Tampilkan postingan dengan label Novel Baswedan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Novel Baswedan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Februari 2018

Novel Ucapkan Terima Kasih kepada Jokowi dan Masyarakat

Robertus Belarminus
Kompas.com - 22/02/2018, 13:48 WIB
Penyidik KPK Novel Baswedan disambut anak dan istrinya setibanya dari Singapura di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (22/2). Novel kembali ke Indonesia setelah sepuluh bulan menjalani operasi dan perawatan mata di Singapura akibat penyerangan air keras terhadap dirinya.
Penyidik KPK Novel Baswedan disambut anak dan istrinya setibanya dari Singapura di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (22/2). Novel kembali ke Indonesia setelah sepuluh bulan menjalani operasi dan perawatan mata di Singapura akibat penyerangan air keras terhadap dirinya. (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)
JAKARTA, KOMPAS.com - Penyidik KPK Novel Baswedan mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo atas dukungan dalam proses pengobatan dan penyembuhannya.
Novel kembali ke Tanah Air dalam proses pemulihan sambil menunggu operasi mata tahap kedua di Singapura.
Dia menyampaikan ucapan terima kasih itu saat tiba di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Kamis (22/2/2018).
"Saya mengucapkan terima kasih ke masyarakat Indonesia, kepada Bapak Presiden, Wakil Presiden, yang telah memberikan perhatian, dukungan, dan terkait pembiayaan saya selama pengobatan di Singapura," kata Novel.


Novel menganggap dukungan terhadap pengobatannya adalah hal yang luar biasa. Dia juga mengucapkan terima kasih kepada pimpinan dan pegawai KPK.
"Saya ingin ke depan semakin kuat dan saya berharap proses pengobatan mata saya tuntas," ujar Novel.
Selanjutnya, Novel berharap bisa pulih dan kembali bekerja sebagai penyidik KPK.
10 bulan telah berlalu sejak penyiraman air keras pada Novel, polisi pun mengaku telah mengerahkan lebih dari 150 penyidik dan memeriksa 66 saksi.(Kompas TV)
PenulisRobertus Belarminus
EditorInggried Dwi Wedhaswary

Senin, 14 Agustus 2017

Novel Baswedan akan Jalani Operasi Besar Tanggal 17 Agustus

Robertus Belarminus
Kompas.com - 11/08/2017, 22:59 WIB
Kapolda Metro Jaya Irjen Mochammad Iriawan saat menjenguk penyidik KPK Novel Baswedan di Rumah Sakit Mitra, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Srlasa (11/4/2017).
Kapolda Metro Jaya Irjen Mochammad Iriawan saat menjenguk penyidik KPK Novel Baswedan di Rumah Sakit Mitra, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Srlasa (11/4/2017).(Istimewa)
JAKARTA, KOMPAS.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan rencananya menjalani operasi besar di bagian kiri matanya pada Kamis (17/8/2017) pekan depan. Jadwal rencana operasi mata Novel bertepatan dengan perayaan kemerdekaan Republik Indonesia.
"Direncakan operasi besar akan dilakukan hari Kamis 17 Agustus 2017," kata Febri, dalam jumpa pers di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat (11/8/2017).
Operasi akan dilakukan dengan dua tahap, tahap pertama yakni menanam jaringan gusi dan pipi di mata kiri, lalu menunggu perkembangannya selama dua bulan. Kemudian setelah itu melepas dan melihat perkembangannya dalam dua minggu.
Sebelum operasi, Novel diharuskan berinstirahat terlebih dahulu dan melakukan sejumlah persiapan. Karenanya, Febri mengatakan waktu yang tepat untuk pemeriksaan Novel oleh Polri adalah sebelum menjalani operasi tanggal 17 Agustus.
(Baca: Ini Sketsa Wajah dan Ciri Penyiram Air Keras ke Novel Baswedan)
"Waktu yang tepat pemeriksaan adalah sebelum operasi," ujar Febri.
Karena setelah operasi, kondisi Novel akan sulit berbicara dan harus memenuhi treatment tertentu. Selain itu, selama satu minggu pertama, Novel akan menggunakan plastik penutup mata dan harus menghindari lingkungan berdebu atau keramaian.
Selama sekitar satu bulan juga mata Novel juga belum boleh terkena air. Polri, lanjut Febri, sudah mengirim surat untuk memeriksa Novel ke KPK. Surat tersebut sudah diterima KPK hari ini.
"Selanjutnya akan dikoordinasikan waktu yang tepat. Mengingat ada rencana operasi besar yang akan dilakukan terhadap Novel pada Kamis depan," ujar Febri.
KPK Gelar Doa Bersama Untuk Novel Baswedan(Kompas TV)
PenulisRobertus Belarminus
EditorSabrina Asril

Istri Novel Ajukan Surat untuk Bertemu Jokowi

Ihsanuddin
Kompas.com - 14/08/2017, 07:26 WIB
Istri penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, Rina Emilda mengikuti aksi peringatan 100 hari penyerangan Novel. Aksi yang diikuti banyak pegawai KPK tersebut digelar di depan gedung KPK, Kuningan, Jakarta. Kamis (20/7/2017)
Istri penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, Rina Emilda mengikuti aksi peringatan 100 hari penyerangan Novel. Aksi yang diikuti banyak pegawai KPK tersebut digelar di depan gedung KPK, Kuningan, Jakarta. Kamis (20/7/2017)(Kompas.com/Robertus Belarminus)
JAKARTA, KOMPAS.com - Rina Emilda, istri dari penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, sudah menyerahkan surat permohonan untuk bisa bertemu dengan Presiden Joko Widodo. Surat tersebut sudah disampaikan oleh Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak kepada Menteri Sekretaris Negara Pratikno.
"Dan, beliau menyampaikan akan melaporkan kepada Presiden terkait permohonan Mbak Emil tersebut," kata Dahnil kepada Kompas.com, Senin (14/7/2017).
Dahnil berharap Presiden bersedia menerima Emil untuk mendengarkan beberapa pandangan dan informasi langsung dari anggota keluarga Novel Baswedan, serta bisa memahami kondisi kebatinan seorang istri dan Ibu.
(Baca: Ini Sketsa Wajah dan Ciri Penyiram Air Keras ke Novel Baswedan)
"Di mana suami dan ayah dari anak-anaknya, yakni Novel Baswedan, yang berjuang untuk melawan korupsi bagi kepentingan negara, selalu terancam hidupnya," ucap Dahnil.
Dahnil berharap, setelah bertemu dengan Emil nanti, Presiden bisa mengambil keputusan dalam upaya menuntaskan kasus penyiraman air keras terhadap Novel. Salah satunya yakni dengan membentuk tim gabungan pencari fakta untuk mengusut kasus ini.
Novel disiram air keras oleh orang tak dikenal sejak 11 April lalu. Namun hingga kini, pihak kepolisian belum juga menangkap penyerang Novel. Rencananya, hari ini pihak kepolisian akam meminta keterangan Novel yang tengah menjalani perawatan di rumah sakit di Singapura.
KPK Gelar Doa Bersama Untuk Novel Baswedan(Kompas TV)

PenulisIhsanuddin
EditorSabrina Asril

Kamis, 11 Mei 2017

Penyiram Air Keras Novel Baswedan Ditangkap, Dia...

Rabu, 10 May 2017 23:03 | editor : Thomas Kukuh
Novel Baswedan beberapa saat setelah disiram air keras (JAWA POS PHOTO)
JawaPos.com – Sebulan perburuan pelaku penyiraman air keras ke muka Novel Baswedan menemukan titik terang. Pada Selasa (9/5) malam, Polri berhasil menangkap seseorang yang diduga kuat menjadi pelaku penyiraman. Dia adalah seorang pria dengan inisial AL.
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo wasisto membenarkan adanya penangkapan itu. ’’Tentang berita pemangkapan kasus penyiraman Novel, berapa hari lalu tim Polda Metro dan Bareskrim ke Singapura. Tujuannya menemui Novel dari sana didapat keterangan orang yang dicurigai. Kemudian tim Polda Metro reskrim melakukan penyelidikan dan akhirnya ada upaya paksa penangkapan seorang berinisial AL,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Setyo Wasisto, di Mapolda Metro Jaya, Rabu (10/5) malam.
Kini kata Setyo, pihaknya masih dalam penyelidikan pengembangan alibi-alibi dia.
Sebelumnya, Kapolri Jendral Tito Karnavian menyampaikan kepada salah satu media soal penangkapan pelaku tersebut.
Seperti diketahui, Novel Baswedan diserang usai melaksanakan salat subuh di rumahnya, di Jakarta Timur. Mukanya disiram air keras oleh dua orang yang mendekatinya menggunakan sepeta motor. Air keras itu menyebabkan matanya terluka parah. Saat ini, dia dirawat di salah satu rumah sakit Singapura. (elf/JPG)

Minggu, 16 April 2017

Benarkah Novel Baswedan Memiliki Foto Pelaku Penyiram Air Keras ?

Baru terungkap, ternyata Novel, penyidik senior KPK mempunyai foto tersangka pelaku yang menyiramnya dengan air keras. Serangan teror tersebut menimpanya yang merupakan ketua satgas penyidikan kasus megakorupsi proyek KTP elektronik (e-KTP). Penyerangan itu terjadi di dekat tempat tinggalnya, kawasan Jl Deposito T, RT 03, RW 10, Kelurahan Pesanggrahan Dua, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta, sekira pukul 05.10 WIB, Rabu (12/4/2017) seperti yang diberitakan dalam media nasional ini.
https://news.detik.com/berita/d-3471243/kutuk-teror-air-keras-terhadap-novel-fadli-zon-itu-biadab
Penyerangan mengakibatkan sang penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersebut menderita luka serius di kedua matanya. Selain itu, Novel juga menderita luka benjol di dahi karena membentur pohon nangka di dekat rumahnya, sewaktu berusaha kembali ke Masjid Al Ihsan untuk mencuci wajah dan kepalanya dengan air kran.
Sontak insiden ini membuat heboh hingga ke Istana Presiden. Setelah mengalami serangan, Novel bahkan sempat menelepon Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian. Bergerak cepat, Kapolri lantas membentuk tim khusus terdiri dari petugas Polres Jakarta Utara, Polda Metro Jaya, dan Mabes Polri, sebagaimana direportasekan dalam Tribun, Rabu (12/4/2017) seperti yang dimuat dalam media nasional ini.
Novel menyebutkan dua minggu sebelum jadi korban teror, ia merasa dibuntuti orang tak dikenal. Informasi itu disampaikan Abdur Rahim Hasan, Imam Masjid Al Ihsan, yang berlokasi tak jauh dari rumah Novel. Sebelum diserang, Novel menjalankan shalat subuh berjemaah di masjid tersebut.
“Pak Novel pernah cerita ke saya beberapa hari lalu. Ia bilang sudah dua minggu ini merasa dibuntuti. Namun Pak Novel tidak cerita kepada orang lain karena takut dikira paranoid,” tutur Hasan di Masjid Al Ihsan seperti yang dilansir dalam media nasional ini.
Cerita serupa disampaikan Novel kepada mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD, seusai menjenguk korban di Rumah Jakarta Eye Centre (JEC), Menteng, Jakarta, Selasa.
“Ada gejala-gejala mencurigakan. Ada orang yang sering datang ke lingkungan dia,” ujar Mahfud MD seperti yang dilansir oleh media nasional ini.
Novel bahkan menjegat dan memotret orang yang kerap membuntuti dirinya. Meski tidak dapat dipastikan orang tersebut adalah pelaku atau terkait penyerangan, foto tersebut dapat dijadikan bukti awal penyelidikan.
Novel juga mengungkapkan cerita yang serupa kepada Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak. Kepada Dahnil, Novel Baswedan mengungkapkan ada pihak yang belakangan ini mengintai rumahnya, Jalan Deposito T, Nomor 8, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara.
“Saya beberapa Minggu lalu berbincang dengan Novel. Waktu itu ia mengaku sudah ada yang mengikuti dirinya dan mengawasi rumahnya,” sebut Dahnil di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta seperti yang dimuat dalam media nasional ini.
Novel juga menyebutkan tetangga rumahnya sudah memotret orang tak dikenal itu.
“Novel sudah dapat foto orang-orang yang mengawasi rumahnya secara rutin. Setiap hari ada orang yang tidak dikenal mengawasi rumah Novel,” beber Dahnil seperti yang dilansir oleh media nasional ini.
Perkembangan Kasus Novel Sementara Novel masih dirawat, proses hukum terkait kejadian ini pun bergulir. Pihak kepolisian masih memburu pelaku penyiraman yang berjumlah dua orang. Kepolisian Republik Indonesia (Polri) membentuk tiga tim khusus untuk menyelidiki kasus ini. Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono menjelaskan tiga tim tersebut terdiri dari anggota gabungan Polda, Polres Jakarta Utara dan Polsek Kelapa Gading. Lebih lanjut, tim khusus itu dipimpin langsung oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rudy Heriyanto.
Sementara itu, untuk mempermudah kerja tim kepolisian dalam mengusut kasus ini, KPK mengaku sudah memberikan data pendukung pada Polri. Data-data tersebut termasuk foto-foto dan rekaman CCTV di rumah Novel.
“Kami terus kerja sama dengan kepolisian. Data-data termasuk beberapa foto sudah diberikan supaya teman-teman di Kepolisian bisa memonitor dan bergerak lebih mudah,” ucap Ketua KPK Agus Rahardjo, saat ditemui di markas Slank, Potlot, Jakarta Selatan seperti dikutip dalam media nasional ini.
Setelah kasus ini membuat heboh netizen, banyak yang turun langsung memberikan support untuk KPK agar tetap teguh dan tidak gentar melawan para koruptor. Presiden Jokowi mengutuk keras tindakan kriminal pelaku yang melukai sebagian besar wajah Novel Baswedan.
“Itu tindakan brutal yang saya mengutuk keras,” ujar Presiden Jokowi di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta seperti yang dikutip dalam media nasional ini.
Bahkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengutuk keras aksi teror penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Menurut MUI, perbuatan pelaku bertentangan dengan nilai kemanusiaan seperti yang dimuat dalam media nasional ini :

kondisi kulit di wajah Novel Baswedan sudah mulai membaik.

Jumat , 14 April 2017, 19:25 WIB

Begini Kondisi Terakhir Novel Baswedan di Singapura

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Nidia Zuraya
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menyapa wartawan saat akan dirujuk ke rumah sakit khusus mata di Jakarta, Selasa (11/4).
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menyapa wartawan saat akan dirujuk ke rumah sakit khusus mata di Jakarta, Selasa (11/4).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah menuturkan penyidik KPK Novel Baswedan masih menjalani pengobatan di sebuah rumah sakit di Singapura. Keadaan Novel masih didiagnosa, terutama pada bagian matanya.
"Masih menjalani pengobatan di Singapura. Sejak kedatangan kemarin dilakukan diagnosa pada matanya," ungkap dia, Jumat (14/4).
Febri melanjutkan, Novel juga telah menjalani perawatan pada kulit wajahnya yang terkena luka bakar. Setelah perawatan tersebut dilakukan, kondisi kulit di wajahnya sudah mulai membaik.
Namun, Febri mengakui, untuk mata, masih harus dilakukan perawatan secara intensif. "Untuk mata masih butuh perawatan," kata dia.
KPK juga masih belum bisa menyimpulkan apakah kondisi mata Novel saat ini membutuhkan tindakan medis dengan operasi. KPK pun mengapresiasi adanya elemen masyarakat yang rela memberi bantuan untuk penyembuhan Novel.
Namun, untuk saat ini, KPK masih menunggu hasil diagnosa medis atau dokter di rumah sakit di Singapura itu. "Kita tunggu dulu hasil diagnosa rumah sakit, karena kompetensinya ada pada dokter apa yang paling baik untuk kesehatan saudara Novel," kata dia.

Kamera CCTV Tetangga Rekam Penyerang Novel Baswedan

Kamera CCTV Tetangga Rekam Penyerang Novel Baswedan
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Sejumlah jurnalis yang tergabung dalam Jurnalis Antikorupsi bersama pegawai KPK melakukan aksi damai di halaman Gedung Merah Putih, KPK, Jakarta, Rabu (12/4/2017) malam. Aksi tersebut sebagai bentuk dukungan moral kepada penyidik KPK Novel Baswedan yang tengah mendapatkan perawatan pascainsiden air keras dan menuntut pimpinan KPK agar terus melindungi pegawainya dari segala bentuk teror. TRIBUNNEWS/HERUDIN
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kamera CCTV milik salah satu tetangga diduga merekam penyerang penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan.
Kamera yang diletakkan di rumah di Jalan Bellyra Raya tersebut menyorot ke jalan raya yang diduga menjadi tempat dua orang penyerang melarikan diri.
"Ini kan ada CCTV, ada warga yang melihat mereka lewat sini," ujar sumber Tribun.
Menurut info yang dihimpun Tribun, rekaman pada kamera CCTV tersebut telah diambil untuk kepentingan penyelidikan. Ketika Tribun mencoba ke rumah tempat kamera CCTV tersebut, rumah tersebut tampak tertutup rapat.

Kediaman penyidik KPK Novel Baswedan di Jalan Deposito, Pegangsaan, Jakarta Utara, Jumat (14/4/2017).
Kediaman penyidik KPK Novel Baswedan di Jalan Deposito, Pegangsaan, Jakarta Utara, Jumat (14/4/2017). (TRIBUNNEWS/FAHDI FAHLEVI)
Setelah melakukan aksinya pelaku berbelok ke Jalan Musik. Pelaku lalu lari mengarah ke Jalan Bellyra Raya melalui Jalan Bellyra 4.
Jalan Bellyra Raya merupakan tempat larinya dua orang penyerang Novel. Diduga pelaku sempat terjatuh kala ingin melarikan diri lewat pinggir portal.
Seperti diketahui, Novel diteror dua orang pengendara motor tak dikenal. Dia disiram air keras seusai salat subuh di masjid Al Ihsan, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Novel selesai salat subuh sekitar pukul 05.10 WIB. Saat itu, dia berada di depan masjid Al Ihsan. Tiba-tiba Novel dihampiri oleh dua orang laki-laki tidak dikenal.
Sementara itu di rumah Novel, polisi masih melakukan penjagaan di sejumlah titik. Jika sebelumnya penjagaan hanya dilakukan di depan rumah Novel, menurut pantauan Tribun, pihak kepolisian memperluas perimeter.
Tampak sepanjang Jalan Deposito, letak rumah Novel ditutup oleh portal. Tampak lima orang polisi berseragam yang berjaga di depan rumah Novel, sementara dua orang lainnya di depan masjid Al Ihsan.
Rumah Novel sendiri tampak sepi, pintu gerbang tampak tertutup. Pintu balkon juga ditutup rapat.
Menjelang malam, hanya lampu di lantai satu yang dinyalakan sementara lampu ruangan atas tampak mati.
"Tidak ada orang, pergi semua," ujar polisi yang menjaga.
Tangani Kasus Besar Tapi Aktif di Lingkungannya
Meski sibuk sebagai penyidik , namun Novel Baswedan dikenal sebagai sosok yang aktif di lingkungan rumahnya di Kompleks BBD, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Dirinya sering membantu dalam kegiatan yang dilakukan oleh lingkungan setempat.
"Pak Novel aktif di lingkungan ini. Kalau kerja bakti dia juga ikut," ujar Ketua RT setempat, Wisnu Broto, kepada Tribun.
Namun Wisnu mengungkapkan bahwa Novel absen ketika sedang melaksanakan tugasnya di KPK. Novel dikenal sebagai penyidik senior di KPK.
Dirinya dipercayakan pada beberapa kasus besar yang ditangani oleh KPK. Satu diantaranya adalah kasus mega korupsi pengadaan KTP elektronik tahun anggaran 2011-2012.
Selain aktif Novel, juga terkenal peduli terhadap tetangganya. Wisnu mengaku pernah dijenguk oleh Novel ketika sakit.
Hal tersebut diamini oleh Budi, menurutnya Novel adalah orang yang dermawan. Dirinya mengaku senang jika Novel mengadakan pengajian di rumahnya.
"Enak kalo ada pengajian di rumah pak Novel. Makanannya enak-enak," ujar Budi.
Novel juga menjabat sebagai pengurus Masjid Al-Ihsan bidang peribadatan. Dirinya sering terlibat dalam kegiatan yang dilakukan oleh pengurus masjid Al Ihsan.
"Pas Idul Adha, pak Novel sampai ikut memotong kurban juga," ujar Budi.
Saat ini Novel diriwat di Singapura untuk menjalankan perawatan. Dirinya dipindahkan Novel dari RS Mata, Menteng.

Kamis, 13 April 2017

Diduga Terkait e-KTP, Siapa Peneror Novel Baswedan?

2017/04/12 09:41:16 WIB,Hestiana Dharmastuti - detikNews
Diduga Terkait e-KTP, Siapa Peneror Novel Baswedan? Foto: ilustrasi Andhika Akbaryansyah
Jakarta - Penyidik KPK Novel Baswedan diteror. Dia disiram air keras usai salat Subuh. Jejak-jejak peneror Novel Baswedan yang tengah menangani kasus dugaan megakorupsi e-KTP ini masih misteri.

Novel disiram air keras oleh dua orang tak dikenal yang mengendarai motor matic usai salat subuh di Masjid Al Ihsan, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Selasa 11 April 2017 sekitar pukul 05.10 WIB. Dia mengalami luka di kelopak mata kiri dan dahi. Teror ini bukan yang pertama kali dialami oleh Novel. Dia bahkan sudah 5 kali menerima teror.

Teror terhadap Novel Baswedan dikecam sejumlah kalangan. Presiden Jokowi langsung memerintahkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk mencari pelakunya. Kapolri kemudian memerintahkan Polda Metro Jaya membentuk tim khusus untuk mengusut teror ini.

Mengenai motif di balik alasan penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan masih diselidiki. Sejumlah dugaan di balik alasan penyiraman air keras ke Novel Baswedan mengemuka. Salah satunya diduga terkait kasus besar yang tengah ditangani Novel di KPK yakni kasus e-KTP dengan dugaan kerugian negara mencapai Rp 2,3 triliun.

Atas dugaan itu, Ketua KPK Agus Rahardjo belum bisa memastikan aksi teror ini terkait dengan kasus yang saat ini ditangani oleh Novel. Dia menyerahkan pengungkapan kasus ini kepada polisi. "Belum tahu biar polisi yang menyelidiki," kata Agus.

Adakah kemungkinan aksi terkait penanganan kasus e-KTP yang saat ini ditangani Novel? "Yang paling besar itu (e-KTP)," kata Agus.

Hingga kini, polisi masih mendalami motif insiden itu. "Saya tidak ingin berspekulasi motifnya mengenai apa. Tapi kami akan lihat dari fakta-fakta lapangan dulu," kata Kapolri.

Jejak-jejak pelaku penyiraman air keras terus ditelusuri polisi. Polisi telah meminta keterangan 14 saksi dan mengecek foto orang yang mengintai Novel Baswedan. Saksi mata mengungkapkan dua orang penyiram air keras ke Novel Baswedan berboncengan menaiki satu motor matic jenis bebek. Pelakunya bertubuh besar dan tinggi, memakai helm full face, dan pakai jaket kulit. Polisi juga telah mengamankan cangkir yang digunakan pelaku saat menyiram air keras ke Novel Baswedan.

Novel Baswedan Disiram Air Keras Halaman 2 dari 8
Novel Baswedan sebelumnya merasa dibuntuti selama dua minggu sebelum insiden penyiraman air keras. Teror penyiraman air keras ini merupakan kelima kalinya yang dialami penyidik KPK ini.

Novel Baswedan mengalami luka di dahi dan mata. Mata kiri Novel lebam dan penglihatannya agak kabur.

Dia lalu menelepon Kapolri Jenderal Tito Karnavian beberapa saat setelah mengalami teror. Novel melaporkan penyiraman air keras itu setelah menunaikan salat subuh. "Tadi pagi saya habis salat subuh, yasinan, di tengah-tengah itu saya melihat ada telepon dari Novel. Baru saya jawab setelah yasinan. Novel menyampaikan dia diserang dengan air keras," ujar Tito kepada wartawan setelah menjenguk Novel di RS Mitra Keluarga, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (11/4/2017).