Tampilkan postingan dengan label Cawapres Prabowoi 2019. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cawapres Prabowoi 2019. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Juli 2018

Alasan Gerindra Usulkan Anies Baswedan Jadi Cawapres Prabowo

Reporter:M Rosseno Aji
Editor:Ninis Chairunnisa
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bersama Presiden PKS Sohibul Iman dan Sekretaris Jenderal PAN Eddy Suparno dalam pertemuan di rumah Prabowo di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis 1 Maret 2018. TEMPO/Arkhelaus W.Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bersama Presiden PKS Sohibul Iman dan Sekretaris Jenderal PAN Eddy Suparno dalam pertemuan di rumah Prabowo di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis 1 Maret 2018. TEMPO/Arkhelaus W.
TEMPO.CO, Jakarta - Partai Gerindra menyatakan masih mempertimbangkan mengusung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjadi calon wakil presiden untuk mendampingi Prabowo Subianto. Opsi itu muncul untuk menengahi Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang ngotot mengusung kadernya menjadi cawapres Prabowo.
"Kami berpikir kalau dua-duanya ngotot kan perlu dicari jalan keluar. Jalan keluarnya mungkin bukan dari PAN atau PKS, ya salah satunya Anies," kata Sekretaris Jenderal Partai Gerindra di kediamannya, Kemang, Jakarta, pada Ahad, 1 Juli 2018.

Meski begitu, Muzani mengatakan Anies bukan satu-satunya kandidat cawapres yang dipertimbangkan Gerindra. Ia mengatakan Gerindra juga mempertimbangkan sejumlah nama lain, tapi dia enggan menyebutkannya. "Ya ada juga salah dua, salah tiga, dan seterusnya," kata dia.
Muzani mengatakan pihaknya memaklumi keinginan PAN dan PKS yang berambisi mengajukan cawapres untuk Prabowo. "Cara pandang seperti ini kami sangat menghormati dan kami sangat memahami karena ini adalah pemilihan serentak antara legislatif dan eksekutif yang punya dampak positif terhadap partai," kata dia.

Saat ini, Gerindra, PAN, dan PKS masih membahas soal nama cawapres yang akan mendampingi Prabowo. Dia mengatakan pembahasan akan dilakukan dalam waktu dekat. "Pekan ini akan kami bahas intensif," kata dia.
Meski belum menyatakan secara tegas, PAN dan PKS disebut-sebut akan berkoalisi dengan Gerindra untuk mengusung Prabowo menjadi capres 2019. PKS telah menyodorkan sembilan nama cawapres yang berasal dari kadernya. Sedangkan PAN menyodorkan ketua umumnya, Zulkifli Hasan, untuk mendampingi Prabowo.

Sandiaga Sebut Banyak yang Berharap Prabowo-Anies Berpasangan pada Pilpres Selasa, 3 Juli 2018 06:39 WIB Sandiaga Sebut Banyak yang Berharap Prabowo-Anies Berpasangan pada Pilpres Tribunnews.com/Wahyu Firmansyah Politikus Partai Gerindra, Sandiaga Uno TRIBUNNEWS.COM - Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Sandiaga Uno, mengakui nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan banyak digadang menjadi pendamping Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Sandiaga mengatakan, calon koalisi Partai Gerindra juga sudah ingin mengerucutkan nama-nama calon presiden dan wakil presiden pada Pilpres 2019. Baca: Rilis Video Klip Terbarunya, Rizky Febian Menulis Tentang Perpisahan "Banyak harapan yang dijatuhkan ke nama-nama tadi, (yaitu) Pak Anies dan Pak Prabowo. Menyebut juga ada keinginan mitra koalisi untuk (segera) mengerucutkan," kata Sandiaga yang juga Wakil Gubernur DKI Jakarta di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (2/7/2018) malam. Namun belum ada keputusan akhir mengenai hal itu. Sandiaga mengatakan, masih ada waktu sekitar 30 hari untuk memutuskan hal tersebut. Partai Gerindra akan menggunakan waktu itu untuk benar-benar memilih yang terbaik. Di samping masalah calon yang diusung, Sandiaga ingin menggarisbawahi tentang isu yang akan diangkat Prabowo pada Pilpres 2019, yaitu ekonomi. Menurut dia, hal itu sudah tepat demi perbaikan ke depan. "Yang ingin saya garis bawahi, karena saya turun juga di pilkada dan pembicaraan antarmitra koalisi, isu ekonomi ini tepat sekali yang diangkat Pak Prabowo sebagai keinginan kita mempercepat pembangunan," ujar Sandiaga. Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Sandiaga Sebut Banyak yang Berharap Prabowo-Anies Berpasangan pada Pilpres, http://www.tribunnews.com/nasional/2018/07/03/sandiaga-sebut-banyak-yang-berharap-prabowo-anies-berpasangan-pada-pilpres. Editor: Malvyandie Haryadi

Sandiaga Sebut Banyak yang Berharap Prabowo-Anies Berpasangan pada Pilpres
Tribunnews.com/Wahyu Firmansyah
Politikus Partai Gerindra, Sandiaga Uno 
TRIBUNNEWS.COM - Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Sandiaga Uno, mengakui nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan banyak digadang menjadi pendamping Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.
Sandiaga mengatakan, calon koalisi Partai Gerindra juga sudah ingin mengerucutkan nama-nama calon presiden dan wakil presiden pada Pilpres 2019.

"Banyak harapan yang dijatuhkan ke nama-nama tadi, (yaitu) Pak Anies dan Pak Prabowo. Menyebut juga ada keinginan mitra koalisi untuk (segera) mengerucutkan," kata Sandiaga yang juga Wakil Gubernur DKI Jakarta di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (2/7/2018) malam.
Namun belum ada keputusan akhir mengenai hal itu. Sandiaga mengatakan, masih ada waktu sekitar 30 hari untuk memutuskan hal tersebut.
Partai Gerindra akan menggunakan waktu itu untuk benar-benar memilih yang terbaik. Di samping masalah calon yang diusung, Sandiaga ingin menggarisbawahi tentang isu yang akan diangkat Prabowo pada Pilpres 2019, yaitu ekonomi.
Menurut dia, hal itu sudah tepat demi perbaikan ke depan. "Yang ingin saya garis bawahi, karena saya turun juga di pilkada dan pembicaraan antarmitra koalisi, isu ekonomi ini tepat sekali yang diangkat Pak Prabowo sebagai keinginan kita mempercepat pembangunan," ujar Sandiaga.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Sandiaga Sebut Banyak yang Berharap Prabowo-Anies Berpasangan pada Pilpres, http://www.tribunnews.com/nasional/2018/07/03/sandiaga-sebut-banyak-yang-berharap-prabowo-anies-berpasangan-pada-pilpres.

Editor: Malvyandie Haryadi

Rabu, 30 Mei 2018

Ini Sosok Cawapres yang Bisa Menaikkan Elektabilitas Prabowo

Selasa 17 April 2018 02:44 WIB
Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Nidia Zuray
Prabowo Subianto
Prabowo Subianto
Foto: Republika/Putra M Akbar
Median mengukur elektabilitas Prabowo Subianto jika dipasangkan dengan beberapa tokoh
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Media Survei Nasional (Median) merilis hasil survei terbaru pada Senin (16/4). Di dalam survei yang telah mereka lakukan pada 24 Maret hingga 6 April 2018 lalu, mereka pun mencoba mengukur elektabilitas Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan beberapa tokoh yang kemungkinan akan berpasangan dengan dirinya melalui beberapa skenario.
Direktur Riset Median Sudarto memaparkan, jika pemilihan presiden (pilpres) 2019 diikuti oleh tiga pasangan capres-cawapres, hasilnya pasangan Prabowo Subianto dan Anies Baswedan memiliki tingkat elektabilitas yang tertinggi dibandingkan jika Prabowo disandingkan dengan beberapa tokoh lain.
"Di sisi Prabowo Subianto jika dipasangkan dengan Anies Baswedan, dia akan mendapatkan elektabilitas paling tinggi, yaitu 33,9 persen," ujarnya di Jakarta, Senin (16/4).
Sementara itu, jika mantan komandan jenderal Kopassus tersebut dipasangkan dengan mantan panglima TNI (Purn) Gatot Nurmantyo, elektabilitas yang diperoleh pasangan tersebut sebesar 33,5 persen. Kemudian, jika Prabowo dipasangankan dengan Muhaimin Iskandar (Cak Imin), keduanya memperoleh 31,5 persen.
"Yang keempat, Prabowo dengan TGB 30,8 persen," katanya.
Sementara itu, skenario lainnya, jika nantinya pilpres 2019 hanya diikuti dua pasangan capres-cawapres, elektabilitas Prabowo dan Anies Baswedan juga masih memperoleh elektabilitas tertinggi dengan 34,9 persen. Disusul Prabowo-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan 34,2 persen dan Prabowo-Gatot Nurmantyo 33 persen.
"Jadi, Pak Prabowo, menurut hasil survei kami, paling tinggi elektabilitasnya jika dipasangkan dengan Anies Baswedan," katanya.
Untuk diketahui, Anies Baswedan merupakan Gubernur DKI Jakarta terpilih pada pilkada 2017 lalu. Dia terpilih bersama dengan wakilnya, Sandiaga Uno. Anies juga merupakan mantan menteri pendidikan dan kebudayaan (mendikbud) RI pada awal pemerintahan Presiden Joko Widodo sebelum akhirnya digantikan oleh Muhadjir Effendy pada pertengahan 2017 lalu.

Jumat, 18 Mei 2018

Prabowo-Sohibul-Salim Segaf akan Tentukan Cawapres Gerindra-PKS

Jumat 18 Mei 2018, 09:53 WIB,Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Prabowo-Sohibul-Salim Segaf akan Tentukan Cawapres Gerindra-PKS Sohibul Iman, Prabowo, dan Salim Segaf saat gowes bersama. (Audrey/detikcom)Jakarta - Nama cawapres dari koalisi Gerindra-PKS belum diumumkan. Gerindra menyebut ada 3 nama yang akan menentukan nama cawapres.
"Itu bagian Sohibul Iman (Presiden PKS), Ustaz Salim (Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri), Prabowo (Ketum Gerindra Prabowo Subianto). Itu yang final. Kapan dideklarasikan, kita serahkan ke 3 orang itu," ujar Ketua DPP Gerindra Desmond J Mahesa di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (18/5/2018).

Desmond mengaku tak tahu persis sudah sejauh mana pembahasan nama cawapres di antara ketiganya. Yang pasti, kata Desmond, Gerindra-PKS sudah searah dalam hal menentukan pasangan capres dan cawapres 2019.

"Dua partai ini sudah kesatuan pemikiran yang sama," ucapnya.
Terkait nama-nama kandidat cawapres yang disebut-sebut sudah mengerucut, Desmond menampiknya. Menurutnya, jika ada pernyataan soal nama cawapres yang tinggal 3-5 orang, itu pendapat pribadi setiap kader partai koalisi.

"(Mengerucut itu) kan ini (misal) pendapat pribadi HNW atau Sohibul atau Ustaz Salim," kata dia.
(gbr/bag)

Selasa, 15 Mei 2018

Pembahasan cawapres Prabowo di koalisi mulai mengerucut ke satu nama

Selasa, 15 Mei 2018 01:38 Reporter : Abdul Aziz
Wakil Ketua Umum Gerindra Ferry Juliantono. ©2018 Merdeka.com/Muhammad Genantan Saputra
Merdeka.com - Calon wakil presiden yang bakal mendampingi Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Prabowo Subianto mulai mengerucut ke satu nama. Diagendakan Prabowo akan bertemu partai koalisi yakni PAN dan PKS membahas kontestasi Pilpres 2019 dan pematangan nama calon pasangannya dalam waktu dekat.

Wakil Ketua Umum Gerindra Ferry Juliantono mengatakan pertemuan dengan partai koalisi kian intensif. Pembahasan soal pendamping Prabowo juga kian matang. Arahnya sudah mulai mengerucut ke satu nama.
"Nanti pasti akan disampaikan bersama koalisi. Saat ini kan ada PAN dan PKS. Tidak menutup kemungkinan partai lain," ujar Ferry saat mendampingi Prabowo Subianto berziarah ke Makam Dawuhan Banyumas, Senin (14/5).
Ditanyakan niat kunjungan Prabowo ke Banyumas sempat dikaitkan dengan deklarasi maju sebagai calon Presiden, Ferry mengatakan Kabupaten Banyumas hanya usulan. Ferry menegaskan deklarasi maju pada kontestasi pilpres akan ditegaskan setelah disepakati nama pendamping Prabowo.
"Ada beberapa tempat yang diusulkan. Ke Banyumas ini, Pak Prabowo ziarah ke leluhurnya sebagai bagian tradisi menjelang bulan Ramadan," ujarnya.
Usai berziarah, Prabowo ringkas mengatakan bahwa deklarasi dirinya sebagai calon Presiden sudah disampaikan di Hambalang. Ia menegaskan ke Banyumas untuk berziarah, berdoa, menghargai leluhurnya.
"Saya ini punya hubungan dekat dengan Banyumas. Leluhur saya dimakamkan di Makam Dawuhan ini. Kalau deklarasi kan sudah," ujarnya.
Sebelum berziarah ke Makam Dawuhan, Prabowo menyampaikan pidato kebangsaan di Taman Kota Andhang Pangrenan Kabupaten Banyumas. Di hadapan 3500 warga dan kader partai, ia menyampaikan pandangan mulai dari aksi teror yang terjadi di Surabaya sampai keadaab ekonomi politik di Indonesia. [bal]

Selasa, 08 Mei 2018

Anies Disebut Paling Layak Dampingi Prabowo di Pilpres 2019

Anies Disebut Paling Layak Dampingi Prabowo di Pilpres 2019
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto (dua kiri), menaiki kuda saat menghadiri kampanye Partai Gerindra di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu (23/3/2014). 
Laporan Wartawan Tribunnews, Taufik Ismail TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto telah menerima mandat untuk menjadi Calon Presiden (Capres) 2019 dalam Rapat Kordinasi Nasional ( Rakornas) di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Rabu kemarin, (11/4/2018).
Dengan majunya Prabowo, sejumlah nama kemudian digadang-gadang layak untuk menjadi Calon Wakil Presiden (Cawapres), mulai dari unsur Partai Politik (Parpol) hingga di luar Parpol.
‎Organisasi Kemasyarakatan yang berafiliasi dengan Gerindra yakni Gerakan Laskar prabowo 08 (GL Pro 08) mengatakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan layak dipertimbangkan untuk menjadi Cawapres Prabowo.

"Kami berpendapat bahwa 2019 nanti harus ganti Presiden. Cuma Prabowo-Anies yang mampu kalahkan petahana (Jokowi)," kata Ketua GL Pro 08, Jimmy Ck, Kamis (12/4/2018).
Menurutnya, Anies akan menambah elektabilitas Prabowo dalam Pilpres. Anies dikenal dekat dengan umat Islam dan ulama, sehingga pasangan tersebut akan mendapatkan banyak dukungan dari berbagai kalangan.‎

Meskipun saat ini masih bertugas sebagai gubernur DKI dan sedang berupaya merealisasikan janji kampanyenya, namun menurut Jimmy, Anies saat dibutuhkan untuk mengakomodir keinginan masyarakat mengganti presiden ‎dan wakil presiden.
"Jakarta memang membutuhkan sosok Anies saat ini. Namun, tak bisa dipungkiri guna mengatasi persoalan bangsa saat ini, Indonesia lebih butuh Anies untuk mendampingi Prabowo," katanya.
Pilpres 2019 menurutnya merupakan kesempatan terkahir bagi Prabowo untuk dapat duduk di kursi RI 1.
Oleh karena itu agar upaya tersebut berhasil, Prabowo harus cermat dalam memilih pendampingnya.
"Jika salah memilih Cawapresnya, maka Bangsa ini akan menjadi taruhannya," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Anies Disebut Paling Layak Dampingi Prabowo di Pilpres 2019, http://www.tribunnews.com/nasional/2018/04/13/anies-disebut-paling-layak-dampingi-prabowo-di-pilpres-2019.
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Samuel Febrianto

5 Kandidat Terkuat Cawapres Prabowo

Senin 07 Mei 2018, 22:31 WIB
Tsarina Maharani, Elza Astari Rd - detikNews
Jakarta - Gerindra mengungkap kandidat cawapres untuk sang ketum, Prabowo Subianto, kian mengerucut. Setidaknya saat ini ada 5 kandidat, siapa saja?

Waketum Gerindra Ferry Juliantono mengatakan partainya masih menampung kandidat dari calon mitra koalisi. PKS, yang sejauh ini selalu setia kepada Gerindra, sudah menyodorkan 9 kandidat nama dari internal mereka.

Gerindra pun mempertimbangkan dua nama terkuat dari 9 kandidat PKS itu. Keduanya adalah Ahmad Heryawan, yang kini masih menjabat Gubernur Jabar, dan Anis Matta, eks Presiden PKS.

"Kemudian dari PKS berdasarkan ranking ada Pak Aher dan Pak Anis Matta," ujar Ferry kepada wartawan, Senin (7/5/2018).

Bukan cuma dari PKS yang masuk pertimbangan Gerindra. Meski satu kaki masih berada di kubu pemerintahan Presiden Joko Widodo, PAN tetap dianggap sebagai sekutu bagi Gerindra.

Untuk itu, Gerindra masih mempertimbangkan nama Ketum PAN Zulkifli Hasan. PAN belakangan memang mendorong Zulkifli sebagai cawapres Prabowo.

"Ya ada nama Pak Zulkifli dari PAN," sebut Ferry.

Selain kandidat dari parpol, Gerindra mempertimbangkan nama-nama dari luar parpol. Ada dua nama yang menjadi kandidat terkuat, yakni Gubernur DKI Anies Baswedan dan eks Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo.

"Mungkin yang berkembang di luar kan nama Pak Anies Baswedan dan Pak Gatot," tutur Ferry.

Dia mengatakan proses penentuan cawapres Prabowo masih terus berlangsung. Namun ia memastikan PAN dan PKS telah 'berdamai' soal posisi cawapres itu. Pengumuman cawapres Prabowo, kata Ferry, rencananya dilakukan bulan depan.

"Prosesnya masih berlangsung, tapi sudah ada titik temu. Mudah-mudahan dari situ sudah bisa kita kerucutkan dan bulan depan sudah bisa kita umumkan," sebutnya.

Ferry menyebut saat ini kandidat cawapres Prabowo tinggal 5 nama lagi. Jumlah tersebut sesuai dengan nama-nama yang diurainya.

Minggu, 15 April 2018

Punya mesin politik bagus, kader PKS punya peluang kuat jadi cawapres Prabowo

Minggu, 15 April 2018 06:27 Reporter : Yunita Amalia Kedua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. ©2018 Merdeka.com
Merdeka.com - Partai Gerindra telah memberi mandat terhadap Prabowo Subianto maju sebagai calon presiden di Pilpres 2019, melawan Joko Widodo alias Jokowi. Meski bersaing, baik Prabowo ataupun Jokowi memiliki kesamaan yakni belum menentukan calon wakil presiden yang bakal mendampingi keduanya di kontestasi lima tahunan itu.

Menurut pengamat politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio, potensi besar calon wakil presiden yang bakal mendampingi Prabowo berasal dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Penilaian tersebut lantaran sejauh ini hubungan politik Gerindra dengan PKS cukup intens.
"Darimana calonnya sepertinya kuat dari PKS," ujar Hendri kepada merdeka.com melalui sambungan telepon, Sabtu (14/4).
Selain hubungan politik yang intens, mesin politik PKS dianggap lebih baik ketimbang Gerindra. Hal itu, ujar Hendri, menjadi pertimbangan serius bagi Gerindra maupun PKS selama mempertimbangkan calon wakil presiden mendampingi pendiri partai Gerindra itu.
Belum lagi, kata dia, peluang Prabowo mundur tak menjadi capres masih ada karena tergantung hasil Pilkada 2018. Hendri mengatakan, jika Gerindra tidak mampu memenangkan para calonnya di Pilkada tahun ini, pengusungan Prabowo sebagai capres perlu dipertimbangkan.
"PKS itu punya mesin politik cukup baik ketimbang Gerindra, tentu ini diperhitungkan," katanya.
Diketahui, Rabu (11/4) Gerindra mengadakan Rakornas di Hambalang, Jawa Barat. Dalam kesempatan itu, Gerindra memberikan mandat sepenuhnya kepada Prabowo kembali menjadi calon presiden di 2019 nanti, bersaing dengan Jokowi. Prabowo pun menyatakan siap menjalankan mandat tersebut.
Wakil Sekretaris Jenderal Gerindra, Andre Rosiade optimis elektabilitas mantan Danjen Kopassus itu berangsur meningkat sehubungan dengan pendeklarasian. Dia menganggap merupakan hal wajar jika saat ini elektabilitas Prabowo jauh dibawah Jokowi.
"Wajar karena pak Prabowo belum bergerak. Tapi Faktanya kan elektabilitas pak Jokowi kan stagnan di 40 persen," kata Andre. [dan]

Selasa, 03 April 2018

Sandiaga Uno Ketua Tim Pemilihan Wakil Prabowo, Ini Alasannya

Reporter:Fajar Pebrianto
Editor:Ali Anwar
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) menyampaikan pidato disaksikan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Sandiaga Uno (kanan) disela Jalan Syukur Jakarta Bersatu di Jakarta, 7 Mei 2017. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno resmi menjadi ketua tim pemilihan calon wakil presiden bagi Prabowo Subianto. Dengan alasan Sandiaga merupakan seorang pebisnis, Prabowo menunjuknya memimpin tim tersebut.
"Pak Prabowo ingin minta masukan riil dan konkret di bidang ekonomi," kata Sandiaga Uno saat ditemui selepas menghadiri acara peresmian Gerakan Kopi OK-OCE Nusantara di Cafe Sipirock Coffee, Tanjung Barat, Jakarta Selatan, Sabtu, 31 Maret 2018.
–– ADVERTISEMENT ––
Kehadiran tim ini santer terdengar di tengah keinginan Prabowo maju kembali sebagai calon presiden. Ketua Umum Partai Gerindra ini menjadi salah satu calon kuat penantang Joko Widodo dalam pemilihan presiden 2019.
Selain Sandiaga Uno, tim diisi Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fadli Zon dan Sekretaris Partai Gerindra Ahmad Muzani. Bukan kali ini saja Sandiaga terjun membantu. Sebagai kader Gerindra, ia juga menjadi anggota tim pemenangan Prabowo saat pilpres 2014.
Dia mengaku sempat menanyakan perihal penunjukkannya sebagai ketua tim kepada Prabowo. Ternyata, kata dia, Prabowo sangat memprioritaskan isu ekonomi, khususnya di bidang usaha kecil dan menengah. Sehingga, Sandiaga diharapkan bisa turun menampung aspirasi masyarakat soal kondisi ekonomi saat ini.
Sandiaga tidak menampik bahwa Prabowo menginginkan sosok pendamping yang memahami kebijakan ekonomi. Keinginan ini, kata dia, tidak jauh berbeda dengan upaya tim pemenangan pilpres 2014. Saat itu, Prabowo akhirnya memilih didampingi Hatta Rajasa, mantan Menteri Koordinator Perekonomian era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Menurut Sandiaga Uno, banyak pengusaha kecil yang saat ini mengeluh. Para pengusaha, kata dia, menginginkan pembangunan ekonomi yang lebih cepat. Meski begitu, kata dia, tim masih harus turun mendengarkan keinginan masyarakat lainnya. "Apa memang masih soal ekonomi atau sudah berubah," ujarnya.

Rabu, 21 Maret 2018

Menakar Bursa Cawapres Prabowo

Senin, 19 Maret 2018 | 01:00 WIB 
image_titlePhoto :Syaefullah Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra Prabowo Subianto.
VIVA – Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto punya kans besar kembali bersaing dengan Joko Widodo memperebutkan kursi RI-1 di Pemilihan Presiden 2019. Elite Gerindra memastikan Prabowo akan maju meski sejauh ini belum deklarasi secara resmi.
Sekretaris Jenderal DPP Gerindra Ahmad Muzani mengatakan, deklarasi Prabowo hanya tinggal menunggu waktu. Saat ini, Gerindra bersama elite parpol lain sedang menggodok figur bakal cawapres yang akan mendampingi Prabowo.
Menurut Muzani, Gerindra sudah mengantongi 12 - 15 nama untuk posisi cawapres Jokowi. Nama-nama ini berlatar belakang dari militer, politikus, hingga profesional.
Dikonfirmasi terpisah, Wakil Sekretaris Jenderal DPP Gerindra Andre Rosiade membenarkan 15 nama tersebut. Ia mengetahui beberapa nama yang masuk bursa cawapres Prabowo seperti Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Presiden PKS Sohibul Iman, hingga mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.
Selain itu, ada nama lain yang digadang-gadang seperti mantan Menteri Menko Kemaritiman Rizal Ramli, Gubernur Nusa Tenggara Barat M. Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) dan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD.
"Yang ane tahu, Gatot sudah bertemu Pak Prabowo. Gatot sudah masuk radar kami. Sama nama-nama seperti Rizal Ramli, Mahfud MD, Bang Zulkifli, dan dari PKS," ujar Andre saat dihubungi VIVA, Minggu, 18 Maret 2018.
Baca: Tak Mau Kalah, 15 Nama Antre Jadi Cawapres Prabowo
Andre memprediksi figur cawapres akan menguat bila Prabowo sudah mendeklarasikan diri. Rencananya, Prabowo akan dideklarasikan pada April, bulan depan.
"Nama cawapres ini nanti akan dibahas lagi dengan kepastian koalisi. Sejauh ini, kemungkinan besar Gerindra sama PKS lagi," tutur Andre.
Dari hasil beberapa survei, nama Prabowo masih kuat sebagai calon presiden. Bila bisa menemukan figur cawapres dengan elektabilitas kuat, maka bisa menandingi petahana Joko Widodo.
Berikut rangkuman nama-nama kandidat yang masuk bursa cawapres Prabowo.
Ketua MPR RI Zulkifli Hasan
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan
Selain masuk bursa cawapres Jokowi, nama Zulkifli Hasan juga dikantongi untuk pendamping Prabowo. Melihat rekam jejak hubungan Gerindra dan PAN, peluang Zulkifli untuk menjadi cawapres Prabowo cukup terbuka.
Apalagi secara politik, PAN sejauh ini juga belum mendeklarasikan dukungan, baik untuk Jokowi ataupun Prabowo. Terkait namanya yang masuk bursa cawapres Prabowo, Zulkifli menjawab santai. Menurutnya, jalan masih panjang.
"Nanti kita galang yang mana-mana. Baru ditentukan dengan siapa-siapa jadi masih panjang ya, mudah-mudahan bulan depan kelihatan," ujar Zulkifli di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu, 18 Maret 2018.
Jenderal TNI Gatot Nurmantyo
Gatot Nurmantyo
Nama Jenderal Gatot dinilai laris sebagai bakal cawapres? Dari beberapa survei, mantan Panglima TNI ini sering dimunculkan. Salah satunya kelayakan untuk posisi cawapres Jokowi.
Sejumlah elite Gerindra menyebut Gatot juga layak bila berpasangan dengan Prabowo. Tak masalah sama-sama berlatar belakang militer. Gatot diyakini punya chemistry dengan Prabowo.
"Pak Gatot mulai April sudah jadi sipil karena sudah pensiun. Kalau dipasangin sama Pak Prabowo, enggak ada masalah? Ane yakin cocok," tutur Wakil Sekretaris Jenderal Gerindra, Andre Rosiade.
Sorot Pilkada 2018 - NTB Gubernur Zainul Majdi, Sitti Rohmi Djalilah Kakak kandung
Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB)
Nama Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang menjadi populer di tahun politik. Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) ini digadang-gadang masuk bursa cawapres. Dibandingkan figur lain dalam pilpres, TGB lebih kalem.
"Ini tokoh yang kalem dan tak ambisius. Ia punya modal karena catatan prestasi bagus dari NTB," kata pengamat politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio, saat dihubungi, Minggu, 18 Maret 2018.
Bila TGB pede, diyakini Hendri bisa menjadi tandem yang cocok untuk Prabowo. Figur TGB juga punya basis santri dan suara pemilih Islam. Elite Gerindra menyebut TGB masuk ke dalam radar cawapres untuk Prabowo.
Presiden PKS Sohibul Iman.
Presiden PKS Sohibul Iman
Gerindra punya kemesraan dengan PKS dalam menjalin koalisi. Kemenangan di Pilkada DKI 2017 menjadi contoh kesolidan koalisi dua parpol ini. Dua elite parpol berharap koalisi berlanjut ke Pilpres 2019.
Bila kembali berkoalisi maka potensi Prabowo diduetkan dengan kader PKS cukup terbuka. Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengatakan setidaknya ada tiga kader partai yang layak disodorkan jadi cawapres yaitu Sohibul Iman, Anis Matta, dan Ahmad Heryawan.
"Pak Sohibul punya pengalaman. Dia Presiden partai dan intelektual," kata Mardani, Minggu, 18 Maret 2018.
Pemeriksaan Rizal Ramli.
Rizal Ramli
Pakar ekonomi sekaligus politikus Rizal Ramli belum lama ini mendeklarasikan diri siap maju sebagai capres 2019. Mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri (Menko Ekuin) itu dinilai sejumlah kalangan punya sikap kritis.
Kali ini, tekadnya menjadi capres karena ingin membawa perubahan untuk Indonesia. Soal namanya yang masuk daftar cawapres Prabowo, ia hanya irit bicara.
Rizal mengaku tidak tahu dirinya masuk bursa cawapres dari partai Gerindra. Ia mengaku tidak mengikuti perkembangan konstelasi pemilihan presiden.
"Wah kalau itu saya tidak ikuti. Saya terus terang tidak ikuti," kata Rizal.

(ase)

Jumat, 16 Maret 2018

Gerindra: 15 Tokoh Masuk Daftar Bakal Cawapres Prabowo

Ika Defianti
Liputan6.com, Jakarta - Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan pihaknya mulai mengkaji 15 sosok yang dapat dipertimbangkan sebagai pendamping Prabowo Subianto di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.
Muzani menyebut 15 sosok cawapres Prabowo tersebut mempunyai beberapa latar belakang yang berbeda. Mulai dari kader partai politik atau parpol, militer, tokoh muda, agamis, ekonom hingga perempuan.
"Itu dari parpol tujuh orang, lima orang dari non parpol dan satu sampai dua orang itu perempuan. Dari militer ada, perempuan, tokoh muda," ujar Muzani di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Kamis (15/3/2018).
Kendati begitu, Muzani masih enggan menyebut nama-nama dari 15 sosok cawapres Prabowo itu. Tak hanya itu, dia menyatakan sosok-sosok tersebut bukanlah hasil rekomendasi dari partai-partai koalisi.
Dia mengatakan  Hingga saat ini, Gerindra masih melakukan komunikasi intensif dengan partai-partai yang belum menentukan sikap.
"Nama-nama yang banyak muncul kemudian kita infintalisir kemungkinannya," jelas Muzani.

Syarat 20 Persen Terpenuhi

"Sekarang 73 kursi berarti kurang 39 kursi. Sehingga dari sisi syarat keterpenuhan dukungan yakni 112 kursi tidak ada masalah," ucap Muzani.
Namun, dia enggan membeberkan kursi tambahan dari partai mana. Muzani mengatakan hal itu akan diumumkan partai yang bersangkutan.
"Pokoknya sudah ada partai koalisi pendukung Prabowo," tegasnya.
Muzani menambahkan, dalam waktu dekat Prabowo akan mengambil sikap. Sebab selama ini gelombang dukungan pada Prabowo sudah muncul dari berbagai daerah.
"Cukup 112 kursi. Nanti partai yang bersangkutan akan mengumumkan," tambahnya.

Rabu, 14 Maret 2018

Jika Gerindra Ajukan Prabowo Capres, PKS Akan Usulkan 9 Nama Cawapres

Jika Gerindra Ajukan Prabowo Capres, PKS Akan Usulkan 9 Nama Cawapres
Foto Dany Permana - Tribunnews.com
Prabowo Subianto (Foto Dany Permana - Tribunnews.com)
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) masih menunggu keputusan Partai Gerindra akan mengusung Pasangan Calon Presiden dan wakil presiden dalam Pilpres 2019.
PKS, menurut Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera, sudah membuat keputusan internal yakni menetapkan sembilan nama capres atau cawapres.
"Kita lagi nunggu Gerindra. Nanti Gerindra deklarasi, kita berdua (koalisi PKS dan Gerindra-red) sudah cukup. Tapi PAN mau gabung monggo siapa usulnya nanti semua sudah deklarasi kita musyawarah kumpul baru kita tentukan," ujar Wakil Ketua Komisi II DPR RI ini ketika ditemui di Gedung parlemen, Jakarta, Selasa (13/3/2018).

Apakah Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto akan PKS usung jadi Capres?
Ketua Tim Pemenangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno di Pilkada DKI Jakarta itu mengatakan PKS menyerahkan sepenuhnya kepada Gerindra.
Yang jelas, imbuhnya, PKS sudah mengajukan sembilan nama menjadi Capres dan Cawapres.
"Tergantung Gerindra. Kalau Gerindra Prabowo ya Prabowo," ucap Mardani.
Musyawarah bersama antara PKS dan Gerindra, menurutnya, akan memutuskan siapa calon yang akan diusung sebagai Capres maupun Cawapres.
Namun secara logika politiknya, lanjut dia, Capres berasal dari Gerindra.
Sedangkan PKS akan mengajukan Cawapresnya.
Hal itu merujuk pada perolehan suara pada pemilu legislatif 2014, yakni Gerindra memperoleh suara lebih besar ketimbang PKS.
"Gerindra ngajuin Prabowo silahkan Prabowo. Pun Gerindra ngajuin yang lain, silahkan yang lain," jelasnya.
Musyawarah Majelis Syuro VI PKS menetapkan sembilan nama sebagai bakal calon presiden dan atau bakal calon wakil presiden hasil penjaringan internal.
Berikut daftar nama calon presiden atau wakil presiden dari PKS yang akan ditawarkan ke masyarakat :
1. Gubernur Jawa Barat dari PKS Ahmad Heryawan
2. Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid
3. Mantan Presiden PKS Anis Matta
4. Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno
5. Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman
6. Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al'Jufrie
7. Mantan Presiden PKS Tifatul Sembiring
8. Ketua DPP PKS Al Muzammil Yusuf
9. Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera. (*)
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Hasanudin Aco

Jumat, 02 Maret 2018

Anies Baswedan Dominasi Survei untuk Cawapres Prabowo

Reporter:Vindry Florentin
Editor:Endri Kurniawati
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno berfoto selfie saat menghadiri Festival Danau Sunter, di Jakarta Utara, 25 Februari 2018. TEMPO/Maria Fransisca
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno berfoto selfie saat menghadiri Festival Danau Sunter, di Jakarta Utara, 25 Februari 2018. TEMPO/Maria Fransisca
TEMPO.CO, Jakarta - Nama Anies Baswedan mendominasi sebagai calon wakil presiden pendamping calon presiden usungan Partai Gerindra, Prabowo Subianto, dalam pemilihan umum 2019 di tiga survei. Dalam survei Alvara, Gubernur DKI Jakarta itu dinyatakan sebagai tokoh yang paling diinginkan masyarakat untuk mendampingi Prabowo, dipilih oleh 60 persen dari 2.203 responden.
Anies mengalahkan nama lain, seperti Muhaimin Iskandar yang dipilih 59,4 persen responden survei. Sedangkan Agus Harimurti Yudhoyono diinginkan 56,3 persen responden.

Survei Alvara dilaksanakan pada 17 Januari-7 Februari 2018 di semua provinsi di Indonesia. Survei dilakukan secara kuantitatif melalui wawancara tatap muka menggunakan kuesioner. Sampel diambil dengan metode acak berjenjang (multistage random sampling) dengan margin of error 2 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.
Anies juga unggul dalam survei Indo Barometer pada 23-30 Januari 2018 dengan 1.200 responden di 34 provinsi dengan metode acak berjenjang (multistage random sampling). Lembaga itu melakukan survei tertutup dengan menawarkan 15 nama calon wakil presiden untuk Prabowo. Responden survei dengan margin of error 2,83 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen itu paling banyak memilih Anies sebagai sosok yang paling cocok dengan persentase 9,7 persen.
Di bawah Anies, nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dipilih 7 persen responden. Nama lain yang angkanya tak terlalu jauh beda adalah Ridwan Kamil, yaitu 6,4 persen.

Dalam survei Poltracking, Anies kalah unggul dari Agus sebagai calon wakil presiden untuk Prabowo, meski bedanya sangat tipis. AHY dipilih 16,5 persen responden, sedangkan Anies 16,4 persen.
Anies dan Agus unggul atas Gatot Nurmantyo dengan suara 13,5 persen, Ahmad Heryawan 4,7 persen, dan Zulkifli Hasan 1,6 persen.
Sedangkan 1.200 responden Poltracking di 34 provinsi kebanyakan memilih Anies, selain AHY. Anies diminati sedikit lebih banyak responden yang dipilih dengan metode acak berjenjang itu ketimbang AHY. Margin of error survei ini sebesar 2,83 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Fadli Zon Ungkap Kriteria Calon Wakil Presiden Prabowo Subianto

Reporter:Vindry Florentin
Editor:Juli Hantoro
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon. TEMPO/Dhemas Reviyanto
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon. TEMPO/Dhemas Reviyanto
TEMPO.CO, Jakarta - Partai Gerindra mantap mendukung Prabowo Subianto sebagai calon presiden dalam Pemilihan Umum 2019. Gerindra kini mencari calon wakil presiden (cawapres) pendamping ketua umum mereka.
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan cawapres yang ideal harus mampu mendongkrak elektabilitas Prabowo. "Dia juga harus complimentary (melengkapi) Pak Prabowo," kata dia di gedung DPR, Jakarta, Selasa, 27 Februari 2018. Pendamping Prabowo juga diharuskan memiliki pandangan yang sama mengenai perubahan.

Fadli Zon menuturkan partainya masih membahas cawapres yang akan diusung. Pembahasan tersebut akan dilakukan dengan calon partai koalisi. Nantinya mereka akan membahas dan memutuskan elektabilitas calon pendamping Prabowo bersama.
Dalam sejumlah survei elektabilitas, sejumlah nama mendominasi sebagai pendamping Prabowo. Mereka adalah Anies Baswedan dan Agus Harimurti Yudhoyono. Fadli Zon mengatakan hasil itu akan juga dijadikan pertimbangan saat menentukan cawapres untuk Prabowo.
Namun meski sudah didukung, Prabowo masih bungkam hingga saat ini. Dia belum menyatakan secara resmi akan maju kembali meski Fadli Zon menyatakan ketua umumnya itu siap maju.

Gerindra pun masih belum mendeklarasikan dukungannya secara resmi. Partai itu masih menunggu hasil dialog dengan calon mitra koalisi. Penjajakan dengan sejumlah partai seperti Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Demokrat, dan Partai Amanat Nasional (PAN) masih berlangsung. Fadli Zon mengatakan komunikasi intensif terus dibangun untuk membuka peluang pencalonan Prabowo Subianto.
Di sisi lain, dukungan untuk Joko Widodo kembali mencalonkan diri sebagai presiden semakin kuat. PDIP, Partai Golkar, Partai Nasional Demokrat, PPP, dan Partai Hanura telah menyatakan dukungan mereka. Dalam beberapa survei elektabilitas Prabowo Subianto masih di bawah Jokowi.