"Hah? Tadi masuk jalur busway, enggak bisa ini, enggak boleh, aku enggak mau, tolong diingatkan," kata Sandiaga.

Brigadir Ragowo yang mengawal rombongan Sandiaga mengatakan, ia terpaksa masuk jalur busway karena terburu-buru. "Ngejar waktu tadi buru-buru," ujarnya.
Upaya sterilisasi busway yang digalakan pada Juni 2016 silam oleh Pemprov DKI Jakarta dan Kepolisian.
Jalur busway tak boleh dilintasi oleh kendaraan selain bus Transjakarta, ambulans, pemadam kebakaran, dan kendaraan pejabat berpelat RI.
Pada praktiknya, kendaraan apa pun bisa masuk jalur busway jika ada diskresi pihak kepolisian

Minggu, 26 Maret 2017

Prabowo Subianto Mulai Bicara Peran Jokowi dalam Pilkada DKI Jakarta, Diungkap Sandiaga Uno

Prabowo Subianto Mulai Bicara Peran Jokowi dalam Pilkada DKI Jakarta, Diungkap Sandiaga Uno
Kompas.com
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bersama Anies Baswedan dan Sandiaga Uno
WARTAKOTA, KEBONSIRIH-- Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mulai berbicara soal peran Presiden Joko Widodo alias Jokowi dalam Pilkada DKI Jakarta.
Sandiaga Uno, Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, membongkar ucapan Prabowo seputar peran Jokowi dalam kaitan Pilkada DKI Jakarta yang juga diikuti oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Baca: Sandi Beberkan Pertemuannya dengan Prabowo Subianto
Pada putaran kedua Pilkada DKI Jakarta, saat ini ada dua pasangan calon, yaitu Anies Baswedan-Sandiaga Uno dan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat.
Adalah Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Margiono yang menanyakan posisi Presiden Jokowi dalam kaitan Pilkada DKI Jakarta.
"Saya ingin tahu jawaban dari Pak Sandiaga Uno, apa kira-kira sikap atau peran Pak Jokowi dalam Pilkada Jakarta. Apakah mendukung Pak Ahok atau netral," ujar Margiono, Jumat (24/3/2017).
Sandiaga mengaku telah menayakan soal posisi Jokowi tersebut kepada Prabowo Subianto yang juga memiliki hubungan dekat dengan Jokowi.
"Waktu itu, Pak Prabowo bilang, 'Sandi, jangan khawatir, Pak Jokowi netral ko dalam Pilkada DKI'. Itu yang dikatakan Pak Prabowo kepada saya. Tapi beliau bicara sambil senyum simpul," ujar Sandiaga Uno.
Sandi tidak menjelaskan atau memperjelas maksud pernyataan Prabowo yang diikuti dengan sikap senyum simpul tersebut.

Selasa, 14 Maret 2017

Kampanye Anis-Sandi, Prabowo Didampingi Mantan Panglima TNI

Selasa, 31 Januari 2017 | 15:54 WIB
Kampanye Anis-Sandi, Prabowo Didampingi Mantan Panglima TNI   
Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, ketika kampanyekan pasangan calon Anies-Sandiaga di Pinang Ranti, Jakarta Timur, 31 Januari 2017. TEMPO/Chitra.
TEMPO.COJakarta - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto berkampanye untuk pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno di Pinang Ranti, Makasar, Jakarta Timur.

Dalam kesempatan itu, Prabowo didampingi mantan Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso dan beberapa anggota Fraksi Partai Gerindra DPR RI, seperti Biem Triani Benjamin. “Di sini banyak tokoh nasional. Di sini ada Jenderal Djoko Santoso, mantan Panglima TNI,” kata Prabowo kepada warga dari atas panggung, Selasa, 31 Januari 2017.

Prabowo mengingatkan warga untuk memilih pemimpin yang baik dan berakhlak. “Jadi kita butuh pemimpin yang baik, punya akhlak, dan pemimpin santun. Jangan asal santun tutur kata baik, juga baik hatinya, baik karakter, baik tidak amalannya. Dan, yang penting butuh kejujuran,” ujar Prabowo.

Prabowo mengatakan dia sengaja berpidato tanpa teks. “Saya bicara dari hati saya, saya enggak pakai catatan kan, jadi saya bicara dari hati,” ucap Prabowo. Jika ada praktek politik uang dari pasangan lain, Prabowo mengimbau agar tetap memilih pasangan calon Anies-Sandiaga. “Itu (uang) punya rakyat, itu dari yang bocor,” tuturnya.

Mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI itu berharap pemilihan gubernur pada 15 Februari 2017 berjalan damai. “Jangan lihat ke belakang, jangan jelek-jelekkan siapa pun. Ingat, kemenangan Anies-Sandi adalah kemenangan untuk seluruh rakyat Indonesia. Mohon doa restu,” ucap Prabowo.Para peserta yang didominasi warga dan relawan Anies-Sandi itu sontak menaikkan kepalan tangan mereka. “Prabowo Presiden, Anies-Sandi menang, nomor tiga menang,” ujar mereka serentak.

CHITRA PARAMAESTI

Sabtu, 04 Maret 2017

Anies Yakin Menang pada Putaran Kedua Pilkada DKI

Akhdi martin pratama Calon gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat di kawasan Kampung Bandan, Jakarta Utara pada Jumat (3/3/2017).

JAKARTA
, KOMPAS.com -
Calon gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengaku yakin dapat mengungguli pasangan petahana, Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat, pada putaran kedua nanti.

Menurut mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu, pada putaran pertama lalu, ada warga Jakarta yang belum memilihnya karena tidak mengetahui program-program yang diusung dia dan cawagubnya, Sandiaga Uno. Kini, Anies yakin warga yang belum memilihnya pada putaran pertama akan memilihnya pada putaran kedua.

"Tanggal 15 Februari kemarin seperti (masa) penjajakan, insya Allah tanggal 19 April besok mereka yakin untuk melakukan perubahan," ujar Anies, di kawasan Jakarta Utara, pada Jumat (3/3/2017).

Anies menambahkan, dirinya sudah mengetahui apa yang diinginkan oleh warga Jakarta. Menurut dia, apa yang diinginkan warga Jakarta sejalan dengan program-program yang akan dikerjakannya jika terpilih nanti.

Menurut Anies, warga Jakarta menginginkan keadilan sosial karena saat ini kesejahteraan di Jakarta hanya dirasakan segelintir orang.

"Jadi strateginya adalah fokus pada program, fokus akan apa yang didapat oleh warga. Lapangan pekerjaan, pendidikan dan itu menjadi kosentrasi," ucap Anies.

(Baca: Anies Dinilai Rebut Pendukung Agus-Sylvi)

Berdasarkan rekapitulasi penghitungan suara Pilkada DKI Jakarta putaran pertama, pasangan cagub-cawagub DKI Jakarta nomor pemilihan satu, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, memeroleh 937.955 suara atau sekitar 17,05 persen.

Pasangan cagub-cawagub nomor pemilihan dua, Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat, memeroleh 2.364.577 suara atau 42,99 persen, dan pasangan cagub-cawagub nomor pemilihan tiga, Anies Baswedan-Sandiaga Uno, memeroleh 2.197.333 suara atau 39,95 persen.

Pilkada DKI Jakarta akan berlanjut ke putaran kedua saat tak ada pasangan calon yang memeroleh suara 50 persen plus 1.

Kompas TV Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 3, Anies Baswedan mengklaim menemukan kecurangan di beberapa TPS di Jakarta pada hasil pilkada putaran pertama. Anies pun memperingatkan pejabat Pemprov DKI untuk tidak melakukan kecurangan pada putaran kedua.

Sandiaga: Aroma Kemenangan Pilgub DKI Semakin Dekat

Jakarta - Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menghadiri undangan majelis taklim di Rawamangun, Jakarta Timur. Kepada jemaah, Sandiaga optimistis akan menang.

"Semakin hari aroma kemenangan semakin terlihat. Sudah ada yang panik sebelah sono. Tapi jangan takabur, tetap introspeksi," kata Sandiaga di gedung Rabbani, Jalan Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat (3/3/2017).Sandiaga meminta para relawan bisa menyebarkan kebaikan. Hal tersebut untuk menangkal fitnah."Tanggal 19 April, tinggal 6 minggu lagi, kita percaya bisa menang. Kita harus mengantarkan kebaikan dalam menangkal fitnah, jangan lawan api dengan api. Ayo kita berjihad untuk warga Jakarta," katanya.

Sandiaga meyakini programnya akan membawa kemaslahatan bagi warga. Ia mengatakan program OK OCE dan pendidikan yang diusung akan membawa kesejahteraan bagi warga.

"KJP dan KJS akan diteruskan, tolong disampaikan ke warga yang lain. Apalagi pendidikan sudah disampaikan akan menyediakan pendidikan yang berkualitas, tuntas, dan gratis, agar warga Jakarta lebih sejahtera," ujarnya.
(fdu/imk)

Jumat, 03 Maret 2017

pertemuan Anies-Uno- Titiek Prabowo

Abi Sarwanto Jumat, 24/02/2017 14:45 WIB
Anies Ungkap Obrolan Malam Bareng Probowo-Titiek Soeharto Anies Baswedan membeberkan isi pertemuan dengan Prabowo dan Titiek Soeharto semalam. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Wakil Ketua Dewan Pakar Siti Heriyadi (Titiek Soeharto) bertemu pasangan calon Anies Baswedan-Sandiaga Uno, semalam (22/2).

Anies menjelaskan, pertemuan itu merupakan silaturahmi yang telah direncanakan sejak lama. Anies tak menepis dalam silaturahmi itu juga membicarakan tentang putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2017.

"Tentu lah, masa enggak ngobrolin pilkada. Tapi itu bukan agenda utama, kalau saya bilang tidak ngobrolin sama sekali, bohong lah," ujar Anies di Jakarta Utara, Jumat (24/2).

Meski tidak menjadi agenda utama, pembahasan pilkada antara Anies-Sandi dengan Titiek, juga membahas strategi di putaran kedua.

"Pasti tanya bagaimana strateginya, bagaimana ke depannya. Tapi itu bukan tema utama. Kami ngobrol kira-kira dua jam lebih, dan banyak hal diobrolin," ujarnya.

Meski demikian, Anies membantah pertemuan makan malam itu merupakan bagian dari dukungan Titiek, baik secara pribadi maupun dari Partai Golkar.

Menurut Anies, pembicaraan dukungan tidak etis dilakukan saat makan malam. Hanya saja, dia mengklaim bahwa Titiek mendukungnya di putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2017.

"Enggak pas juga ya kalau makan malam membicarakan dukungan. Enggak lah, kami ngobrol santai dan kami bersyukur bahwa saya tahu Mbak Titiek mengambil sikap mendukung kami dan kami apresiasi sekali," ujar Anies.
Dihubungi terpisah, Ketua Tim Pemenangan Anies-Sandi, Mardani Ali Sera, membenarkan bahwa Titiek Soeharto telah mendukung pasangan calon nomor tiga tersebut.

"Yang pertama mengucap syukur Alhamdulillah karena Mbak Titiek mendukung Anies-Sandi. Itu tanda-tanda kami berharapnya demikian," kata Mardani.

Meski mendapat dukungan dari tokoh senior, Mardani mengatakan secara partai, Golkar masih di dalam koalisi pengusung Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat.

Dia pun yakin Golkar tidak akan mempermasalahkan dukungan tersebut. "Menurut saya salah satu partai yang matang dalam mengelola perbedaan seperti ini. Jadi Insya Allah tidak ada masalah," kata Mardani. (gil)

Dukung Anies-Sandi, Begini Kata Titiek Soeharto Soal Ancaman Golkar

Dukung Anies-Sandi, Begini Kata Titiek Soeharto Soal Ancaman Golkar
Repro/Kompas TV
Politisi Golkar yang juga mantan istri Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, Titiek Soeharto (tengah) berpose salam 3 jari bersama pasangan Cagub-Cawagub DKI Jakarta nomor urut 3, Anies Baswedan (kiri) dan Sandiaga Uno saat Anies-Sandiaga menghadiri makan malam dengan keluarga Prabowo Subianto di Jakarta, Rabu (22/2/2017). 
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Politikus Golkar Siti Hediati Hariadi atau Titiek Soeharto merasa tidak berbuat salah terkait sikap politiknya di Pilkada DKI Jakarta. Titiek menyatakan dukungannya kepada pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno di putaran kedua Pilkada DKI.
Padahal Golkar telah mendukung pasangan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok-Djarot Syaiful Hidayat.
"Saya rasa tidak ada yang salah apalagi melanggar, saya pribadi mendukung pasangan yang menurut agama saya baik," kata Titiek di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (2/3/2017).
Titiek mengatakan dirinya tidak mengajak kader Golkar lainnya untuk mendukung Anies-Sandi. Dalam menyatakan dukungannya, Titiek mengaku tidak menggunakan atribut partai.
Wakil Ketua Dewan Pakar Golkar itupun menyinggung Agung Laksono yang berbeda pilihan dengan Partai Golkar saat pemilihan presiden 2014.
"Karena itu hati beliau disana nggak apa-apalah. Kok sekarang saya dipermasalahakan," kata Titiek.
Titiek pun tak khawatir dengan pemanggilan dirinya oleh Partai Golkar terkait sikap politik di Pilkada DKI Jakarta.
"Panggil aja, saya juga gak ada maksud apa-apa, saya sebagai pribadi menurut yang terbaik pilihan saya dan secara saya sebagai orang Islam saya pilih apa saya meyakini ini betul," kata Titiek.

Mengupas Program Rumah Tanpa DP

Abi Sarwanto Sabtu, 25/02/2017 17:02 WIB
Mengupas Program Rumah Tanpa DP Program hunian terjangkau yang ditawarkan Anies Baswedan adalah kredit murah berbasis tabungan bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Program hunian terjangkau dan DP nol rupiah merupakan satu dari 23 janji kerja yang ditawarkan pasangan calon nomor urut tiga, Anies Baswedan-Sandiaga Uno di Pilkada DKI Jakarta 2017.

Tawaran program ini kemudian menuai pro dan kontra usai debat kandidat yang diselenggarakan KPU DKI Jakarta. Banyak pihak menilai program ini tidak mungkin direalisasikan, bahkan Gubernur BI pun ikut melarangnya lantaran dinilai melanggar aturan.

Anies-Sandi kemudian berusaha menjabarkan maksud dari program hunian terjangkau di Jakarta. Dalam situs resmi kampanye mereka, jakartamajubersama.com, dijelaskan bahwa program tersebut merupakan kredit murah berbasis tabungan bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.

Konsep yang ditawarkan adalah dengan mengganti prasyarat uang muka (DP) dengan skema melihat konsistensi jumlah saldo tabungan di bank sebesar proposi tertentu dari nilai properti dalam jangka waktu enam bulan, maupun konsistensi menabung dalam jangka waktu 6-12 bulan.
Menurut Anies, program itu merupakan bantuan kemudahan skema pembiayaan bagi warga untuk memiliki rumah yang akan disediakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dia menegaskan program itu bukan bertujuan untuk membangun rumah.

"Jadi jangan sampai diasosiasikan sebagai program buat rumah. Kami tidak membuat rumah, tapi pembiayaan," ujar Anies di Posko Pemenangan Cicurug, Jakarta, kemarin.

Anies menerangkan, jenis rumah yang ditawarkan dalam program ini bisa berbentuk rumah tapak (landed house) maupun hunian vertikal (rumah susun).

Pemprov nantinya tidak berkutat mengurusi jenis rumah yang masuk dalam program ini. "Kami tidak masuk bentuk rumahnya, tapi masuk dalam bentuk pembiayaannya. Artinya bekerja dalam sistem perbankan," kata dia.

Meski demikian, dalam situs secara spesifik dijelaskan bahwa properti yang ditawarkan adalah hunian berbentuk vertikal sederhana yang disubsidi pemerintah dengan harga maksimal Rp350 juta.

Dijelaskan pula bahwa lokasi properti program ini berada di wilayah Jakarta dengan memanfaatkan lahan milik pemerintah daerah dan tanah-tanah terlantar, lahan pusat aktivitas perekonomian seperti pasar dan kerjasama dengan pihak ketiga melalui skema built, operate, transfer.

Sebuah skema ilustrasi pun diberikan. Warga yang ingin membeli rumah susun sederhana senilai Rp350 juta harus membayar uang muka misalnya 15 persen, atau senilai Rp52,5 juta.

Melalui program ini, Pemprov DKI Jakarta nantinya bakal memberi talangan uang muka ke bank. Sedangkan warga yang mengikuti porgram mencicil duit talangan kepada Pemprov DKI Jakarta.

Program itu memuat prasayarat yang harus dipenuhi, antara lain harus memiliki KTP DKI Jakarta dengan masa tinggal tertentu dan berpenghasilan maksimal Rp7 juta per bulan. Pemprov DKI Jakarta juga akan melihat kebiasaan menabung sebesar Rp2,3 juta setiap bulannya di Bank DKI untuk dilakukan penilaian.

Prasyarat lain adalah program ditujukan bagi warga yang baru pertama kali mengikuti kredit rumah dan akan digunakan sebagai rumah tinggal. Ada pula syarat yang mengharuskan warga penerima program melampirkan bukti penghasilan per bulan, atau surat keterangan penghasilan yang ditandatangani lurah.
Dengan target penerima porgram mencapai 50 ribu keluarga per tahunnya, program ini diasumsikan akan menelan dana APBD sekitar Rp2,7 triliun. Dalam lima tahun, program ini diklaim akan mengurangi kekurangan hunian yang mencapai 302.319 unit, menjadi tinggal sekitar 50 ribu unit.

Untuk mengurangi risiko kegagalan kredit, nantinya program ini akan bekerjasama dengan Askrindo atau Jamkrindo hingga membentuk Badan Layanan Umum (BLU) Pengelola Perumahan Rakyat Pemprov DKI.

Sementara itu, Anies mengklaim pihaknya telah menyiapkan perangkat aturan untuk mewujudkan program ini. Dia juga menegaskan bahwa program ini tidak melanggar aturan, merujuk Pasal 17 Peraturan BI No. 18/16/PBI/2016."Nanti, kita akan buat aturanya, nanti levelnya mungkin Pergub atau Perda supaya bisa dieksekusi," kata Anies.

Menuai kritik

Ketua Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia Eddy Ganefo menilai program yang ditawarkan Anies tersebut tidak realistis. Terlebih, kata Eddy, skema pembelian rumah tanpa DP tidak mendapat restu dari Bank Indonesia.Dalam Peraturan BI (PBI) Nomor 18/16/PBI/2016 yang dikeluarkan pada 29 Agustus 2016 lalu, bank sentral secara resmi mengatur ketentuan rasio LTV kredit pemilikan rumah pertama menjadi 85 persen dari sebelumnya 80 persen. Artinya, uang muka kredit perumahan minimal 15 persen dari harga rumah.BI juga mengatur uang muka KPR kedua menjadi 20 persen dari sebelumnya 30 persen, sedangkan kredit rumah ketiga serta seterusnya menjadi 25 persen dari ketentuan sebelumnya 40 persen.
Kalaupun DP tersebut nantinya ditalangi oleh Pemprov DKI, Eddy sangsi hal itu bisa terlaksana. "Mana ada Pemprov yang mau talangi DP plus bunga. Itu tidak realistis," kata Eddy. Selain itu, Eddy juga menyebut kecil kemungkinan bagi masyarakat tidak mampu Jakarta bisa menabung Rp2,3 juta per bulan, sebagaimana yang disyaratkan untuk mencicil DP.

"Untuk rakyat yang tidak mampu itu rata-rata kemampuan mendapat penghasilan ada di bawah Rp1,7 juta. Jadi tetap tidak mungkin," kata Eddy."Kampanye boleh saja, tapi rasanya tak perlu memaksakan seperti ini. Kasihan rakyat," kata Eddy. (gil)

Galang Kekuatan Di Akar Rumput, Anies Bagi Peran Relawan

Abi Sarwanto Jumat, 03/03/2017 10:28 WIB
 Galang Kekuatan Di Akar Rumput, Anies Bagi Peran Relawan Pasangan Anies-Sandi tengah menyasar kelompok akar rumput untuk memperkuat basis suara. Strategi meraih suara disiapkan hingga ke TPS. (CNN Indonesia/M Andika Putra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menjelang putaran kedua Pilkada DKI Jakarta, pasangan calon Anies Baswedan-Sandiaga Uno terus mendapat limpahan dukungan dari relawan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni.

Anies menjelaskan, pihaknya saat ini memang tengah menyasar kelompok akar rumput untuk memperkuat basis suara. Strategi itu disebutnya telah dijalankan sejak putaran pertama berlangsung.

"Strategi kami dari kemarin sama kok, menggalang kekuatan di grassroot (akar rumput). Sunyi, senyap tapi pada waktunya mengejutkan," kata Anies di kawasan Jakarta Barat, Kamis (2/3).

Pada putaran pertama, Anies-Sandi mengklaim didukung relawan dengan jumlah hampir 150 ribu orang. Jumlah tersebut terdiri dari berbagai kelompok relawan, yang semuanya dikomandani oleh mantan kader PDIP, Boy Sadikin.

Sementara itu, menjelang putaran kedua, beberapa unsur relawan Agus-Sylvi telah menyatakan sikap dukungannya kepada Anies-Sandi. Relawan tersebut tersebar di wilayah Jakarta Selatan dan Barat.

Dengan dukungan tersebut, Anies mengatakan akan membagi kerja para relawan Agus-Sylvi untuk disinergikan dengan relawan Anies-Sandi.

Pembagian itu berupa pergerakan relawan Agus-Sylvi yang mengisi wilayah-wilayah yang selama ini belum dapat terjangkau relawan Anies-Sandi.

"Wilayahnya beda-beda, kami akan atur nanti. Agar jaring yang selama ini ada benar-benar makin optimal. Bukan justru menurun, tapi makin meningkat daya dorong untuk perubahannya," ujar Anies.

Anies menambahkan, pihaknya tidak menyasar lima wilayah kota administratif sebagai acuan basis suara yang harus direbut atau ditingkatkan.

Target suara yang akan dijaring lebih difokuskan kepada wilayah tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di 13.032 titik di seluruh Jakarta. Seperti yang diketahui, Anies mengklaim memenangkan sekitar tujuh ribu TPS pada putaran pertama.

"Jadi jangan pusat, barat, timur ya. Sebagai wilayah administratif memang baik, tapi kami lihatnya lebih bawah lagi ke TPS," kata Anies.Lihat juga:
Selain itu, Anies yang baru saja mendapat dukungan relawan Agus-Sylvi bernama Sapu Jagat, meminta agar seluruh relawannya fokus memenangkan dan mengamankan di sisa 48 hari menjelang pemilihan putaran kedua pada 19 April mendatang.

"Karena ternyata selain pemenangan perlu pengamanan, kemarin kan ketemu tempat-tempat yang hasilnya lucu-lucu," ujar Anies tanpa mau membuka wilayah yang dimaksudkan. (yul)

Titiek Soeharto dan Mitos Politik Klan Cendana di Pilkada DKI

Wishnugroho Akbar Rabu, 01/03/2017 06:30 WIB
Titiek Soeharto dan Mitos Politik Klan Cendana di Pilkada DKI Politisi Partai Golkar Siti Hediati Haryadi yang juga merupakan anak keempat Presiden ke-2 RI Soeharto. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Rumah Partai Golkar sedikit terguncang di pengujung Februari. Pemicunya adalah manuver dari salah satu kader partai, Siti Hediati Hariyadi yang secara sepihak merapat ke pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Langkah yang ditempuh Titiek, sapaan Siti Hediati, jelas berseberangan dengan garis partai yang sejak awal tegas mendukung pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Syaiful Hidayat.

Sejumlah elite partai bereaksi atas manuver Titiek. Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono, salah satunya, langsung melontarkan ancaman sanksi terhadap Titiek.Lihat juga:
Agung menyatakan kader yang secara sadar melanggar aturan kepartaian yang diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), wajib dikenakan sanksi. Menurutnya, pemberian sanksi merupakan bagian dari pembelajaran politik di internal partai.

“Kalau ada kekeliruan yang jelas-jelas disadari, apalagi tergolong kepada tindakan indisipliner wajib dikenakan sanksi. Besarnya sanksi tergantung,” ujar Agung, kemarin (28/2).

Reaksi Golkar itu terbilang wajar mengingat Titiek bukan orang sembarangan di tubuh partai. Dalam struktur, Titiek menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pakar Partai Golkar.
Titiek juga masih punya pengaruh mengingat dia sebagai anak keempat Presiden ke-2 RI, Soeharto yang berkuasa selama 32 tahun. Nama mendiang ayahnya sampai saat ini masih melekat di belakang nama Titiek.

Sebagai bagian dari Keluarga Cendana, Titiek Soeharto pernah menjadi sosok yang berpengaruh. Tetapi itu terjadi belasan tahun lalu, tepatnya ketika Soeharto masih berkuasa. Kini, pengaruh Titiek patut dipertanyakan lagi.
Dalam konteks Pilkada DKI, pengamat politik dari Universitas Padjajaran Idil Akbar menilai dukungan Titiek tak akan berpengaruh besar terhadap kans Anies-Sandi meraih kemenangan.

Zaman telah berubah, kata Idil. Orde Baru telah lama runtuh. Soeharto juga telah tiada. Kini sosok Titiek, berikut anggapan mengenai pengaruh politiknya, hanya besar di media tapi tidak di tengah-tengah masyarakat.

"Kalaupun ada, pengaruhnya sangat kecil. Mungkin hanya akan berpengaruh di kalangan yang masih mendambakan suasana seperti era Orde Baru. Tapi jumlah mereka saya percaya sedikit sekali di Jakarta," kata Idil kepada CNNIndonesia.com.

Hal yang paling bisa dimanfaatkan kubu Anies-Sandi dari Titiek, menurut Idil, adalah hubungan emosional yang dijalin Titiek dengan sejumlah elite Partai Golkar yang pernah dekat dengan Keluarga Cendana.
Golkar memang sulit dipisahkan dengan Keluarga Cendana. Idil menyebut masih ada sejumlah elite Golkar yang memiliki kedekatan emosional dengan Keluarga Cendana, seperti Akbar Tanjung dan Setya Novanto, misallnya.

Dengan memanfaatkan kedekatan emosional itu, kata Idil, Titiek bisa membuat Golkar tidak terlalu agresif menyerang Anies-Sandi. Itu pun dengan catatan Titiek tidak mendapat sanksi dari partai terkait dukungannya kepada Anies-Sandi.

Idil menilai sederet keuntungan yang didapat Anies-Sandi tersebut tidak akan berpengaruh banyak dalam upaya meraih kemenangan Pilkada DKI. Sebab, menurutnya, preferensi politik warga Jakarta di Pilkada DKI tidak terlalu dipengaruhi oleh manuver elite partai.

Idil mengatakan, persoalan Jakarta yang sangat kompleks membuat warga cenderung lebih bersifat pragmatis dalam menentukan calon pemimpin ibu kota. Kompleksitas persoalan Jakarta itulah yang akan menjadi pertimbangan utama warga untuk menentukan siapa yang akan mereka pilih di bilik suara.
"Karena persoalan yang kompleks ini, warga cenderung memilih figur yang dianggap bisa menyelesaikannya. Jadi lebih ke figur calon, bukan pada manuver elite partai," tutur Idil.

Dengan demikian, Idil melanjutkan, keberadaan Titiek alih-alih memperbesar kans kemenangan justru bisa merugikan Anies-Sandi. Alasannya adalah citra negatif rezim Soeharto yang diyakini Idil masih melekat di sebagian warga Jakarta.

"Jadi warga bisa saja mengasosiasikan Anies-Sandi dengan Keluarga Cendana. Padahal, sebagian warga Jakarta masih ada yang meyakini bahwa Soeharto merupakan penyebab kejatuhan negara pada era 90-an," kata Idil.

Atas pertimbangan itu, Idil menyarankan agar tim pemenangan Anies-Sandi mampu mengelola dengan baik dukungan yang diberikan Titiek. Sebab, jika gagal mengelola dengan baik, Idil meyakini keberadaan Titiek bisa menjadi bumerang politik bagi Anies-Sandi.
(gil)

Kamis, 09 Februari 2017

Elektabilitas Anies-Sandi Tinggi Berkat Pendukung Prabowo

Rabu, 08 Februari 2017 | 17:10 WIB
Elektabilitas Anies-Sandi Tinggi Berkat Pendukung Prabowo  
Calon Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mendatangi Tempat Pelelangan Ikan Cilincing Jakarta Utara dalam rangka dukungannya terhadap penolakan reklamasi, 8 Februari 2017. TEMPO/Chitra
TEMPO.CO, Jakarta - Survei dan Polling Indonesia (SPIN) menyatakan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, memimpin dengan tingkat elektabilitas sekitar 41,74 persen. Pasangan Basuki Tjahaja Purnama dengan Djarot Saiful Hidayat sekitar 30,04 persen, Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni berada di urutan ketiga dengan tingkat elektabilitas sekitar 24,95 persen.

“Keunggulan Anies-Sandi sangat dipengaruhi solidnya dukungan pemilih pasangan Prabowo Subianto-Hatta Radjasa,” kata Direktur SPIN Igor Dirgantara dalam rilis yang diterima Tempo, Rabu, 8 Februari 2017. 
SPIN menggunakan 1.102 responden di Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, dan Jakarta Barat pada 24-26 Januari 2017. Survei bertajuk Pilgub DKI: Ke Mana Larinya Pemilih Jokowi dan Prabowo ini membandingkan pasangan calon yang dipilih para pendukung Jokowi dengan pendukung Prabowo pada pemilihan Presiden Indonesia 2014. Survei ini menanyai pemilih Prabowo Subianto-Hatta sekitar 50,90 persen dan pemilih Joko Widodo-Jusuf Kalla 48,46 persen.

Rabu, 01 Februari 2017

Anies Senang Prabowo Turun Gunung di Pilgub DKI 2017

Reporter: M. Ahsan Ridhoi
Anies Senang Prabowo Turun Gunung di Pilgub DKI 2017 Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (tengah) bersama Cagub DKI nomor 3 Anies Baswedan (keempat kiri) serta Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik (ketiga kiri) menyapa warga saat berkampanye di Kampung Aquarium, Kelurahan Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (7/1). Kehadiran Prabowo Subianto merupakan yang pertama kali dalam rangkaian kampanye pasangan Cagub DKI Anies-Sandiaga Uno, Prabowo mengajak warga Kampung Aquarium untuk memilih paslon nomor tiga tersebut pada hari pemungutan suara 15 Februari mendatang. ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma/pd/17
tirto.id - Aryo Djoyohadikusumo, anggota DPR-RI Fraksi Gerindra, menyatakan kehadiran Prabowo Subianto dalam kampanye Pilkada DKI Jakarta untuk pasangan nomor 3, Anies Baswedan-Sandiaga Uno, adalah karena keinginan masyarakat.

"Itu karena keinginan masyarakat. Mereka gak cuma ingin beretemu Mas Anies dan Bang Sandi saja, tapi Pak Prabowo yang menurut mereka seharusnya presiden itu.", katanya di Warung Sunda, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin 30 Januari 2017, seusai acara konferensi pers program Santai Bareng Anies-Sandi.

Mulai hari ini, Ketua Umum dan Dewan Pembina DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto, akan turun langsung ke beberapa kelurahan di Jakarta untuk mengkampanyekan pasangan calon Anies-Sandiaga. Menurut jadwal yang telah disebarkan, hari ini (30/01/2017), Prabowo di antaranya akan mengunjungi kelurahan Cakung Timur dan Cakung Barat.

Mengenai keikut sertaan Prabowo dalam kampanye, Anies Baswedan mengaku senang. Karena, menurutnya, itu tandanya semua pihak serius dalam Pilkada DKI kali ini.

"Ya, saya senang dan berterimakasih Pak Prabowo turun.", kata Anies di Warung Sunda, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kemarin (30/1)

Anies juga menyatakan, bahwa bukan hanya Prabowo yang ikut dalam kampanye di masyarakat, melainkan juga Sohibul Iman, Ketua DPP PKS. "Ya, Pak Sohibul juga turun.", katanya (30/01/2017).

Sebelumnya, pada saat konferensi pers Rembug Rabuan di kantor DPP PKS Tb. Simatupang (24/01/2017), A. Muzanni, sekretaris DPP Gerindra, menyatakan semua anggota DPR-RI Fraksi Gerindra diminta ikut serta dalam pemenangan pasangan Anies-Sandiaga. "Semua 72 anggota Fraksi Gerindra akan ikut dalam pemenangan. Masing-masing dibagi 3 kelurahan.", katanya (24/01/2017)

Pilkada DKI akan dilaksanakan pada tanggal 15 Februari 2017 secara serentak di 5 wilayah DKI Jakarta plus Kepulauan Seribu.

Baca juga artikel terkait ANIES-SANDIAGA atau tulisan menarik lainnya Aqwam Fiazmi Hanifan
(tirto.id - wam/wam)

Rabu, 21 Desember 2016

Cerita Anies "Nonton" Final Sepak Bola di Thailand Bersama Prabowo

Senin, 19 Desember 2016 | 21:02 WIB
Kompas.com/David Oliver Purba Anies Baswedan mendatangi warga di Kelurahan Kebon Pala, Jakarta Timur, Senin (19/12/2016)
JAKARTA, KOMPAS.com - Calon gubernur DKI nomor pemilih tiga, Anies Baswedan, menceritakan pengalamannya menonton pertandingan final sepak bola antara Tim Nasional (Timnas) Thailand melawan Timnas Indonesia pada final leg kedua di Thailand bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.
Adapun final leg kedua diadakan pada Sabtu (17/12/2016). Anies mengatakan, sebelumnya, saat hendak pergi Thailand, Anies mengetahui bahwa Prabowo telah berada di Thailand untuk menghadiri suatu kegiatan.
(Baca juga: Prabowo Akan Turun Langsung Kampanyekan Anies-Sandiaga)
Namun, saat di stadion, mereka tidak berada di baris kursi yang sama. Anies menambahkan, mereka baru bisa bertemu setelah babak pertama berakhir karena saat itu tempat duduk tak lagi diatur oleh panitia.
"Cuma kursinya udah terlanjur (tiket sudah dibeli), saya dapat kursi di bawah, di cek di atas (tribun atas), babak dua sudah bebas kursi. Jadi pas break kedua kami ketemunya," ujar Anies saat ditemui di Jakarta Timur, Senin (19/12/2016).
Sepanjang pertandingan, Anies mengaku membicarakan seputar sepak bola dengan Prabowo. Tidak ada pembicaraan selain sepak bola, termasuk soal urusan politik, yang dibicarakan saat itu.
"Beliau juga nonton, kami nonton bareng. Kami bicara bola saja di situ. Kami semua konsentrasi nonton bola, bolanya meleset kami sama-sama lompat," ujar Anies.
(Baca juga: Saat Program "Pasukan Warna-Warni" Ahok-Djarot Diadu dengan "OK-OCE" Anies-Sandi)
Kebersamaan Anies dan Prabowo di Bangkok ini sebelumnya terlihat dalam salah satu akun media sosial milik Anies.
Adapun Anies mengikuti Pilkada DKI Jakarta berpasangan dengan calon wakil gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno. Keduanya diusung Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera.

Sabtu, 05 November 2016

Jakmania Datangi Anies di Jakbar, Minta Ada Stadion untuk Persija

The Jakmania Tegaskan Tolak Dukung Ahok di Pilkada DKI 2017

Arief Ikhsanudin - detikJakmania Datangi Anies di Jakbar, Minta Ada Stadion untuk Persija
"Kita sudah sering makan janji gubernur bakal bangun stadion Jakarta. Kita anak The Jakmania akan sepenuhnya (dukung) kalo memang bener cagub-cagub di Jakarta itu bener buat bangun stadion buat Persija," kata Kania, di Glodok, Tamansari, Kamis (3/11/2016).

Anies mengatakan, perlu dukungan untuk mewujudkan keinginannya tersebut. Pemerintah harus segera membangun stadion."Supaya kita bisa bangun harus ada dukungannya. Kerena memang buat pemerintah juga lebih baik membangun. Kalo enggak pertandingan di mana. Pertandingan selalu di luar Jakarta nih Persija," kata Anies.

Pembangunan stadion bukan hanya untuk sepakbola tetapi juga untuk berbagai macam kegiatan lainnya.

"Kita berencana untuk membangunkan stadion. Stadion itu untuk Jakarta yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai macam kegiatan," ucapnya Anies.

Anies belum menentukan kawasan pembangunan stadion. Rencana yang bergulir adalah pembuatan stadion di Taman BMW.

"Tentang lokasi kita akan tentukan lagi. Setelah Lebak Bulus tidak ada, kita kerepotan. Apalagi Senayan sekarang sedang renovasi untuk Asian Game," kata Anies.(imk/imk)