Tampilkan postingan dengan label Gerindra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gerindra. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Desember 2017

Prabowo mengaku perlu sosok seperti Jenderal Gatot

Minggu, 10 Desember 2017 08:06 Reporter : Hari Ariyanti
Prabowo Subianto . ©2014 Merdeka.com/Dwi Narwoko
Merdeka.com - Mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo telah memasuki masa pensiun sampai Maret 2018. Jabatan tertinggi di TNI pun telah digantikan oleh Marsekal Hadi Tjahjanto. Gatot yang digadang-gadang akan menjadi calon potensial pada Pilpres 2019 mendatang dipersilakan masuk ke Partai Gerindra setelah resmi pensiun dari militer.

Hal itu disampaikan Ketua Dewan Pembina dan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto di kediamannya di Bukit Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (9/12). "Kita perlu tokoh seperti itu. Kita akan persilakan. Kalau beliau berminat kita tentunya terima kasih," ucapnya.

Prabowo melanjutkan, pihaknya tak ingin membebani Gatot Nurmantyo dengan tawaran itu. Gatot, kata dia, butuh waktu untuk konsolidasi.

"Setelah sekian tahun mengabdi mungkin beliau butuh konsolidasi dulu," ujarnya.

Ia menilai Gatot memiliki banyak prestasi selama memimpin TNI. "TNI di bawah kepemimpinan Pak Gatot saya rasa TNI banyak mencatat prestasi dan itu kita hargai," sebutnya.

Karena itu, ia mengucapkan selamat karena Gatot telah menunaikan tugasnya dengan baik serta berterima kasih atas pengabdian dan prestasinya selama berada di dunia militer.

Dalam kesempatan itu Prabowo juga mengucapkan selamat kepada Panglima TNI yang baru. "Saya sebagai purnawirawan tentunya mengucapkan selamat atas diangkatnya Panglima TNI yang baru dan kita berdoa beliau selalu diberikan keberhasilan dalam menjalankan tugas yang berat dan menjaga keamanan Republik Indonesia ini," terangnya. [eko]

Senin, 14 Maret 2016

PILKADA CAGUB/CAWAGUB DKI JAKARTA edisi GERINDRA

Gerindra Klaim Tak Terapkan Sistem Mahar di Pilkada

Gerindra Klaim Tak Terapkan Sistem Mahar di Pilkada Wakil Ketua Partai Gerindra menyatakan pihaknya tidak menerapkan mahar dalan kontestasi pilkada kepada para calon daerah yang akan diusung. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menuturkan, partainya tidak menerapkan sistem mahar dalam pencalonan di pemilihan kepala daerah (Pilkada). Dia mengatakan pihaknya malah membantu bakal calon kepala daerah mengumpulkan dana.

Dia pun mengingatkan pencalonan Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di pemilihan gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2012 lalu. Saat itu, Partai Gerindra mendukung pencalonan sebab Ahok tercatat sebagai kader partai Prabowo Subianto tersebut.

"Di Gerindra tak ada mahar politik. Saat itu Jokowi Ahok tidak ada mahar politik kami yang membantu menarik dana-dana," ujar Fadli Zon di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (11/3).


Hal itu disampaikannya menyikapi pernyataan Ahok kemarin. Mantan Bupati Belitung Timur ini mengaku tak punya cukup dana untuk berkampanye. Karenanya, dia memilih jalur independen untuk bersaing di Pilgub DKI Jakarta 2017.

Menurutnya, bakal calon kepala daerah bisa menghabiskan Rp100-200 miliar saat memberikan mahar ke partai. Fadli menilai angka untuk mahar tersebut luar biasa.

Karenanya, dia meminta Ahok membuktikan benar atau tidaknya ada mahar politik dalam Pilkada terutama Pilgub DKI Jakarta. Dia menekankan Partai Gerindra akan membantu bakal calon kepala daerah mencari sumber dana yang tidak mengikat. "Itu angka yang fantastis menurut saya. Kalau Ahok bilang ada, ya sebutkan saja. Buktikan," katanya. (pit)

Sabtu, 06 Februari 2016

KMP Tamat, Prabowo : Pendekar Tidak Takut Berjalan Sendiri!

Kartika Sari Tarigan - detikNews
KMP Tamat, Prabowo : Pendekar Tidak Takut Berjalan Sendiri! Foto: Rengga Sancaya
 Jakarta - Gerindra telah menyatakan KMP bubar. Ketum Gerindra Prabowo Subianto menegaskan dengan pernyataan kiasan, pendekar tak takut berjalan sendiri.

"Jangan pernah kita merasa sendiri, jangan kita surut, jangan kecil hati. Kadang-kadang memang kita merasa sendiri tapi tidak apa-apa. Saya  juga dulu di medan perang beramai-ramai maju, tapi begitu musuhnya banyak....," kata Prabowo disusul tawa anggota partai.

"Pendekar itu tidak takut berjalan sendiri, kalau jalan kita jalan kebenaran, kalau jalan kita penuh kehormatan, diridhoi Yang Maha Kuasa, jangan pernah gentar. Tapi tetap harus selalu rendah hati," sambung dia.

Prabowo juga sempat menyinggung masalah yang tengah dihadapi bangsa. Menurut dia masalah Indonesia saat ini adalah adanya dominasi pihak asing.

"Masalah Indonesia adalah kekayaan Indonesia tidak tinggal di Indonesia. Bagaimana Indonesia mau berdiri diatas diri sendiri kalau kekayaan bangsa dibiarkan dikuasai asing dan dibiarkan dibawa keluar?," kata Prabowo.

Prabowo mengatakan keputusan pemerintah untuk memberikan hak kepimilikan 100 persen terhadap kepemilikan pabrik obat, kepemilikan pabrik dan perkebunan gula harus dikaji kembali. Dia menginstruksinkan kepada para anggota DPR untuk kembali membuka UUD sebagai dasar.

"Tolong buka lagi UUD 1945 bukankah bumi, air dan semua kekayaan yang terkandung dalam bumi harus dikuasai oleh negara?," tegas dia.

"Kalau semua orang baik diam, yang berkuasa adalah orang- orang yang tidak baik," tutup Prabowo.

(van/van)

Jumat, 22 Januari 2016

Gerindra Minta Jokowi Sadar, Utang Luar Negeri Tembus Rp 4.234 T

Dok: Prabowo Subianto.
Reporter
Rimanews - Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan Prabowo Subianto mengingatkan pemerintahan Jokowi untuk tidak lagi mengandalkan utang luar negeri untuk membangun infrastruktur. Pasalnya utang luar negeri tersebut sudah mencapai Rp 4.234 T.

"Bisa kita bayangkan dengan anggaran Rp. 1000 T, apa yang bangsa ini bisa bangun? Pembangunan infrastruktur tidak perlu lagi mengandalkan utang luar negeri," tulis akun facebook Gerindra, Rabu (20/1/2016).
Gerindra yakin dengan anggran Rp. 1000T tersebut, jaminan kesehatan yang mumpuni, kualitas dan fasilitas pendidikan yang memadai, ketahanan pangan dapat terwujud serta terbuka luasnya lapangan kerja baru bagi para penduduk usia produktif.
Membengkaknya hutang luar negeri itu mendorong Gerindra dan Prabowo Subianto untuk mendesak pemerintah segera sadar dan mengambil langkah tegas untuk mengatasi kebocoran anggaran belanja negara.
"Melakukan manajemen kontrol anggaran yang ketat, agar bangsa ini dapat lepas dari ketergantungan utang luar negeri yang saat ini sudah mencapai Rp. 4.234 T," tulis akun tersebut.

Seperti diketahui sebelumnya, Bank Indonesia telah mengumumkan, Senin (18/1), bahwa sudah utang luar negeri Indonesia hingga November 2015 mencapai US$ 304,6 miliar atau setara Rp 4.234 triliun. Angka tersebut melesat 2,5% dibanding Oktober 2015 dan juga naik 3,5% secara year on year.
Menurut BI, peningkatan utang terutama didorong oleh peningkatan pertumbuhan ULN (Utang Luar Negeri) berjangka panjang. ULN berjangka panjang tumbuh 6,1 persen dibanding November 2014, dan tumbuh 5,5 persen bila dibandingkan bulan Oktober 2015.

Jumat, 08 Januari 2016

Prabowo Bilang Tak Masalah Gerindra Sendirian di KMP

Kamis, 07 Januari 2016 | 19:06
Presidium Koalisi Merah Putih Aburizal Bakrie (kedua kanan) bersama (dari kiri-kanan) Presiden PKS Anis Matta, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Ketua MPP Golkar Akbar Tanjung, Ketua Umum Gerindra Prabowo, Ketua Umum PPP Djan Faridz, berbuka puasa bersama Koalisi Merah Putih (KMP), Jakarta, 4 Juli 2015
Presidium Koalisi Merah Putih Aburizal Bakrie (kedua kanan) bersama (dari kiri-kanan) Presiden PKS Anis Matta, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Ketua MPP Golkar Akbar Tanjung, Ketua Umum Gerindra Prabowo, Ketua Umum PPP Djan Faridz, berbuka puasa bersama Koalisi Merah Putih (KMP), Jakarta, 4 Juli 2015 (Antara/Yudhi Mahatma)
Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, menyatakan pihaknya tidak akan mempermasalahkan bila akhirnya semua anggota Koalisi Merah Putih (KMP), terkecuali Gerindra, masuk menjadi parpol pendukung Pemerintahan.
Gerindra tetap akan berdiri sendiri sebagai parpol yang bertugas mengontrol pemerintah dari luar pemerintahan.
Kata Fadli Zon, adalah hak setiap partai politik untuk menentukan sikap, apakah bergabung dengan Pemerintahan atau menjadi oposisi.
"Kalau Gerindra sudah menegaskan sejak awal di luar pemerintah. Karena harus ada yang kontrol pemerintah," kata Fadli, Kamis (7/1).
Dia juga bilang bahwa tak masalah bila Gerindra sendirian berada di KMP, ditinggalkan Golkar, PKS, dan PPP. "Prabowo mengatakan, walau sendirian tidak masalah. KMP tetap dibutuhkan," imbuhnya.
Markus Junianto Sihaloho/FMB
BeritaSatu.com

Minggu, 17 Mei 2015

Amunisi Gerindra , Sandiaga Uno

Prabowo meminta saya gabung Gerindra

Reporter : Arbi Sumandoyo | Jumat, 15 Mei 2015 07:15
Prabowo meminta saya gabung Gerindra
Sandiaga Uno. ©2013 Merdeka.com/imam buhori
Merdeka.com - Sebulan lalu, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) besutan Prabowo Subianto, mengumumkan jajaran pengurus baru sepeninggal Ketua Umumnya, Suhardi. Nama pengusaha muda, Sandiaga Salahuddin Uno muncul menjadi salah seorang yang mengisi jabatan sebagai anggota Dewan Pertimbangan.

Masuknya nama Sandiaga memunculkan kabar baru bagi dunia perpolitikan. Apalagi Sandiaga merupakan salah seorang pengusaha sukses yang karirnya melejit selama 17 tahun. Bagaimana Sandiaga bisa masuk menjadi kader Partai Gerindra? Kepada merdeka.com, pendiri PT Saratoga Investama Sedaya ini mengatakan,"Pak Prabowo yang meminta saya bergabung."

Sandi memang baru terjun di dunia politik. Dia beralasan ikut politik bukan untuk mencari kekuasaan, namun sebagai pengusaha Sandi ingin berbagi pengalaman termasuk juga memperluas lapangan pekerjaan. "Karena bagi saya politik itu bukan melulu masalah kekuasaan, tapi bagaimana langkah kita untuk memperluas lapangan pekerjaan; menggenjot investasi asing di dalam negeri; memperluas akses pasar, permodalan, dan informasi bagi pelaku industri dan jasa nasional," ujarnya.

Berikut wawancara Sandiaga Salahuddin Uno kepada Arbi Sumandoyo melalui pesan elektronik melalui sekretaris pribadinya, Erna Usman, kemarin.

Kemarin anda dilantik menjadi anggota dewan pertimbangan partai Gerindra, atas kemauan anda atau diminta Prabowo?

Pak Prabowo yang meminta saya bergabung.

Kalau melihat latar belakang, anda baru pertama kali terjun ke politik?

Iya, saya memang biasa berkecimpung di bidang ekonomi dan kewirausahaan. Karena bagi saya politik itu bukan melulu masalah kekuasaan, tapi bagaimana langkah kita untuk memperluas lapangan pekerjaan; menggenjot investasi asing di dalam negeri; memperluas akses pasar, permodalan, dan informasi bagi pelaku industri dan jasa nasional; pengelolaan SDM (Sumber Daya Manusia) dan SDA (Sumber Daya Alam); dan masih banyak lainnya. Tanpa adanya dukungan kebijakan politik yang tepat, langkah-langkah itu sulit diwujudkan.

Apa tujuan anda terjun ke partai politik?

(jawaban ada di point sebelumnya)

Anda tidak takut jika banyak tudingan miring mengingat anda seorang pengusaha?

Selama niat kita baik, insya Allah tidak ada yang perlu ditakutkan. Kalau ada tudingan miring, kita buktikan dengan kerja dan prestasi. Jadi gak perlu khawatir, positive thinking aja. Saya banyak belajar dari @triomacan2000, dan saya berterima kasih pada mereka.

Anda sudah siap dengan konsekuensi sebagai politikus?

Saya bergabung di Gerindra karena ingin berkontribusi. Dan sejauh ini saya berkomitmen akan fokus di bidang ekonomi dan kewirausahaan.

Anda kemarin sempat menyatakan jika ingin terjun ke politik sejak 2012 dan baru sekarang terlaksana, kenapa begitu lama, bisa dijelaskan?

Tidak ada, semuanya mengalir dengan sendirinya. Sepenuhnya karena saya kagum dengan sikap kenegarawanan Pak Prabowo.

Apa alasan anda memilih masuk ke Gerindra?

(jawaban bisa dilihat pada point sebelumnya)

Apakah sebelumnya ada partai-partai lain menawarkan anda menjadi kader?

Teman-teman saya yang pengusaha dan juga berprofesi sebagai politisi sangat banyak. Dengan mereka saya banyak berkomunikasi, dan bisa belajar banyak hal.

Apakah anda juga menjadi salah satu donatur Partai Gerindra?

Pak Prabowo itu seorang prajurit yang tulus dan sekaligus entrepreneur. Orang yang komit mau membantu beliau sangat banyak. Baik pemikiran, waktu, dan tenaga mereka.

Bagaimana anda melihat sosok Prabowo?

Seorang negarawan. Dia berani mati demi negaranya.
[mtf]

Prabowo Tak Amanah Jika Tunjuk Sandiaga Uno

Arief Setyadi
JAKARTA – Ketua DPP Partai Gerindra, Desmon Junaidi Mahesa mengatakan, jika memang Sandiaga Uno ditunjuk sebagai Ketua Umum Partai Gerindra, maka Prabowo Subianto sedianya telah mengabaikan amanah yang diberikan para kader. Pasalnya, dalam Kongres Luas Biasa (KLB) seluruh kader telah memberikan amanah kepada Prabowo untuk memimpin partai dan menyusun struktur organisasi.
“Karena kesepakatan kemarin itu semua diserahkan ke Prabowo sesuai KLB. Jadi kalau Pak Prabowo menunjuk orang lain itu berarti Pak Prabowo tidak amanah. Kami paham Pak Prabowo kami titipkan memimpin partai ini,” ujarnya saat berbincang dengan Okezone, Kamis (2/4/2015) malam.

Desmond mengatakan, saat ini dirinya memang belum mengetahui susunan struktur Partai Gerindra yang telah disusun Prabowo. Namun, sambungnya, dalam waktu dekat akan digelar pertemuan untuk silaturahim sekaligus perkenalan terhadap pengurus Partai Gerindra yang baru.
“Sekitar minggu depan akan ada pertemuan perkenalan pengurus, karena kan saat ini sedang sibuk persiapan Pilkada. Tapi (pertemuan) di bulan April,” pungkasnya.
Sebelumnya berhembus kabar kalau Sandiaga Uno didapuk sebagai ketua umum Partai Gerindra. Namun, hal itu ditepis oleh Desmond karena bos PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) itu masih baru dan belum layak untuk menjadi ketua umum maupun sekjen.
Tetapi, ia tak menutup kemungkinan kalau mantan juru kampanye Prabowo di pemilihan presiden 2014 itu ditempatkan sebagai wakil ketua umum ataupun posisi lainnya di partai berlogo burung garuda ini.

Selasa, 28 April 2015

Gerindra Berharap Prabowo Tetap Maju Jadi Capres

Minggu, 26 April 2015 | 05:31
Prabowo Subianto
Prabowo Subianto (Antara/Widodo S.Jusuf)
Lombok Barat - Partai Gerakan Indonesia Raya berharap agar Prabowo Subianto tetap maju menjadi calon presiden pada pemilihan umum 2019 untuk menebus kegagalan pada Pemilu 2014. "Kami berharap Prabowo tetap maju pada pemilihan umum presiden (pilpres) dan mudah-mudahan bisa menebus kegagalan pada pemilu 2014," kata Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zon, di kawasan wisata Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (25/4).
Harapan itu disampaikan saat memberi pengarahan pada temu dan konsolidasi kader Gerindra dalam rangka memenangkan pilkada yang akan digelar secara serentak Desember 2015.
Fadli Zon mengakui, pesta politik yang cukup padat karena ada pemilu anggota legislatif dan pilpres pada 2014 belum membuahkan hasil yang maksimal. Partai Gerindra memang mampu menempati urutan ketiga secara nasional dalam perolehan suara anggota legislatif, namun belum mampu membawa Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai Presiden.
"Di pemilu legislatif Gerindra urutan ketiga, bahkan di NTB, urutan kedua perolehan suara anggota legislatif. Itu satu pencapaian yang memang harus dianggap jangan berbangga dulu, tapi kita patut bersyukur juga karena sudah mencapai posisi itu," ujarnya.
Namun dengan kondisi pemerintahan yang sekarang ini, menurut Wakil Ketua DPR, ini masyarakat mulai mengetahui apa yang telah terjadi dengan tidak memilih Prabowo Subianto sebagai Presiden. "Kita baru merasakan setelah seseorang menjabat, kalau janji kampanye bisa banyak, janji banyak sekali, tapi ketika berkuasa apa yang terjadi," ucapnya.
Dalam enam bulan terakhir, kata Fadli Zon, berbagai komentar langsung dari masyarakat yang merasakan bahwa hidup di Indonesia, di era pemerintahan saat ini bukannya makin mudah, tapi semakin sulit.
Masyarakat terbebani dengan harga kebutuhan pokok yang semakin naik, di mulai dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), elpiji, dan kenaikan harga beras yang cukup fantastis di saat Indonesia mengklaim diri surplus pangan.
Masyarakat juga merasakan dampak terpuruknya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang menembus angka Rp 13.000 per dolar AS. Kondisi seperti itu tidak pernah terjadi selama era reformasi.
Kondisi ekonomi saat ini patut menjadi keprihatinan. Namun, kata Fadli Zon, Gerindra sebagai partai politik yang sudah berkembang harus meyakini dan menyampaikan kepada masyarakat bahwa di dalam situasi apa pun partainya tetap bisa rasional.
Sikap rasional terhadap berbagai kebijakan pemerintah sudah disampaikan, meskipun berada di luar pemerintahan.
Ia menegaskan bahwa Partai Gerindra berada di luar pemerintahan sebagai oposisi yang rasional, bukan oposisi yang mengedepankan sikap emosional.
"Kalau oposisi emosional yang baik tidak didukung, apalagi yang tidak baik. Gerindra adalah partai yang rasional dan itu sudah ditunjukkan dengan jiwa besar Pak Prabowo menyatakan penghormatan dan dukungan terhadap Presiden terpilih Joko Widodo," ujarnya.
/PCN
Antara

Jumat, 17 April 2015

Gerindra 2015 ter-update, Rekrut anggota baru

Prabowo: Ada Rachmawati dan Fuad Bawazier di Gerindra

Prabowo: Ada Rachmawati dan Fuad Bawazier di Gerindra
Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto (tengah), menghadiri kampanye akbar Partai Gerindra di Gelora Bung Karno, Jakarta, 23 Maret 2014. TEMPO/Dasril Roszandi
TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengumumkan sejumlah nama tokoh yang baru bergabung di partainya. Sebagian dari mereka merupakan tokoh partai lain dan pendukung Prabowo saat pemilihan presiden tahun lalu.

Prabowo mengutarakan kebahagiaannya karena mampu mengapit tokoh-tokoh tersebut.


"Ada berita mutakhir, Pak Fuad Bawazier resmi bergabung di Gerindra," kata Prabowo saat pidato di kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra, Jakarta, Rabu, 8 April 2015.

Prabowo mengukuhkan susunan pengurus pusat Partai Gerindra. Prabowo menunjuk Ahmad Muzani sebagai sekretaris jenderal, Burhanudin Abdullah sebagai dewan pakar, Hasyim S. Djojohadikusumo sebagai wakil ketua umum, dan ketua dewan Haryadi Darmawan.

Adapun anggota baru antara lain Fuad Bawazier, Djoko Santoso, Yunus Yosfiah, dan Sandiaga S. Uno. Mereka diangkat Prabowo menjadi anggota dewan pembina. "Sandiaga ini seperti isian baru dalam senjata TNI," kata Prabowo.

Selain mereka, Rahmawati Soekarnoputri, Elza Syarif, dan Jamal Mirdad juga turut bergabung di Gerindra. Rahmawati didapuk sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Ideologi Partai Gerindra.

PUTRI ADITYOWATI

Prabowo Lantik Pengurus Gerindra, Ada Ahmad Dhani dan Jamal Mirdad

Prabowo Lantik Pengurus Gerindra, Ada Ahmad Dhani dan Jamal Mirdad
Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto, melambaikan tangan ketika tibanya di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, 29 Januari 2015. Prabowo menemui Presiden Joko Widodo untuk bersilahturahim dan membicarakan masalah terkini bangsa. ANTARA/Widodo S. Jusuf
TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah petinggi partai pendukung calon presiden Prabowo Subianto atau Koalisi Merah Putih menghadiri acara pelantikan pengurus pusat Partai Gerindra di kantor Dewan Pengurus Pusat Gerindra, Jalan Harsono RM, Ragunan, Jakarta Selatan.

Ketua Dewan Pembinaan Gerindra Prabowo Subianto ikut hadir di sana. Beberapa petinggi Golkar juga tampak hadir, yaitu Ketua Umum Aburizal Bakrie, Sekretaris Jenderal Idrus Marham, Bendahara Umum Setya Novanto, dan Akbar Tandjung. Idrus dan Novanto memasuki gedung bersama Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo.

Hadir pula Ketua Umum Partai Keadilan Sejahtera Anis Matta bersama Hilmi Aminuddin dan Fahri Hamzah. Dari Partai Amanat Nasional hadir Amien Rais dan Hanafi Rais, tanpa didampingi Ketua Umum Zulkifli Hasan. Sementara dari Demokrat ada Dewan Penasehat Demokrat Agus Hermanto.

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan hasil Muktamar Jakarta Djan Faridz dan Ketua Umum Partai Bulan Bintang M.S. Kaban juga hadir dalam acara ini.

Prabowo Subianto tiba di lokasi sekitar pukul 09.30 WIB. Prabowo didampingi oleh Sekretaris Jenderal Ahmad Muzani dan Fadli Zon serta pengurus lainnya.

Ratusan pengurus daerah Gerindra juga hadir menggunakan seragam partai putih. Adapun selebriti kader Gerindra yang terlihat hadir, yaitu Jamal Mirdad dan Ahmad Dhani.

Rencananya Prabowo akan melantik pengurus pusat Gerindra, antara lain dewan pembina, dewan penasehat, dewan pakar, dan struktur lain.

PUTRI ADITYOWATI

Sabtu, 20 September 2014

KONGGRES LUAR BIASA (KLB) Gerindra di Cibinong

Prabowo Rangkap Ketua Umum Gerindra

Sabtu, 20 September 2014 | 14:37 WIB
Kompas.com/Robertus Belarminus Prabowo Subianto di acara open house di rumah Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie. Senin (28/7/2014).

BOGOR, KOMPAS.com — Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto didaulat untuk merangkap jabatan dengan juga menjadi ketua umum Partai Gerindra. Prabowo akan menjabat sebagai ketua umum sementara Partai Gerindra hingga kongres Partai Gerindra yang pertama diadakan.

"Semua sepakat meminta kesediaan Pak Prabowo sebagai Ketua Dewan Pembina untuk merangkap sebagai ketua umum sementara Partai Gerindra," ujar Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani, seusai menggelar Kongres Luar Biasa Partai Gerindra, yang digelar di Nusantara Polo Club, Cibinong, Jawa Barat, Sabtu (20/9/2014).

Muzani mengatakan, pemilihan Prabowo sebagai ketua umum berlangsung secara singkat karena mantan menantu Presiden ke-2 RI, Soeharto, tersebut dipilih secara aklamasi dan dalam suasana kekeluargaan.

Prabowo sendiri sudah menerima mandat sebagai Ketua Umum Partai Gerindra. Namun, kata Muzani, Prabowo tidak ingin berlama-lama menjabat posisi tersebut, dan akan segera menggelar kongres pertama Gerindra. "Agar masa transisi ini berjalan smooth dan bagus," ucap Muzani.

Muzani belum mengetahui kapan kongres pertama Partai Gerindra ini akan diselenggarakan. Rencananya, kata dia, kongres akan dibicarakan dalam penyempurnaan AD/ART Gerindra. Jika merujuk pada AD/ART saat ini, maka kongres akan dilaksanakan pada tahun depan.

"Dalam anggaran dasar yang sekarang, disebutkan tahun 2015," ucap Muzani.

Setelah kongres luar biasa ini, rencananya, apel kader Partai Gerindra akan diadakan pada malam nanti. Apel ini akan diikuti oleh 5.000 kader dari DPRD kabupaten, kota, provinsi, serta DPR RI yang berjumlah 2.183 kader.  Apel tersebut juga akan dihadiri oleh ketua, sekretaris, dan bendahara dari DPC dan DPD Partai Gerindra se-Indonesia, serta dewan pembina, dewan pakar, dewan sekretaris, dan sayap-sayap organisasi Partai Gerindra.

Rencananya, Prabowo akan menyampaikan pandangan-pandangan dan arah kebijakan Partai Gerindra pasca-Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2014.

Penulis: Fathur Rochman
Editor : Erlangga Djumena

Ini Alasan Prabowo Dipilih sebagai Ketua Umum Partai Gerindra

Sabtu, 20 September 2014 | 19:38 WIB
Kompas.com/SABRINA ASRIL Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani.

BOGOR, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan, penetapan Ketua Dewan Pembina Gerindra Prabowo Subianto sebagai Ketua Umum Gerindra dilakukan untuk menjaga suasana kebersamaan dalam partai. Menurut dia, semua pengurus dewan pimpinan daerah maupun cabang sepakat dengan penunjukan itu.
"Permintaan dari DPD-DPD dan DPC-DPC ingin Pak Prabowo terus menempati posisi jabatan merangkap ini baik Ketua Umum maupun Ketua Dewan Pembina. Kita perlu menjaga kebatinan partai dalam suasana yang lebih solid, commit, dan guyub (rukun)," ujar Muzani seusai menggelar Kongres Luar Biasa Partai Gerindra di Nusantara Polo Club, Jalan Raya Kranggan Jagorawi, Gunung Putri, Cibinong Jawa Barat, Sabtu (20/9/2014).
Menurut Muzani, peserta kongres menginginkan Prabowo untuk terus menjabat kedua posisi tersebut. Namun, Prabowo tidak ingin berlama-lama mengemban jabatan sebagai ketua umum partai berlambang kepala garuda tersebut.
"Beliau dengan tegas mengatakan tidak ingin berlama-lama di posisi ini. Beliau hanya ingin menghantarkan saja," ucap Muzani.
KLB Partai Gerindra menetapkan Prabowo sebagai Ketua Umum Partai Gerindra menggantikan almarhum Suhardi. Jabatan itu akan tetap melekat pada Prabowo hingga kongres pertama Partai Gerindra diadakan.
"Semua sepakat meminta kesediaan Pak Prabowo sebagai Ketua Dewan Pembina untuk merangkap sebagai ketua umum sementara Partai Gerindra," ujar Muzani, Sabtu.
Muzani mengatakan, pemilihan Prabowo sebagai ketua umum berlangsung secara singkat karena mantan calon presiden itu dipilih secara aklamasi dan dalam suasana kekeluargaan.
Prabowo sudah menerima mandat tersebut. Namun, kata Muzani, Prabowo tidak ingin berlama-lama menjabat posisi tersebut, dan akan segera menggelar kongres pertama Gerindra. "Agar masa transisi ini berjalan smooth dan bagus," ucap Muzani.
Muzani belum mengetahui kapan kongres pertama Partai Gerindra diselenggarakan. Rencananya, kata dia, kongres akan dibicarakan dalam penyempurnaan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerindra. Jika merujuk pada AD/ART saat ini, maka kongres akan dilaksanakan pada tahun depan.

Prabowo: Sebenarnya Kita Naiknya Lebih, tetapi Kita Kurang Duitnya Saja

Sabtu, 20 September 2014 | 12:47 WIB
YOUTUBE Cuplikan video yang diunggah di halaman akun YouTube calon presiden Prabowo Subianto pada 24 Juli 2014.

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto mengatakan, Partai Gerindra pada Pemilu Presiden 2014 seharusnya bisa memperoleh suara yang lebih banyak. Namun, kata Prabowo, Gerindra tidak memiliki dana untuk mendongkrak suara partai.


"Jarang ada partai yang naik 200 persen dalam waktu 5 tahun. Sebenarnya, kita naiknya lebih, tetapi kita kurang duitnya saja," ujar Prabowo saat memberikan sambutan dalam Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Gerindra yang digelar di Nusantara Polo Club, Cibinong, Jawa Barat, Sabtu (20/9/2014). Mendengar pernyataan Prabowo, peserta kongres menyambut dengan tepuk tangan.

Prabowo kemudian bertanya kepada para kadernya.
"Apa kalian terima uang dari Jakarta selama lima tahun?"
"Tidak," jawab para kader serentak.

Dalam sambutannya, Prabowo mengatakan, perolehan suara Gerindra yang naik 200 persen dari tahun 2009 merupakan prestasi dan hasil dari kerja keras para kader dan relawan.

Pada 2009, Gerindra hanya memperoleh 4,46 persen, lalu pada 2014 melonjak menjadi 11,81 persen. Prabowo juga mengatakan, banyak elite partai lain yang tidak mengerti jalan pikir Partai Gerindra. "Sebetulnya kita berterima kasih tidak dimengerti, biar kerjanya lebih enak. Kalau dimengerti, nanti dicontek," kata Prabowo.

KLB ini dilaksanakan untuk memilih ketua umum yang baru bagi Partai Gerindra, menggantikan Suhardi yang meninggal beberapa waktu lalu. Acara ini dihadiri oleh ketua DPC, ketua DPD, sekretaris, dan bendahara Partai Gerindra.

Tiba di Lokasi Kongres Gerindra, Prabowo: Kok Sepi  

Tiba di Lokasi Kongres Gerindra, Prabowo: Kok Sepi  
Calon Presiden, Prabowo Subianto, turun dari helikopter di lapang Rancapanggung saat kampanye di Cililin, Bandung Barat, Jawa Barat, 13 Juni 2014. TEMPO/Prima Mulia
TEMPO.CO, Bogor - Partai Gerakan Indonesia Raya menggelar kongres luar biasa di kawasan Nusantara Polo Club, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Dari rumahnya yang juga di kawasan Bogor, Ketua Dewan Permbina Gerindra Prabowo Subianto naik helikopter. (Baca: Jelang KLB, Gerindra Rapat Bahas Pengganti Suhardi)

Sabtu, 20 September 2014, pukul 09.00 WIB, helikopternya mendarat di lapangan. Prabowo, yang mengenakan kemeja putih, celana kain warna krem, dan kacamata hitam, lalu naik ke mobil golf yang sudah menunggu. (Baca: Prabowo Disarankan Rangkap Ketua Umum Gerindra)

Mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI Angkatan Darat ini kemudian memasuki ruangan khusus yang jaraknya hanya sekitar 20 meter. Dia pun disambut Sekretaris Jenderal Gerindra Ahmad Muzani. (Baca: Suhardi si Profesor Ketela Menolak Makan Gandum)

"Kok, masih sepi, ya," ujarnya kepada Muzani. Tak terdengar apa yang disampaikan Muzani ke Prabowo, yang kemudian menyapa wartawan dan masuk ke salah satu ruangan. Dia terlihat duduk di sofa merah sambil berbincang dengan Muzani. Beberapa kader Gerindra, seperti Wakil Ketua Umum Fadli Zon, tergopoh-gopoh menuju ruangan itu.

Sabtu, 20 September 2014, Partai Gerindra menggelar kongres luar biasa untuk memilih ketua umum menggantikan Suhardi, yang wafat pada 28 Agustus 2014. Sejumlah kader Gerindra yang mengenakan seragam kebesarannya, kemeja putih-celana warna krem, terlihat mondar-mandir di sekitaran lokasi.

LINDA TRIANITA

Naik Helikopter, Prabowo Hadiri KLB Gerindra di Cibinong

Sabtu, 20 September 2014 | 09:38 WIB
FATHUR ROCHMAN Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto, saat baru tiba di DPP Partai Gerindra, Jalan Harsono RM, Ragunan, Jakarta Selatan, Jumat (29/8/2014), untuk memberikan penghormatan kepada Ketua Umum Partai Gerindra Suhardi yang meniggal malam tadi

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto menghadiri kongres luar biasa (KLB) Partai Gerindra, yang digelar di Nusantara Polo Club, di Jalan Raya Kranggan Jagorawi, Gunung Putri, Cibinong, Jawa Barat, Sabtu (20/9/2014).

Prabowo tiba menggunakan helikopter pukul 09.00 WIB. Turun dari helikopter, Prabowo menaiki mobil golf untuk menuju lokasi acara.

Mantan menantu Presiden Soeharto ini terlihat mengenakan kemeja putih berkantung empat, celana cokelat, berpeci hitam, lengkap dengan kacamata hitam.

Prabowo kemudian menuju VIP room untuk menunggu dimulainya acara yang rencananya akan dibuka pada pukul 09.00 WIB. Saat akan memasuki VIP Room, Prabowo sempat bertanya kepada kader yang menyambut Prabowo mengapa situasi kongres tidak terlalu ramai. "Kok sepi ?," ucap Prabowo.

Kemudian Prabowo berlalu masuk ke dalam VIP Room. Selain Prabowo, tampak hadir Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edy Prabowo, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon, dan Ketua DPP Gerindra Desmon J Mahesa.

KLB ini dilaksanakan untuk memilih Ketua Umum Partai Gerindra yang baru, menggantikan Suhardi yang meninggal, Kamis (28/9/2014) malam lalu. Acara ini dihadiri oleh Ketua, Bendahara, dan Sekretaris DPC dan DPD Partai Gerindra, serta anggota DPR dan DPRD terpilih Partai Gerindra

Sabtu, 30 Agustus 2014

Romantika Prabowo -Suhardi

Sempat Ditolak Prabowo, Suhardi Malah Dapat Pajero  

Sempat Ditolak Prabowo, Suhardi Malah Dapat Pajero  
Ketua Umum Partai Gerindra, Suhardi meninggal dunia pada Kamis 28 Agustus 2014, pukul 21.40 WIB di Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta. Suhardi menderita kanker paru-paru stadium 4. dok TEMPO/Panca Syurkani
TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya Suhardi sempat ditolak oleh Prabowo Subianto saat mengajukan konsep awal partai baru. Menghadap Prabowo pada 2006 untuk menawarkan konsep partai, Prabowo tak melirik konsep yang diajukan Suhardi. (Baca: Prabowo Pilih Suhardi karena Kloset Jongkok)
Saat itu Suhardi mengajukan nama Partai Indonesia Raya. Menurut Suhardi, Prabowo menolak idenya karena mengira konsep partai yang disodorkan Suhardi berfokus hanya pada sektor pertanian. Apalagi, saat itu Prabowo masih menjadi anggota Dewan Penasihat Partai Golkar.

"Pak Prabowo ingin partai yang nasionalis," ujar Suhardi ketika diwawancaraTempo, Juli lalu. (Baca:Ajukan Konsep Awal Gerindra, Suhardi Sempat Ditolak Prabowo)

Belakangan, akhir 2007, Prabowo malah mendekati Suhardi dan memintanya menjadi ketua umum. Bahkan, Prabowo meminjamkan satu unit Mitsubishi Pajero beserta sopir dan seorang ajudan untuk Suhardi. (Baca: Fadli Zon: Suhardi 27 Tahun Tak ke Rumah Sakit)

Prabowo juga memberikan rumah bagi Dekan Fakultas Ilmu Kehutanan Universitas Gadjah Mada itu di Jakarta. Tujuannya untuk memudahkan pengurusan pendirian partai. (Baca: Rachel Maryam Anggap Suhardi Ayah Sendiri)

Suhardi meninggal pada Kamis, 28 Agustus 2014 pukul 21.44 di Rumah Sakit Pusat Pertamina karena kanker tenggorokan yang menyebar hingga ke paru-paru. Ia meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak. Saat ini jenazah disemayamkan di DPP Partai Gerindra, Ragunan, dan diberingkatkan ke Yogyakarta pukul 08.00 pagi.

Majalah TEMPO| TIKA PRIMANDARI

Senin, 05 Mei 2014

Revolusi Putih

Aryo Djojohadikusumo Gelar Kampanye Revolusi Putih
Sabtu, 05 April 2014, 10:32 WIB
Partai Gerindra
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kampanye hari terakhir benar-benar dimanfaatkan para caleg untuk adu program. Tidak terkecuali dengan yang dilakukan Aryo PS Djojohadikusumo dengan mengadakan pawai simpatik bersama pendukungnya.

Caleg DPR daerah pemilihan (dapil) DKI Jakarta III itu, bersama 750 motor pendukungnya berkeliling Jakarta Barat dan Jakarta Utara untuk merebut simpati warga. Dia berharap, aksinya itu turut dimaknai dukungan agar Pemilu 2014 bisa berjalan sukses. "Pawai simpati ini kami lakukan untuk memperkuat barisan pendukung sekaligus untuk mengingatkan masyarakat agar mencoblos pada 9 April nanti," kata Aryo saat ditemui di Jakarta, Sabtu (5/4).

Rombongan Aryo dan pendukungnya memulai pawai pukul 07.00 WIB di bilangan Kebon Jeruk dan berakhir di tempat yang sama setelah berkeliling beberapa kilometer. Sejumlah elemen masyarakat dan beragam kendaraan seperti motor dan odong-odong juga ikut dalam pawai simpatik ini.

Sepanjang perjalanannya, Aryo juga membagi-bagikan susu kepada setiap anak yang ditemui di jalan. "Membagikan susu kepada anak-anak adalah program Gerindra yang disebut Revolusi Putih. Ini salah satu bukti konkrit dan terukur dari program partai untuk memperkaya gizi anak-anak Indonesia," kata Aryo.

Kampanye Aryo memang cukup unik daripada caleg lainnya. Dia sebelumnya juga menjalankan program Revolusi Putih melalui 1.600 posko tingkat RW di Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Kepulauan Seribu. Total, 400 ribu karton susu dibagikan kepada anak-anak. Menurut dia, jumlah yang dibagikan setara dengan jumlah anak yang ada di wilayah tersebut.

Wakil Sekjen Gerindra tersebut menyinggung, betapa rakyat terlalu lama hidup dalam keterbatasan dan kesejahteraannya kurang diperhatikan pemerintah. "Sudah saatnya mengurai yang kusut, membersihkan yang kotor, meluruskan yang bengkok dan memastikan seluruh warga negara mendapatkan haknya,” kata Aryo.

Sabtu, 12 April 2014

Gerindra: Luar Biasa, Kecintaan Rakyat kepada Prabowo

Kamis, 10 April 2014 | 21:27 WIB
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto memberikan sambutan saat mengawasi penghitungan cepat sementara Pemilu Legislatif 2014, di Kantor DPP Partai Gerindra, Ragunan, Jakarta Selatan, Rabu (9/4/2014). Hasil penghitungan cepat sementara hingga malam ini menempatkan Gerindra dalam tiga besar perolehan suara nasional.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum DPP Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Suhardi mengatakan, kekuatan struktur partai dan sosok Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto menjadi faktor yang mendongkrak perolehan suara partainya pada Pemilu 2014. Ia mengklaim ada "Prabowo Effect" terhadap Gerindra.

"Saya yakini itu ada karena kecintaan masyarakat kepada Prabowo sangat luar biasa," kata Suhardi, saat diskusi di Jakarta, Kamis (10/4/2014).

Hasil quick count sejumlah lembaga menunjukkan, perolehan suara Gerindra pada Pemilu 2014 berada di kisaran 11-14 persen. Suhardi mengatakan, partainya bersyukur dengan peningkatan perolehan suara yang signifikan dibandingkan Pemilu 2009. Pada Pemilu 2009, Gerindra mendapatkan 4,46 persen suara.

Peningkatan suara Gerindra, kata Suhardi, karena adanya perbaikan struktur partai secara masif di daerah-daerah. Gerindra, lanjutnya, mengadakan pelatihan kepada para pemuda hingga 21 angkatan.

"Jadi kami punya tim angkatan muda hingga di level kecamatan," katanya.

Selain itu, Suhardi mengakui, faktor lain yang juga turut berkontribusi adalah adanya serangan "siluman" yang dilakukan partainya. Serangan yang dimaksud adalah menyediakan berbagai hal yang menyentuh kebutuhan masyarakat, seperti mobil-mobil ambulans.

"Apa yang kami lakukan adalah mereka harus melihat Gerindra memberikan untuk rakyat. Kami berpikir cara terbaik adalah melayani rakyat," ujar Suhardi.

Dengan hasil yang tergambar pada quick count, Gerindra akan menjajaki koalisi dengan partai lain untuk mengusung Prabowo Subianto sebagai bakal calon wakil presiden.